LOVE IN BUSAN

LOVE IN BUSAN
SADAR



"permisi , selamat pagi?"ujar seorang suster membangunkan tidur Jimin dan ayu pagi itu..


"ah iya sus? ada apa?!"tanya ayu kepada suster tersebut..


"saya suster Mira , ditugaskan dokter untuk merawat pasien bernama Minho !"jawab suster Mira kepada ayu..


"ah cantiknya suster ini!"ucap ayu dalam hatinya..


"ada apa sayang?"tanya Jimin yang terbangun karena obrolan ayu dan juga suster Mira..


"oh ini sayang suster Mira di tugaskan untuk mendampingi oppa, dan di tugaskan untuk selalu menjaga oppa!"jelas ayu..


"oh okay baiklah, aku akan bangun dan membelikan sarapan kau disini saja temani suster ini!"ucap jimin.


"iya sayang, jangan lama lama!"ujar ayu..


"hai tuan , maaf saya akan mengelap badan anda terlebih dahulu ya!"ucap suster Mira kepada Minho yang masih belum sadar..


"apakah dia akan segera sadar sus?!"tanya ayu kepada suster Mira..


"mungkin? kalau dia ingin !"jawab suster Mira lembut.


"maksudnya suster?"tanya ayu kembali dengan wajah yang bingung akan ucapan suster Mira..


"sayang aku keluar sebentar ya!"ucap Jimin dan berlalu keluar kamar .


ayu tidak memperdulikan ucapan Jimin, ayu hanya ingin berkonsentrasi dengan suster Mira saat ini dan ingin mendengar penjelasan yang dimaksud oleh suster Mira..


"maksud saya adalah, saat ini sebenarnya tubuh pasien hanya melemas saja dan untuk syaraf dan fungsi lainnya sangat stabil. pasiennya hanya menugaskan bagian kepala terutama mata untuk tetap tertidur!"jelas suster Mira saat ini kepada ayu .


"apakah oppa baik baik saja sus?"tanya ayu kembali..


"kita akan liat setelah beliau sadar nona!"jawab suster Mira kembali..


"hhmm baiklah!"ucap ayu melemas..


tak lama pintu kamar terbuka terlihat ada Tria..


"selamat pagi , oh sudah ada suster maaf aku menganggu!"ucapku yang berlalu masuk kedalam.


"tidak apa Tria, suster Mira memang bertugas disini dengan khusus merawat oppa Minho!"jelas ayu kepadaku ..


"oh begitu, ahh oppa maaf kan temanku!"ucapku melihat sebentar ke arah ka Minho..


"ah Tria kau sama siapa kesini??!"tanya ayu yang bingung..


"oh aku sama hubby kemari, kami berpapasan dengan Jimin lalu hubby ingin menemani Jimin untuk pergi beli sarapan!"jawabku kepada ayu.."oh iya eonnie mejiwo menitipkan bahan untuk baju pengiring pengantin dirinya nanti, punyamu sudah ada di asrama!"ucapku kembali..


"oh okay baiklah, tak terasa ya pernikahannya sudah di depan mata. iri sekali aku melihat hubungan mereka berdua!"ujar ayu ..


"huss kau tak boleh iri dengan orang lain , kau harus bersyukur berapa banyak orang yang tak seberuntung kita. benar tidak?"jelasku kepada ayu..


"kau benar Tria!"ucap ayu kembali..


aku dan ayu asik mengobrol saat itu di sofa kamar inap, sedangkan suster Mira sedang memandikan tubuh Minho saat itu dengan cara mengelapnya dengan kain. suster Mira begitu terlaten mengelapnya, suster Mira tidak merasa canggung dengan keadaan seperti itu..


tiba tiba saat suster Mira mengelap bagian tangan, dia pun terkejut karena ada respon dari tangannya Minho saat itu ..


"nona , nona ayu lihatlah tuan Minho sudah sadar!"teriak suster Mira saat itu .


aku dan ayu berlari ke arah tempat tidur Minho saat itu, benar saja tangannya Minho bergerak perlahan lahan dan matanya pun pelan pelan iya buka..


tak lama tibalah Jimin dan juga hubby dari membeli sarapan tadi.."


"sayang cepat kemari oppa sudah sadar!"ucap ayu...hubby Dan Jimin pun segera menghampiri ayu dan juga aku..


"jiminnn!"panggil hyungnya kepada adiknya..


"iya Hyung, kau butuh apa?"jawab Jimin dengan pelan dan perlahan mendekat kepada kakaknya..


"aku dimana? aku kenapa? kenapa banyak alat di badanku?!"tanya Minho bertubi tubi..


"tenanglah Hyung kau di rumah sakit, kau hanya pingsan saja kemarin siang dan baru sadar sekarang!"jelas Jimin kepadang Minho..


"ahh ada kau hubby?!"ucap Minho..


"ah iya Hyung, kau harus banyak istirahat okay!"ucap hubby memberi semangat saat itu kepada Minho..


"triaaa, apa Ina akan kembali!"tanya Minho..


seketika ruangan berubah menjadi sepi karena pertanyaan Minho, aku berasama hubby Dan juga lainnya saling beradu pandang berharap kami tidak salah menjawab..


"apa salahku Tria? apa Ina risih berada di dekatku?"tanya Minho tanpa sadar airmatanya terjatuh dari kedua pelipis mata..


"tuan anda tidak boleh banyak pikiran, anda harus tetap tenang!"ucap suster Mira saat itu .


"sudah lah ka, jangan berfikir yang macam macam dulu. sebaiknya kakak istirahat dulu okay!"ucap Jimin..


"sampai hati kau melukai diriku saat ini!"ucap Minho lirih..airmatanya tak bisa menahan dirinya lagi, kenangan yang hanya sebentar iya rasakan kini cuma bisa di tatapi dengan rasa sedih di hari harinya..


"heii oppa, kau harus sehat. kalau kau sehat mari ku bantu kau mencari Ina ke Indonesia dan kita marahi dia mengapa kau di tinggalkan olehnya!"jawabku , sebenarnya aku takut juga untuk berjanji hal itu kepada Minho tapi hanya ini cara semoga dia bisa bangkit dari sakitnya..


"benarkah? kau janji untuk menemaniku mencarinya Tria?"ucap Minho melihat ke arahku dan menghapus airmatanya dari kedua matanya..


"baiklah biarkan sekarang badanmu untuk di beri asupan makanan yang banyak biar kau punya tenaga saat kita mencarinya, bagaimana?"tanyaku seraya membujuk ka Minho saat itu..


"sus aku lapar, aku ingin makan!"ujar Minho kepada suster Mira..


suster Mira pun segera mendekatkan makanan untuk Minho dan menyuapi pasien VIP nya tersebut, sementara kami berempat beralih duduk di sofa ruangan dan memakan sarapan kami juga.


"jadi gimana apa sudah ada kabar dari Ina?"tanya Jimin membuka suara terlebih dahulu.


"hmm belum Jim, tapi ku usahakan segera !"jawabku yang sebenarnya sedikit tidak yakin saat ini..


"tenanglah sayang, kami tau rumah Ina. sabarlah sementara kita bantu oppa untuk bangkit terlebih dahulu okay!"seru ayu menepuk pundak kekasihnya..


"kau juga jangan terlalu banyak pikiran Jim, fokuskan pada hyungmu sekarang!"ucap hubby kembali..


mereka pun menghabiskan sarapan mereka kembali , dan terkadang ada keluar candaan dari mulut mereka untuk mencairkan suasana yang sekarang sedang tegang. tak lama suster Mira pamit untuk pergi mengecheck peralatan dan obat untuk Minho, Minho sudah tertidur pulas setelah sarapan dan meminum obatnya. memandang wajah kakaknya yang begitu banyak SAKITAN di goresan hatinya, seberapa sakit dirinya hanya Minho lah yang tau saat ini. kuatkan dirimu untuk menerima semuanya..


tiba tiba pintu kamar terbuka dengan lebar dan suara tangisan di ujung pintu..


"Jimin , Minho !".........


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.siapakah yang baru saja membuka pintu dan memanggil Jimin beserta Minho????