
Aku kembali ke asrama dengan wajah yang sangat lelah, kulihat di dalam asrama hanya ada dewina dan juga ayu..
"yang lain masih belum pulang?"tanyaku kepada dewina dan ayu..
"belum, mungkin nanti agak malem!"jawab ayu..
"ahh aku mau mandi dulu ya!"ucapku dan meletakkan ponselku di atas meja makan..
"baiklah, trriiaaa tadi Jimin membelikan burger untukmu ada di microwave!"teriak ayu..
"iya iya makasih!"jawabku dan berlalu pergi..
Ting...Ting..Ting
"suara ponsel Tria apa kau dew?!"Tanya ayu..
"bukan, ponselku sedang mati dan ku cas di kamar. punyamu?!"tanya dewina kembali..
"bukan, nih ku pegang tidak ada bunyi!"ucap ayu..
"berarti punya Tria, bukan punyamu!"ujar dewina kembali..
"biarkan paling hubby yang menghubunginya!"seru ayu..
"ehh ngomongin tentang hubby, APA pas tadi di kuliahan dia ada??!"tanya dewina..
"tidak ada, terakhir yang pas kita bahas di kantin waktu tadi siang..!"jawab ayu..
"eh semoga perasaanku saja!"bisik dewina dalam hati..
"kenapa dew?"Tanya ayu kembali ..
"tidak , tidak apa apa. aku mau kekamar mengecheck ponselku!"ucap dewina dan meninggalkan ayu sendiri di ruang tv..
"aahhhh segarnya,!!"teriakku dari arah kamar mandi..
"ponselmu berbunyi terus!"ucap ayu..
"oh baiklah , apa kau mau coklat panas? akan ku buatkan!"tanya ku kepada ayu..
"mauuuuuu!"ucap ayu dengan senang..
aku berjalan kearah dapur untuk membuat coklat panas yang enak untukku dan ayu..
ku buka ponselku, muncul nama yang kutunggu dan ku rindukan saat ini..
hubby : "kau sedang apa?
Tria : membuat coklat panas? kenapa?
hubby : Aku ingin berbicara, tapi melalui ponsel saja.
Tria : iya kenapa ? apa kau baik baik saja? aku sangat merindukanmu..
hubby : Tria ku pikir kita tak bisa bersama , karena yang ku cari sudah ku dapat. dia datang dan membawa cintanya kembali untukku, itu yang kutunggu Selama bertahun-tahun . maafkan aku yang tak bisa menjadi lelaki baik untuk dirimu..
seperti tersambar petir, tanganku gemetar tapi tak kulanjutkan untuk membalas pesan darinya. ku biarkan semua mengalir seperti biasanya, mungki. dia sedang bahagia karena bertemu dengan teman masa kecilnya..aku bisa melewati semuanya..
ku buat dua gelas coklat hangat dan ku antarkan kepada ayu satu, sedangkan aku meminumnya di balkon asrama di temani dengan senandung lagu yang sangat aku sukai..
"sejauh ini ku pikir kaulah orang yang sangat aku cintai, kaulah orang yang membuatku merasa bahagia didunia. seperti nya aku salah!"ucapku dalam hati..
bagaimana mungkin hanya itungan jam kau berubah menjadi orang yang tidak aku kenal, mengapa kau berubah dengan sangat cepat..
ku ingat kembali bagaimana dirinya memperlakukan ku selama kami bersama, waktu yang singkat tapi sangat berarti untuk ku kenang..
tak terasa airmataku mengalir menemani kesepian yang aku rasakan malam ini, aku sendiri dan tak akan pernah bersama denga dirimu lagi untuk dua tahun kedepan atau pun menua bersama..
"mari kita tidak saling mengenal mulai detik ini hubby!"ucapku dalam hati..
alunan musik menemaniku dengan sangat manis, menyatu dengan airmata yang terus mengalir di temani coklat panas yang membuat semua semakin menyatu dalam lamunanku..
teringat akan kata katanya yang indah..perjuangannya yang membuatku percaya bahwa aku adalah gadis beruntung..
ahhh bodoh aku hanya satu dari ribuan wanita yang berharap kisah Cinderella..
sampai sini sajakah jalinan kita? rasanya aku sudah cukup merasakannya kembali, bisakah kita tidak saling mengenal??
tangisan yang ku tahan dari kemarin malam saat acara pernikahan mejiwo pun pecah malam itu, apa yang ku takutkan terjadi sudah malam ini. sampai jumpa cinta sesaat, sampai jumpa kenangan, sampai jumpa dramaku..
"apa kau belum tidur?"tanya elma yang baru saja pulang bersama Dinar..
"okayy aku mandi dulu !"ucap elma dan berlalu pergi..
"Tria , boleh aku duduk di samping?"tanya Dinar perlahan..
"duduk lah, apa kau mau coklat panas?"ujarku bertanya ..
"tidak , hehehe perutku sudah penuh makanan dan air sejak tadi bersama Tae!"sahut Dinar..
"hahaha pasti kau sangat bahagia ya?"ujarku kembali..
"rasanya sudah lama kita tidak duduk seperti ini, bercanda, mengobrol, saling bercerita satu sama lain. kita terlalu sibuk akhir akhir dengan tugas dan kejadian kejadian yang sangat memilukan!"ucap Dinar..
"kau benar Dinar, maaf aku terlalu sering meninggalkan kalian!"jawabku sedikit lirih..
"Tria , aku tau keadaanmu Dan hubby jangan menutupinya dariku. ceritalah kepadaku!!"ucap Dinar kembali..
"aku..aku, dia meninggalkanku melalui ponsel tanpa ada alasan, dia hanya bilang sudah menemukan cintanya.!"ujarku lalu menangis..
"APAAAAAAAAA? KAU DAN HUBBY BERAKHIR??"teriak ayu dan membuat seisi ruangan terkejut..
dewina berlari dari arah kamar dan elma segera menghampiriku dan membatalkan niatnya untuk mandi..
"kau bisa menyembunyikan nya dari kami? kau punya kami buat bercerita, kau berusaha tegar tapi kau yang sakit sendiri..!"ucap ayu kembali..
"ayu, tenanglah dengarkan Tria kau tak bisa berkata seperti itu!"dewina menenangkan ayu yang sedang emosi..
"kau tau siapa orang yang paling sakit hati kau seperti ini? kami , kami bertiga setelah Ina lalu kau yang mau menyimpan sakit hatimu sendiri , bisa tidak orang di rumah ini menganggap sahabatnya adalah tempat cerita?"pinta ayu yang menangis..
"ayu tenanglah, kau menakuti elma!"ujar Dinar..
"ada apa ini sebenarnya?"tanya elma , "apa aku perlu menelpon para pria?"tanya elma kembali..
"tidak perlu , jangan lakukan. maafkan aku, aku tidak bercerita ku pikir hubby hanya berubah sementara. ternyata dia meninggalkanku dengan mengirim pesan!"ucapku dan kemudian tangisanku pecah..
"Tria akan ku tanyakan pada hubby alasannya besok, kau tenanglah dulu!"jawab dewina..
"jangan, tidak usah dan tidak perlu. dari waktu acara pernikahan eonnie mejiwo saja aku sudah melihat dia mengabaikan Tria, tidak perlu ini sudah cukup untuk Tria!"teriak ayu dan berlalu pergi ke dalam kamar, dewina pun menyusul ayu ke kamar tidur mereka..
"Tria, apa kau sakit? apa kau demam? apa coklat panasnya nakal??"tanya elma perlahan mendekatiku yang sedang dalam pelukan Dinar..
"tidak , itu tidak semua sayang..kemarilah aku perlu kau peluk saja!"ucapku kepada elma..
pelukan dari elma dan Dinar membuatku sangat tenang saat itu, hanya ada mereka sekarang yang menjadi penguat ku, maafkan aku telah menyusahkan kalian selama kita berteman. penguat ku hanya kalian dan cuma kalian ,sampai kapanpun itu. tetaplah bersamaku sampai kita menua bersama dan berbagi cerita bersama anak dan cucu kita..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.author nulis, author juga yang nyesek..