
jimin yang menyetir seperti sedang berada di dunia balap mobil, dia sudah tidak peduli lagi dengan lampu merah di depannya Jimin hanya fokus pada ambulance yang membawa kakaknya itu..
tak lama pun akhirnya ambulance tersebut sampai di rumah sakit milik keluarga yoongi dan semua suster dan dokter berlarian keluar untuk menyelamatkan Minho saat itu..
"suster cepat siapkan kamar VIP pasien , lalu siapkan beberapa tabungan oksigen kita butuh cairan infus sekiranya 10 sampai 20 botol!"ucap salah satu dokter yang sibuk membantu mendorong tempat tidur Minho untuk di bawa ke UGD sebelum di pindahkan kekamar VIP ..
"baik dok saya akan bawakan semuanya ke UGD!"jawab suster tersebut dengan cepat..suster yang disuruh dokter pun memisahkan diri dan berbelok ke arah ruangan perlengkapan pasien ..
"maaf selain perawat dan dokter dilarang masuk!"ucap suster lain menahan Jimin dan ayu untuk masuk kedalam ruangan UGD..
lampu UGD yang mati berubah menjadi merah, pertanda kalau ruangan UGD sedang ada pasien gawat darurat..
"sayang!"panggil ayu..
Jimin pun menjatuhkan dirinya kedalam pelukan ayu, Jimin menangis dengan sangat sakit. tak mampu lagi dia berkata melihat kakaknya yang sudah tak berdaya saat ini..
"bagaimana kalau Hyung tidak bisa di selamatkan? apa yang harus aku lakukan!"tanya Jimin yang tak melepaskan pelukannya dari ayu..
"hei sayang semua akan baik baik saja, dokter sedang melakukan yang terbaik untuk oppa!"ucap ayu menenangkan Jimin saat itu..
"jangan tinggalkan aku, mungkin aku akan seperti ini nantinya!"ujar Jimin kembali mengeratkan pelukannya di tubuh ayu yang munggil..
"hei siapa yang mau meninggalkan pria sepertimu?"jawab ayu dengan sedikit candaan agar kekasihnya tak merasakan kegelisahan yang luar biasa..
tak lama lampu UGD berubah menjadi warna hijau dan lalu mati, keluarlah para dokter dengan membawa tempat tidur Minho. Minho yang siap akan di pindahkan ke kamar VIP nya, Jimin dan ayu melepaskan pelukannya dan menghampiri dokter..
"bawa pasien ke kamar VIP dan kalian berdua ikut saya keruangan!"sahut dokter lalu meminta Jimin dan ayu keruangannya..
ayu dan Jimin pun mengikuti langkah dokter tersebut dan masuk kedalam ruangannya..
"duduklah dulu!"ucap dokter kepada mereka.
"ah iya dok, jadi bagaimana Hyung saya? apakah dia baik baik saja?!"tanya Jimin tanpa basa basi lagi .
"apakah dia sedang dalam keadaan depresi?"tanya dokter.
"hhmm kejadiannya baru tadi pagi dok sebenarnya!"jawab Jimin agak enggan untuk menceritakannya..
tapi pada akhirnya Jimin menceritakan semuanya kepada dokter tersebut, tanpa sadar tangannya sudah mulai mengepal karena menahan emosinya. Jimin takut jika dia emosi ayu yang akan tersakiti, jadi Jimin mencoba meredamnya perlahan lahan.
"ok kalau begitu saya jelaskan sekarang, begini Jimin kakak anda sekarang sedang mengalami depresi situasional yang dimana depresi ini menyerangnya secara mendadak dan bisa menyebabkan depresi semakin parah atau di sebut dengan depresi berat atau nama lainnya depresi mayor. saat ini yang bisa kami lakukan adalah memberinya obat penenang , atau obat penghilang depresi tapi itu hanya untuk sementara tidak bisa bertahan lama. sesekali depresi itu akan muncul bila dia mengingatnya kembali, kemungkinan akan berakibat fatal untuk syaraf syaraf otak atau pola pikirnya!"jelas dokter kepada mereka.
"apakah akan separah itu dokter?"tanya ayu kembali..
"kemungkinan yang terjadi seperti itu, tapi ada baiknya jangan membahas selagi dia hanya terdiam. berikan arahan bicara yang indah indah, misalnya waktu masa kecil masa sekolah seperti itu. jangan sampai menyenggolnya dengan masalah yang sekarang dia hadapi!"dokter kembali menjelaskan..
"apa ada kemungkinan untuk sembuh seperti semula dok?"tanya Jimin kembali .
"ada, tapi butuh proses yang lama..pasien Minho saat ini masih terpukul dengan kepergian calon istrinya, kemungkinan cara yang ampuh adalah mencari tau alasan kenapa dia meninggalkan si pasien!"jelas dokter kembali..
"baiklah kalo gitu dok, saya permisi dulu. terima kasih atas sarannya!"jawab Jimin dan berlalu pergi sambil memegang tangan ayu..
Jimin dan ayu pun berdiri di luar kamar Minho, di lihatnya kakak lelakinya terbaring lemas tak berdaya. menggunakan alat bantu bernafas, suntikan dimana mana. rasanya Jimin tidak tega melihat kakaknya seperti itu .
"Hyung kau pintar ! tapi mengapa kau menjadi bodoh setelah mengenal dirinya?"ucap Jimin mengumpat di balik kaca kamar Minho..
"sayang mari duduk di sana, aku sudah menghubungi yang lain!"ucap ayu..
tak lama ayu dan Jimin duduk, datanglah sekumpulan teman teman mereka . kookie,vira,adel,Kim,tae,dinar,namjoon,dewina,yoongi Dan juga elma ...
"bagaimana keadaan Hyung Jimin???"tanya namjoon menepuk sedikit pundak Jimin lalu menariknya kepelukan pundaknya ..
"tidak baik , sangat buruk namjoon!"ucap Jimin lirih dan perlahan suaranya menghilang ...
sementara para gadis menenangkan ayu yang sedang syok saat itu .
"minumlah ini dulu , tadi aku membelinya di depan !"ucap elma kepada ayu..
"terima kasih elma!"jawab ayu..
"dimana Tria Dan hubby?"Tanya Kim melihat kearah sekitar tapi tak menemukan kedua insan tersebut.
"sayang jangan lari nanti kau jatuh!"sahut hubby yang juga ikut berlari di belakangku .
"ahhh haaa aahhh haa (suara napas jangan jorok pikirannya ya) bagaimana oppa Jimin??!"tanyaku yang sibuk mengatur nafas akibat berlari di lorong tadi .
"memburuk Tria, aku sudah tidak sanggup lagi melihatnya!"jawab Jimin lalu terjatuh ke lantai..
"bangunlah, kau jangan lemah ayolah semngat . kalau kau sakit nanti tidak ada yang menjaga hyungmu!"ucap hubby membangunkan Jimin..
semua mata tertuju pada kamar yang ada di depan, sesekali mereka masuk kedalam ruangan hanya untuk memastika kalau Minho masih bernafas.
akhirnya malam pun tiba, mereka bergantian menjaga dan bergantian makan di kantin rumah sakit..
"permisi jam besuk sudah habis, sebaiknya hanya keluarga yang tinggal disini untuk menjaga pasien !!"jelas seorang suster kepada kami semua..
"biar ayu dan Jimin disini, yang lain mari kita pulang!"jawab yoongi..
"baiklah kami pulang dulu ya Jim ayu, kalau ada apa apa langsung kabari kami!"ujar dewina ..
semua pun pergi dari lorong ruangan Minho, hanya tersisa ayu dan Jimin. karena kamar Minho adalah kamar VIP jadi ada tempat tidur khusus untuk yang menunggu, ayu pun tertidur pulas di samping Jimin.
"susah sekali aku untuk menutup mata, jangan seperti ini lagi hyung!"ucap Jimin lirih..
tak lama pun akhirnya Jimin pun ikut tertidur dan memeluk ayu saat itu..mereka akhirnya pun tertidur yang terdengar hanyalah suara mesin detak jantuk Minho dan tetesan air infus yang menetes tiap detiknya.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.cepet sembuh oppa Minho, bogoshipoyo💜💜