
pagi itu tidak seperti pagi biasanya, kami akan mengantar Ina ke bandara. Ina yang sudah siap siap akan berangkat menahan kami untuk pergi..
"kalian mau kemana?"tanya Ina kepada kami, yang tengah siap siap ingin mengantarnya..
"kami mau mengantar dirimu, memangnya kenapa?"jawab elma dan bertanya..
"tidak usah, aku sudah memesan taksi online sebentar lagi akan datang. sudah ya aku pamit nanti aku ketinggalan pesawat!"ujar Ina..
"hah ? kau ini bagaiman kami sudah siap siap seperti ini, kau malah tidak ingin di antar. biar kami yang mengantar batalkan saja taksi onlinemu Ina!"ucap ayu yang kesal akan tingkah Ina..
"tidak usah, aku pamit Tria. maaf aku tidak ingin merepotkan kalian itu saja!"sahut Ina lagi dan berlalu pergi.
Ina pergi tanpa mengucapkan apa apa, kami hanya bisa memandang tubuhnya dari belakang dan perlahan hilang di balik pintu ruangan, pandangan kami pindah ke arah balkon dan segera melihat Ina pergi dengan taksi online nya..
"pagi semua , wah? kalian sudah kembali dari bandara? cepat sekali!"tanya dewina yang baru saja bangun dari tidurnya.
"tidak ada bandara adanya babu bandara!"ketus ayu dan langsung membuang tubuhnya di atas sofa.
"eh kau ini masih pagi sudah marah marah, ada apa ayu?"tanya dewina kembali..
"Ina pergi dan tak ingin di antar, maksudnya apa? kami sudah siapkan sarapan , kami bangun pagi agar dia tidak telat penerbangan. tapi pas mau berangkat dia memesan taksi online!" oh tuhan kurang sabar aku pagi ini!"keluh ayu saat itu..
"Tria , hei Tria!"Dinar memanggilku yang sedang melamun tanpa sebab..!"kau kenapa?"tanya Dinar.
"aku ? hmm aku bingung ada apa sebenarnya, ayok tanya Jimin. mungkin Jimin tau!"jawabku..
aku memutuskan untuk menelpon Jimin saat itu, dan berharap Jimin segera datang pagi pagi ke asrama kami. tak lamapun panggilan ku terputus dengan Jimin, dia akan datang bersama ka Minho ke asrama..
"Jimin akan datang bersama ka Minho!"jelasku kepada yang lain..
"ka minho? apa dia tidak tau Ina pergi?!"tanya elma..
"entahlah dari pas aku menelpon Jimin, nada bicara Jimin seperti panik !"ucapku kembali..
"ahhh ada apa ini, aku jadi pusing sekali!"ujar Dinar..
"kak , kak triaaaa !"teriak Adel dari dalam kamar..
"ya Adel kenapa de? bangun sini , aku di ruang tengah!"jawabku kembali..
"kak sini, ini ada surat dari ka Ina di meja belajar kalian!"teriak Adel kembali..
kami semua berlari ke arah kamar, apa yang sebenarnya terjadi dan mungkin surat ini bisa memberitahukan semuanya..
"mana Del? tanyaku kepada Adel..
"ini kak, sepertinya ka Ina sudah menulisnya dari malam pas kita tidur!"ucap Adel..
"buka Tria aku penasaran !"ujar Dinar..
****teruntuk sahabat sahabatku*
mungkin disaat kalian bangun , kita sudah tak saling menatap lagi. jangan lupa tersenyum untuk pagi ini sayang sayangku, aku berterima kasih kepada kalian yang sudah mau berteman dengan diriku selama ini, terima kasih telah memberikan warna dalam hidupku. terutama kau elma , kau seperti adik perempuan kecilku . kau ayu jujur aku sangat merindukan dirimu dan ketika kita bertemu kembali bahagiaku melihat kau sehat sehat saja, kau Dinar kau perempuan yang sangat tangguh. kau bagaikan penyemangat di setiap aktifitas ku, kau ada disaat ku butuh teman untuk berbagi terima kasih, hai Tria selama untuk kau Dan hubby kau tau? betapa bahagianya aku saat tau kau bersama hubby. semoga kau selalu bahagia, sudah waktu nya kau mementingkan dirimu sendiri bukan orang lain.untuk mu dewina , kita memang baru saja bertemu tapi aku sangat nyaman dengamu. kalian terbaik tidak ada yang bisa aku ungkapkan, jaga diri kalian , dan saling menjagalah saat ini..aku akan merindukan kalian semua..
*salamku Ina****
"apa maksud dari surat ini? apa dia tidak ingin kembali lagi?"tanya dewina saat itu..
"coba cek lemari Ina, semua barang barang Ina cek cepat!"teriakku kepada yang lain..
semua berpencar untuk melihat lihat barang barang Ina, dan yang kami dapatkan hanyalah surat yang di berikan Adel. Ina membawa semua barang barangnya, tak ada yang tersisa lagi..
"semua sudah ku cari, sepertinya dia berencana untuk tidak kembali . bagaimana ini?!"jelas elma..
semua panik , karena tidak ada penjelasan kepada kami saat itu. Ina pergi tanpa memberitahu ada masalah apa yang terjadi saat ini dengan dirinya, kami hanya bisa terduduk lemas saat itu. yang kami pikirkan adalah bagaimana perasaan ka Minho mengetahui ini!!
*BANDARA*
"maafkan aku, aku mencintaimu!"lirihnya dalam tangin dan memandang foto Minho di ponselnya..
"biarkan waktu yang menjelaskan, kau akan mendapatkan teman hidup yang Terbaik selain diriku!"ucapnya kembali dalam hati..
*sementara di asrama tak lama Jimin dan KA Minho datang dan membuka pintu melihat ruangan sepi dan mencari dimana para gadis ini..
"sayang , aku datang kau dimana?"teriak Jimin dengan kuat..
ayu berlari ketika mendengar teriakan Jimin, di lihatnya kak Minho sebentar lalu ayu terduduk lemas di lantai..
"sayang ada apa?!"tanya Jimin membantu ayu untuk bangun dari lantai dan memindahkannya di sofa.
"Ina , Ina pergi dan membawa semua barang barang nya!"jawab ayu gemetar dan sekilas melirik ke arah ka Minho..
"aaapppaaaa, apa tadi kau bilang sekali lagi katakan yang benar ayu !"teriak ka Minho.
"jangan berteriak, kau akan membangunkan satu asrama oppa!"ketus dewina yang datang dari kamar beserta diriku dan lainnya..
"ada apa hah? ada apa ini?!"tanya ka Minho kembali seraya memukul kepala nya berkali kali..
"kami juga tidak tau, Ina tidak berkata apapun dari kemarin. apa kalian bertengkar? apa dia memberitahumu akan pulang hari ini?"tanyaku kepada ka Minho dan memeluk dirinya agar tenang..
"dia tidak memberitahuku, setahuku dia akan pulang tanpaku Minggu depan dan aku yang akan mengantarnya !" Tria ini ada apa?"jelaskan padaku!" ka Minho mulai tidak bisa menahan tangisnya, semua seperti mimpi baginya.
"sabar oppa, kau tidak sendiri kami bersamamu!"Dinar mengelus punggung ka Minho saat itu yang sedang memeluk tubuhku..
"apa salahku? aku tidak pernah menyakitinya, aku sayang padanya tidakkah kalian melihatnya?"Minho mengucap kembali ..
seperti di lempar kepalan batu dekat dengan jantung, itulah yang di dapatkan Minho saat ini. hancur tak terbayang apa yang membuat niat baiknya menjadi hancur berantakan , tidak di percaya wanita yang dia sayangi menghancurkan hati dan hidupnya dalam hitungan detik tanpa memberi alasan..
"Hyung tenanglah dulu!"ucap Jimin memindahkan pelukan Minho kepadanya..
"kau tidak pernah merasakan seperti ini? aku lebih baik di tinggal mati orang yang aku cintai daripada di tinggal dengan cara seperti ini!!! karena rasa sakitnya akan berbeda, jika mati yang terlihat mayatnya dan itu nyata. tapi ini sudah sakit tak bisa melihatnya!" aku harus bagaimana? tidak ada kata atau ucapan selamat tinggal untukku?!"jelas Minho yang tak bisa lagi membendung rasa tangisnya saat itu..
keadaan mulai kacau, aku dan yang lain hanya bisa menangis memandang Minho saat itu. elma yang biasanya ceria kini hanya bisa terduduk kaku di sofa bersama ayu dengan deraian airmata, entah apa yang di pikirkan Ina. tapi semoga akan ada penjelasannya !"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.oppa minhoooo sabar ya, author nangis nulis episode ini sumpah!!!🥺🥺🥺🥺🥺