
"jiiiimmmiinnn , miinnhhooo"!teriak seorang wanita separuh baya Dari arah balik pintu kamar..
"eomma appa? kapan kalian sampai, duduklah dulu!"ucap Jimin yang terkejut melihat kedua orang tuanya sudah datang..
"anakku , kau kenapa? mengapa kakakmu Jimin? apa terjadi sesuatu dengannya? jelaskan pada eomma sekarang !!!"teriak ibunya Jimin..
"sayang tenanglah, ini rumah sakit. anakmu sedang istirahat mari kita bicara di sofa sebelah sana!"ajak ayah Jimin kepada istrinya yang sedang panik ..
akhirnya ibu nya Jimin dan juga ayahnya Jimin bergabung dengan kami di sofa, lalu Jimin menceritakan semua yang terjadi perlahan lahan kepada kedua orang tuanya..
"lihatlah anakmu, jadi seperti ini karena gadis yang baru saja dia kenal!"ucap ibunya Jimin kembali..
"sabarlah sayang, jangan marah. namanya juga perjalanan cinta seseorang terkadang ada yang mulus ada yang tidak!"jelas ayah Jimin kepada istrinya tersebut..
"bibi tenanglah dulu, kami akan berusaha untuk mencari tahu semuanya.!"jawab ayu ...
"ayu lihatlah kakak iparmu itu hanya pandai di bidang belajar, tidak untuk cinta!"ucap ibu Jimin kembali dan menangis terisak Isak..
"paman dan bibi istirahatlah di kasur, akan ku belikan makanan untuk kalian!"ujar hubby yang mengajakku untuk membeli sarapan kedua orang tua Jimin..
"ah hubby aku tidak nafsu lagi untuk makan, oh iya bagaimana persiapan pernikahan mejiwo?"tanya ibu Jimin kembali..
"oh nuna sudah 95 persen bi, kami sedang mempersiapkan undangan saja dan membantunya untuk di sebarkan!"jawab hubby Dan sekalian pamit untuk membeli makanan..
"tidurlah eomma appa kalian pasti lelah habis perjalanan bisnis!"sahut Jimin..
"aku tidak mengantuk , lihatlah kakakmu tidak seperti mu.!"jawab ibu Jimin sedikit kesal saat itu..
"eomma jangan terlalu memikirkan Hyung, dia baik baik saja!"ucap Jimin yang berusaha membuat hati ibunya membaik..
"bagaimana bisa kau berkata seperti itu di saat kakakmu seperti ini? hah?iiisssh kau ini , ingin sekali ku memukulmu. kalau bukan karena ada ayu sudah habis kau ku buat!!"jawab ibu Jimin..
"appa lihatlah, aku selalu di salahkan!"Jimin mengadu kepada ayahnya yang sibuk membaca artikel majalah..
"sudahlah sayang, didepan ada calon menantumu. kalau kau marah marah seperti itu nanti Jimin akan di tinggalkan juga karena dia takut saat jadi menantu akan kau marahi seperti kau memarahi anakmu..!"ujar ayah Jimin kembali..
"hehehe tidak tidak aku tidak marah, jangan di dengar ya ayu!"seru ibu Jimin kemudian..
"ahh paman bibi tidak apa apa, mungkin aku dan Jimin kurang memperhatikan oppa sampai seperti ini!"jelas ayu kepada kedua orang tua Jimin....
tak lama Minho terbangun dari tidurnya, karena dirinya merasakan ingin ke kamar kecil. perlahan iya duduk dan membawa infusan pelan pelan..
"Jimin aku ingin ke toilet!"teriak Minho yang susah menompah tubuhnya karena masih terasa lemas..
Jimin berlari ke arah tempat tidur, tirai pun dibuka oleh Jimin. Minho menatap ayah dan ibunya dalam dalam..
"eomma? appa?!"panggil Minho..
ibu dan ayahnya pun menghampiri Minho saat itu..
"kau tidak apa apa sayang? sini appa bantu menopah ke kamar mandi!"jawab appanya yang merangkul Minho untuk ke kamar mandi..
"ahh appa terima kasih!"ucap Minho yang malu akan perlakuan ayahnya..
aku Dan hubby pun masuk kedalam , membawakan 2 kantung belanja yang berisi makanan dan cemilan ringan untuk orang tua Jimin dan juga ayu .. tak lama memberi kantung aku Dan hubby pun akhirnya pamit untuk kembali pulang, karena hari ini aku Dan hubby berencana untuk pergi ke toko percetakan dan membawa bahan baju ku ke toko jahit untuk di desain bersama bahan yang lain..yang rencananya di pakai untuk menjadi pendamping pernikahan..
"sudah selesai? kemarilah sayang , akan eomma pijit kakimu. bagian mana yang sakit?"tanya ibunya kembali..
"ahhh eomma tidak apa , aku baik baik saja!"tutur Minho yang sedang merebahkan tubuhnya dan mencoba bersandar dengan bantal di bantu oleh appa dan juga Jimin..
seketika Minho termenung dan melihat keluarganya semua ada disini untuk menemaninya, bagaimana bisa dia menyakiti dirinya dengan bertingkah konyol seperti ini? terkadang hal apapun yang membuat kita sakit , tetaplah keluarga yang paling depan untuk memberi dorongan terbaik.!"
"eomma appa , apa kalian akan pergi lagi??!"tanya Jimin..
"ah iya sore ini kami ada penerbangan ke Kanada, dan akan kembali bertepatan satu hari sebelum pernikahan kakaknya hubby!"jelas ibunya ..
"hhmm okay, kakak juga sudah boleh pulang besok pagi. tapi aku menyuruh satu perawat untuk ikut kerumah!"ujar Jimin..
"ku serahkan padamu carilah yang sudah terlatih!"ucap ayahnya menyaut seketika ...
"sudah ku temukan, serahkan padamu !"jawab Jimin sombong..
"siapa sayang? suster Mira?"tanya ayu .
"iya , hahahahaha!"ujar Jimin dan memecahkan keheningan...
"berisik , kau ini mau ku pukul?"ucap ibunya..
"bibi paman ayoklah segera makan, tadi Tria Dan hubby sudah membelikannya..!"seru ayu..
ibu dan ayah Jimin akhirnya pergi kembali ke arah sofa dan memulai sarapannya..
"sayang aku kembali dulu ya, nanti aku kesini lagi!'ucap ayu kepada Jimin..
"tidak kita akan kembali sama sama , nanti ku antar. aku juga ingin ganti baju sayang. dan bawa beberapa baju Hyung!"sahut Jimin..
"ah baiklah kalau begitu!"jawab ayu yang kembali duduk menemani kedua orang Jimin sarapan..
*sementara di mobil hubby*
"sayang kira kira berapa undangan yang mau kita sebar sekarang?"tanyaku kepada hubby..
"wwaaahhh banyak sekali tamunya, apa kekejar hari ini? aku harus ke toko membawa semua bahan bahan untuk di jahit dan memberi gambar desainnya!"ujarku kembali..
"kekejar sayang, iya nanti aku yang akan mengantarmu. tenanglah!"jawab hubby seraya mencium punggung tanganku..
"sayang kau tahu tidak , sepertinya Kim menyukai Adel!!! heheheh, aku tidak bisa bayangkan jika Kim bersama Adel!"kekeh ku yang terlalu geli membayangkan kedua anak itu .
"memang kenapa kau sampai tertawa geli seperti itu?"tanya hubby..
"lucu saja, yang satu manja yang satu bawel trus kalo ketemu bisa seperti yoongi dan elma!"ucapku yang semakin tertawa geli..
selama perjalanan kami tertawa membahas masing masing pasangan.
*asrama*
"ka dewinaaaaaaaa!" teriak Adel saat itu dari arah kamar mandi..
"ehh anak itu kenapa berteriak?"tanya dewina yang sedang bersama namjoon di balkon..
"coba kau lihat, mungkin dia butuh sesuatu sayang!"jawab namjoon..
dewina pun berlari ke arah kamar mandi, dan berpapasan dengan Dinar yang tengah membuat susu untuk elma ..
"ahh kau kenapa lari lari dewina?"tanya Dinar ..
"itu Adel teriak , apa kau tidak mendengarnya?!"sahut dewina kembali..
"sudah, tadi sudah ku hampiri dia hanya tertinggal handuk. dia tidak tahu kalau aku ada di dapur!"jelas Dinar kembali..
"ah iya baiklah, bagaimana elma? sudah mau makan?!"dewina bertanya kembali..
"belum, tadi pagi sebelum Tria kerumah sakit menyuruh ku untuk membuatkan susu. sarapan yang di buat Tria juga tidak di makan!"ujar Dinar..
"baiklah, akan ku hubungi yoongi agar dia datang kemari..!"ucap dewina..
"tidak usah yoongi dan Tae beserta Kim sudah berada di jalan arah kemari.!" karena kemarin Adel dan Kim tidak jadi pergi menonton, rencananya hari ini mereka akan pergi."mungkin aku dan Tae akan pergi berbelanja yang sudah di daftar kan Tria, untuk perlengkapan Adel..!"seru Dinar kembali..
"ah baiklah kalau begitu, aku kembali ke balkon dulu ya!"jawab dewina kembali..
"pergilah aku juga akan ke kamar memberi susu kepada elma!"jelas Dinar.
mereka pun berpisah di ruang tengah, entah apa yang terjadi akhir akhir ini. sekarang semua terasa sibuk dengan dunia nya masing masing, kemana kita yang dulu? ucapan itu selalu terucap di hati kecil Dinar..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.aaahhhhhh author jadi galau banget sumpah🥺🥺