LOVE FOR THE TWINS

LOVE FOR THE TWINS
04. Pertunjukan



Selamat Membaca


~*~


Di taman kampus yang hijau, gadis itu sedang mendengarkan lagu dari mp3 nya seraya bersandar di bawah pohon yang rindang. Angin segar yang menerpa wajahnya membuat matanya terpejam dengan nyaman. Ia menghela nafasnya. Menikmati ketenangan setiap detiknya.


"My Sweetheart..." pria itu datang dan duduk di sebelah gadis itu, membuka earphone yang menutupi telinga gadis itu dan membisikan sesuatu yang membuat mata gadis itu terbuka.


"Astaga ! Ya ampun! Kau selalu berhasil mengganggu!!!" umpat gadis itu tapi pria itu hanya terkekeh pelan.


"Hya! Kenapa kau asik duduk sendirian di sini ? Apa kau tidak ada kegiatan lain dari kampus ?" ya! Memang sudah beberapa hari ini mereka sering ke kampus untuk mengetahui bagaimana aktivitas dan kegiatan apa saja yang bisa mereka lakukan di sana saat kuliah mereka di mulai.


"Ku rasa di sini sangat membosan kan Jim..." gadis itu menghela nafasnya. Tidak ada yang menarik yang bisa ia dapat di sini.


"Aku dapat sesuatu yang menarik di sini tapi kenapa kau tidak menemukannya. Apa kau tidak ingin menari lagi ?" gadis itu mengerutkan keningnya menatap pria itu lekat.


"Maksud mu ?"


"di sini ada grup khusus untuk tarian modern ala korea style tapi yang ingin masuk ke klub ini harus ada sertifikat dari Hanlim multi Art School..."


"Bukannya itu sekolah Taehyung ?" pria itu hanya mengangguk, membenarkan perkataan gadis itu.


"bagaimana caranya ? bukankah kita sudah tamat dan rasanya tidak mungkin untuk mengulang kembali" gadis itu terlihat tidak mengerti dengan ekspresi pria di hadapannya seolah itu bukan masalah.


"apa kau ingin ikut Rachel ? aku bisa mengatur semuanya sampai Taetae tamat dan kita bisa kuliah bersama..." gadis itu tampak bingung dengan ucapan Jimin.


"maksudmu bagaimana ?"


"Orangtua ku akan memasukan kita ke kelas unggulan. Di kelas itu hanya berisi murid yang menginginkan sertifikat itu. Kau ingin ikut atau tidak?" Rachel mengangguk tanda mengerti. Lalu dia terdiam sejenak.


"tapi bagaimana dengan formulir kita yang sudah di ajukan ?"


"Hya! Kau seperti orang awam saja! Katakan saja pada sekertaris Yoo untuk mengatur semuanya"


"Augh!! Kenapa aku bisa sebodoh ini! Ya kalau begitu aku ikut" Rachel terlihat semangat sekali.


"kau mau melihat˗lihat sekolahnya dulu tidak ?" Jimin menawarkan sesuatu yang sangat di inginkan Rachel.


"tentu saja aku mau tapi memangnya boleh ? bukannya hanya warga sekolah yang di izinkan masuk ke gerbangnya ?"


"Hei~ Kau lupa ? Aku Park Jimin. Kau bisa mempercayai aku sobat" Rachel hanya mengangguk mengerti. Jimin selalu bisa mendapatkan akses masuk ke tempat apapun yang Rachel kira tidak sembarang orang yang bisa masuk. Jimin selalu punya cara sendiri.


Mereka berdua beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju parkiran. Sepanjang perjalanan, mereka selalu berbincang tentang Taehyung yang pasti akan terkejut saat melihat mereka nantinya. Rachel selalu mengumbar senyum dan tawa saat bersama Jimin, membuat pria itu merasa bahagia.


~******************************************~~**


Jimin menarikan sebuah tarian kontemporernya yang sudah ia pelajari sejak kecil. Gerakan tangannya, tubuhnya, pinggulnya yang sesuai dengan irama membuat mereka semua menatap pria itu takjub. Mereka berhasil mengacaukan sekolah seni itu dengan pertunjukan mereka.


Belum lagi Rachel dengan gerakannya penuh energik datang dari belakang Jimin. Kolaborasi mereka di akhiri dengan tepuk tangan yang meriah dari murid di sana. Bahkan ada yang terang˗terangan memuji mereka.


"Wah, Daebak?!?"


"Jinja!! Daebak!!"


"Kalian benar˗benar menakjubkan" Jimin dan Rachel hanya mebungkukan tubuhnya seraya mengucapkan terima kasih sebagai keramahan mereka.


"Kalian benar akan bergabung di sini ?" Seorang pria dengan tubuh besar dan wajah yang terlihat berwibawa itu menunjukan binar di matanya. Rachel tersanjung menatapnya dan segera mengangguk. Jimin tertawa melihat sikap Rachel yang sepertinya menyukai teman baru di hadapannya ini.


"JinGuk˗ah kami memang akan bergabung di sini tapi apa boleh mendaftar lebih dulu sebelum kami mendapatkan seragam kami di sini" ucap Jimin dengan senyum ramahnya pada pria bertubuh besar.


"Hya! apa ini nyata ? kalian akan bersekolah di tempat kami ?" Jinguk benar˗benar membuat Rachel harus menahan tawanya.


"Sebenarnya kami akan langsung kuliah di SNU tap˗"


"SNU? Jinja? Kalian benar˗benar hebat!" Kini Rachel terkekeh melihat JinGuk di luar dugaannya. Wibawanya menghilang saat ia terlihat antusias mendengar mereka.


"Tapi kami akan mengundurnya satu tahun karena kami harus mendapatkan sertifikat untuk bergabung di klub tarian modern di sana." JinGuk mengangguk mengerti dengan maksud Rachel.


"Apa kami boleh mendaftar ?" Tanya Jimin lagi untuk meyakinkan.


"Tentu saja boleh tapi kalian harus bertemu dengan adminnya. Sebenarnya aku ketuanya sih tapi dia yang akan mendata seni tari di sekolah"


"Siapa ?" Tanya Rachel dan Jimin kompak.


"Namanya Jeon Jungkook. Dia tak kalah berbakatnya dengan kalian. Dia sangat hebat di sini jadi aku segan padanya jika kalian masuk tanpa ia ketahui..." JinGuk menjelaskan dan mereka berdua hanya mengangguk.


'Memangnya sehebat apa sih dia?' Pikir Rachel dengan matanya terus terfokus pada pembicaraan JinGuk dan Jimin.


"Oh ya! Kami di sini selama latihan juga memakai seragam kami sendiri, kalian harus mengajukan seragam kepada Choi Sherra, dia teman dekat Jungkook. Mereka memang beda kelas tapi mereka terlihat sangat dekat karena tumbuh bersama sejak kecil.." JinGuk memberi tahu semua tanpa mereka bertanya.


"Wae? Kenapa kau berfikir seperti itu ? Aku rasa tidak." Suara seorang gadis dari belakang membuat Rachel sedikit terkejut. Namun dia bisa mengembalikan ekspresinya seperti semua dan menatap gadis yang baru saja datang itu.


"Kau bukannya yang ada di kedai sup itu ?" Gadis itu, gadis berambut pirang yang pernah di temui Rachel.


"Ya benar. Aku juga bersekolah di sini." Sahut gadis itu.


"Aaaah~~~ Sekarang aku mengerti dengan kata˗kata mu tempo hari pada Taehyung. Pria itu pasti sangat menyebalkan untuk mu kan ?" gadis berambut pirang itu mengangguk dan mereka berdua tertawa bersama. Seperti teman lama yang baru saja berjumpa. Jimin hanya tersenyum dengan sikap Rachel yang mudah akrab dengan orang yang baru ia kenal.


"Kalian sudah kenal ?" pertanyaan JinGuk mengintrupsi mereka.


"Kami pernah bertemu." Sahut gadis berrambut pirang.


"Ah iya aku belum memperkenalkan nama ku, Arra Imnida" Jimin hanya tersenyum nakal saat Rachel memperkenalkan diri dengan nama koreanya.


"Aku Jimin..." Gadis berambut pirang itu tersenyum dan membalas jabatan tangan mereka secara bergantian.


"Aku Sherra..." ucap gadis itu dengan sangat singkat dan senyum tipisnya.


"oh jadi kau yang bernama Sherra. Umm.. Jinguk˗ah, aku akan langsung mengatakannya kalau begitu..." Ucap Rachel yang terlihat sangat senang dan itu membuat Sherra hanya tertawa dan mengerutkan keningnya karena tidak mengerti.


"Sherra˗ya, Eh? Apa aku boleh berbicara tidak formal pada mu Sherra˗ssi..." Sherra tersenyum melihat Rachel yang terlihat ragu˗ragu.


"Tentu saja, memangnya ada apa ? apa yang ingin kau katakan Arra˗ya ?" Rachel tersenyum saat Sherra memanggil namanya. Dia selalu terlihat senang saat orang lain memanggil nama koreanya.


"Aku dan Jimin ingi bergabung di klub seni tari di sini dan kita JinGuk harus pakai seragam dan harus mengajukannya pada mu..." Sherra mengagguk mengerti. Dia tersenyum sangat manis.


"Oh baiklah. Seragam kalian bisa di ambil besok. Aku akan mengurusnya hari ini tapi apa kalian sudah mengatakannya pada Jungkook ? tadi dia seperti melihat pertunjukan kalian..." Rachel dan Jimin sempat bingung saat Sherra mengatakan kalau Jungkook juga melihat pertunjukan mereka.


"Kenapa ? Apa dia tidak menyukai kami makanya dia pergi ?" ucap Rachel yang merasa tidak nyaman.


"Arra˗ya, bukan maksud ku seperti itu. Mungkin saja tadi dia ada keperluan tapi sepertinya dia akan mengizinkan kalian tanpa test karena pertunjukan kalian sudah di bicarakan di setiap kelas..." Rachel dan Jimin terkekeh pelan bersama Sherra dan JinGuk saat beberapa pujian kembali mereka dengar.


"hei~ itu belum seberapa. Di sekolah kami dulu, kami sering di cap paling buruk..." Rahel melirik Jimin yang tidak biasanya merendahkan diri tapi gadis itu hanya diam saja saat Jimin mengedipkan sebelah matanya saat Sherra dan JinGuk melengah.


"Sayang sekali aku tidak melihat pertunjukan kalian tadi tapi sepertinya sangat bagus melihat tanggapan mereka semua..." Jimin hanya tersenyum.


"Tentu saja sangat bagus. Teman ku yang satu ini sangat mahir menggerakan seluruh tubuhnya sesuai yang dia inginkan..." Ucap JinGuk seraya merangkul Jimin. Membuat Sherra tersenyum sangat manis di mata Jimin.


"Wah selamat untuk kalian kalau begitu tapi sepertinya aku harus ke kelas karena ada yang menunggu ku. Selamat datang dan cari saja aku kalau kalian membutuhkan sesuatu..." Ucap Sherra pada mereka bertiga.


"Hya~ pasti Jungkook yang menunggu mu kan ? kalian ini!" Sherra hanya tersenyum dan pergi.


"Apa mereka pacaran ?"


"Mwo ? Nugu˗ya ?" Tanya Rachel yang mendengar jelas pertanyaan Jimin.


"Sherra dan pria bernama Jungkook itu..."


"Ku rasa mm... Entahlah, mereka memang sering menghabiskan waktu berdua tapi tak lebih dari itu. Sherra sering melindungi Jungkook yang sering di ganggu dan itu membuat mereka cukup dekat." Rachel dan Jimin kembali bingung dengan kata˗kata JinGuk.


"Maksud mu, Apa Jungkook itu penakut ? atau dia tidak bisa berkelahi ?" Tanya Jimin yang penasaran.


"Hya! mana mungkin Jungkook tidak bisa berkelahi. Pria itu sangat kuat tapi dia tidak bisa bermasalah di sekolah ini."


"Wae ?" Rachel terlihat tertarik dengan pembicaraan ini.


"Dia siswa pintar dan berprestasi. Dia anak beasiswa yang membuat dia sering di rendahkan. Jika dia berbuat satu kali saja masalah, maka beasiswanya akan di cabut. Dia anak yang sederhana seperti Sherra tapi keluarga Jungkook memang bisa di katakan tidak mampu..." Rachel hanya mengangguk. Seakan mengerti apa yang di rasakan Jungkook. Perasaan aneh merasuki hati dan fikirannya. Ia ingin mengenal dan dekat dengan pria yang bernama Jeon Jungkook itu. Mendengar namanya saja, hatinya terasa damai.


Akhirnya mereka berdua pergi dari sekolah itu setelah berbincang lama dengan JinGuk. Mereka juga sempat mengacaukan kelas Taehyung. Mereka berdua sempat bingung kenapa Taehyung hanya duduk di sudut kelas dengan earphone yang menutupi telinganya. Rachel tersenyum mengerti kenapa Taehyung sendiri. Berbeda dengan Jimin yang merasa Taehyung tidak ingin di ganggu.


Mereka masuk ke dalam kelas tanpa guru itu. Semua murid di kelas itu hanya menatap mereka tanpa berani bertanya. Sebagian murid yang sudah melihat pertunjukan mereka hanya terkejut saat mereka mengganggu Taehyung yang sedang asik tertidur. Mereka juga terlihat tidak percaya saat Taehyung terlihat dekat dengan mereka berdua.


Tapi begitulah Jimin, Rachel dan Taehyung. Mereka tidak suka keheningan. Mereka akan membuat kehebohan dengan tawa mereka bertiga dan lari jika sudah menimbulkan masalah. Mereka anak˗anak chebol yang nakal. (*Chebol : Anak˗anak istimewa/Keluarga kaya)


.


.


.


.


.


TBC