
Dua orang anak itu terdiam. Umurnya yang masih kecil membuat mereka belum mengerti arti sebuah perceraian. Yang mereka ingat adalah sebuah perpisahan. Mereka kembar yang terpisah.
Rachel yang ikut dengan ayahnya ke Kanada tampak ceria. Ia berfikir kalau ini liburannya tanpa Rassyel. Gadis itu tampak antusias bersama ayahnya, membuat pria itu sedikit terhibur di hidupnya yang selalu sibuk.
"Aku yang akan mengurus kedua anak ku . . ." pria itu kembali teringat kata˗kata mantan istrinya.
"Tidak! Aku rasa aku akan membawa Rachel bersama ku!"
"Apa kau gila ingin memisahkan mereka ?!?" Wanita itu tampak marah dengan pria rambut pirang itu.
"Tidak! Selama satu tahun aku akan tetap mengawasi Rassyel dari jauh. Kalau kau tidak bisa merawatnya, aku akan mengambil Rassyel dari mu! Aku akan membawa keduanya!" Jelas sekali pria itu mempertahankan anak˗anaknya yang manis dan lucu.
"Kau bahkan tidak bisa mengurusnya! Kau terlalu sibuk dengan urusan mu! Bahkan Rassyel dan Rachel akan lebih baik tanpa mu!"
"Oh ya? Kalau begitu buktikan!! Rawatlah Rassyel dan aku akan membawa Rachel!!" Kekeuh pria itu yang sudah memastikan apa yang ia inginkan.
"Baiklah! Aku akan memberikan seluruh kasih sayang ku pada Rassyel!!"Pria itu tergelak saat wanita itu menatapnya tajam.
"Kasih sayang ? Aku bahkan memberikan dunia untuk Rachel! Aku akan membuat anak ku selalu tertawa dan tersenyum saat ia bersamaku. Jadi kau tenang saja saat Rachel bersama ku!"
Perpisahan mereka di akhiri perdebatan panjang tapi Rassyel dan Rachel tetap bermain bersama seakan tak ada yang pernah terlihat. Rassyel terdiam saat kembarannya pergi bersama ayahnya. Ia bingung kenapa ayahnya tidak membawanya juga. Setelah beberapa hari Rachel tidak pulang, sejak hari itu Rassyel terus menangis. Ia merindukan kembarannya.
Ibunya sering kewalahan untuk menenangkan putrinya. Sampai satu tahun berlalu, Rassyel berhenti menangis. Kembarannya mengirim sebuah kado dan fotonya dari tempat yang sangat jauh. Rassyel merasa Rachel meninggalkannya. Anak berumur 4 tahun yang mengingat semua itu, dia menjadi pendiam dan murung.
Berbanding terbalik dengan Rachel yang bertingkah menggemaskan. Tinggal di sebuah rumah besar bak istana membuatnya tidak bisa diam. Bahkan ayahnya membelikan apapun yang Rachel inginkan.
Rachel sering meminta mainan, pakaian atau apapun barangnya, ia menginginkan dua. Ia menyimpan salah satunya dan mengirimkannya pada Rassyel. Meski ia masih bingung kenapa ia terus berada di rumah itu sampai berhari˗hari, membuatnya merindukan sosok Rassyel yang selalu bermain dengannya.
Rachel dan Rassyel memiliki dua nama yang di berikan oleh kedua orang tuanya. Ayahnya yang berasal dari kanada, memberikan mereka nama belakang ayahnya. Mirachel Swan, Rassyelia Swan. Sedangkan ibunya yang berdarah Korea asli memberikan mereka Marga keluarga mereka. Choi Arra dan Choi Sherra.
Di tahun yang sama Rachel bersekolah, di tahun itu juga Rassyel bersekolah. Sifat Rachel yang ceria dan peduli terhadap orang lain membuatnya mempunyai banyak teman. Ayahnya akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Rachel. Meskipun gadis itu jarang bertemu ayahnya yang sibuk. Rachel selalu mengerti keadaan Ayahnya.
Sedangkan Rassyel yang harus hidup seadanya dan juga harus menolong ibunya di kedai Sup keluarga ibunya. Gadis itu pendiam dan seringkali memberontak pada ibunya. Ia menyalahkan ibunya karena Rachel yang tak kunjung pulang bersama ayahnya.
Rassyel pernah berharap kalau Rachel akan pulang tapi gadis itu hanya diam saja. Menyebut nama Rachel membuat ibunya memukulnya. Kehidupan yang cukup keras pun di jalani Rassyel, di masa kecilnya.
.
.
.
.
.
TBC
Rachel As Jeon Somi
Rassyel As Lalisa Manoban