LOVE FOR THE TWINS

LOVE FOR THE TWINS
09. Win



Happy Reading :D


~*~


"Kau pasti marah"


"Sangat."


"Bagus, itu sangat menyenangkan!"


"Kau meremehkan ku ? Taehyung˗ah?"


Taehyung menghela nafasnya. Ia sudah jauh tertinggal sekarang. Ia hanya membiarkan sahabatnya melangkah lebih dulu darinya. Cokelat, Bunga dan boneka untuk Sherra memang ia yang menyiapkan tapi itu semua karena permintaan sahabatnya yang menyukai Sherra.


"Park Jimin. Bukankah banyak gadis lain yang bisa menjadi incaran mu ?"


"Maksud mu?"


"Aku hanya berpikir kalau kau akan menyakiti Sherra seperti yang kau lakukan pada para gadis mu yang lain." Taehyung asik memainkan ponselnya setelah memancing kekesalan Jimin.


"Kalau itu yang kau takutkan. Aku tidak akan menyakitinya."


"Tidak kah kau melihat kalau dia sangat dekat dengan sahabatnya ? Mereka memang akan selalu bersahabat seperti aku dan kau pada Rachel. Tapi apa kau yakin bisa masuk di antara mereka sementara Rachel baru saja bertengkar dengan Jungkook ?"


"Mwo?!?" Jimin terkejut karena baru mendengar ini dari Taehyung.


"Jungkook bertengkar dengan Rachel tapi kau malah di sini ?" Taehyung hanya tersenyum sinis pada Jimin.


"Kemarin. Saat aku menyuruh mu untuk tinggal di kedai sup itu. Kau pikir aku tidak tahu apa yang akan terjadi ? Rachel pasti akan merasa bersalah pada Jungkook dan akan terus mengikuti Jungkook sampai mereka berteman tapi kau malah meninggalkannya dan pura˗pura bertanya pelajaran pada Sherra..."


"Dari mana kau tahu itu ?"


"Menurut mu?!? Jadi aku rasa Rachel tidak mempunyai sahabat ? Kau dan aku ? kita itu hanya teman untuknya bukan ?"


"Kenapa kau berkata seperti itu Taehyung˗ah?!?" Jimin memegang kerah baju Taehyung kesal.


"Ya! Benar. Kalian Cuma teman dan aku tidak akan pernah mendapatkan seorang sahabat!" mereka berdua tersentak saat melihat Rachel ada di dekat mereka. Jungkook dan Sherra juga sedang memperhatikan mereka.


Rachel pergi ke kelas untuk mengambil tasnya. Hari ini ia akan meminta izin untuk pulang. Bertengkar dengan Jungkook dan mendengar apa yang di katakan dua orang temannya itu membuatnya lelah.


"Rachel~" Jimin dan Taehyung mencoba menghentikan sahabatnya itu tapi Rachel lebih dulu naik ke atas motornya.


"Kalian memanggilnya, Siapa ?" pertanyaan Jungkook hanya di jawab tatapan tajam dari dua pria itu.


"Apa hak mu bertanya seperti itu?!?"


"Urus saja beasiswa mu!!!"


Kalau bukan karena Sherra yang menyuruh Jungkook bertanya, pria itu tak akan pernah bertanya. Dua sekawan itu selalu membuatnya jengkel tapi Jungkook tetap bertanya karena Sherra yang meminta.


"Kau kan tahu kalau aku baru menyakiti sahabat mereka tapi kau malah menyuruh ku bertanya pada mereka!!!" Kesal Jungkook yang membuat Sherra tersenyum.


"Huh? Hei hei hei~~~ Jeon Jungkookie!! Kau mengakui kalau kau menyakiti Arra?"


"Hentikan!" bicara tentang gadis itu membuat Jungkook merasa tidak nyaman. Jujur! Sekarang malah ia merasa bersalah. Apa ia sudah keterlaluan mengatakan itu semua pada Rachel? Ia terus berfikir dan mengalihkan fikiran itu dengan membaca buku yang di beri Rachel padanya.


˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗*****˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗


Berendam di air yang dingin dengan aroma terapi yang sangat ia sukai. Sejak pulang dari sekolah sampai tengah malam, ia tidak keluar dari bath up kamar mandinya. Ia menghela nafasnya, menikmati setiap sensasi dingin yang sudah menyerap ke tubuhnya hingga bibirnya bergetar. Sedikit membiru, ia menggigil kedinginan.


Tok... Tok... Tok...


"Nona Muda, di luar ada tamu..."


Hening. Tidak ada sahutan yang terdengar dari dalam kamar majikannya. Sejak tadi majikannya terus mengurung diri dan tak ada yang tahu apa yang sedang di lakukan majikannya.


Rachel sempat terkejut saat mendengar bantingan keras dari pintu kamarnya. Rachel segera menyelesaikan kegiatan menenangkan pikirannya. Sudah di pastikan akan ada keributan jika ia terus melanjutkan kegiatannya. Gadis itu menatap seseorang yang sedang bersandar di pintu kamarnya.


"Kau harus menggantinya!" hanya itu yang Rachel katakan pada pria itu. Tidak ada respon yang berlebihan seperti yang di khawatirkan pria itu.


"Maafkan aku... aku tidak bermaksud untuk mengatakan itu..." Rachel hanya membuka lemari baju dan memilih baju yang akan ia kenakan.


"Hmm!! Aku mengerti tapi tidak kah kau mengizinkan ku mengganti baju tanpa gangguan..." Taehyung menghela nafas dan mengangguk. Dia keluar dari kamar dan menutup kamar Rachel seraya menahannya dari luar karena pintu itu rusak karena dobrakannya.


Taehyung menunggu Rachel keluar dari kamarnya, sedangkan Jimin dia duduk di ruang tamu dengan rasa khawatir. Pelayan Rachel mengatakan kalau majikannya mengurung diri sejak pulang dari sekolah. Mereka berdua juga sudah dari tadi di rumah Rachel. Mereka menunggu Rachel keluar dari kamar tapi gadis itu tidak akan keluar jika tidak di paksa.


Taehyung mengerutkan keningnya saat melihat Rachel dengan wajah pucat dan tubuh yang di baluti selimut tebal. Rachel hanya menatap Taehyung aneh.


"Kenapa?"


"Kau sakit ?" Rachel hanya menggeleng dan berjalan menuju ruang tamu.


"Ini sudah malam kenapa kalian mengganggu ku..." Rachel menjatuhkan tubuhnya di sofa, di samping Jimin. Taehyung juga ikut duduk di samping Rachel.


Srrrrtttt...


Jimin menarik selimut tebal itu dari Rachel. Jimin memeluk Rachel dari samping. Pria itu merasakan tubuh Rachel yang mendingin dan membuatnya merasa bersalah.


"Yaakkk!! Apa yang kau lakukan???" Jimin melepaskan pelukannya dan menatap Rachel dengang wajah sedih.


"Maaf!! Taehyung mengatakan itu untuk menyadarkan ku. Maaf karena aku sempat mengabaikan mu..." Jimin menangkup kedua pipi Rachel dengan tangannya. Wajah gadis itu tersenyum murung.


"Kenapa kalian lakukan itu pada ku?!? Itu sangat mengganggu!!! Aku benci kalian yang seperti itu." Rachel mengerucutkan bibirnya kesal. Jimin hanya tersenyum dengan sikap Rachel yang selalu mudah memaafkan mereka.


"Sekarang, biarkan kami menebus kesalahan kami,Okay ?" Rachel hanya mengikuti apa yang Jimin perintahkan.


Kepalanya ia rebahkan di pangkuan Jimin, sedangkan kakinya ada di pangkuan Taehyung. Gadis itu tengah berbaring di sofa, di antara dua mahluk tampan. Tubuhnya di tertutup selimut tebal dengan tangan Taehyung yang memijat kaki Rachel. Begitupun dengan tangan Jimin yang juga memijat kepala Rachel. Gadis itu tersenyum mendapatkan pelayanan service yang sempurna dari dua pangeran tampan itu sambil menonton acara yang mereka sukai tiap malam.


Taehyung dan Jimin merasa lega. Setidaknya besok mereka kembali berkumpul bersama. Mereka juga sudah berjanji untuk menjauhi Rachel dari Jungkook. Mereka tidak mungkin membiarkan Rachel kembali mengemis maaf pada Jungkook yang terus terobsesi dengan peringkat satu.


˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗*****˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗˗


Pria itu sejak tadi menunggu gadis yang sering memberinya kotak bekal setiap jam istirahat. Tapi ini sudah dua puluh menit berlalu. Pria itu kembali membuka buku dan menyelesaikan tugasnya. Rasanya menunggu gadis itu adalah kebodohan yang pernah ia lakukan. Bahkan ia terus melakukan kebodohan itu di saat ia sadar kalau itu bodoh.


"Kenapa kau sekarang jadi beban fikiran ku! Sial!" Umpatnya sambil menutup buku dan berjalan menuju kelasnya.


Langkahnya terhenti saat melewati kantin. Di sana ia melihat gadis yang di tunggunya bersama dua orang sahabatnya dan Sherra. Dia hanya tersenyum. Kadang takdir sering menamparnya tapi ia malah sibuk memikirkan hal lain.


Jungkook kembali berjalan karena sempat berhenti. Tapi langkahnya kembali terhenti saat seorang gadis yang baru saja ia lihat berada di hadapannya. Menyodorkan sesuatu yang ternyata cokelat.


"Aku tidak bisa membuat mu bekal hari ini. Maaf. Aku juga akan terus mengganggu mu karena belum memaafkan ku." Jungkook tersenyum. Ia kira, gadis ini akan benar˗benar menjauh karena tersinggung.


"Hmm..." Jungkook hanya menggumam dan mengambil cokelat itu lalu pergi. Seperti biasanya, Rachel akan memperhatikan Jungkook sampai pria itu menghilang di balik kelasnya. Rachel terkejut saat Jungkook membuka cokelat itu dan memakannya sendiri.


"Yes!!! I'm Win!!!" pekik Rachel karena berhasil mencairkan suasana canggung yang ia buat sendiri karena perkataan Jungkook terakhir kali.


Hari ini ia juga akan bolos jam pelajaran selanjutnya. Tertawa sendiri di kelas, bukanlah hal bagus untuknya. Ia juga tidak ingin memberitahu Jimin ataupun Taehyung tentang apa yang ia rasakan karena sejak tadi ia merasa kalau dua temannya itu menjauhinya dari Jungkook. Begitupun dengan Sherra.


.


.


.


.


.


TBC