Louis

Louis
#9-Louis



Dadaku berdegup kencang aku masih di bekap oleh bos dari komplotan pembunuh keji itu.


Aku melihat netra matanya dari dekat saat wajahnya mendekat ke arahku. Aku agak takut karena wajahnya juga agak menyeramkan.


"Tentu saja harus di bunuh juga, bukankah itu misi kita dari nona Laura. " ucap salah seorang pembunuh lainnya.


Aku sangat terkejut, ternyata dalang dari balik semua ini adalah tante Laura, aku mengepalkan kedua tanganku ternyata tante Laura tidak sebaik yang aku pikirkan.


Aku menangis, percuma juga aku marah pada tante Laura bahkan aku tidak bisa kabur dari tangan para pembunuh.


Bos pembunuh tersebut mengangguk dan mengeluarkan pedangnya, lalu menghunuskan ke arah perut Louis.


"Akkkhh.. "


Aku menjerit kesakitan ketika sebuah pedang menancap tepat di perutku, lalu pembunuh tersebut menariknya kembali. Sakit, rasanya sakit sekali aku tidak akan pernah melupakan dendam ini pada Laura.


Kalau aku masih hidup aku akan menbalaskan dendam ibuku dan juga dendam ku 5 kali lipat lebih kejam dari ini, aku akan menyiksa mereka semua termasuk ayah laknat yang menyakiti ibuku.


Hatiku sudah tertutup oleh dendam ini, aku tidak memikirkan kalau Barelion adalah ayah kandungku. Aku seperti tidak di anggap dan di pedulikan olehnya, sangat memuakkan sekali.


Pembunuh tersebut meninggalkan Louis yang sekarat, dia tidak membunuh Louis langsung karena biarlah Louis tersiksa di hutan ini beberapa menit menunggu kematian menjemputnya.


"Tugas kita selesai, akhirnya kita akan mendapatkan emas yang banyak" ucap salah seorang pembunuh itu terlihat senang.


"Benar ini adalah pertama kali kita membunuh anggota kerajaan yang sangat kuat" ucap Bos dari komplotan pembunuh itu.


"Besok pasti nona Laura akan datang, kita harus menyambutnya"


"Iyah pasti, kita harus membuat pesta untuknya" ucap Bos komplotan pembunuh tersebut tersenyum.


Mereka yang melihat bosnya tersenyum cukup terkejut, pasal nya dia adalah orang yang berdarah dingin bahkan jarang tersenyum. Rupanya dia senang bahwa nona Laura akan membayarnya dengan emas yang banyak.


Aku melihat ibu yang sudah meninggal. tergeletak dengan mengenaskan, aku menangis dan aku berusaha menghampiri ibu aku ingin memeluknya dan menyusul ibuku di Surga.


Aku meringis kesakitan ketika menggeser kan tubuhku menuju kearah ibuku, aku benar-benar tidak kuat jika harus di lanjutkan lagi pada akhirnya aku hanya bisa menggenggam telapak tangan ibuku yang sudah menucat karena ibuku juga sudah tidak bernyawa.


"Ibu.. maafkan aku... aku belum bisa membalaskan... uhuk... dendammu... " ucapku lirih, tubuhku juga sudah terkulai dengan lemas aku tinggal menunggu kematian menjemputku.


Tidak lama kemudian seseorang berjubah hitam juga memakai penutup hitam menghampiri ku yang sudah terkulai, aku sama sekali tidak bisa melihat wajahnya juga ekspresinya.


Orang tersebut hanya diam melihat wajahku yang sudah mulai memucat dan aku juga sudah melemss tidak bisa melakukan apapun.


"Pangeran Louis dari kerajaan Parthevia" ucapnya.


Ternyata orang berjubah hitam itu mengenal dirinya.


Orang tersebut menyalurkan kekuatan sihir penyembuh padaku, perlahan lukaku mulai membaik karena bantuan orang asing yang ada di depanku ini.


"Kenapa kamu menolongku." ucapku, biasanya orang lain tidak akan peduli dengan kematian seseorang yang sudah mendekat.


Orang asing tersebut membuka topeng kepala yang terlihat seperti ninja itu untuk memperlihatkan wajah aslinya.


Aku melihat wajahnya yang sangat cantik, ternyata seorang perempuan yang telah menolongnya.


"Aku akan membawamu pergi"ucap dirinya pada ku.


Tanpa jawaban dari ku dia langsung menggendong ku dan melesat dengan melompat ke pepohonan seperti ninja. Pergerakannya seperti kilat, apakah dia benar-benar seorang ninja.


"Kamu apakah seorang ninja? "tanya ku pada perempuan cantik itu tapi sama sekali tidak digubris olehnya.


Hingga sampailah di sebuah tempat yang sama sekali tidak pernah ku ketahui.


"Eh kenapa kamu ke jurang?"tanyaku lagi karena sepertinya wanita itu ingin melompat kebawah.


"Tentu saja ingin kebawah"ucapnya santai dan langsung terjun begitu saja.


"AAAAA... APA KAMU INGIN MATII!"Aku berteriak ketakutan saat wanita cantik yang menolongku melompat ke jurang yang begitu curam tanpa rasa takut.


Hingga akhirnya kaki wanita itu mendarst dengan sempurna menapak tanah tanpa luka apapun.


Bukan mendarat di daratan tetapi masih di atas tebing jurang, aku melihat ada goa yang sepertinya cukup besar.


"Apa kamu tidak ingin turun dari gendongan ku?" tanya wanita itu pada Louis dengan senyumannya.


Aku yang menyadari diriku yang sangat nyaman terus di gendong oleh wanita itupun segera turun dari gendongannya.


"Ekhem... maaf"ucapku malu dengan diriku sendiri.


"Pftt...santai saja pangeran tidak usah kikuk gitu"ucapnya lalu langsung memasuki goa.


Aku mengikuti langkah perempuan yang sama sekali belum aku tahu namanya, aku melihat di sekeliling goa yang gelap dan terlihat sangat menyeramkan.


Wanita tersebut berhenti di jalan buntu goa tersebut, dia menggunakan sihir seperti merapalkan mantra pembuka pintu.


Drekkk!


Goa tersebut terbuka dengan sendirinya perempuan tersebut masuk kedalam diikuti dengan diriku lalu dia menutup kembali pintu goa.


"Ini adalah rumahku, aku sudah disini sejak kecil saat itu orang tua ku meninggal"ucapnya sambil terus berjalan membelakangi Louis.


"Hah? ini berarti rumah orang tua mu?" tanyaku penasaran bagaimana perempuan seperti dirinya sudah hidup di goa yang menyeramkan ini.


"Tidak, aku di usir dan aku tidak punya tempat tinggal lalu aku menemukan goa ini" ucapnya santai.


"Kamu ahli sihir?" tanyaku lagi semakin ingin tahu kisah hidup tentangnya.


"Tidak sejak lahir memang aku sudah di anugerahi kekuatan sihir, karena aku adalah keturunan dari Lord Mosan"


Lord Mosan adalah seorang pria dengan sihir terkuat, dia disebut master sihir yang melampaui master-master lainnya. Tetapi dia mati karena dikalahkan oleh musuh bebuyutan nya.


Musuhnya tidak punya sihir tetapi kecepatannya dan bermain trik sangat luar biasa, dia ahli dalam persenjataan maut jarak dekat.


Sihir penyerangan pastinya berjarak jauh dan kelemahannya adalah jarak dekat.


"Wah hebat sekali" puji ku pada perempuan tersebut.


"Biasa saja kok" ucapnya diam-diam tersenyum senang.


Tidak lama kemudian aku sampai di suatu tempat tidak seperti sebelumnya, pemandangannya sangat indahh ada kolam air yang jernih batu kristal ungu yang langka di permukaan bahkan sebagian orang sudah menganggapnya punah juga pohon yang tidak pernah aku lihat di daratan Kekaisaran sebelumnya.


"Wahh, tempat apa ini indah sekali" ucapku kagum dengan pemandangan sekitarnya.


Aku baru tahu kalau di dalam goa juga ternyata bisa seindah ini, sangat-sangat mengagumkan.


Visual Goa dan pohon di dalamnya:




"Tentu saja Goa, tempat apa lagi memangnya"


"Habis aku baru tahu kalau Goa bisa secantik ini, itu pohon apa?aku belum pernah melihat sebelumnya." tanyaku begitu penasaran.


"Oh ini aku menanamnya sendiri, aku menyebutnya pohon Aken spesies pohon yang sangat langka bisa menghasilkan buah dalam 3 hari saja" jelasnya.


Aku hanya ber-oh ria saja, pantas saja aku tidak pernah menemukan pohon seperti ini di Kerajaan manapun.


Bersambung...


Halo kawan☺, jangan lupa like+favorit ya Terima kasih dukungannya nantikan terus cerita Louis ini ya❤❤❤