Louis

Louis
Visual+#10-Louis



Louis:




Ratu Gisella(Ibu kandung Louis) :



Sellaria(Penyelamat Louis) :




Adelia(Sahabat Louis) :




Black(Sahabat Louis) :




Raja Barelion(Ayah Kandung Louis) :




Laura(Selir Barelion) :



*****


"Kalau aku boleh tau namamu siapa?" tanyaku lagi.


"Aku adalah Sellaria, panggil saja Sella. Sepertinya kamu masih kecil ya pangeran Louis."ucap Sellaria yang membuat Louis sedikit kesal.


"Ih aku sudah berumur 7 tahun tahu"ucapku sambil menggembungkan kedua pipi yang membuat Sellaria gemas.


"Ohh aku saja sudah 10 tahun bulan besok aku 11 tahun, berarti pangeran Louis harus memanggil aku Kak ya"


Sellaria cekikikan melihat raut wajah Louis yang kesal sepertinya dia tidak rela memanggil dirinya kak.


"Hei kenapa cemberut gitu sih" ucap Sellaria menggoda Louis dengan mendekatkan wajahnya hingga berjarak 1 cm saja.


Aku bisa mendengar suara nafasnya dari dekat karena dia mendekatkan wajahnya padaku, aku tersipu malu dan mendorongnya menjauh.


"Ja.. jangan mendekat" ucapku lirih.


"Bercanda kok, yaudah ayo aku tunjukkan di mana kamarmu" ucap Sellaria kembali berjalan untuk menunjukkan kamarku.


Aku kembali mengikutinya dari belakang, entah kenapa dadaku masih berdegup kencang karena Sellaria yang berperilaku seperti itu padanya.


"Sudah sampai ini kamarmu" tunjuk Sellaria pada lubang masuk Goa.


Aku memasuki kamar yang ditunjukkan oleh Sellaria, aku melihat Kasur, lampu yang terbuat dari kristal, kipas angin kecil, Lemari baju kayu, sebuah meja dan bangku, juga Karpet lantai yang ada di bawah. Ternyata ruangan Goa ini lumayan besar juga.


"Oh ya jika kamu mau mandi, mandilah di kolam luar sana" ucap Sellaria dan memberikan handuk jika sudah selesai mandi.


Aku terkejut jadi, mandi tanpa memakai busana dan bisa dilihat oleh Sellaria ketika dia keluar dari ruangannya.


"Ja.. jadi kamu bisa melihatku mandi kalau kamu keluar ruangan?"tanyaku kembali tersipu malu.


"Tentu saja, kenapa? apa kamu malu?"tanya Sellaria menatap Louis dengan tatapan gemas.


"Kamu hanya anak kecil kenapa malu, sudah lah ini adalah Goa bukan istana jadi biasakan dirimu, kecuali kalau kamu siap mati di tangan raja dan selirnya." ucapnya lagi kembali mengingatkan kejadian pembunuhan barusan.


"Bagaimana kamu tahu?" tanyaku bingung.


"Adalah kamu tidak perlu tahu" ucap Sellaria sambil menjulurkan lidahnya seraya meledek Louis.


Sellaria langsung pergi meninggalkan Louis untuk memetik buah, dia berniat menyiapkan makan malam dengan buah-buahan segar juga dia memelihara ikan mas di kolam Goa satunya. Kolam yang lebih kecil dari kolam pemandian.


Ada 12 ekor ikan mas dan itu cukup untuk hari ini hingga 1 minggu kedepan bersama Louis.


"Kalian semua sudah besar dan siap untuk kami berdua santap hehe"ucap Sellaria dan menangkap 1 ikan mas menggunakan sihirnya.


*****


"Ini hanya kebetulan atau... "ucapku sengaja ku gantung.


Karena aku tidak ingin berpikir macam-macam pada Sellaria, mungkin saja ini adalah pakaian kakak laki-laki dari keluarga Sellaria, karena memang aku belum tahu pasti apakah dia mempunyai kakak atau tidak.


"Atau apa?"


Aku terkejut saat mendapati Sellaria sudah berada di belakang punggungku sambil menatapku dengan tatapan dingin.


"Kaget... kenapa kamu tiba-tiba disini?"tanyaku sambil memegang dadaku yang berdegup karena kaget.


"Jawab dulu pertanyaanku, atau apa..? " tanya Sellaria lagi.


kini wajahnya mendekat pada wajah Louis sehingga membuat Louis kembali tersipu malu.


"Tidak, tidak apa-apa"elakku sambil menjauhkan Sellaria dari wajahku.


Sellaria hanya melipat kedua tangannya.


"Ayok makan aku sudah memasak ikan dan menyiapkan buah untukmu" Sellaria menggenggam tangan Louis lalu menariknya menuju ke luar.


"Memasak? apa di Goa ini ada kompor?" tanyaku bingung.


"Ada lah, memang kamu kira aku yang tinggal di Goa ini tidak punya uang untuk beli kompor? aku tidak semiskin itu" Jawabnya dengan kesal.


Aku melihat tangan Sellaria masih menarik tanganku tetapi aku merasa tidak ingin melepaskan tangannya dari tanganku, aku merasakan sedikit kenyamanan.


Sesampainya di tempat makan aku melihat 1 ikan mas goreng yang cukup besar, wanginya juga sangat lezat perutku jadi lapar seketika.


"Aku baru tahu kamu pintar memasak"ucapku sambil tersenyum pada Sellaria yang memperhatikanku.


"Makanlah yang banyak"


Sellaria mengambil pisau lalu memotong bagian tubuh ikan menjadi dua bagian.


Bagian untuk Louis lebih banyak dibandingkan punya Sellaria, dia memang sengaja agar Louis tidak lapar hingga besok biasanya anak kecil itu suka lapar jadi sekalian saja Sellaria memberikan bagian tubuh ikan mas lebih banyak untuk Louis.


"Kenapa punya mu hanya sedikit?"Aku melihat isi piring Sellaria tidak ada separuh dari daging ikan mas yang akan dia makan.


" Tidak apa-apa aku memang biasa makan sedikit"saut Sellaria yang tidak ingin terkesan memberi perhatian lebih pada Louis.


Aku hanya mengangguk dan memakan daging ikan mas tersebut, walau tidak ada nasi tapi daging ikan mas ini lebih dari cukup untuk mengisi kekosongan perut ku.


Selesai makan Sellaria mencuci piring kotor bekas dirinya dan juga Louis.


"Kamu jangan lupa mandi" ingat Sellaria pada Louis.


Aku yang mendengar perkataan Sellaria kembali tersipu malu, aku benar-benar malu bagaimana bisa aku mandi di kolam terbuka seperti itu.


"Apa aku boleh tidak mandi dulu?" tanyaku sambil menggaruk-garuk kecil kepalaku.


Sellaria selesai mencuci piring dan menatapku dengan tatapan tajam, dia menghampiriku dan mentoyor keningku.


"Kamu bau, kamu harus mandi"ucap Sellaria tidak mau tahu.


Sellaria menarik paksa tanganku menuju kolam pemandian, aku sudah meronta tidak ingin mandi tetapi tetap saja aku kalah tenaga dengan perempuan di depanku.


Aku hanya bisa pasrah di tarik oleh Sellaria hingga ke kolam pemandian. Sesampainya di kolam pemandian Sellaria mendorongku hingga terjatuh.


"Aaa... Sella kenapa mendorongku"


ucapku dengan kesal.


"Biarin habis kamu gak mau mandi,hahaha" tawanya karena Louis terlihat lucu di kolam pemandian, semua bajunya basah semua karena Louis belum membuka bajunya.


"Kamu lucu sekali pangeran Louis"Sellaria membungkuk seraya melihat Louis dari jarak dekat, ingin rasanya Sellaria mencium Louis saat itu juga tetapi niatnya dia urungkan.


"Dasar Sella ngeselin" umpat ku dengan tatapan mengintimidasi.


Sellaria kembali berdiri lalu dia membuka bajunya di depan Louis.


Aku yang melihat Sellaria membuka baju langsung membalikkan badanku, tidak ingin menodai mataku yang tidak berdosa ini dengan pemandangan tubuhnya.


"Apa kamu sudah gila Sella kenapa membuka baju di depan seorang pria" ucapku dengan lirih tetapi masih bisa di dengar oleh Sellaria.


Sellaria menatap punggung Louis yang sudah membalikkan badan, dia tidak berniat untuk memberitahu tujuan aslinya karena Louis belum genap berumur 12 tahun dan dia pun masih belum genap berumur 16 tahun.


Bersambung...