
Aku adalah Louis penerus kerajaan parthevia, saat ini aku baru berumur 7 tahun. Hari-hari ku tidak ada masalah aku sangat senang setiap hari karena ada ibu yang menemani di sisiku tanpa kenal lelah mengurusku, Ayah selalu sibuk dia jarang ada waktu untukku karena pekerjaannya yang setiap hari menumpuk. Aku kurang kasih sayang seorang Ayah, hari ini adalah hari kepulangan Ayah aku sangat menantikan nya karena Ayah jarang sekali ada di kerajaan parthevia ini.
"Louis sayang, ayok kita makan dulu makanan sudah selesai di siapkan oleh pelayan" ucap Ibu louis.
Aku berlari kearah ibuku dan memeluknya sebagai bentuk kasih sayang untuknya, ibuku bernama Gisella dia dikenal sebagai ratu paling cantik di seluruh penjuru kerajaan. Selain cantik ia juga bijaksana dulu sebelum menjadi ratu dia berkedudukan sebagai kesatria yang sangat kuat, ia di kenal berdarah dingin dan tidak segan-segan membunuh musuhnya tanpa pandang bulu.
Setelah bertemu dengan Ayahku ibuku jatuh cinta begitupun dengan Ayahku yang sama-sama mencintai hingga akhir nya menikah walau banyak yang menggunjing pernikahan mereka dulu karena perbedaan setatus yang cukup tinggi akhirnya seluruh rakyat menerima dengan lapang dada.
Ibuku dulu hanyalah rakyat biasa, dan saat ada perekrutan ibuku mengikutinya dengan antusias karena itulah mimpinya menjadi seorang kesatria kerajaan.
"Baik ibu" ucapku sambil tersenyum.
Aku mengecup pipi ibuku, sebelum ibuku berdiri kembali.
Gisella melihat tingkah anaknya yang menurutnya sangat menggemaskan akhirnya membalas kecupan Louis.
"Ibu aku mau di suapin ibu ya nanti makan-nya"pintaku pada ibu yang sudah menggendong ku menuju dapur istana.
Gisella hanya tersenyum sembari mengalus kepala anaknya" Iyah sayang pasti ibu suapin kok"
"Yey makasih ibu"
******
Setelah selesai makan aku di bawa ibuku untuk tidur siang ke kamar pribadiku.
"Ibu bacakan dongeng untukku"pintaku pada ibu setelah di rebahkan di atas kasur.
"Baiklah sayang"
Akhirnya Gisella membacakan dongeng untuk anaknya, sehingga membuat Louis terlelap ia pun menyudahinya.
"Selamat tidur pangeran kecil ku" ucap Gisella pelan agar tidak membangunkan Louis anak satu-satunya, lalu mengecup kening anaknya dan meninggalkan kamar.
Tidak berselang lama setelah Gisella keluar dari kamar, Barelion ayah kandung dari Louis memasuki istana dengan prajurit kerajaan yang sudah berbaris berjejer di depan gerbang istana.
"Hormat kepada yang Mulia kerajaan parthevia" teriak semua prajurit serentak.
Raja Barelion akhirnya keluar dari dalam kereta kuda bersamaan dengan perempuan misterius yang tidak dikenal dan juga 3 orang anak di dalamnya.
Semua prajurit kerajaan kantas berfikir siapa wanita dan anak yang ada bersama Raja Barelion? tetapi mereka semua tidak ada yang berani bertanya satupun.
Ketika Raja Barelion melewati gerbang semua prajurit menunduk sebagai bentuk rasa hormat pada Raja Barelion.
"Sayang apa tidak apa-apa aku memasuki istana mu?" tanya perempuan misterius itu yang tak lain dan tak bukan adalah simpanan Raja Barelion.
Raja Barelion berencana mengangkatnya menjadi selir, karena perempuan itu meminta pertanggung jawabannya dan ia sendiri pun sudah jatuh cinta pada perempuan tersebut mau tidak mau dia akan mengangkatnya menjadi selir.
"Tentu saja tidak apa-apa sayang"
"Bagaimana dengan Ratu? apa dia akan marah?" tanya perempuan tersebut pada Raja Barelion.
"Mungkin akan rumit tapi tenang saja aku akan bicara baik-baik dan menjelaskan padanya"
'Yes akhirnya setelah sekian lama aku bisa memasuki kerajaan parthevia, tunggu saja aku akan merebut posisi Ratu hanya aku yang pantas menjadi Ratu! ' batin perempuan tersebut dengan seringai liciknya.
Simpanan Raja Barelion hanya memandang kasta, jika Raja Barelion adalah orang miskin mana sudi dia akan menjebak Raja Barelion untuk berhubungan badan dengannya waktu dulu.
Gisella yang mengetahui kabar bahwa suaminya sudah pulang dengan setia menunggu dekat pintu istana, hingga akhirnya suaminya mengetuk pintu tersebut.
Dia membuka pintu dengan perasaan bahagia dan berbunga-bunga karena sudah hampir 3 bulan suaminya pergi yang pastinya Gisella sudah sangat merindukannya.
"Sayang akhirnya kamu pulang ju... " ucapan Gisella berhenti saat melihat perempuan lain di belakang suaminya serta 3 orang anak sepantaran Louis.
"Siapa dia sayang?" tanya Gisella penasaran karena tidak biasanya suaminya akan membawa seseorang ke dalam istana parthevia.
"Ehem.. perkenalkan dia Laura, dia mulai sekarang akan menjadi bagian dari kerajaan ini"
'DEG' baru saja Gisella mendapatkan perasaan bahagia kini perasaannya sudah hancur mengetahui suaminya membawa perempuan lain kedalam istana, lebih sakit ketika tahu suaminya diam-diam sudah lama berhubungan dengan perempuan tersebut hingga mempunyai 3 anak.
Gisella tidak mampu menahan air matanya lagi, dia menangis tepat di depan suaminya. Dia berfikir suaminya tidak akan menduakan nya, dia sudah percaya dengan sepenuh hati kepada suaminya, tetapi kali ini hanya kekecewaan yang ia dapatkan.
"Maksud kamu dia akan menjadi selir mu begitu?!" teriak Gisella yang sudah emosi dengan kedatangan Laura.
'PLAK'
Suara tamparan dengan keras terdengar memekikkan telinga.
Ya Raja Barelion tidak segan-segan menampar istrinya demi membela simpanannya.
"Beraninya kamu teriak-teriak di depanku dan Laura!" Ucap Raja Barelion dengan murka.
"Kamu.. menamparku.. "
"Ingat sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau menerima keberadaan wanita itu disini, kamu lebih memilih membelanya di bandingkan dengan diriku yang sudah menemanimu selama bertahun-tahun? "ucap Gisella berteriak kembali di depan Raja Barelion dan Laura.
'PLAKK'
Untuk kedua kalinya Raja Barelion menampar istrinya, bahkan lebih keras hingga Gisella tersungkur ke lantai.
"Sudah aku bilang jangan teriak di depanku dan juga Laura dasar perempuan tidak tahu di untung!"
Sakit.. ya itulah yang di rasakan oleh Gisella bukan hanya sakit hati tetapi juga sakit secara fisik, bekas tamparan suaminya menyebabkan lebam di pipinya, dia tidak kuat untuk melihat suaminya lagi bersama dengan Laura akhirnya memutuskan untuk pergi dari hadapan mereka.
Gisella berjalan menuju kamarnya dengan perasaan kacau. dia melihat dari kejauhan anaknya Louis yang sepertinya sudah menonton pertengkaran dirinya dengan suaminya pun dengan cepat menghampirinya.
"Sayang sejak kapan kamu bangun?" ucap ibunya sambil menahan tangisannya.
"Ibu kenapa papah memukul ibu, dan siapa mereka bu? " tanya ku dengan perasaan sedih.
"Mereka adalah orang penting di Kerajaan ini sayang, mungkin Ayahmu ingin mereka tinggal disini jadi kamu harus berperilaku baik ya sama mereka" ucap Gisella sambil mengelus kepala Louis.
Walaupun Gisella mau sekali pergi dari kerajaan parthevia ini tetapi dia masih memikirkan nasib anaknya nanti, jadi mau tidak mau dia harus bertahan di kerajaan parthevia terutama posisinya masihlah seorang Ratu di mata Rakyat kerajaan Parthevia.
Bersambung..
Halo guys gimana seru kan cerita ku kalo seru, jangan lupa klik favorit and likenya ya😘🥰..
ini karya pertamaku di novel toon semoga kalian suka dengan jalan ceritaku serta penyusunan kataku kalian nilai ya biar aku makin ngembangin lagi kekurangan di bab ini serta bab berikutnya ❤️
Terima kasihh dan selamat membaca🤭