Louis

Louis
#11-Louis



"Sudahlah, jika kamu tidak ingin tidak perlu melihatnya aku pun tidak ingin melihat punyamu" ucap Sellaria dengan santai.


Aku merasa kesal dan melanjutkan merendam diri sendiri di kolam pemandian tanpa mau berbalik melihat tubuh Sellaria.


Beberapa menit telah berlalu, Sellaria menepuk keningnya karena dia lupa membawa handuk saat mandi di kolam pemandian.


"Yaampun aku lupa membawa handuk" ucap Sellaria dengan suara lirih tetapi masih bisa di dengan oleh Louis.


"Kamu lupa membawa handuk?"tanyaku masih dengan posisi sebelumnya.


"Iyah, aku ingin keluar dari kolam ini tutuplah matamu" pinta Sellaria pada ku, aku langsung menutup kedua mataku sehingga tidak melihat apapun.


Sellaria bukannya keluar dari kolam dia malah berjalan mendekati Louis.


"Sttt.. pokoknya jangan buka matamu ya" bisik Sellaria pada Louis.


Aku yang mendapat sentuhan aneh oleh Sellaria seketika bulu kuduk ku meremang, aku semakin ingin menutup mataku dan tidak ingin membukanya.


"Bu.. bukankah kamu ingin mengambil handuk, kenapa malah kesini?" tanyaku masih mematung di dalam kolam pemandian.


"Iyahh setelah ini" ucap Sellaria melanjutkan memeluk Louis, lalu dia berpindah posisi ke depan Louis, wajah yang bersih dan tampan sangatt imut di mata Sellaria.


Sellaria mendekatkan wajah ke wajah Louis hingga berjarak 1 cm dia ingin sekali mencium bibir Louis yang menggoda itu.


Tetapi Gisella tidak melakukan apapun pada Louis dia menaiki tubuhnya ke atas kolam pemandian dan berlalu begitu saja dari sana.


Aku yang tidak mendengar suara apapun serta tidak mendapat pergerakan apapun dari Sellaria akhirnya membuka mata. Aku menghela nafas saat Sellaria telah pergi dari Sisinya.


Aku pun naik ke atas kolam pemandian lalu berlalu ke kamar ku.


"Haa.. seharusnya baju ini langsung di jemur tapi tidak ada matahari sama sekali di dalam goa ini. "gumamku sambil membuka satu persatu pakaian basah yang melekat di tubuhku.


Sellaria datang kembali ke kamar Louis, dia melihat Louis yang sedang memakai baju untungnya Louis sudah memakai semua baju, pas sekali ketika Sellaria mendatangi kamarnya.


"Akhh... kamu ini mesum ya suka sekali mengintip orang"ucap ku kaget dengan kehadiran Sellaria yang tiba-tiba.


Sellaria mengangkat sebelah alisnya, padahal niat aslinya adalah untuk mengajak Louis keluar mencari jamur untuk pembuatan sup besok.


"Apa kamu suka kalau aku suka mengintip mu?" tanya Sellaria tersenyum, dia berjalan maju untuk mendekat ke arah Louis.


Aku berjalan mundur karena aku sedikit takut saat Sellaria mendekatiku hingga aku terpojok.


Saat Louis terpojok Sellaria menghalangi Louis dengan tangannya yang sudah di tempelkan pada dinding goa kamar Louis.


Sellaria menggunakan tangan satunya untuk mengangkat dagu Louis.


Aku merasakan hembusan nafas Sellaria dan juga wajahnya yang begitu dekat, aku melihat ke arah bibir Sellaria yang terlihat indah berwarna merah cerry.


Tanpa sadar aku mencium bibir Sellaria membuat wajah Sellaria bersemu merah dengan mata yang terbelalak tidak percaya bahwa Aku duluan yang merebut ciuman pertamanya.


Sellaria terdiam tapi tidak lama dia membalas ciuman Louis dan memperdalam ciuman tersebut. Dia mememasukkan lidah kedalam mulut Louis lalu dia mengajarkan Louis caranya bergelut di dalam mulutnya.


"Hmm.. Sella.. emm"ucap Louis dengan suara terpotong karena lidahnya masih bergelut dengan lidah Sellaria.


Akhirnya Sellaria melepaskan panggutan ciumannya. Mereka berdua terengah-engah dengan nafas yang menggebu-gebu karena memang ini pertama kali mereka melakukan ciuman.


"Sella maaf aku tadi refleks mencium mu" ucapku dengan pipi yang masih merah merona.


"Tidak ku sangka aku akan di cium langsung oleh anak kecil sepertimu" Sellaria tersenyum senang, lalu dia mengangkat dagu Louis dan menciumnya kembali.


"Kamu kenapa malah mencium ku lagi?"tanyaku dengan jantung yang sudah berdegup kencang.


"Kalau kamu boleh menciumku kenapa aku tidak huh"jawabnya dengan santai.


"Ayok ikut aku" Sellaria menarik tangan Louis untuk ikut bersamanya.


Aku hanya terpaksa mengikuti langkah Sellaria karena bagaimanapun tenaga wanita melebihi kekuatan fisik ku jadi aku tidak bisa menghentikannya.


"Kita mau kemana Sella?" tanyaku bingung sambil terus berjalan mengikutinya hingga sampai ke pintu rahasia yang ada di goa ini.


Sellaria membaca mantra dan batu tersebut bergeser dengan sendirinya ke samping.


"Kita akan keluar mencari makanan"ucap Sellaria menggubris pertanyaan Louis yang sudah sedari tadi di ajukan.


Sesampainya di depan Goa, Aku melihat tebing yang sangat curam di bawahnya aku masih trauma dengan cara Sellaria membawa ku lompat ke bawah tebing walau aku di gendong olehnya tetapi tetap saja rasa takut itu masih menempel di lubuk hatiku.


Tanpa berbicara Sellaria menggendong ku dan melompat lagi ke bawah tebing yang curam itu.


"AAAAAAA... TOLONGG!!" Aku panik dan menutup mataku tidak berani melihat kebawah maupun ke atas.


"Berisik, mulutmu mau aku sumpah dengan bibirku lagi?" ucap Sellaria.


Aku langsung terdiam ketika Sellaria mengucapkan kalimat tersebut.


Pada akhirnya aku hanya menutup mata hingga akhirnya Sellaria mendarat dengan selamat di bawah tebing yang begitu gelap dan menjulang tinggi.


"Kenapa tebing ini sangat dalam, benar-benar mengerikan" gumam ku, tetapi tidak di tanggapi oleh Sellaria.


Sellaria menggunakan sihir cahaya agar dapat penerangan di bawah tebing.


"Disini adalah tempat berkumpulnya makanan, salah satunya adalah jamur yang aku temui"


"Jamur memangnya enak ya untuk di buat sup?" tanyaku tidak tahu menahu.


Sellaria hanya memutar bola mata malas, dia kembali menarik tangan Louis untuk mengikutinya menuju tempat keberadaan jamur.


"Kalau tidak tahu apa-apa kamu diam saja" ucap Sellaria, pandangannya masih fokus ke depan.


Aku hanya menghela nafas dengan kasar, aku terus mengikuti langkahnya walau tangan ku terus di tarik olehnya. Akhirnya sampai ke tempat tujuan yang ingin di tuju oleh Sellaria.


Aku melihat banyak sekali jamur mulai dari warna coklat, dan putih ada di sana juga bentuknya yang bermacam-macam.


"Aku lebih suka memasak sup jamur tiram" Sellaria mengambil jamur tersebut satu-persatu.


"Kalau bentuk seperti ini jamur tiram, lalu ini jamur apa?"tanyaku sambil memegang jamur yang terlihat panjang dan bentuknya yang terlihat bulatan kecil di atasnya.


"Oh ini namanya jamur enoki, ini juga sangat enak tetapi kurang enak jika di buat sup"


"Oke sudah selesai, kita ke atas lagi. kamu mau makan kan aku akan memasakkan sup jamur ini pasti kamu akan suka" ucap Sellaria sambil tersenyum.


Aku mengangguk, Sellaria pun kembali menggendong ku sambil memegang beberapa jamur.


"Aku akan membantu mu memegang jamur yang kamu pegang"aku menawarkan bantuan dia pun menganggukkan kepalanya lalu menyerahkan jamur itu padaku.


Akhirnya Sellaria kembali dengan sihir terbang, aku kembali menutup mata karena memang aku belum terbiasa melihat pemandangan se-mengerikan ini dalam hidupku.


Bersambung...