Little Boy

Little Boy
Chapter 34



Sekarang Ririn udah dirumah, mama kaget liat Ririn pulang gak ngasih kabar.


"Loh Ririn, kamu pulang nak? kok gak ngasih kabar mama?," Ucap Mama Ririn menghapiri Ririn yang baru masuk dari pintu depan,


"Iya ma mendadak kangen rumah," Ucap Ririn


"Kamu gak kuliah?," Tanya mama Ririn


"Udah izin kok ma,"


"Yaudah sana istirahat mama siapin makanan,"


"Iya ma." Ucap Ririn jalan ke kamar nya buat istirahat.


Bagas belum pulang masih di sekolah, begitu juga dengan Tony masih di sekolah. Setelah beberapa menit rebahan akhirnya Ririn di panggil mama buat makan. Ririn pun turun dan makan bareng mama. Setelah itu Ririn bantuin mama cuci piring.


.


.


.


"Aku pulang!," Teriak Bagas sambil masuk rumah, dia gak tau kalau kak Ririn pulang, Bagas berjalan menuju kamarnya dan bukak pintu kamar nya.


"EEH MAK LAMPIR!!," Teriak Bagas kaget liat kakaknya rebahan di kamarnya


"Gue lu bilang mak lampir?," Tanya Ririn


"KAKAK!, KOK ADA DISINI!?, KAKAK GAK KULIAH!?," Teriak Bagas ke kakak nya,


"Berisik!, gak usah teriak-teriak dek,"


"Ya habisnya kakak ngagetin,"


"Lo bau asap rokok dek," Ucap Ririn curiga


"Ya ampun kak, aku tu temenan sama orang perokok semua makanya bau asap rokok kena sama asap rokok mereka," Jelas Bagas


"Bohong," Ucap Ririn


"SERAH LU AJA KAK! CAPE GUE," Ucap Bagas emosi


"Heheh maap sensian amat lu dek, lagi PMS ya?,"


"GUE COWOK KAK," Teriak Bagas lagi,


"YA AMPUUN DEK, BISA GAK LU GAK USAH TERIAK," Balas Ririn, Bagas pun duduk di tepi ranjang


"Ngapain kakak pulang?," Tanya Bagas


"Apa!?, masa gue pulang gak boleh,"


"Iya iya tapi tumben aja,"


"Males di kos, sepi,"


Jawab Ririn, Bagas cuma ngangguk. Ririn yang mula-mula rebahan mengubah posisi nya duduk di sebelah adiknya. Ririn nyisir rambut adik nya pakai tangan udah kangen banget Ririn sama si Bagas yah walaupun kadang juga ngeselin.


"Rambut lo udah panjang dek, mau gue temenin motong rambut?," Tanya Ririn


"Gak usah kak, biarin aja panjang biar keren,"


"Keren apa nya, yang ada kayak preman pasar lo,"


"Yah mana ada preman pasar muka nya imut kayak gue kak,"


"Iya sih,"


"Sana makan dulu, mama udah nyiapin makan siang," Lanjut Ririn menyuruh adiknya makan


"Nanti aja kak," Ucap Bagas bermalas-malasan


"Iiishh ganti dulu seragam lo dek, jangan tidur pake seragam sekolah," Ucap Ririn sambil mukul pantat Bagas, karena Bagas rebahan sambil nelungkup di atas kasur.


"Males, aku capek kak, pengen bobok." Ucap Bagas, Ririn cuma geleng-geleng liat kelakuan adeknya itu, Ririn kembali ke kamar nya dan duduk di bangku yang ada di balkon kamarnya itu sambil nungguin Tony pulang sekolah.


Setelah berapa lama nungguTony, akhirnya Ririn melihat Tony dengan motor sport nya sampai di rumah dari atas balkon kamar nya itu, sebelum di lihat Tony Ririn segera masuk kamar dan menutup pintu yang ada di balkon kamar nya itu.


Tok tok tok


Ririn mengetok pintu kamar Tony, namun tidak ada sahutan dari dalam kamar akhirnya Ririn membuka pintu kamar Tony dan masuk ke dalam kamar Tony, dan untuk yang ke dua kali nya Ririn mendapati kamar Tony yang berantakan, bau asap rokok dan ada kaleng alkohol di mana-mana.


Ririn mendengar bunyi percikan air dari dalam kamar mandi, sepertinya Tony sedang mandi. Saat Tony mandi Ririn memungut kaleng-kaleng yang berserakan itu, memungut sampah, dan merapikan sedikit barang-barang Tony yang berserakan.


Tony pun keluar dari kamar mandi, dan betapa kagetnya Tony saat melihat Ririn tengah merapikan kasur milik Tony.


"Kak?," Panggil Tony


"E-eh udah selesai mandi nya Ton?," Ucap Ririn sambil senyum


"Udah,"


"Yaudah kamu ganti baju dulu sana, kakak keluar,"


"I-iya."


Ririn pun keluar dari kamar Tony dan turun ke bawah membantu mbak Ipit buat nyiapin makan malam. Tony pun turun dan melihat kak Ririn dan mbak Ipit nyiapin makan malam.


"Kak,"


Panggil Tony, Ririn pun menoleh ke arah Tony, Tony mengode Ririn untuk naik ke atas kembali ke kamarnya. Ririn mengerti dan mengikuti langkah Tony dari belakang. Setelah sampai di kamar Tony, tak lupa Tony menutup pintu.


"Ngapain kakak disini?, kakak gak kuliah?," Tanya Tony


"Kakak kangen sama kamu," Jawab Ririn


AMBYAR SUDAH PERTAHANAN TONY, TONY TU SEBENAR NYA PENGEN MARAH TAPI....


entah kenapa ia tidak bisa marah pada Ririn apalagi saat Ririn bicara seperti itu.


Tony membuang nafas kasar dan berkata,


"Aku, sebenarnya lagi gak pengen liat kakak," Ucap Tony


"Kenapa?," Tanya Ririn dengan mata yang sudah bekaca-kaca


"Aku marah, aku kesal, aku pengecut kak," Jawab Tony sambil nunduk


"Jujur sama kakak, kamu kenapa?," Ucap Ririn sambil membelai lembut rahang Tony dengan tangan nya.


"Aku liat kakak sama Romeo dan Rion keluar masuk kontrakan mereka, di antar jemput mereka, kakak nganggap aku apa?," Ucap Tony dengan rasa sakit yang teramat sakit di hati nya.


Hati Ririn ikut hancur, ia sangat mengerti betapa terlukanya Tony saat ini, ia sadar batapa ia sangat jahat terhadap Tony, ia tahu betapa salah nya apa yang ia lakukan pada Tony. Ririn benar-benar hancur saat melihat Tony seputus asa ini.


"Kamu kekasih kakak Ton,"


"Lalu?, mereka siapa?, Teman?," Ucap Tony, Ririn mengangguk dengan rasa takut.


Mereka hening untuk beberapa saat sampai akhirnya Tony buka bicara,


"Kak, aku pengen kita gak usah ketemu dulu," Ucap Tony


Seketika cairan bening jatuh dari pelupuk mata Ririn,


"Gak Ton, jangan gitu, maafin kakak," Ucap Ririn memohon


"Pliis kak, ngertiin perasaan aku, aku masih sakit,"


"Aku gak bisa gini Ton,"


"Aku mohon kak," Ucap Tony dengan raut wajah memelas dan memojon, Melihat Tony memohon seperti itu, akhir nya Ririn mengangguk lalu keluar dan pergi ninggalin kamar Tony.


.


.


.


.


.


NEXT>>>