
Mian, Typo bertebaran...
Happy Reading~
"HENTIKAN!!"
Suara itu berhasil menghentikan acara jambak jambakkan Ririn dan Kak Sarah, semua Siswa dan siswi yang ada disana melihat ke asal suara yang ternyata si Ketos
"Apa yang kalian lakukan!?" Bentak Romeo si ketos itu
"Kak Sarah dan Ririn ikut saya ke ruang BK" Ucap Ketos
Akhirnya Ririn dan Sarah berakhir di ruang BK, dan untungnya guru BK tidak memperpanjang masalah tersebut. Ririn pun keluar dari ruang BK dengan wajah tertunduk lesu, rambut yang masih berantakan dan pipi yang masih tergores akibat cakaran kuku Sarah. Tiba-tiba sebuah tangan menarik tangan Ririn, dan tangan itu adalah milik Romeo, Romeo membawa Ririn ke UKS dan mengobati luka yang ada di pipi Ririn.
..
..
Disisi lain, Boby sedang berlari menuju kelas Tony, dan memberi tahu Tony apa yang baru saja terjadi, tentu saja membuat Tony sangat terkejut, Tony pun buru-buru menghampiri Ririn ke UKS, ia yakin pasti Ririn saat ini berada di UKS, dengan langkah yang tergesah-gesa, namun langkah Tony berhenti di depan pintu UKS yang terbuka, lalu bersembunyi dibalik dinding diluar UKS, karena Tony melihat Romeo yang sedang mengobati luka Ririn, dan Tony tidak sengaja menguping pembicaraan Ririn dan Romeo.
"Gue ga nyangka seorang Ririn bisa jambak jambakkan gitu cuma karena cowok" Ucap Romeo sambil menempelkan plester di pipi Ririn.
"Apaan sih" Ucap Ririn kesal.
"Ngapain juga lo ngarapin Tony, dia udah punya pacar" Ucap Romeo
"Lo tau apa!? Gue pacar Tony!" Ucap Ririn emosi
Tony yang diam-diam mendengar hal tersebut membuat sudut bibir Tony terangkat sempurna karena ucapan Ririn, rasanya bahagia sekali saat kekasih yang sangat kita cintai mengatakan hal sepeti itu kepada saingan sendiri, siapa yang tidak akan senang jika seorang kekasih sendiri berkata seperti itu.
"Rin, disini ada gue, kenapa sih harus Tony Tony Tony terus" Ucap Romeo frustasi
"Gue ga butuh lo meo" Ucap Ririn
"Tapi Gue butuh lo Rin, plis kasih gue kesempatan Rin, gue ga bakal nyakitin lo lagi" Ucap Romeo lirih
Seketika senyuman Tony yang lebar memudar akibat mendengar ucapan Romeo barusan.
"Gue ga bisa meo, gue udah sayang banget sama Tony" Ucap Ririn
"Gue ga percaya, lo pasti cuma mau bikin gue cemburu doang kan Rin?" Ucap Romeo
"Gue serius!, buat apa coba gue bikin lo cemburu" Ucap Ririn kesal
"Tony itu pacar Kak Sarah Rin!" Ucap Romeo gak kalah kesal
"Terserah" ucap Ririn
"Rin plis kasih gue kesempatan, gue sayang sama lo Rin" Ucap Romeo dengan nada memohon,
Tony pun masuk kedalam UKS karena tidak tahan dengan percakapan Romeo dan Ririn.
"Kak" panggil Tony, sontak Romeo dan Ririn kaget dengan kedatangan Tony.
"Tony, sejak kapan kamu disini?" Tanya Ririn
"Baru kok kak" jawab Tony, "Kakak gak apa-pa?" Tanya Tony sambil duduk disamping Ririn
"Rin gue ke kelas dulu ya" Ucap Romeo, karena merasa tidak enak berada di antara pasangan ini, Ririn hanya mengangguk, Romeo pun pergi meninggalkan Ririn dan Tony di dalam UKS.
"Kakak gak kenapa-napa kok Ton" Ucap Ririn sambil senyum, Tangan Tony pun terangkat untuk mengelus luka di pipi Ririn akibat cakaran Sarah yang udah di tutupi plester.
"Kayak nya Tony harus nyingkirin Kak Sarah deh" Ucap Tony
"Gak usah Ton, lagian dia udah kena hukum kok tadi diruang BK" Ucap Ririn, sambil memegang tangan Tony.
"Tapi kak, Tony gak bisa diam kakak sampai terluka kayak gini sama dia" Ucap Tony yang fikirannya sudah di penuhi rasa bersalah, marah dan khawatir.
"Lagian bentar lagi kak Sarah juga mau minggat dari sekolah, dia kan bentar lagi mau ujian akhir sekolah" ucap Ririn berusaha menenangkan Tony
"Iya Ton, Kakak percaya kok sama kamu" Ucap Ririn sambil senyum manis ke Tony
Cup
Tony mengecup kening Kak Rin, kecupan penuh kasih sayang
"MAK! Mata gue ternodai!"
Teriak seseorang di depan pintu UKS, sontak membuat pasangan itu kaget dan menoleh ke sumber suara, dan ternyata itu adalah,
"Silvia" ucap Ririn
"Mentang-mentang udah official, berani-berani nya ngelakuin skinship sembaragan, ini sekolah woi" Ucap Silvia
Keduanya hanya cengengesan
"Lo ga kenapa-napa kan Rin?" Tanya Silvia
"Ini, gores dikit di pipi gue" Ucap Ririn
"Anjiir si Sarah main cakar-cakar muka cantik teman gue, emang se sirik itu dia sama lo sampai nyakar muka, harus gue kasih pelajaran tu orang!" Ucap Silvia emosi
"Udah ah, gue ga apa-apa juga, masalahnya udah selesai juga tadi di BK, gue ga mau berlanjut" ucap Ririn
"Gatel tau tangan gue mau nyakar balik tu muka si *****" Ucap Silvia emosi, Ririn hanya terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu.
"Eh Ton! Lo harus jagain temen gue, gue ga mau ya kejadian kayak gini terulang lagi" Ucap Silvia
"Pasti dong kak, udah kewajiban Tony buat jaga Kak Ririn" Ucap Tony
. . . . .
. . . . .
. . . . .
"Kak! Muka lo kenapa!?" Teriak Bagas saat melihat pipi kakaknya pulang sekolah yang ditutupi plester.
"Jangan teriak-teriak *****, kedengaran sama mama mampus gue!" Bentak Ririn
"Mama lagi ke pasar Kak" jawab Bagas
"Huft syukur deh" ucap Ririn
"Lo berantem sama siapa kak?" Tanya Bagas pada kakaknya
"Sama Kakak kelas" jawab Ririn
"*****, jadi lo beneran berantem kak!?, awas lo gue kaduin ke mama mampus lo kak!"
"Adek Sialan!!"
.
.
.
.
.
Author : Maaf kelamaan update 😅
Akhir-akhir ini lagi nyaman aja jadi pembaca hehehe