
Tony langsung masuk ke dalam pelukan kak Ririn, lalu menangis sejadi-jadinya, yang bisa di lakukan Ririn hanya mengusap rambut Tony dengan lembut berusaha membuat Tony merasa tenang.
Sekarang Tony sudah merasa sedikit tenang, ia duduk berhadapan dengan kak Ririn di atas ranjang dan mulai bicara.
"Maafin Tony ya kak, cuek banget sama kakak akhir-akhir ini,"
"Kakak juga minta maaf gak bisa jagain kamu dan gak merhatiin kamu sampai kayak gini,"
"Nggak kok kak, kakak selalu ada buat Tony,"
"Kamu gak boleh sedih lagi ya Ton, apalagi murung sampe ngurung diri di kamar dan mabok-mabokan kayak gini,"
"Selagi ada kakak, Tony gak bakalan mabok-mabokan kok kak, palingan mabok karna kakak,"
"Iya iya, masih sempat-sempat nya modusin kakak ya," Ucap Ririn sambil nyubit pipi Tony, Tony cuma cengengesan
"Kak, jangan tinggalin Tony ya, Tony gak punya siapa-siapa lagi kak,"
"Emang nya kakak mau pergi kemana?, kakak gak bakal ninggalin kamu Ton, selain kakak kamu juga punya Kak Reno, mbak ipit, Bagas, Mama sama Papa aku,"
"Makasih kak,"
"Sini peluk lagi," Ucap Ririn sambil merentangkan tangannya, Tony tersenyum dan memeluk kak Ririn erat, menenggelamkan kepalanya di lekukan leher Ririn.
"Apapun yang terjadi sama kamu, kakak gak bakal ninggalin kamu sendirian Ton, jadi kamu harus selalu terbuka ke kakak, ceritain segala sesuatu yang selalu membebani kamu Ton," Ucap Ririn.
"Tony malu kak, Tony malu terlihat lemah, Tony malu nangis di hadapan kakak,"
"Cowok juga manusia, lebih baik meluapkan semua kesedihan dari pada memendamnya, itu hanya akan membuatmu semakin sakit," Ucap Ririn, Tony tersenyum dan mengangguk.
"Sekarang bersihin kamar kamu dulu ya, kakak bantuin,"
"Heheh iya."
Ririn pun membantu Tony membersihkan kamarnya, selain bau asap rokok dan alkohol kamar Tony juga berantakan banget kayak kapal pecah.
"Sekarang kamu mandi gih, kita ke kebun binatang kakak ngajak Bagas sekalian,"
"Siaap bos! heheh,"
"Mobil kamu ada di rumah kan?,"
"Ada dong kak,"
"Yaudah, kakak pulang dulu mau siap-siap,"
"Ok kak."
.
.
.
.
.
"Deeek!,"
Teriak Ririn memanggil Bagas, karena tidak ada sautan dari Bagas, Ririn pun masuk ke dalam kamar Bagas ternyata Bagas masih rebahan sambil main game di hp, Ririn langsung merebut hp adik nya itu yang otomatis membuat Bagas kesal.
"KAKAK! BALIKIN HP AKU!!,"
"Gak!,"
"MAK LAMPIR NYEBELIN!," Suara Bagas melengking membuat telinga Ririn sakit, akhirnya Ririn nyerah jahilin adik nya itu dan balikin hp Bagas.
"Ini, berisik ***** sakit telinga gue,"
"Makanya jangan macam-macam sama aku,"
"Eh, jenguk sodara lu yuk dek,"
"Hah? sodara aku?,"
"Iya, Monyet di kebun binatang,"
"Serah, yuk refreshing!,"
"Emang kakak bisa bawa motor ke kebun binatang?,"
"Pake mobil bang Tony,"
"Beneran!?,"
"Iya, udah sono siap-siap,"
"Wokeh."
Sekarang mereka sudah di dalam mobil, Ririn sama Bagas juga udah minta izin sama Mama nya buat pergi ke kebun binatang. Di dalam mobil posisinya, kak Ririn duduk di bangku penumpang bagian belakang, sedangkan Bagas duduk di bangku penumpang sebelah Tony. kata Bagas dia gak mau jadi obat nyamuk makanya dia duduk di depan sebelah Tony.
"Ada yang lapar?," Tanya Tony
"AKU!," Jawab Tony semangat
"Heheh, yaudah kita makan dulu baru ke kebun binatang," Ucap Tony sambil ngacak-ngacakin rambut Bagas gemas.
Ririn benar-benar di cuekin sama Bagas dan Tony, mereka sibuk ngobrol berdua sedangkan Ririn sibuk main hp di belakang. Sampai akhirnya mereka samapai di McD. Setelah selesai makan, si Tony malah makirin mobilnya di kedai es krim. Emang, si Tony itu orang yang gak tahan sama yang namanya es krim.
Akhirnya mereka sekarang duduk di kedai es krim sambil menyantap es krim, dan gak nyangka kalau di sana jual donat juga dan si Bagas juga mesen donat dan makan donat kayak orang kesetanan, yah maklum dalam perut si Bagas ada pengemis.
Setelah selesai acara makan ini itu nya barulah mereka ke kebun binatang, dan seperti yang Ririn duga Bagas sama Tony benar-benar senang banget di ajak ke kebun binatang, dari ngasih makan jerapah, ke kandang macan, foto bareng gorila, sampai ke kandang binatang yang imut dan lucu kayak kelinci dan hamster.
"Dek, mirip banget kayak lo hahahah," Ucap Ririn sambil ketawa gemas melihat hamster yang ada dalam kandang itu,
"Apaan sih kak, mana ada muka aku kayak gitu,"
"Iya sumpah imut dan gembul kayak lo dek,"
"Aku gak suka di bilang imut!, aku tu manly!,"
"Iya iya deh," Ririn gak mau ribut sama Bagas disini malu nanti diliatin banyak orang.
"Kak," Panggil Bagas pada kakak nya
"Hmm," Balas Ririn yang sibuk main sama hamster
"Aku liat Winda sama pacar baru nya kak," Ucap Bagas
"Hah?, Mana?," Ucap Ririn
"Tadi disana,"
"Udah jangan di pikirin Gas, kita tu kesini mau senang-senang," Ucap Tony
"Iya bang,"
"Udah ah jangan galau lagi gegara cewek," Ucap Tony sambil merangkul Bagas
"Habis ini lo mau kemana Gas?," Tanya Tony
"Langsung pulang aja bang,"
"Kenapa?, gak mau main dulu?,"
"Aha!, gimana kalau kita ke stand makanan di bawah Transmart sekarang lagi ada banyak stand makanan gitu di sana,"
"Setuju!," Ucap Bagas semangat, emang si Bagas gak bisa nolak makanan.
Tujuan Ririn ngajak mereka jalan gini tu cuma satu, membuat mereka berdua lupa dengan kesedihan mereka untuk sementara, karena dua orang bocah yang selalu ada di samping Ririn ini adalah aset yang sangat Ririn sayangi melebihi apapun. Aset yang seharus nya benar-benar Ririn jaga dan lindungi sebagai seorang kakak dan kekasih.
.
.
.
.
Next>>>
Author : Terimakasi untuk yang masih setia ٩(๑> ₃ < )۶♥