
♡Happy reading♡
Hari-hari mereka lalui seperti biasa, Tony yang selalu sibuk bucin sama kak Ririn dan juga sibuk sama kegiatan osis, Bagas yang sekarang udah berhasil move on dari mantannya, kak Ririn yang sekarang fokus belajar buat masuk ke perguruan tinggi, kak Ririn tu pengen ngambil jurusan kedokteran kayak kak Reno makanya dia belajar keras banget akhir-akhir ini.
Sampai-sampai Tony sama Ririn sekarang udah jarang keluar bareng atau jalan-jalan, palingan cuma makan malam bareng keluarga Ririn, nemanin kak Ririn lagi belajar pas malam, mereka berdua udah di sibukkan dengan kegiatan masing-masing.
"Bentar lagi kakak bakal UN, aku bakal kesepian di sekolah," Ucap Tony sambil bersandar di bahu kak Ririn, sekarang mereka lagi di balkon kamar nya kak Ririn. Seperti biasa Tony nemanin kak Ririn belajar.
"Kok kesepian?, teman-teman kamu kan banyak Ton," Balas Ririn
"Iya kak, tapi aku gak bakal semangat lagi ke sekolahnya karena gak ada yang bakal manjain aku,"
"Iiih ya ampun manja banget, pacar siapa sih," Ucap Ririn sambil terkekeh,
"Kak, janji ya sama Tony," Ucap Tony menghadap ke kak Ririn sambil ngepoutin bibirnya
"Janji apa sayang?,"
"Janji jangan lirik cowok lain disana,"
"Ya ampun, iya iya sayang,"
"Jangan dandan cantik-cantik, gak boleh pakai liptint atau lipstick!,"
"Masa gak boleh,"
"Pokok nya gak boleh,"
"Iya iya deh,"
"Aku sayang kakak," Sambil meluk kak Ririn, Ririn cuma senyum pasrah sama kelakuan manja dan posesif Tony.
.
.
.
.
Ujian UN pun telah selesai di laksanakan, siswa-siswi yang telah lulus juga sudah bertebaran mendaftar ke perguruan tinggi yang mereka inginkan, ada yang sudah lolos di perguruan tinggi dengan jalur undangan, ada yang masih mendaftar kesana-sini.
Ririn sudah mengikuti tes masuk ke Universitas kedokteran yang ia inginkan itu, namun ia tidak berhasil lolos tes disana dan pada akhirnya ia masuk jurusan Kimia di perguruan tinggi terkenal di Bandung.
Sekarang Ririn harus tinggal sendiri dan jauh dari keluarga, Ririn harus belajar mandiri dan menjaga diri sendiri. Tapi ada satu hal penting selain keluarga yang Ririn khawatirkan yaitu, bagaimana jika ia merindukan Tony?, apa yang harus Ririn lakukan saat merindukan Tony?, Ririn tidak sanggup untuk menjalani LDR.
Hari ini adalah hari pertama Ririn pindah ke kosan, diantar sama Mama, Papa, Bagas dan Tony. Sedih banget Ririn tuh pas pisah sama keluarga nya apalagi pas lihat mata Tony yang udah merah kayak mau nangis.
"Rin, jaga diri baik-baik ya nak, jangan percaya sama sembarang orang, manusia itu makhluk yang paling berbahaya," Ucap Mama sambil mengelus lembut rambut Ririn
"Iya ma, aku kan udah gede,"
"Bagi Mama kamu masih bayi,"
"Iiish Mama," Ucap Ririn sambil meluk Mama nya
"Kamu harus pandai milih-milih teman nak, gak semua orang terlihat baik itu baik," Ucap Papa sambil meluk Ririn terus Papa juga ngecup kening kak Ririn
"Iya pa, aku bukan bayi lagi kok,"
"Kak, gue gak di peluk?," Tanya Bagas, Riri senyum terus meluk Bagas
"Ya ampun kak, ngemil permen aja aku masih batuk-batuk," Ucap Bagas, Ririn cuma terkekeh mendengar pernyataan adiknya itu lalu melepas pelukannya.
"Kak, Jaga kesehatan ya, jangan sampai sakit, kalau kakak sakit gak ada yang bakal jagain kakak," Sekarang Tony yang ngomong.
"Seharus nya kakak yang bilang itu ke kamu Ton, kamu tu yang gak bisa jaga diri kalau gak ada kakak, mulai sekarang kamu jaga diri ya Ton," Ucap Ririn, Tony langsung meluk kak Ririn di hadapan Papa, Mama sama Bagas.
"Aku sayang kakak," Bisik Tony, Ririn cuma ngangguk sambil senyum
"Ehem," Papa Ririn mendehem karena Tony kelamaan meluk Ririn, Tony pun melepas pelukannya, sebenarnya Tony pengen nyium kak Ririn dari jidad, hidung, pipi sampai bibir sepuasnya karena takut nya gak bisa lagi nyium kak Ririn, soalnya kak Ririn udah jauh dari jangkauanya, gak tetanggaan lagi, biasanya kangen langsung kerumah sebelah, lah sekarang kalau kangen gimana cara nya cuma bisa fc atau vc doang. Mama, Papa, Bagas, dan Tony pun pulang kerumah sedangkan Ririn di tinggal di kos baru nya.
Ririn rebahin tubuh nya di atas kasur capek habis beres-beresin kamar nya, Ririn tu sekamar cuma sendiri, di dalam kamar nya udah ada kamar mandi, ada tempat masak nya juga kepisah dari kamarnya. Ririn nge cek ponsel nya tidak ada notifikasi apapun, Ririn pun nelfon Tony.
"Halo kak,"
"Halo, kamu udah nyampe rumah?,"
"Baru aja nyampe kak,"
"Oooh, yaudah istirahat gih pasti capek habis nyetir jauh,"
"Iya nanti kak, aku pengen denger suara kakak dulu,"
"Hmmm yaudah,"
"Kakak lagi ngapain?,"
"Habis beres-beres,"
"Kakak gak boleh kecapean, nanti sakit,"
"Ya ampun, beres-beres doang,"
"Yaudah, kakak mandi gih pasti keringetan habis beres-beres,"
"Iya, ini mau mandi,"
"Yaudah, aku juga mau mandi, kalau ada apa-apa langsung kabari aku ya kak,"
"Iya sayang,"
"Dah kak,"
"Dah."
Tuuut tuuut
Hati Ririn tu sebenarnya serasa di remas saat denger suara Tony, dia kangen banget sama Tony, Ririn gak tau bakal gimana dirinya tanpa Tony.
.
.
.
.
Next>>>