Little Boy

Little Boy
Chapter 19



Typo bertebaran


♡♡Happy Reading♡♡


Ririn pun buru-buru menuju rumah Tony, dan tak lupa menyuruh Mama nya untuk menjaga Bagas dikamar yang juga masih sakit.


"Kak, Tony mana?," Tanya Ririn pada Kak Reno yang sedang membuatkan susu untuk Tony di dapur.


"Di kamar Rin, dari tadi dia manggil-manggil nama kamu terus," Ucap Kak Reno, setelah mendengar ucapan Kak Reno, Ririn pun segera masuk ke kamar Tony di lantai 2


Ceklek


"Ton" Panggil Ririn setelah membuka pintu kamar Tony, namun orang yang di panggil sama sekali tidak menyaut, sepertinya Tony tertidur. Ririn pun mendekat ke tempat tidur Tony, dan benar Tony tidur dengan pulas. Ririn pun membetulkan selimut yang digunakan Tony lalu duduk di tepi ranjang sambil mengecek suhu tubuh Tony dan benar saja suhu tubuh Tony jauh lebih panas dari suhu tubuh Bagas.


"Woi ini susu lo!" Ucap Kak Reno masuk kedalam kamar Tony sambil membawa segelas susu


"Ssst Tony nya tidur Kak," Ucap Ririn sambil menempelkan telunjuknya pada bibirnya untuk menyuruh Kak Reno diam, Kak Reno menutup mulutnya dan mengangguk paham.


"Padahal dia nyuruh gue bikin susu, eh udah tidur aja," Omel Kak Reno


"Udah Kakak aja gih yang minum," Ucap Ririn


"Yaudah deh Kakak aja yang minum," Ucap Kak Reno sambil cengir


"Kak, Tony nya udah minum obat kan?," Tanya Ririn pada Kak Reno


"Udah Rin, tapi kalau Tony demam susah banget nyuruh makan," Ucap Kak Reno kawatir


"Jadi Tony belum makan ya Kak?," Tanya Ririn


"Belum Rin"


"Suhu tubuhnya panas banget Kak, kalau kita bawa ke dokter aja gimana Kak?," Tanya Ririn khawatir


"Tenang aja Rin, biasanya kalau Tony demam itu cuma bentar doang tapi kita harus sabar soalnya kalau Tony demam suka rewel," Ucap Kak Reno


"Tapi Kakak bersyukur aja sih sekarang, karena udah ada kamu yang bakal jagain Tony kan?," Ucap Kak Reno


"Iya Kak, tapi Bagas dirumah juga lagi sakit," Ucap Ririn


"Ya ampun Rin, Tony sendirian loh, Mama sama Papa nya gak ada dirumah. Bagas kan ada Mama kamu yang jagain," Omel Kak Reno


"Yaudah Kak, aku bakalan nginap disini jagain Tony. Kak Reno istirahat aja pasti capek dari tadi nyetir abis dari yogya trus jagain Tony pula," Ucap Ririn pengertian


"Makasih ya Rin, lo baik banget. Kakak istirahat dulu ya," Ucap Kak Reno


"Iya Kak" Balas Ririn, Kak Reno pun keluar dari kamar Tony dan beristirahat di kamar tamu.


Ririn menatap lekat-lekat wajah Tony penuh ke khawatiran. Ririn merasa telah gagal menjadi pacar yang baik untuk Tony karena telah gagal merawat Tony dengan baik, sampai-sampai Ririn tidak tau derita apa yang di sembunyikan Tony sebenarnya sampai membuat Tony sakit seperti ini. Sebenarnya dari tadi Ririn mencium betapa pekatnya bau asap rokok di kamar Tony ini.


Sebenarnya waktu liburan di yogyakarta Ririn juga sempat memergoki Tony sedang minum bir, namun entah kenapa Ririn masih enggan untuk bicara dan bertanya apakah Tony punya masalah atau terjadi sesuatu. Ririn merasa sangat gagal menjaga Tony, seharusnya Dia lebih sering bertanya dan mendengarkan Tony.


Ririn mengusap lembut rambut Tony sambil berkata,


"Maafin Kakak ya Ton," Ucap Ririn lirih


"Nnnggh" Tony mengerang dan perlahan membuka matanya, Tony sedikit kaget melihat keberadaan Ririn. Karena selama mereka pacaran baru pertama kali ini Ririn masuk ke kamarnya, yah biasanya Tony yang main ke kamar Ririn, alasan Tony gak mau ngajak Ririn main ke kamarnya cuma satu. Bau asap Rokok, dia takut Kak Ririn marah ilfil sama dia.


"Kak, kok ada disini?," Tanya Tony dengan suara serak nya, ciri khas orang pas bangun tidur


"Iya Ton, Kakak mau jagain kamu, Kakak nginap disini ya," Ucap Ririn sambil mengusap lembut pipi Tony


"Gak usah Kak, ada Bang Reno kok yang jagain Tony," Tolak Tony. yah Tony merasa gak enak aja sama Ririn, lagian dia juga nyadar kalau kamarnya bau asap Rokok.


"Gak Ton, Kak Reno udah tidur, Dia capek habis nyetir jauh," Ucap Ririn


"Tapi apa? kamar kamu bau asap rokok?, kali ini Kakak maafin soalnya kamu lagi sakit. lain kali Kakak gak mau lagi ke kamar kamu kalau masih bau kayak gini," Ucap Kak Ririn


"Iya iya deh Kak, janji," Ucap Tony sambil cengengesan


"Kak, sini dong peluk," Ucap Tony manja sambil nepuk-nepuk kasur kosong disebelahnya. Ririn yang mengerti maksud Tony pun segera naik keatas kasur dan berbaring disebelah Tony.


"Tony peluk Kakak ya?," Ucap Tony minta izin, Ririn hanya tertawa gemas karena biasanya juga langsung nyosor.


"Iya" Jawab Ririn. Tony pun langsung memeluk Ririn dan menenggelamkan kepalanya di leher Ririn, Tony menghirup dalam-dalam aroma yang ia sukai, ya, aroma ciri khas Ririn. Saat berada di dekat Ririn, saat memeluk Ririn, aroma itulah yang paling disukai dan dirindukanTony yang sudah menjadi candu baginya.


"Aku suka," Ucap Tony


"Suka apa Ton?," Tanya Ririn


"Aroma Kakak," Jawab Tony. Ririn auto blushing dibuatnya


"Kakak bau loh," Ucap Ririn


"Gak kok, Wangi, Wangi buah buahan menyegarkan. Aku suka," Ucap Tony yang masih menenggelamkan wajahnya pada leher Ririn.


"Hmmm iya deh" Ucap Ririn yang jantung nya dari tadi udah acak-acakan gara-gara si Tony


"Aku suka semua hal tentang Kakak, apapun itu," Ucap Tony. Ririn hanya tersenyum menanggapi ucapan Tony karena dia juga tidak tau harus mengatakan apa.


"Kak, sayang terus ya sama Tony apapun yang terjadi, Tony gak mau kehilangan Kakak," Ucap Tony


"Iya, Kakak bakalan sayang terus kok sama Tony. Dan Kakak gak bakal kemana-mana," Balas Ririn


"Janji?," Ucap Tony sambil melepas pelukannya dan menatap Kak Ririn


"Janji" Jawab Ririn sambil senyum. yah begitulah Ririn itu emang udah sayang banget sama Tony, mau lari kemana lagi Ririn, Dia udah sayang banget sama Tony sampai dengan mudah bikin janji kayak gitu.


cup


Tony mengecup lembut kening Ririn,


"Makasih ya Kak" Ucap Tony. Ririn hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Udah, kamu istirahat ya Ton udah malam," Ucap Ririn


"Iya, tapi aku tidur sambil meluk Kakak ya?," Tanya Tony


"Iya sayang," Jawab Ririn. Tony auto blushing soalnya baru pertama kali dengar Ririn manggil Dia dengan sebutan Sayang. Untung Tony lagi sakit, kalau gak lagi sakit udah Tony terkam tu mulut yang udah bikin jantung Tony acak-acakan.


"Apa Kak? Tony gak denger," Ucap Tony pura-pura budeg


"Iya sayang," Ulang Ririn dengan polos. Tony langsung aja meluk Ririn, seneng banget tuh anak.


"Good night Kak" Ucap Tony sambil nyium leher Ririn. Tuh kan Tony gak bisa nyium bibir malah leher Ririn yang jadi sasaran.


"too." Jawab Ririn.


..


..


..


..


Next>>>