Little Boy

Little Boy
Chapter 27



Sekarang Tony udah biasa tinggal sendiri di rumah dan di jagain mbak Ipit, tapi hari ini mbak Ipit pulang kampung jadi Tony tinggal sendirian di rumah.


"Bang, disuruh ke rumah sama Mama,"


Ucap Bagas pada Tony yang lagi rebahan di kasur, iya, si Bagas di suruh Mama nya buat manggil Tony biar bisa makan malam bareng dirumah trus tidur bareng Bagas dirumah nya Ririn, dari pada dirumah sendirian kan serem.


"Kok nggak kak Ririn yang manggil abang?," Tanya Tony pada Bagas


"Kak Ririn lagi bantu Mama masak bang,"


"Oooh gitu, yaudah ayok."


Tony udah biasa makan bareng sama keluarga Ririn, udah deket banget malah sama Mama dan Papa nya Ririn, karena sering di tinggal orang tua nya si Tony udah kayak jadi bagian keluarga Ririn. Apalagi sekarang ortu nya Tony udah cerai, Mama nya Tony jenguk Tony sih sesekali tetap aja Tony emang udah biasa di tinggal sendiri sama orang tuanya. Walaupun di tinggal sama orang tua nya, uang jajan Tony per bulan tetap di kasih sama bapak nya bahkan kalau Tony minta apapun tetap di kasih sama bapak nya, Maklum anak sultan.


"Eeh Tony udah datang, ayok duduk sini," Ucap Mama Ririn


"Iya tante."


Akhirnya mereka makan malam bersama seperti keluaga kecil yang bahagia, kadang Tony iri melihat hubungan keluarga kak Ririn yang begitu baik, namun di sisi lain dia sangat bahagia keluarga Ririn menerimanya layak nya seperti bagian dari keluarga mereka sendiri.


Setelah selesai makan Papa kak Ririn mengajak Tony main catur katanya juga pengen bicara serius sama Tony, Tony auto panik dong di ajak ngomong serius sama Papa mertuanya.


Mereka pun main catur di ruang tengah, hanya mereka berdua. Si Bagas aja minta ikut main gak di bolehin sama Papa katanya ini urusan orang dewasa, anak kecil gak boleh denger.


"Kamu beneran udah pacaran sama anak om?," Tanya Papa kak Ririn ke Tony


"I-iya om," Jawab Tony grogi, biasanya becanda-becanda sama Papa nya kak Ririn gak pernah grogi tapi ini beda lagi suasana nya.


"Udah berapa lama?,"


"Sekitar 4 bulanan om,"


"Kamu serius sama anak om?," Tanya Papa kak Ririn sambil fokus main catur


"Serius lah om,"


"Baguslah," Balas Papa kak Ririn dan jawaban itu membuat Tony mengangkat sudut bibir nya,


"Udah ngapain aja kamu sama anak om?,"


"Hah?," Tony mulai grogi, kok Papa nya kak Ririn nanya nya macam-macam kayak gini sih.


"Selama pacaran udah pernah skinship kan?,"


"U-udah om,"


"Udah ngapain aja skinship nya?,"


"P-pegang tangan, peluk dan ciuman om,"


Jawab Tony jujur dan grogi banget, rasanya Tony pengen menghilang aja dari hadapan Papa kak Ririn sekarang juga, Papa kak Ririn natap Tony kayak pengen makan aja. Huhuuuh mampus Tony, keringat dingin Tony bercucuran keluar serasa pengen pipis di celana.


"Cuma itu?," Ucap Papa kak Ririn


"Hah? cuma itu? pernyataan macam apa itu?," Batin Tony


"I-iya om," Jawab Tony


"Kenapa?,"


"Saya nggak mungkin ngerusak kak Ririn om, saya kan sayang sama kak Ririn,"


"Hmmm begitu, kalau kamu serius dan berani bertanggung jawab sama anak saya, tidak apa-apa,"


Lampu hijau dari Papa Ririn menyala, sekarang Tony serasa melayang di udara saking bahagianya.


Sekarang Ririn lagi rebahan di kasur sama adiknya si Bagas.


"Dek, papa ngomong apasih sama Tony?,"


"Gak tau kak, aku aja di suruh pergi gak boleh denger pembicaraan orang dewasa katanya,"


"Iiih Papa nyebelin, mau di apain Tony nya huhuuuuh kasian pacar aku,"


"BUCIN!,"


"Biarin!,"


Ceklek


"Gas, boleh keluar dulu gak?," Tanya Tony ke Bagas


"Mau ngapain bang?,"


"Abang mau ngomong sama kak Ririn,"


"Ngomong aja, mager."


"Gaaas,"


"Iya iya bang, ya ampun gini amat nasip gue di rumah sendiri dari tadi di usir mulu," Celoteh Bagas sambil keluar dari kamar kakak nya itu. Setelah Bagas keluar barulah Ririn angkat bicara.


"Ada apa Ton?," Tony malah langsung lari dan meluk kak Ririn erat,


"Ada apa? kamu di apain sama Papa aku?," Tanya Ririn panik melihat Tony yang tiba-tiba meluk Ririn kayak gitu.


"Aku sayang banget sama kak Ririn,"


"Iya kakak juga sayang banget kok sama kamu Ton," Tony melepas pelukannya dan natep kak Ririn


"Kak, aku tau aku bocah tapi kalau sama kakak jangan anggap aku bocah ya kak, aku ini kekasih kakak dan suatu saat aku bakal nikahin kakak,"


"Iya sayang," Ucap Ririn sambil tersenyum manis, Tony mengecup kening kak Ririn


"Emang tadi Papa ngomong apa sama kamu Ton?,"


"Itu rahasia aku dan Papa kak,"


"Iiih nyebelin,"


"Heheh emang nyebelin,"


"Iiih Tony, bilang ke kakak dong," Rengek Ririn


"Rahasia sayang," Ucap Tony


Blush


Ririn langsung blushing dengar kata sayang dari Tony, jarang-jarang di panggil begituan sama Tony.


Cup


cup


Tony mengecup kedua pipi Ririn yang merah,


"Kok blushing, kan aku jadi gemes," Ucap Tony sambik terkekeh


"Iih kamu nakal ya,"


"Iya dong, kalau gak nakal bukan Tony namanya,"


Cup


Tony ngecup bibir Ririn lembut, namun cukup lama karena Ririn juga larut dalam permainan bibir Tony dan ikut membalas ciuman Tony. setelah beberapa menit akhirnya tautan bibir mereka lepas.


"Kak, udah malem, waktunya tidur" Ucap Tony, Ririn mengangguk.


"Good night honey," Ucap Tony sambil menggesekan hidung nya dengan hidung kak Ririn.


"Sweet dream," Ucap Tony sambil mencium punggung tanyan Ririn.


"Too." Balas Ririn dengan senyuman manis.


Tony pun keluar dari kamar kak Ririn dan pergi ke kamar Bagas buat tidur.


.


.


.


.


.


Next>>