
Hari ini, kepala sekolah mengadakan acara gerak jalan untuk memperingati hari pemuda, semua kelas memakai baju olahraga. Beberapa anak cewek dan cowok terlihat menyelinap ke kelas pacar mereka.
Pagi itu cukup cerah, semua berjalan dengan lancar, tidak ada pelajaran hari ini, semua siswa-siswi boleh meninggalkan sekolah setelah mendengar pidato dari kepala sekolah.
Hampir ½ jam kepala sekolah bercerita panjang lebar tentang pentingnya hidup sehat bagi muda-mudi seperti mereka, agar mereka kuat dan mampu menjalani semua aktifitas dengan lancar.
Selesai pidato, kepala sekolah pun berpamitan dan semua siswa-siswi boleh meninggalkan sekolah kembali kerumah masing-masing.
Moment ini digunakan sebagian murid untuk mempercepat kegiatan ekstrakulikuler yang mereka ikuti, begitu juga dengan leo,irfan dan juga rendy.
mereka mempercepat latihan basket mereka sehingga banyak waktu yang bisa dipakai untuk melatih gerakan dan strategi mereka saat menyerang lawan.
Beberapa masih bergosip ria dikelas, sebab tak ingin cepat pulang kerumah.
Terlihat sesosok muda-mudi dibawah pohon mahoni sekolah itu, bima dan rina.
bima memang berpesan agar rina tak cepat pulang,ia ingin ditemani disekolah sebab ia tak tau harus melakukan apa sehabis acara gerak jalan.
Belakangan ini bima dan rina memang sedang akrab sebab bima baik dimata rina, rina pun percaya padanya, dan kerap kali bima menolong rina agar tak di ganggu leo. rina pun sering mengajari bima tentang materi yang tak ia mengerti.
"Rin kamu kalau entar lulus rencana mau ambil apa?" Tanya bima.
"Aku pengennya kedokteran bim,tapi aku cari jalur beasiswa. Kalau kamu?" Balas rina.
"Akusih pengen pertanian, tapi nyokap pengennya aku ambil arsitek." Ungkap bima.
"Oohh, jadi kamu ambil yang mana nanti?" Tanya rina penasaran.
"Lihat nilai aja nanti mana masuknya, hehe." Jawab bima sembari tertawa.
Merekapun panjang lebar bercerita tentang macam-macam hal. Saat itu awan mulai terlihat menghitam.
"Rin, pulang yuk kayaknya mau turun hujan." Ajak bima padanya.
"Iya bim, yaudah kamu diluan aja, aku mau ambil barang aku ke kelas dulu masih ada ketinggalan." Jawab rina,kemudian mereka berdiri dari bangku itu.
"Kamu gak mau pulang bareng? Aku bawa motor." Ujar bima menawarkan.
"Ga usah bim,kamu diluan aja, aku balik ke kelas ya. Dah bim." rina pun berlalu pergi sembari melambaikan tangannya kearah bima.
"Oke rin,lu hati-hati ya." Teriak bima dari kejauhan.
Rina mengambil barangnya yang tertinggal di dalam laci, setelah itu ia pun pergi menuju halte bus depan.
Belum sampai rina ke halte hujan tiba-tiba turun dengan derasnya, rina menutup kepalanya dengan tasnya,untung saja ia tak bawa buku hari ini. Tak berapa lama ia pun sampai di halte namun bajunya sudah basah.
Saat itu leo dan teman basket pun menyudahi kegiatan ekskul mereka dikarenakan hujan,semua berpamitan. Leo pun berlari mencari sepedanya di parkiran, hujan terus saja turun mengguyur badannya.
"Nanggung udah basah gini sekalian basah-basahan an aja deh pulang." Batinnya.
Ia pun mengayuh sepeda sportnya menuju rumah, ia melihat sosok rina yang sendirian tengah menunggu bus.
Leo berhenti tepat di samping halte.
"Wahhh gila deras banget nih ujan,abis gue!." Ucapnya tiba-tiba mengagetkan rina yang tak tau dengan kedatangannya.
Leo menatap rina "woi cewek ganjen, nunggu apa lu?" Tanya nya kemudian.
"Eh- itu nunggu bus arah rumah aku yo. Tapi dari tadi belum ada yang lewat" Jawab rina cepat.
"Ohh, iya iya." Leo mengiyakan dengan nada dinginnya.
Mereka berdua berteduh di halte itu, bus yang di tunggu rina tak kunjung terlihat, hujan masih saja deras menghantam bumi.
"Rumah lu dimana?" Tanya leo tiba-tiba.
"Rumah aku yo?" Tanya rina meyakinkan.
"Yaiya rumah lu, masak rumah gue sendiri gue tanya." Kesalnya.
"Di jalan bangun rumah aku yo." Jawab rina.
"Oohh." Ucap leo singkat.
"Mau gue entar?" Tanya leo kemudian.
"Antar?" Rina keheranan.
"Iya, gue mau pulang, arah rumah gue juga lewat sana, dari tadi bus lu ga keliatan, nih hujan juga makin deras." Jelas leo pada rina.
Memang benar kata leo, hujan bukannya berhenti malah semakin deras, bisa saja hujan ini sampai malam. Rina pun sudah merasa dingin dengan bajunya yang basah. Leo mengambil sepedanya bersiap untuk pergi.
"kamu diluan aja yo, aku gak mau ngerepotin kamu." Jawab rina segan.
"Udah deh lu naik aja gausah banyak omong, cepat!" Perintah leo.
Akhirnya rina pun mengalah, leo menyuruhnya duduk di besi depan sepedanya, ia menyuruh rina memegang baju depannya dan menyenderkan bahunya sedikit di dadanya untuk penyeimbang rina agar tidak terjatuh.
Mereka pun menerobos lebatnya hujan, rina mengarahkan leo ke arah rumahnya.
Sampai pada akhirnya merekapun sampai, rina langsung saja turun dari sepeda leo. Orangtua rina yang melihat mereka kebasahan segera mengambilkan handuk untuk leo dan rina.
"Aduh nak masuk dulu, hujan nya lebat sekali masih." Ucap ibu rina.
"Eh em, gausah buk, leo langsung balik aja." Jawabnya gagap.
"Gausah segan nak,sini masuk dulu ayok, kamu ganti pakaian kamu dulu. Nanti kalau sudah agak reda baru pulang." Ajak ibu rina lagi.
"Eh- baik buk." Leo meng iya kan. Ia pun memarkirkan sepedanya disamping rumah rina. Ia duduk di terasnya.
"Yo aku mandi sebentar ya,nanti habis ini kamu mandi juga." Ujar rina, ia kemudian berlalu pergi.
Leo mengeringkan kepalanya dengan handuk yang diberi ibu rina. Rumah rina sangat sederhana. Lantai nya semen berwarna hitam namun terlihat bersih dan mengkilat, dindingnya berwarna hijau muda dengan ornamen kerajinan tangan di dindingnya, rumahnya kecil namun terlihat sangat nyaman.
Leo melihat sekeliling rumah rina, di depan terdapat pekarangan yang dihiasi bunga terlihat sangat tertata apik dengan tanahnya yang tersusun batu bata rapi diatasnya.
Tak selang lama, rina pun keluar mengenakan setelah kaos panjang berwarna biru muda, dan memakai rok panjang berwarna hitam. Rambutnya masih tergerai basah.
" Yo kamu mandi ya, basahin rambut kamu biar gak demam. Nih baju nya." Rina menyuruh leo sembari memberikan baju kaos berwarna hitam dan celana pendek berwarna coklat muda.
Entah kenapa leo pun tak banyak bicara, ia menuruti perkataan rina, rina mengantarkan nya ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai leo keluar dari kamar mandi,ia melihat rina dan ibunya yang tengah menyiapkan sesuatu.
Rina yang melihat leo keluar dari kamar mandi menyuruh leo duduk di ruang tengah.
"Yo kamu duduk aja di ruang tengah dulu ya." Suruh rina dari kejauhan.
Leo pun pergi menuju ruang tengah, ia duduk di bawah ditemani oleh kucing rina yang berwarna orange.
Tak selang berapa lama,rina dan ibunya datang membawakan nasi dan beberapa lauk yang masih hangat.
Ada teh manis juga yang sudah dibuat oleh rina. Leo terperangah menatap makanan di depannya.