LEO

LEO
Susu Vanilla



Dari kejauhan pak anton guru olahraga mendatangi mereka.


"Kamu gak apa-apa nak?" Tanya pak anton kemudian.ia melihat tangan rina yang terluka.


"Kamu ke uks ya, bersihin luka kamu pakai alkohol." Ucap pak anton pada rina. "kamu dan yang lain kita lanjut tes nya." Ujarnya pada kiki dan siswi lainnya.


"Baik pak." Kata mereka mengiyakan.


"Maaf ya rin gue ga bisa nemenin ke uks, disuruh praktek lagi sama pak anton." Ucap kiki dengan wajah sendu.


"Udah gak apa-apa aku bisa kok ki sendiri, kamu praktek aja.aku langsung ke uks ya." Ucap rina. Kiki pun mengangguk lalu kembali ke permainan mereka.


Rina berjalan ke arah uks.tanpa rina sadari sepasang mata dari kejauhan menatapnya.


Sesampainya di uks,rina membersihkan lukanya menggunakan alkohol. Ia menaruh obat itu disekitaran lukanya.


Kemudian ia kembali ke lapangan namun pak anton hanya menyuruhnya duduk dan tak bermain lagi.


pertandingan dimenangkan oleh tim kiki dengan skor 12-13, Kegiatan praktekpun selesai, semua kembali ke dalam kelas untuk mengganti pakaian mereka.


"Rin luka lu gak apa-apa?" Tanya jenni khawatir.


"Gak apa-apa jen, tadi udah aku obatin di uks." Rina menunjukkan tangan nya yang sudah diberi obat.


"Yaudah rin kita ambil baju ke kelas ya, ganti di toilet." Usul jenni pada rina.rina pun menuruti.


Mereka kemudian mengambil baju di kelas dan pergi menuju toilet wanita untuk bertukar pakaian.


"Eh yo, lu siang ini latihan kan?" Tanya irfan pada leo.


"Yoi gue latihan lah, entar lu kangen gak ada gue.haha" jawab leo usil.


"Yeh lu mah, paling si ara yang kangen lu." Bantah irfan ikut membalas leo.


"Ara terus, naksir lu sama dia?" Goda leo.


"Gue sih mau aja,haha." Irfan terbahak. begitu juga dengan leo.


Semua anak lelaki berganti pakaian di dalam kelas, sedangkan anak perempuan berganti pakaian di toilet.


Setelah selesai merekapun beristirahat, ada yang bergosip ria, ada yang tidur, ada yang bermain hp, ada yang sedang jajan di kantin seperti jenni dan kiki yang tengah menuju kantin untuk memesan mieso.


Namun tidak dengan rina, ia kembali ke kelas untuk memakan bekalnya. Saat ia membuka tasnya, ada sesuatu yang asing tampak di dalamnya. Sekotak susu full cream rasa vanila dan obat merah.


Dia memegang keduanya memperhatikannya dalam bingung. Tidak ada kertas atau apapun yang dapat menjelaskan asal kedua benda tersebut.


"Mungkin ini dari dia." Batin rina menerka-nerka bahwa si penggemar rahasia yang memberikan kedua benda itu padanya. "Apa tadi dia melihatku? tapi darimana?" Batinnya lagi, ia sungguh penasaran.


"Woii!! Mana janji lu." Tanya leo tiba-tiba.


Rina terkejut, langsung saja ia memberikan kue yang dipesan leo semalam.


"Ini yo kue nya." Tangannya mengulurkan kue didalam 2 kotak putih.


"Ok." Jawab leo dingin.


ia mengambil kotak di tangan rina dan memasukkan nya ke laci "Itu di depanlu apa?" Tanyanya kemudian menyelidik meja rina yang tepat di depannya.


"Ehmm, bekal aku yo." Jawab rina takut. "Kamu mau?" Tawarnya mencoba mengurangi suasana yang tegang.


"Emang lu bisa masak? Yakin gak buat gue sakit perut?" Ucap leo sinis.


"Enggak yo, kalau kamu mau makan ambil aja,gak pedas juga kok." Rina memberikan kotak bekalnya pada leo.


"Jadi lu fikir gue takut pedas?" Kesal leo.


"Eng- enggak gitu maksud aku yo." Jawab rina takut.


Leo membuka kotak bekal rina, terlihat sepotong ikan sambal, cah kangkung dan juga tempe goreng disana.


Ia kemudian menatap rina lalu kembali menatap bekal ditangannya. Kemudian ia menyuap kan bekal rina kemulutnya.


"B-belum." Jawab rina gagap.


"Nih buka mulut lu." Perintah leo pada rina dengan nada dingin.


"Eh, i-iya." Rina kemudian membuka takut mulutnya, leo langsung memasukkan sesendok nasi beserta lauk kedalam mulut rina, belum sempat rina mengunyah habis makanan dimulutnya leo kembali memasukkan nasi dan lauk kedalam mulut rina, membuat rina tergagap dan mulutnya berisi penuh.


"Nah! Lu abisin gak selera gue." Ucap leo memberi kotak makan rina ke tangan rina, kemudian ia pun pergi menyusul rendi yang tengah berlatih basket di lapangan. ia membawa satu kotak kue yang rina beri padanya tadi.


Rina pun bersyukur akhirnya dia lepas dari amukan leo. Ia menghabiskan setengah bekalnya dan setengahnya lagi ia simpan.


Ditengah lapangan terlihat Rendy dan juga dio sedang beradu basket one on one. Leo duduk di samping lapangan yang teduh, membuka kotak berisi kue tadi dan menikmati nya di bawah pohon itu.


"Leeooo sayaang." Suara cempreng manja memekak kan telinga leo. Siapa lagi kalau bukan ara.


"Duh apalagi sih." Batin leo kesal.


Ara datang mengalungkan kedua tangannya ke leher leo dari belakang.


"Leo sayang lagi apa?" Tanya ara manja.


"Lu gak liat gue lagi apa?" Jawab leo dingin.


"Ih apaan tuh, kayak kue pinggiran-pinggiran gitu,iiyeuuh. lu kok makan gituan sih." Ungkap ara jijik.


"Suka-suka gue dong, lagian enak makanya gue makan." Jawab leo menimpali.


"Ih enakan lagi Japanese cake buatan gue, lu mau gak aku buatin." Kata ara menyombong.


"Kalau gratis terserah,kalau bayar gue ogah." Pungkas leo.


"Ih leo, ya gratis dong buat leo apasih yang engga." Jawab ara manja.


"Udah lepas tanganlu, gerah." Leo menepis tangan ara dari badannya.


"Iyaaa.. iyaaa..hmph!" Dengus ara kesal.ia pun duduk disamping leo.


"Woi yo, makan apa lu?" Tanya irfan yang menghampiri leo dan ara.


"Nih kue, lu mau?." Tawar leo padanya.


"Kebetulan gue laper, dio lo gak mau kue ? Sini!" Ajak irfan pada dio di seberang lapangan.


Dio pun datang menghampiri mereka,kemudian memakan kue yang dibawa leo.


"Enak yo kue nya, lu beli dimana ?" Tanya dio.


"Sama temen gue, enak kan? gue ga akan salah pilih kalau soal makanan,siapa dulu?LEO!." Sombongnya.


"Dih sombong amat nih anak. Haha" Irfan tertawa.


"Temen? Temen yang mana?" Tanya ara penuh selidik.


"Ada deh." Jawab leo.


Sedang di dalam kelas rina sedang membaca surat yang tadi pagi diletakkan seseorang di mejanya.


*Hai gadis cantik ku, apa kabar kamu hari ini?


Tadi malam aku membaca suratmu dan membayangkan wajah manismu. Aku bukan tak ingin berteman denganmu, tapi aku ingin kamu berbagi cerita denganku melalui surat ini saja, agar kamu merasa nyaman dengan kehadiranku. Kamu boleh bercerita padaku tentang apapun itu, aku sungguh ingin mendengarkan semua tentang dirimu.aku akan menjadi pendengar yang baik dan tak akan memberi tahu apapun tentangmu pada orang lain. Sebab kamu adalah harta karun ku yang berharga dan akan kusimpan rapat-rapat di dalam hatiku, tak boleh ada satu orangpun yang tau.


Oh iya, Aku suka warna biru langit, bagaimana denganmu ? Apa warna yang kamu suka ?*


rina kembali tersenyum membaca surat itu,


"betapa manis pria misterius ini." Batinnya.


Surat menyurat itupun setiap hari mereka lakukan, rina bercerita tentang segala hal, mulai dari warna yang dia sukai,makanan dan minuman yang ia sukai dan tidak, apa saja yang ingin ia lakukan kedepannya, ia juga bercerita tentang apa saja yang ia inginkan namun belum bisa ia dapatkan, dan masih banyak cerita lainnya.