
"Lu kenapa sih yo kok muka lu ditekuk gitu?" Tanya ara heran melihat raut wajah leo saat itu.
"Gak apa-apa." Jawab leo dingin.
"Yaudah lu mau pesan apa yo?" Ara bersiap mencatat pesanan mereka di kertas kecil.
"Gak,gue gak selera." Balas leo.
"Ih gue gak mau ya lu gak makan, udah gue pesenin nasgor ya?" Paksa ara. Leo pun mengalah.
Mereka pun akhirnya makan, ara masih penasaran dengan kejadian sebelumnya dikelas leo.
"Yo tadi itu lu kenapa?"ara memulai pembicaraan.
"Gak ada,gue gak suka aja sama tuh cowok." Jawab leo masih dengan tangannya yang sibuk menyuapkan nasi kemulutnya.
"Maksud lu? Lu gak suka kalau tuh cowok ngedeketin cewek tadi?" Selidik ara.
"Hemm.." dehem leo menganggukkan kepalanya.
"Emang tuh cewek siapa ? Lu suka sama tuh cewek?" Tanya ara lagi.
"Uhuk,..uhuk" leo terbatuk mendengar pertanyaan ara, ia mencari segelas air lalu meminumnya.
"Ap-apaan sih lu, gausah ngomong yang enggak-enggak." Tepis leo.
Ara hanya diam mencermati, namun ara yakin ada sesuatu di antara leo dan gadis itu.
"Leo entar pulang gue nebeng yaa." Tanya ara manja.
Sepanjang perjalanan mereka ke kelas ara bergelayut manja pada leo, siswi lain yang melihat kedekatan mereka merasa cemburu.
Bagaimana tidak, ia bersikap dingin pada wanita lain, tetapi tidak dengan ara, bahkan ia memperbolehkan ara bergelayut manja memegang tangannya.
"Sorry ra gue ada ekskul hari ini." Jawab leo beralasan. Padahal hari ini ia tidak ada ekskul sama sekali.
"Yaahh, kalau besok gimana?" Tanya ara lagi.
"Hemm, liat besok ya." Jawab leo. Ara sudah sampai di depan kelasnya.
"Cciieee berduaan terus nih yeee." Goda ica teman sekelas ara.
"Iihhh ica usil deh." Ara malu-malu.
Leo menatap sinis pada ica "Yaudah gue cabut ya ra." Ucap leo kemudian.
"Wess tenang boss, jangan galak-galak dong." Goda ica.
Leo hanya diam lalu pergi menuju kelasnya.
"Lu kapan jadian sama leo sih ra?" Tanya ica penasaran dengan kedekatan mereka.
"Leo nih ga nembak-nembak gue.huhu." ungkapnya manja.
"Mungkin dia gak peka ra, yang penting lu pepet aja terus." Ujar ica.
"Tapi ca gue penasaran, kayaknya dia ada deket deh sama cewek di kelasnya." Ara kemudian menceritakan kejadian di kelas dan di kantin tadi.
"Wahh serius lu ? Ga bisa dibiarin nih, entar coba kita selidiki." Ajak ica pada ara.
"Oke ca, entar temenin gue ya cari tau soal tuh cewe." Ara memikirkan siasat untuk mencari tau identitas cewek yang dekat dengan leo.
Drrrt!drrt!
Handphone rina berbunyi.
From:leo
Lu dimana?
From:rina
Di perpustakaan yo.
Rina sedang mencari buku untuk pembahasan belajar bersama rian nanti.
Saat ia mau mengambil buku dari rak di depannya,sebuah tangan menahan buku itu untuk tetap di tempatnya.
Kepala rina sontak menoleh ke arah belakang melihat si empunya tangan.
"Entar pulang sekolah lu pulang sama gue." Perintah leo.
"Maaf yo, hari ini aku mau ngajarin bima di kost an nya." Ungkap rina kemudian.
Mata leo membelalak,tak percaya. ditatapnya gadis di depannya itu.
"Di kost?" Fikirnya mengawang. Dahi nya seketika mengernyit. Ia menarik tangan rina.
"ikut gue, gue mau bicara." Ucapnya dengan nada marah.
"Lu udah gila?!" Bentak leo setelah mereka di tempat sunyi.
"Maksud kamu yo?" Rina heran.
"Lu mau ke kost an cowok ?berdua? lu nyari masalah?!" Ucap leo masih dengan nada marahnya.
"Yo kamu berlebihan,lagian kamu gak ada hak buat ngelarang aku ngajarin bima di kost an nya." Jelas rina yang membuat leo saat itu langsung bungkam.
"Oke, terserah lu, tapi gue gak mau tau kalau lu kenapa-kenapa." Sinis leo, ia pun meninggalkan rina lalu balik ke kelasnya.
"Gue gak bisa percaya gitu aja sama lu bim!" Gumam leo geram.
"Apasih yang difikirin leo? bima gak mungkin macem-macem sama aku, aku lebih gak percaya sama leo dari pada bima." Rina membatin.
Rina tetap pada pendirian nya tanpa mengindahkan perkataan leo, saat bel pulang bima sudah menunggu rina di bawah tangga. Ia melambaikan tangan ke arah rina.
"Rin!" Panggil bima.
Rina menuruni tangga menjumpai bima, bima pun mengajak rina keparkiran untuk mencari motor bima agar mereka bisa pulang.
"Bim kamu kenal leo dari mana?" Tanya rina saat ditengah perjalanan.
"Gak ada, gue cuma kenal gitu aja, kan memang dia terkenal di sekolah. Memang kenapa?" Bima balas bertanya.
"Gak apa-apa bim, aku kira kamu dekat sama leo." Jawab rina.
Dari kejauhan terlihat seseorang mengikuti mereka, ia menjaga jarak agar bima tak mengetahui kehadiran nya.
Merekapun akhirnya sampai di kost an bima, kost an bima terdiri dari 1 ruang sedang yang dijadikan untuk meletakkan kasur, dan satu kamar mandi, ada 3 gedung sejajar namun 3 gedung lain kosong karena pemiliknya sedang bekerja. Kost an bima terletak paling ujung.
"Masuk rin." Ajak bima pada rina.
Rina pun masuk dan meletakkan tasnya dilantai.
Saat rina hendak duduk tiba-tiba bima menutup pintun,kemudian menguncinya.
"Loh kok dikunci bim?" Tanya rina kaget.
Bima diam, ia mengantongi kunci kost an nya.kemudian dengan senyum sinis ia mendekati rina.
"Bim.kamu kok aneh." Rina semakin takut melihat senyum bima saat itu.
Bima terus saja mendekati rina, rina memundurkan badannya sampai akhirnya rapat dengan tembok.
Bima mencekik rina.
"Bim, uhkk.. bim kamu ng-ngapain." Rina mencoba melepaskan tangan bima dari lehernya. Tapi bima dengan sigap memegang kedua tangannya.
Bima kemudian mencium bibir rina dengan ganas sampai rina merasa sesak sebab ia tak bisa mnegambil nafas.
"Bim berenti." Teriaknya. "Kamu kok gini bim?" Tanya rina dengan tangis nya.
Bima kemudian melepas tangannya di leher rina, ia memegang dagu rina dengan kasar.
"Lu tau kenapa gue gini?" Tatap bima dengan sinis kearah rina "gue tau lu orang yang spesial bagi leo, dulu dia ngehancurim cewek yang penting bagi gue, sekarang gue mau dia ngerasain hal yang sama kayak gue rasain waktu itu.ahahaha" ungkap bima disertai tawanya yang mengerikan. Ia kembali ******* bibir rina.
"Hhmmphh! Hmmph!"
Rina memberontak.bima kemudian merebahkan rina dengan kasar.
"Jangan bim.toloongg!!!" Rina menolak badan bima dengan sekuat tenaga,ia berteriak diiringi dengan tangisannya, namun tenaga bima begitu kuat.
Bima mengoyak pakaian sekolah rina.
"Tolooonggg!!!!!" Teriak rina lagi. Rina berusaha lepas dari bima yang masih dengan kuat menahan kedua tangannya .
Leo yang sudah sampai memarkirkan motornya, untung saja hari itu ia memakai motornya jadi ia tak terlalu jauh ketinggalan jejak bima dan rina.