
Siang itu cuaca cukup panas terasa membakar kulit. Rina menyusuri jalan menjajakan dagangannya pada setiap orang yang ia temui.
"Kue buk,kue pak. Dua ribu 3." Seru nya.
"Dek kue" Panggil seorang ibu yang sedang duduk di taman kota.rina langsung saja menghampiri ibu itu.
"Ibu mau kuenya 20 ribu ya nak, campur aja semuanya." Ucap ibu itu kemudian.
"Baik bu." Jawab rina.
"Kamu masih sekolah nak?" Tanyanya.
"Masih bu kelas XII SMA." Rina menjawab seraya memasukkan beberapa kue kedalam plastik.
"Wah sama kayak anak ibu, anak ibu cowo kelas XII juga.kamu masih muda udah rajin ya bantu keluarga kamu" ucapnya "setiap hari jualan?" Imbuhnya kemudian.
"Iya buk, jualan tiap harinya." Ungkap rina kemudian. "Ini buk kue nya." Rina kemudian menyodorkan kue yang sudah selesai dibungkusnya.Ibu itu mengeluarkan uang selembar 50 ribu dari dalam tasnya.
"Ini nak uangnya." Ia memberikan nya pada rina.
"Ibu ada uang kecil? Saya cuma ada kembalian 10 ribu buk, baru keluar soalnya bu belum banyak laku." Ungkap rina seraya mencari kembalian.
"Udah itu untuk kamu aja kembaliannya, untuk anak cantik yang rajin." Puji ibu itu.
"Aduh bu saya ga enak nerima kembalian nya banyak banget bu." Pungkas rina "sebentar saya tukarkan saja ke warung depan ya bu." Sambung nya kemudian.
"Udah kamu ambil aja ya, anggap rezeki kamu."
" makasi banyak ya buk, mudah-mudahan rezekinya ibu juga semakin diperlancar." Ucap rina mendoakan,ia terharu, air matanya hampir jatuh mengingat uang kembalian yang besar dan jarang sekali ia dapat.
"Yaudah ibu balik ya." Ibu itu kemudian bangkit dari tempat duduknya ia berjalan menuju mobil miliknya.
_ _ _ _
Seseorang baru saja masuk ke pekarangan rumah leo menggunakan mobil berwarna hitam, ia memarkirkan mobilnya ke garasi kemudian turun. Perempuan itu kemudian masuk meletakkan sesuatu diatas meja makan.
"Krruuukkk" perut leo berbunyi.leo yang sedari tadi tiduran dikamarnya tiba-tiba merasa lapar, ia pun bergegas turun menuju ruang makan, berharap bi lina asisten rumah tangganya sedang memasak sesuatu. Ia mendapati mamanya sedang memakan sesuatu, terlihat beberapa kue basah dan gorengan dimeja.
"Mama baru pulang?" Tanya leo pada mamanya.
"Iya yo, kamu udah makan ? Ini mama tadi beli kue." Ucap beliau.
"Aduh leo ga suka ma, Bi lina gaada masak apa gitu ma?laper nih." Terangnya.
"Bi lina masih beli sayur belum balik dari pasar, udah kamu makan aja ini. Enak loh." Ujar mamanya seraya menyuapkan sepotong kue sus kedalam mulutnya. "Ehm,kamu yakin gamau? Enak banget loh ini." Sambung mamanya lagi.
"Yaudah deh leo laper banget soalnya tadi pulang sekolah belum makan." Leo pun mengambil sepotong kue berwarna hijau beraroma pandan."
"Kok enak ya ma, mama beli dimana?" Leo yang memang kurang menyukai jajan pinggiran tak pernah tau bahwa ada kue seenak itu,baru kali ini dia merasakannya.
"Di tanah lapang griya yo, yang jual masih sekolah loh seumuran kamu,cantik lagi." Ungkap mamanya "hebat deh harus sekolah, tapi bantu orangtua juga cari rezeki." Ujar ibunya kemudian.
"Heemmm..." Leo hanya berdehem, beberapa potong kue sudah habis dimakannya.
"Kok leo kurang ya ma, pengen yang hijau tadi enak banget.masih ada gak yang jualan itu tadi di sana ya ma?" Tanya leo penasaran.
"Coba aja kamu cek sana, mama juga baru pulang, mungkin masih ada yo."
"Dih kamu ini emang manja banget ya, nih kuncinya." Mamanya mengambil kunci dari kantong celana kemudian memberikannya pada leo.leo pun bergegas menuju lapangan untuk mencari penjual kue tadi. Matanya menyusuri pinggiran lapangan itu.
"Itu yang jualan kue kayaknya,tapi bentar, kayaknya gue kenal nih." Gumamnya.
Rina masih menjajakan kue nya di lapangan menawarkan pada setiap orang yang tengah duduk di bangku taman.
"Wahh cewek ganjen ternyata, gue kirain siapa ." Ucap seseorang di belakang rina, ia seperti tak asing dengan pemilik suara itu. Hanya ada satu nama terbersit dibenaknya,leo!
Rina pun berjalan santai mengacuhkan leo dibelakang nya.
"Gue kirain tadi nyokap gue beli kue dimana, eh ternyata sama lu. Tau gitu ga gue makan tuh kue,ga sudi ! bisa-bisa sakit perut gue." Cerca leo.
Rina yang tak terima cercaan leo berbalik menatap kearah leo.
"Memangnya kue aku beracun sampai kamu sakit perut segala? Asal kamu tau ya kue yang dibuat ibu aku pakai bahan-bahan yang bagus dan higienis, jadi jangan asal tuduh kamu." Marah rina, ia tak suka jika ada yang mencerca barang dagangannya.terlebih itu adalah buatan ibunya.
"Halah! Belagu amat lu." Tukas leo, ia menepis keranjang dagangan rina. Hingga kue yang berada didalamnya berhamburan keluar,semua rusak.berdebu. Hanya beberapa yang masih bagus sebab dibungkus oleh daun pisang.Lina terkejut, matanya menatap kue-kue yang berhamburan di tanah. Matanya basah.
"Kue ku." Ucap rina. Ia kemudian mengutip kue-kue yang berserakan.leo menyeringai.
"Makanya lu gausah belagu." Ucap leo.
"Aku ada salah apa sih yo sama kamu, aku ga pernah ganggu kamu, aku ga pernah cari gara-gara sama kamu,tapi kenapa kamu selalu jahatin aku,emang aku salah apa yo." ia mendongak menatap leo dengan tatapan sendunya,kemudian ia kembali memungut kue-kue nya.
Bulir bening merayap keluar dari celah matanya. Masih banyak kue yang belum terjual, jika semua habis bisa menghasilkan kurang lebih 150 ribu ,cukup untuk modal esok hari ibunya membuat kue kembali.
"Udah gausah akting lu, pake nangis segala,nih gue bayar!" Leo mengambil dompetnya.
Ia mengeluarkan lembaran-lembaran 100 ribu lalu mencampakkan nya ketanah.
"Tuh cukup kan buat kue lu yang gak seberapa itu." Timpalnya.
Kemudian ia pergi meninggalkan rina yang tengah menangis mengutip kue-kue nya yang berserakan. Ia pun kembali melajukan mobilnya kembali kerumah.
Rina mengutip lembaran uang 100 ribu yang berjumlah 10 lembar di depannya, betapa mudah orang seperti leo menghambur-hamburkan uang sedang orang seperti dirinya mencari selembar dalam sehari pun belum tentu ia dapatkan.
Mama leo heran dengan kedatangan leo yang tidak membawa apa-apa namun leo tersenyum sepanjang jalan menuju kamarnya.
"Yo kamu kok senyum-senyum gitu,kesambet kamu?" Tanya mamanya heran memperhatikan gelagat anaknya.
"Enggak ma,leo ingat tontonan menarik dilapangan tadi,seru!" Ujarnya.
"Emang ada apa tadi ?"
"Ada deh ma, mama mau tau aja." Ucap nya meledek.
"Yehh kamu udah pinter ya main rahasia-rahasia sama mama." Ucap mamanya penuh selidik.
"Haha mama bisa aja,dah ah leo ke kamar dulu mau lanjut tidur."
Leo kemudian menuju kamarnya di lantai 2. Mama leo hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak satu-satunya itu.
"Lu fikir dengan nangis lu aman dari gue." Batin leo. "Liat aja lu besok." Senyum sinis menyungging dari bibirnya.