
karena apa yang nanti ditayangkan akan keluar juga di tv dan ia juga tak ingin menghabiskan uangnya hanya untuk membayar tiket bioskop yang cukup mahal.
"Dimakan itu." Ucap leo padanya.
"Iya yo." Rina meng iya kan, ia pun mengambil sedikit demi sedikit popcorn dan memakannya.
Akhirnya film pun dimulai, ternyata leo memesan film horror, film yang sama sekali tak bisa ditolerir oleh rina, ia sungguh ketakutan.
Jantungnya berdegup kencang, suara bioskop yang besar menambah level ngeri film yang mereka lihat. Rina menutup matanya menggunakan kedua tangannya.
"Lu kenapa?takut?" Tanya leo heran melihat rina yang menutup wajahnya dengan kedua lengannya.
"...." Rina diam tak menjawab.
"Rin lu takut?" Tanya leo sekali lagi.
"..." Namun rina tetap diam tak menyahut, leo pun akhirnya memegang kepala rina, ia membenamkan wajah rina ke bahu nya. kemudian merangkul rina dengan tangannya.
"Astagaaaa." Ucap leo.
Leo menatap rina lucu. Sebegitu takutnya rina pada film horor sampai ia tak bisa berkata-kata apapun.
Leo kembali menikmati film nya. Setelah film selesai ia pun menepuk halus pundak rina.
"Hei! Film nya udah siap tuh.betah amat kayaknya lu gue peluk." Ucap leo meledek.
"Rina akhirnya menegakkan kepalanya." Terlihat raut wajahnya yang masih takut.
Leo tersenyum lucu melihat air wajah rina saat itu.
"Lu segitu takutnya sama film horror?" Tanya leo masih dengan rasa menggelitik di perutnya.
Rina mengangguk lemas. Air matanya masih terus mengalir turun.
"Udah..udah jangan nangis, maaf ya.. gue gatau lu segitu gak sukanya sama yang serem-serem. Lagian kan ada gue disini lu gausah takut." Tukas leo sembari menyeka air mata rina.
Rina hanya diam mengangguk.
"Yaudah yuk keluar, gua mau ngajak lu lagi ke tempat lain." Leo kembali menggenggam tangan rina. Menuntunnya menuju parkiran.
"Lu lapar gak?" Tanya leo saraya menatap rina.
"Enggak yo, masih kenyang." Jawab rina kemudian.
Merekapun kembali menyusuri jalan menuju tempat selanjutnya yang leo ingin.
Setelah cukup lama dijalan,akhirnya mereka sampai.
Ternyata leo mengajak rina menikmati laut.
Rina yang sudah lama tak kelaut merasa begitu senang. Dulu ia pernah kelaut beberapa kali saat kecil itu juga laut di tempat sepupunya, tapi jarang sekali dia kesana sebab jarak tempuh yang cukup jauh.
Dan kalaupun jarak laut yang cukup dekat menggunakan kendaraan, rina tak tau harus pergi dengan apa agar menghemat ongkos.
Mata rina menelusur dari ujung ke ujung, senyum terkembang di wajahnya.
"Aku udah lama banget gak kelaut yo." Ucapnya senang.
"Bagus deh berarti kali ini lu suka kan?" Tanya leo.
Rina mengangguk. ia dan leo pun segera mendekati bibir pantai.ia melepaskan sepatunya dan menikmati bermain dengan air di bibir pantai.
Leo hanya duduk menikmati pemandangan. Ia senang melihat rina yang asik bermain air.
"Kayak anak kecil aja." Gumannya lucu.
Tak terasa waktu pun berlalu, matahari sebentar lagi terbenam. rina pun menghampiri leo dan duduk di sampingnya.
"Maaf ya yo aku malah asik sendiri." Ucapnya pada leo diselingi rasa takut.
"Kenapa lu minta maaf, kan gue emang mau buatlu seneng." Jawab leo sembari mengusap kepala rina. Ia tersenyun tipis. Kemudian ia kembali memandangi senja di depannya.
Rina yang melihat wajah leo saat itu sangatlah teduh, piyas dengan warna orange dari senja seakan menambah kehangatan di wajahnya.
Perlakuan leo saat itu sangatlah berbeda dengan perlakuannya sehari-hari pada rina.
Matahari pun terbenam dengan indahnya, rina menatap nya kagum. Sedang leo sedang mencuri pandang kearah rina.
"Ehm, lu lapar gak?" Tanya leo pada rina.
"Lumayan sih yo,kamu?" Balas rina.
"Aku juga,yaudah kita cari tempat makan ya, entar abis makan aku antar kamu pulang." Leo menjelaskan.
"Hu'um." Rina mengangguk.
Mereka berdua pun kembali menerobos ramainya jalan. Kemudian leo berhenti disebuah caffe di pinggir kota.
Mereka turun dari kereta dan memasuki caffe. Lagi-lagi rina dibuat terperangah,seumur hidup baru kali ini dia memasuki caffe tempat biasa anak seumuran nya nongkrong.
Waiters kemudian mendatangi mereka dan memberi buku menu.
"Lu mau makan apa?" Tanyanya pada rina.
"Eh-em ,apa aja yo terserah kamu." Jawab rina.
Leo pun akhirnya memesan.
"spaghetti 2, minumannya milkshake vanilla 1, sama cappucino dingin satu mas, Oiya sama mountain ice 3 scoop nya 1 ya mas itu agak lama juga keluarnya gak apa-apa mas." Ucapnya.
"Baik, mohon ditunggu pesanan nya ya mas." Waiters itupun menuju meja pesanan.
"Yo kamu gak apa-apa makan disini? Pasti mahal? Aku gak bawa uang banyak yo." Tanya rina khawatir.
"Udah lu tenang aja,lu makan aja apa yang tadi gue pesan." Jawab leo menenangkan. "Gue tidur bentar ya." Leo pun meletakkan badannya keatas meja makan mereka.
Rina pun hanya diam melihat leo yang tidur, sambil menunggu pesanan mereka datang rina menyisir keadaan caffe.
Begitu mewah dan banyak sekali anak seumuran mereka nongkrong disitu.
Tak berapa lama, pesanan mereka pun datang.
"Yo, leo." Panggil rina sambil menepuk pelan lengan leo.
"Ehhmm.." leo bangun dan mengucek matanya.
"Gue ke toilet bentar ya rin. lu makan luan aja." Suruhnya.
Leo pun pergi ke toilet. Rina tak ingin makan duluan, ia menunggu leo kembali dari toilet.
"Rina, kamu sama siapa disini?" Tanya seseorang dari arah belakang. Saat rina melihat kebelakang ternyata orang itu adalah bima.
"Loh kamu bim, aku kirain tadi siapa. Aku sama leo bim,kamu sama siapa?" Jawab rina lalu bertanya kembali.
"Leo? Bocah yang sering nyeret-nyeret kamu itu? " Tanya bima tak yakin. "Aku sih sama temen tongkronganku rin, tuh mereka disana" ia menunjuk sudut caffe yang ramai oleh teman-temannya.
"Iya leo yang kemarin kamu jumpa di perpus bim." Jawab rina meyakinkan.
"Waduh gawat bisa perang kalau dia jumpa aku." Ledek bima dengan gaya khas nya.
"Haha iya bim bener kamu." Rina membenarkan.
"Yaudah aku balik ke sana ya rin, daripada nanti ribut kalau jumpa sama tuh bocah." Jelas bima pada rina.
"Iya bim." Ucap rina.
Bima pun kembali ke tempat duduk teman-teman nya. tak lama leo pun kembali dari toilet.
"Kok lu belum makan?" Tanya leo heran melihat makanan rina yang masih utuh.
"Iya yo, ga enak kalau aku makan sendiri gak nunggu kamu." Jawab rina jujur.
"Ouh yaudah ayok makan, gue juga udah laper." Ujar leo.
Merekapun akhirnya menghabiskan makanan mereka.
"Mountain ice nya lu aja yang ngabisin ya, gue memang sengaja pesan buat lu." Jelas leo.
Rina pun memakan pesanan leo untuknya.
"bokap,nyokap lu sukanya makan apa?" Tanya leo penasaran.
"Kalau bapak sukanya martabak manis, kalau mamak sukanya sate padang." Jelas rina.