
"Abis ini lu mau ganjen sama siapa lagi nih,penasaran gue." Lanjut leo.
"Wah diem aja, udah ganjen lu bisu juga ya?"
Rina tak bergeming, leo yang tak sabar langsung mencengkeram kedua pundak rina. Mengarahkan badan rina untuk menatap nya.
"Aw, sakit yo. Lepasin."Rina meringis,cengkraman leo begitu kuat di pundaknya.
"Liat gue!" Bentak leo. Rina diam tetap menunduk.
"Heh liat gue!" Bentak leo makin kencang.
Mau tak mau Rina perlahan menatap leo menyisir air wajahnya hingga lekat di matanya. Raut air muka leo melukiskan kemarahan di wajahnya.
"Yo, lo lagi ngapain. Kantin yok" Rendi menepuk bahu leo.
"Gak ada ren, ada urusan nih sama si ganjen." Jelas leo. ujung matanya menunjuk rina.
"Si ganjen? Rina maksud lo?" ucap rendi tak habis fikir. rendi tau leo memang sering mencari masalah dengan rina, tak tau sebabnya apa padahal rina tak pernah sekalipun bermasalah dengan murid lainnya.
"Liat aja lu nanti." Leo menghempas badan rina ke bangku nya. "Yok cabut ren." Ajak leo, ia pun pergi ke kantin dengan rendi.
Rina mengelus pundaknya yang sakit, masih terasa bekas genggMan leo di bahuny tadi.
Tak terasa detik demi detik berlalu dan akhirnya bel pun terdengar. Saatnya pulang. Leo sudah siap melangkah keluar kelas sampai suara seseorang memanggil namanya.
"Leo!!!! Pulang bareng dong." Teriak ara dari kejauhan.
"Cihuy, liat tuh siapa yang datang, pacar lu tuh yo." Goda erick.
"Mulut loe rick, mau gue sumpel?"balas leo.
"Eits, sabar cuyy... Lagian siapa yang ga seneng sih di datengin sama primadona sekolah." Rendi menimpali.
"Iya yo, kapan lagi coba." Sambung dio.
"Diem lu semua, gua ga suka sama tuh anak." Ungkap nya.
"Yo.. gue nebeng dong sama lo." Pinta ara yang baru saja menghampiri leo.
"Ngapain? Gue naik sepeda, mending lo sama dio tuh atau erick.
"Wah gila lu yo, ara mau sama lo kok jadi gue." Sergah erick.
"Gue sih mau-mau aja." Rendi meng iya kan. rendi yang sejatinya memang menyukai paras ara mencoba mengambil kesempatan.
"Ih apaan, gue maunya sama leo. Yakan yo.pleeasee" Pinta ara sekali lagi. dengan suara manjanya.
"Yaudah asal lu ga rewel aja." Leo menyerah, dia tau ara akan bersikeras kalau sudah meminta sesuatu.
"Yesss....makasi leo sayangg." Ucap ara.
merekapun berjalan melewati ruang tiap ruang kelas hingga akhirnya sampai ke parkiran.
"lu bisa gak naik sepeda gue gue gamau tau kalau lu kenapa-kenapa." tanya leo pada ara.
"gue bisa kok yo,lu tenang aja selama sama lu gue aman." balasnya. entah apa yang ada difikiran ara, yang penting saat ini dia ingin pulang berdua dengan leo.
Ara berdiri di belakang menyeimbangkan badan agar ia tak terjatuh, memegang pundak leo sebagai penyeimbangnya. tiba-tiba mata leo nanar menatap sesuatu di kejauhan. seorang gadis yang sangat dia kenal sedang tertawa di samping pria dengan senyumnya yang merekah tampak begitu akrab.
"cih,si ganjen." gumam leo seketika. betapa tidak sukanya leo melihat pemandangan di depannya.
Leo dengan tiba-tiba mempercepat
kayuhan sepedanya, membuat Ara di belakang hampir terjatuh.
"Leo sayang pelan-pelan dong, aku hampir aja jatuh ni." keluh ara. leo tidak mengindahkan. ia tetap mengayuh sepedanya dengan cepat tak kelang jauh dari tempat gadis dan pria itu bercengkrama leo langsung berteriak "DASAR GANJEN!!!" teriaknya sembari melewati.
"tuh orang kenapa ya rin?" tanya bima yang kaget dengan teriakan leo.
"aku gatau bim..mungkin dia frustasi karena bentar lagi ujian." ungkap rina.
"bisa jadi rin haha, eh iya gue diluan ya kamu gak apa-apa nunggu jemputan kamu sendiri?" tanya bima khawatir.
"gak apa-apa bim. kamu diluan aja kan kamu ada urusan lagi." sambung rina menyuruh bima untuk lebih mementingkan urusannya daripada menemaninya menunggu jemputan.
"aku cabut diluan ya rin. kamu hati-hati pulangnya,bye." bima berpamitan. rina memperhatikan punggung bima yang semakin lama semakin menjauh.
disaat yang lain, leo yang kini sudah sampai dirumahnya langsung meletakkan tasnya di kursi. membuka bajunya dan membaringkan badannya ke tempat tidur miliknya.
"sial!" geramnya. bayang-bayang rina dan bima yang bercengkrama berdua begitu mengusiknya. ia tidak suka.
"loe liat besok, gue akan buat lu malu cewek ganjen." ucapnya dalam hati.
_ _ _ _ _ _
pria itu selalu saja mengusik hidupku. entah apa yang telah kuperbuat hingga dia begitu membenciku. aku tak pernah mencari masalah dengannya bahkan dari awal berjumpa pun aku tak pernah mengusiknya.
"astagaaaa capeknyaaa." keluh rina yang sedang membaringkan badannya sambil merentangkan tangannya keatas untuk meregangkan badannya. tapi terasa ada yang sakit ketika iya mengangkat lengannya keatas.
"aduh, apa ini kok sakit ya." herannya.
ia pun langsung membuka baju nya dan melihat bekas kemerahan dipundaknya, "dari mana lebam ini." fikirnya kemudian. ia mengingat-ingat kejadian hari ini. yap.. dan satu yang dapat disimpulkannya bahwa hasil kemerahan dipundaknya adalah perbuatan leo yang tadi mencengkramnya.
"ini pasti ulah tuh anak, haah... kapan sih dia gak ganggu aku lagi." batin rina kesal, sebab bukan sekali dua kali leo menjahilinya, namun hampir setiap hari.
"dasar,ganteng-ganteng kok psikopath." timpal rina dalam hati.
tidak dipungkiri leo adalah salah satu siswa populer di sekolahnya, dengan statusnya yang kaya raya, wajah ganteng dan memiliki segalanya,leo adalah sosok yang diidam-idamkan kaum hawa.
Tak ayal ketika dia berlatih basket, banyak fans wanita yang sorak sorai memanggil namanya. namun ia terkenal dengan kepribadian dingin dan tidak suka didekati perempuan namun tidak dengan ara yang merupakan teman masa kecilnya, ara sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri namun tidak dengan ara, ia tidak pernah menganggap leo sebagai abang, sepupu,atau temannya, ara menginginkan hal yang lebih dari sekedar itu.
_ _ _ _ _
"rin, hari ini kamu yang dagang kue ya, mamak mau ke pasar nyari bahan buat besok." Pinta ibunya
"Iya mak, nanti rina yang jualin kuenya." Ucap rina meng iyakan.
Ibu rina merupakan pedagang kue kecil-kecilan, sedang ayah rina merupakan buruh kasar pabrik alumunium.
Memang rina bukanlah orang yang serba berkecukupan, semua hal yang bisa menghasilkan uang halal pasti ia kerjakan. Masuk dengan beasiswa 100% di sekolah ternama merupakan suatu keajaiban baginya.
Sangat beda hal nya dengan leo, bokapnya adalah seorang pemilik perusahaan ternama di Indonesia, ia terbiasa hidup senang hingga ia larut dalam kemewahan,masuk sekolah ternama bukan hal yang sulit baginya sebab uang selalu membantu setiap langkahnya, bukan sekali dua kali dia kerap membolos pelajaran, baginya sekolah merupakan arena bermain belaka .