know you better

know you better
chapter 9



"Tapi sepertinya bapak adiwirya sedang kurang sehat mbak" 



Uhuk..uhuk..uhuk..uhuk..



Saat merry masuk kedalam rumah adiwirya merry mendengar suara orang batuk



"Sepertinya kakek memang sedang tidak sehat,langsung aku samperin aja deh" ucap merry sambil mencari keberadaan adiwirya



"Selamat siang kakek" ucap merry



"Oh..hay merry"



Uhuk..uhuk…



"Kakek lagi sakit..?"



"Sudah minum obat..?" Tanya merry 



"Kakek nggak apa apa,cuma batuk saja"



"Sudah,kakek sudah minum obat tadi pagi" jawab kakek adiwirya



"Mau aku buatkan bubur untuk makan siang kek..?" Tanya merry 



"Iya boleh" 



"Kakek tunggu dulu,aku buatkan kakek buburnya sekarang" ucap merry lalu pergi ke dapur membuatkan bubur untuk adiwirya



"Dulu kalau kakek ku sakit beliau selalu minta dibuatkan minuman herbal dari jahe dan perasan lemon" ucap merry teringat mendiang kakeknya



"Aku buatkan itu sekarang untuk kakek adiwirya aja deh"



Tidak lama bubur dan minuman herbal buatan merry pun jadi dan langsung ia bawakan untuk adiwirya agar bisa segera dimakan dan diminum olehnya



"Ini kek buburnya,aku buatkan kakek minuman herbal juga" ucap merry sambil meletakkannya di meja



"Terima kasih ya mer,kakek jadi merepotkan kamu"



"Nggak kok kek,aku malah senang bisa bantu kakek"



"Tapi kenapa kamu bawa tas sebesar ini,mau kemana..?" Tanya adiwirya saat melihat tas yang merry bawa



"Oh..itu,aku berencana pergi untuk beberapa hari dari rumah rudy.."



"Kenapa,apa kamu bertengkar dengan rudy.." tanya adiwirya sambil memakan bubur buatan merry



"Aku nggak tau itu bisa dibilang bertengkar atau nggak"



"Tapi sebelumnya apa aku boleh menanyakan sesuatu tentang rudy sama kakek"



"Iya boleh,tanya saja.."



"Rudy kan sangat dekat dengan kakek dan kakek pasti tahu kan kalau rudy mempunyai phobia terhadap perempuan" ucapan merry berhasil menghentikan adiwirya yang sedang makan



"Kamu sudah tahu..?"



"Iya, aku baru tahu tadi pagi"



"Aku tidak sengaja mendengar obrolan rudy waktu dia telponan sama papa donie"



"Aku nggak tau harus berbuat apa sekarang,aku merasa aku di bohongi aja sama dia selama ini" terang merry



"Sebenarnya semua ini salah kakek,andai saja kakek dan mendiang kakek mu tidak merencanakan pernikahan ini,mungkin kamu tidak akan sakit hati dan merasa dibohongi seperti sekarang"



"Kakek terlalu egois dan hanya memikirkan kondisi rudy,tanpa memikirkan perasaan kamu,tapi kakek tahu kamu anak yang baik"



"kakek mohon sama kamu,mohon maafkan kakek dan jangan tinggalkan rudy" pinta adiwirya



"Kakek hanya ingin rudy bisa hidup normal seperti laki laki pada umumnya,kakek juga ingin melihat rudy hidup bahagia dengan kamu"



"Jadi tetaplah di sisinya,bantulah dia untuk sembuh dari phobia nya,agar bisa mempunyai anak dan hidup bahagia dengan kamu" pinta adiwirya dengan tulus



Mendengar permintaan adiwirya dan sampai memohon kepadanya,merry tidak bisa memungkiri bahwa ia sudah mulai menyukai suaminya,dan tidak mungkin meninggalkannya,tapi di sisi lain merry juga merasa sakit hati karena rudy tidak jujur dari awal kalau dia mempunyai phobia



"Iya kek,merry tidak akan meninggalkan rudy hanya karena phobia yang dia derita,merry juga akan membantu rudy mengatasi phobianya"



"Tapi merry minta waktu untuk menjernihkan kembali pikiran merry"



"Kalau kakek tidak keberatan merry mau minta ijin tinggal di sini untuk beberapa hari saja"



"Tapi kakek jangan beritahu rudy kalau aku ada di sini"



"Aku ingin tahu apakah rudy akan mencari ku atau nggak.." ucap merry



"Baiklah kalau itu mau kamu"



"Kamu boleh tinggal disini sampai rudy menemukanmu,dan anggap saja rumah ini seperti rumahmu sendiri,kakek juga tidak akan memberitahu rudy kalau kamu ada di sini"



"Sekarang kamu pasti capek,istirahatlah di kamarnya rudy yang di atas"



"Baik kek,terima kasih ya kek" ucap merry sambil memeluk adiwirya




"Untuk hari ini sudah tidak ada dokumen yang harus saya tandatangani lagi kan pan..?" Tanya rudy



"Tidak ada pak" jawab pandu



"Antarkan saya pulang sekarang pan"



"Baik pak"



Sesampainya di rumah rudy langsung masuk ke kamarnya merry,tapi merry tidak ada



"Sepertinya merry masih di tempat kerjanya"



"Sebaiknya aku mandi dulu siapa tau setelah aku selesai mandi merry sudah pulang" pikir rudy



Setelah selesai mandi dan makan malam ia berniat menunggu merry di ruang tamu sambil menonton tv



Tanpa terasa jam sudah menunjukan pukul 10 malam tapi merry belum pulang juga



"Sudah jam segini tapi merry belum pulang juga,kemana sih nih orang"



"Aku coba telpon deh" ucap rudy



📱🔊 Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar service area,cobalah beberapa saat lagi📱🔊



"Kok nggak aktif sih nomornya" ucap rudy sedikit cemas



Karena ingat kejadian 2 minggu lalu,akhirnya rudy pergi mencari merry ke tempat kerjanya



Tapi sesampainya di sana toko sudah gelap dan sepi



"Merry kamu di mana sih.." ucap rudy sambil terus berusaha menghubungi nomor merry tapi tetap masih tidak aktif



Karena teleponnya masih tidak aktif ia memutuskan untuk mengirim pesan kepada merry,berharap kalau hp nya sudah aktif merry akan membalas pesannya



"Aku pulang lagi saja,siapa tau merry sudah di rumah" ucap rudy lalu melajukan mobil untuk kembali ke rumahnya



"Semoga merry sudah di rumah" ucap rudy saat sampai di parkiran rumahnya,ia pun langsung bergegas masuk ke dalam dan mencari keberadaan merry



"Mer..merry.." teriak rudy mencari merry di setiap ruangan yang ada di rumahnya



"Pandu...aku sudah menyuruh dia mencari orang untuk mengawasi merry" ucap rudy



"Sebaiknya aku telepon pandu dulu" ucap rudy berusaha menenangkan dirinya sendiri



"Halo pan,kamu sudah dapat orang untuk mengawasi merry"



"Sudah pak"



"Kamu suruh orang itu untuk cari merry sekarang juga"



"Baik pak"



"Memangnya istri bapak belum pulang jam segini..?"



"Kalau sudah pulang saya nggak mungkin nyuruh kamu cari merry" ucap rudy sedikit kesal lalu menutup teleponnya



"Kamu kemana sih mer…" ucap rudy tampak gelisah memikirkan istrinya yang belum juga pulang




Malam berlalu begitu saja,sedangkan rudy tidak bisa tidur sampai pagi karena terus kepikiran merry yang masih belum pulang



Baru sehari di tinggal merry,rudy sudah terlihat murung,raut wajahnya menjadi tidak bersemangat 



"Gimana pan,sudah ada kabar tentang merry..?" Tanya rudy



"Belum pak"



"Bilang orang suruhan mu untuk mencari merry di kampusnya" perintah rudy



"Baik pak"



"Saya buatkan kopi ya pak..?" Tawar pandu tidak tega melihat atasannya terlihat murung



"Boleh pan" jawab rudy



Rudy tidak mempunyai semangat untuk bekerja hari ini,ia merasakan seperti ada yang hilang dalam hidupnya



"Kamu di mana sih mer.." ucap rudy masih mencoba untuk menghubungi nomor merry tapi masih belum aktif juga



"Ini pak kopinya,diminum dulu pak" ucap pandu sambil meletakan kopi di atas meja kerjanya rudy



"Terima kasih pan" 



"Hari ini sama besok apa saja jadwal saya..?" Tanya rudy



"Kebetulan untuk hari ini sama besok bapak tidak ada kegiatan" jawab pandu



"Kalau gitu kamu handle dulu urusan kantor,saya mau mencari istri saya dulu" ucap rudy 



"Baik pak"



Rudy pun pergi dari kantornya untuk mencari merry,ia berencana untuk mencari ke tempat kerjanya dan menanyakan pada robert



"Selamat siang pak robert" sapa rudy 



"Oh..siang rudy,tumben siang siang kesini,ada yang bisa saya bantu..?"



"Maaf sebelumnya pak,apa merry ada disini..?" Tanya tudy



"Sudah 2 hari ini merry tidak datang kesini.."



"Ada apa,,apa kalian bertengkar.." tanya robert



"Iya,saya membuat kesalahan besar sehingga merry pergi dari rumah"



"Kamu sudah mencarinya..?"



"Saya baru mencari kesini dan ke kampusnya saja"



"Saya tidak tahu harus mencarinya kemana lagi" ucap rudy dengan putus asa



"Kamu sudah mencari ke rumah kakeknya..?"



"Belum pak,masalahnya saya tidak tahu rumah kakek merry di mana"



"Mungkin pak robert tahu rumah kakeknya merry di mana..?!"



"Iya saya tahu,tunggu sebentar saya tuliskan alamatnya untuk nak rudy.." 



"Ini alamatnya" ucap robert sambil memberikan selembar kertas berisi alamat rumah kakeknya merry



"Terima kasih ya pak,kalau begitu saya permisi mau mencari merry dulu"



"Iya rud,semoga merry cepat ketemu dan pulang kembali ke rumah nak rudy ya.." ucap robert



"Iya pak terima kasih" ucap rudy lalu pergi menuju rumah kakeknya merry



Namun saat rudy tiba di rumah kakeknya merry,rumah itu tampak sepi dan gelap,pintu gerbangnya pun terkunci



Rudy mengelilingi rumah dan bertanya kepada tetangga di sekitar rumah kakeknya merry,apakah ada yang melihat istrinya,tapi sayangnya pencarian rudy tidak membawakan hasil,ia masih terus mencoba menghubungi nomor merry tapi tetap belum aktif



"Mer,kamu di mana sih sekarang"



"Kalau kamu perlu waktu,setidaknya kamu kasih aku kabar,agar aku tidak khawatir sama kamu" ucap rudy sambil menundukan kepala di atas setir mobilnya



Rudy masih menunggu di dalam mobil dan berharap merry akan datang ke rumah kakeknya,tapi sampai jam 10 malam merry tak kunjung datang,akhirnya rudy memutuskan untuk pulang ke rumahnya 




Sudah tiga hari berlalu tapi masih belum ada kabar dari merry



"Aku harus mencari kamu kemana sekarang mer" ucap rudy sambil membaringkan badannya di kamar merry



Saat rudy melihat sekeliling kamar merry tatapan matanya terhenti saat ia melihat sebuah bingkai foto 



Rudy menghampiri dan melihat sebuah foto yang terbingkai rapi 



"Ini kan foto aku waktu kecil"



"Dari mana merry mendapat kan foto ini" 



"Kakek...pasti kakek yang memberikan foto ini sama merry" ucap rudy



Namun saat ia memikirkan foto dan kakeknya ia langsung berpikir



"Jangan jangan sekarang merry ada di rumah kakek ku" ucap rudy




Tepat jam 11 malam rudy pergi ke rumah kakeknya untuk mencari merry,ia melajukan mobilnya dengan sangat cepat dan berharap bisa menemukan merry di rumah kakeknya



Sesampainya di depan gerbang rumah adiwirya rudy membunyikan klakson mobilnya meminta untuk di bukakan pintu gerbang,ketika pintu gerbangnya sudah dibuka rudy malah turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah kakeknya



Ia langsung menuju kamar kakek nya tapi adiwirya sudah tertidur,kemudian ia bergegas menuju sebuah kamar yang berada di sudut lantai 2



Perlahan rudy membuka pintu kamar itu ia sangat berharap dapat menemukan merry di dalamnya




Klekk…




Saat pintu terbuka pandangan rudy langsung tertuju pada tempat tidur,betapa senang dan leganya hati rudy akhirnya ia dapat menemukan istrinya dalam keadaan sehat 



Ia berjalan menghampiri merry yang sedang tertidur



Ia mengusap rambutnya dengan lembut dan berkata



"Akhirnya aku bisa menemukanmu disini"



"Aku lega kamu baik baik saja"



"Kamu tahu,3 hari ini aku nggak bisa tidur karena terus mencari dan memikirkan kamu" 



"Aku sangat merindukan kamu mer,dan aku rasa aku sudah jatuh cinta sama kamu" 



"Rasanya aku ingin sekali memelukmu,mencium keningmu dan tidur bersamamu saat ini,tapi aku takut"



"Maafkan aku ya mer karena tidak jujur sama kamu dari awal" ucap rudy pelan 




Rudy pun memutuskan untuk menginap di rumah kakeknya dan menghabiskan malam tidur satu kamar dengan merry walaupun tidak tidur satu kasur karena rudy lebih memilih untuk tidur di sofa yang penting tetap satu kamar dengan istrinya..




Keesokan paginya,betapa terkejutnya merry melihat rudy yang tengah tertidur di sofa dengan kaki ditekuk



"Ya..ampun rudy kenapa kamu tidur di sofa" gumam merry



"Tapi biarkan dia tidur disitu dulu deh"



"Aku mandi saja sebelum dia bangun" ucap merry pelan



Tapi saat rudy terbangun ia melihat merry tidak ada di kasurnya



"Hah...merry" 



"Mer..merry..kamu dimana..?"



"Merry…" teriak rudy



"Apa…" jawab merry yang baru keluar dari kamar mandi dan masih memakai kimono



"Aku kira kamu pergi lagi" ucap rudy lalu berjalan menghampiri merry 



"Aku ingin sekali memeluk kamu mer" ucap rudy saat menatap wajah merry



"Gimana kabar kamu..?"



"Kenapa nggak bilang kalau kamu ada di sini"



"Kalau aku tau kamu ada di sini aku nggak akan mencarimu kemana mana"



"Dan kalau kamu minta waktu untuk berpikir aku juga akan kasih kamu waktu,tapi aku mohon jangan tinggalkan aku lagi" ucap rudy dengan lembut



"Maafin aku ya mer,aku janji nggak akan menyembunyikan apapun dari kamu aku akan berusaha lebih terbuka lagi sama kamu mulai sekarang" sambung rudy



"Kapan kamu datang..?" Tanya merry



"Tadi malam.." jawab rudy



"Yaudah kamu mandi sana,aku mau pakai baju dulu" ucap merry



"Ah..iya" jawab rudy



Namun saat rudy melewati merry dan hendak masuk ke kamar mandi merry memeluk rudy dari belakang,hal itu sontak membuat rudy kaget dengan apa yang merry lakukan



"Sebentar..izinkan aku seperti ini sebentar" ucap merry pelan



"Tapi mer,a..kuuu.." ucap rudy terhenti



"Aku tau.."



"Aku akan membantumu sampai kamu sembuh" ucap merry dengan tulus



"Aku kangen sama kamu mer" ucap rudy 



Mendengar rudy mengatakan kangen kepadanya,merry malah melepaskan pelukannya



"Sudah mandi sana.." ucap merry membuat rudy mengernyitkan dahinya,lalu rudy pun masuk ke kamar mandi



"Gila,,apa yang barusan kamu lakukan merry,kamu bahkan hanya memakai kimono,berani beraninya kamu memeluk rudy dari belakang"



"Sepertinya aku harus pergi menemui psikolog karena badan ku bergerak bukan atas kemauan ku sendiri" gumam merry yang berdiri di depan cermin



Rudy juga melakukan hal yang sama seperti merry yaitu berdiri di depan cermin untuk melihat kulitnya yang tadi di peluk oleh merry



"Kulit ku tidak memerah saat di peluk oleh merry" 



"Apa aku sudah sembuh dari chiraptophobia ku" gumam rudy



"Tapi aku harus memastikan apa aku benar benar sudah sembuh atau belum" 



"Lebih baik aku mandi dulu dan segera membawa merry pulang ke rumah ku lagi" ucap rudy



Setelah selesai mandi rudy pun turun ke bawah untuk menemui kakeknya 



"Selamat pagi kek.." sapa rudy saat menghampiri kakek nya yang sedang sarapan di meja makan



"Rudy,,anak ini" ucap kakek adiwirya yang mau memarahi rudy tapi tidak jadi



"Kapan kamu datang..?"



"Tadi malam,aku datang saat kakek sudah tidur" ucap rudy dengan santai



"Ayo sarapan dulu,mana merry..?"



"Panggil istrimu,suruh dia sarapan bareng" ucap kakek adiwirya



"Sepertinya merry di dapur,soalnya tadi nggak ada di kamar"



"Selamat pagi kek,pagi rud.." sapa merry



"Kamu bikin apa..?" Tanya rudy yang melihat merry membawa dua gelas minuman



"Aku buatkan minuman herbal untuk kakek,dan teh hangat untuk kamu" ucap merry sambil meletakan minuman di meja makan dan mendekatkan ke arah rudy dan kakeknya



"Wahh..terima kasih ya merry" ucap kakek adiwirya



"Kamu tahu nggak rud,selama 3 hari kemarin kakek kan sakit,untung saja ada merry yang merawat kakek,setiap hari dia membuatkan kakek bubur dan minuman herbal seperti ini" 



"Berkat minuman herbalnya merry badan kakek jadi merasa lebih segar sekarang" jelas kakek adiwirya



"Apa iya..?" Tanya rudy sedikit tidak percaya



"Terima kasih ya mer,karena sudah merawat kakek ku" ucap rudy



"Kamu beruntung punya istri seperti merry,jadi perlakukanlah istrimu sebaik baiknya,jangan sampai kamu menyakiti hatinya lagi" ucap kakek adiwirya pada rudy



"Iya kek,aku janji akan membahagiakan merry dan tidak akan membiarkannya meneteskan air mata lagi" ucap rudy



"Setelah sarapan rudy sama merry langsung pulang ya kek" ucap rudy



"Iya,pulang lah dan berjanjilah sama kakek kalian berdua harus hidup rukun dan bahagia.."



"Iya kek" jawab rudy dan merry bersamaan





***



Sesampainya di rumah,rudy mengajak merry untuk duduk di ruang tamu dan membicarakan tentang phobianya



"Mer,kamu masih ingat perkataanmu waktu di rumah kakek ku..?!" Tanya rudy sambil berhadapan dengan merry



"Yang mana..?"



"Kamu janji sama aku,kalau kamu akan membantuku sembuh dari phobia..!!"



"Iya,aku akan membantumu" ucap merry



"Kamu tahu kan aku mempunyai dua phobia,phobia yang pertama Chiraptophobia yaitu phobia terhadap sentuhan,untuk phobia ini biasanya kulitku akan memerah seperti terbakar jika aku bersentuhan dengan perempuan,kamu ingat waktu kita jatuh di depan pintu dan aku ******** badan kamu..?"



"Emm..iya aku ingat"



"Waktu itu kulit ku langsung memerah seperti terbakar kan"



"Iya.."



 "Kamu juga ingat kan waktu aku menolong kamu tapi kepala ku malah di pukul pakai botol sama orang mabuk itu,dan waktu itu kamu langsung peluk aku"



"Iya inget,aku panik banget waktu itu"



"Kamu tahu,semenjak kejadian itu kayaknya kulit ku sudah nggak merah lagi kalau kamu sentuh"



"Dan kemarin waktu kamu peluk aku di rumah kakek juga,aku lihat kulitku nggak ada yang merah seperti terbakar lagi"



"Aku berharap,aku beneran sembuh dari chiraptophobia ku" jelas rudy



"Yang kedua adalah Philemaphobia,phobia ini yang paling berat buat aku karena Ketika aku akan berciuman aku bisa berkeringat dingin,gemetar dan bahkan merasakan sesak nafas" 



"Ini akan sulit buat kamu mer,tapi aku mohon sama kamu bantu aku agar aku bisa sembuh dari phobia ku yang ini"



"Karena jujur,aku sudah sayang sama kamu mer"



"Aku nggak tahu tepatnya kapan aku mulai sayang sama kamu"



"Dan aku mohon sama kamu jangan pernah pergi lagi dari ku walau hanya satu detik,tetaplah di sampingku untuk melengkapi kekurangan dalam hidupku" ucap rudy dengan tulus 



Mendengar pengakuan rudy,merry merasa sangat senang sekaligus terharu,ia juga teringat akan ucapan mendiang kakeknya yang mengatakan bahwa rudy adalah pria yang baik dan tepat untuk mendampingi dan menjaganya



"Mer kamu dengar apa yang aku katakan sama kamu kan" ucap rudy sambil menggoyangkan tangannya ke kiri dan kanan karena melihat merry hanya terdiam mendengar pengakuan darinya



"Ya,,aku dengar kok apa yang kamu katakan" ucap merry



"Aku boleh coba peluk kamu sekarang untuk memastikan bahwa aku beneran sembuh dari chiraptophobia ku..?" Tanya rudy



"Hmm" jawab merry sambil menganggukan kepalanya



"Terima kasih sudah mau menerima kekurangan ku.." ucap rudy sambil memeluk istrinya



"Hmm" jawab merry tak bisa berkata kata lagi mendengar ucapan rudy



"Aku juga sayang sama kamu" ucap merry sambil meneteskan air mata kebahagiaannya,tapi rudy merasakan pundaknya sedikit basah karena terkena air mata merry,dan ia pun segera melepaskan pelukannya



"Hey..kenapa kamu menangis"



"Apa ada ucapanku yang menyakiti hati mu..?" Tanya rudy sambil mengusap halus air mata yang ada di pipi merry dengan tangannya



Merry hanya menggelengkan kepalanya



"Terus kenapa kamu menangis..?!"



"Peluk aku" pinta merry dan langsung turuti oleh rudy 



"Aku nggak tau mau bilang apa,tapi aku merasa nyaman berada di pelukanmu aku juga senang sekaligus terharu sekarang" ucap merry



"Sekali lagi terima kasih ya mer,aku merasa aku sangat beruntung bisa bertemu dan menikah denganmu" ucap rudy