know you better

know you better
chapter 2







Rudy sudah selesai mandi terlebih dulu dibanding merry,rudy yang tengah duduk melihat merry keluar dari kamar mandi dan berkata



"Untuk sementara kita tidur di kamar terpisah dulu sampai kamu siap"



"Kamu boleh pakai kamar ini,aku tidur di kamar sebelah ini,kalau perlu apa apa panggil aku saja"



"Satu lagi,kamu jangan sekali kali menyentuh kulit ku"



"Kalau kamu ga mau disentuh,ngapain kamu nikahin aku"ucap merry 



Rudy tidak menjawabnya hanya menatap merry dengan mata tajamnya



"Iya aku mengerti,lagian siapa yang mau tidur bareng sama kamu"ucap merry



"Aku biasa sarapan jam 7 tepat,makan siang jam 12, dan makan malam jam  7 jadi kalau kamu mau sarapan atau mau makan,makan lah di jam itu karena makanan di meja makan hanya tersaji di jam itu"



"Ada lagi yang mau kamu tanyakan"ucap rudy



"Aku masih boleh melanjutkan kuliah dan pekerjaan ku..?"



"Dan aku juga perlu pulang ke rumahku untuk mengambil baju,buku dan semua keperluan ku,boleh kan..?"tanya merry



Rudy diam sesaat sebelum menjawab



"Boleh.."



"Tapi kamu harus ada di rumah sebelum aku pulang dari kantor"



Merry mengangguk tanda menyetujui apa yang tudy katakan



"Ini sudah malam,kamu istirahatlah…"ucap rudy sambil melangkahkan kaki keluar dari kamarnya menuju kamar sebelah yang akan dipakai untuk tidur sementara



Merry berbaring di kasur milik rudy sambil menatap langit langit ia berkata



"Huhh...hari yang melelahkan.."



"By the way kenapa orang itu nggak tidur sama aku aja,udah married juga kan, apa aku kurang sexy yaa..atau jangan jangan dia ada kelainan atau bahkan dia tidak menyukai perempuan,kalau benar begitu,ih...serem banget deh"



"Tapi...ah sudahlah ngapain aku mikirin itu,,mending aku tidur aja lah"ucap merry



Sementara rudy di kamar sebelah juga memikirkan merry,



"Sial tuh cewek,,sexy banget sih abis mandi mana bajunya tipis lagi,kalau aku ga phobia sudah aku terkam kayaknya,gara gara phobia sialan.."



"Hah..aku mikir apa sih.."



"Sudahlah mending aku tidur saja"



Malam pertama rudy dan merry berlalu begitu saja



Jam sudah menunjukan pukul 05.30 pagi di kamar rudy yang merry tempati dan alarm jam weker yang berada tepat di meja samping tempat tidur berbunyi 



Tit..tit..tit..tit..tit..tit..tit..tit…



"Aduh..berisik banget sih"ucap merry terbangun sambil mematikan bunyi alarm jam itu lalu tidur lagi



Sementara tanpa mendengar alarm pun rudy sudah bangun,saat membuka jendela rudy berkata



"Ah..udara yang segar,lebih baik aku joging saja sebentar sebelum berangkat ke kantor"



Rudy pergi ke taman dekat rumahnya untuk olahraga



"Hosh..hosh..hosh.."suara nafas rudy 



"Sepertinya aku harus lebih sering olahraga,karena baru sebentar saja aku sudah ngos ngosan dan rasanya sudah lama sekali aku tidak joging"ucap rudy



Saat melihat jam yang ada di tangannya ternyata sudah jam 6.30



Rudy memutuskan untuk kembali ke rumah lalu siap siap berangkat ke kantor.



Sementara merry yang baru bangun dari tidurnya merasa perutnya mulai lapar karena ia tidak sempat makan tadi malam



"Jam berapa ini,kenapa perut ku lapar sekali"gumam merry sambil mengingat kejadian kemarin



"Ah..pantas saja aku lapar,semalam aku tidak sempat makan"



"Sebaiknya aku pergi ke dapur,siapa tau ada yang bisa aku makan atau masak"



Merry melihat kaca dan merapikan sedikit rambutnya lalu pergi ke dapur



"untunglah..masih ada beberapa bahan makanan yang bisa dimasak,sebaiknya aku mulai memasak sekarang saja"ucap merry



Sesampainya di rumah baju yang rudy kenakan sudah basah oleh keringat,rudy langsung melepas baju dan pergi ke dapur untuk mengambil minum, saat tiba di dapur rudy melihat merry sedang asik memasak,rudy tidak langsung menyapa merry,ia membuka kulkas lalu mengambil sebuah botol air untuk di minumnya,melihat merry yang tidak menyadari kehadiran rudy akhirnya ia menyapa merry



"Apa yang kamu lakukan merry..?"tanya rudy membuat merry kaget dan berbalik ke arah suara rudy



"Ah..maaf aku sedang ma..sak"saat berbalik betapa kagetnya merry melihat rudy tidak memakai baju dan tubuhnya dipenuhi keringat yang membuatnya terlihat sangat sexy..



Merry langsung membalikan badannya membelakangi rudy



"Hey apa yang kamu lakukan"



"Kenapa kamu tidak memakai baju..?" Ucap merry setelah melihat ABSnya rudy 



"Ah...sorry "



"Aku habis olahraga,bajuku basah karena keringat jadi aku lepas"



"Aku lupa kalau ada kamu di rumahku sekarang"



"Kamu lanjutkan saja masak nya,aku mau mandi terus berangkat ke kantor"ucap rudy sambil berjalan menuju kamar yang merry tempati



"Waaah..pagi pagi udah dapat pemandangan segar"gumam merry dalam hati



"Hey..hey..sadarkan dirimu merry dia bahkan tidak memperhatikanmu,kenapa aku malah tergoda hanya karena dia terlihat sexy"ucap merry sambil menepuk nepuk pipinya pelan



"Mending aku lanjutkan saja masak nya"



"Ah..akhirnya matang juga nih makanan.."



"Tapi dimana tempat mangkok dan piringnya ya,aku cari dulu saja deh"merry membuka setiap laci dan tempat penyimpanan barang yang ada di dapur tapi tidak menemukan mangkok dan piring



"Tuh orang nggak pernah pakai mangkok dan piring apa ya,di mana sih nyimpannya"



"Kalau kaya gini caranya terpaksa deh aku tanya sama tuh orang"gerutu merry



Dengan berat hati merry terpaksa harus menanyakan kepada rudy dimana tempat penyimpanan alat alat makannya dan mulai mencari rudy di ruang yang tadi malam ia tidur tapi tidak ada



"Di mana tuh orang"ucap merry lalu mencarinya lagi di kamar yang merry pakai



Tapi saat merry masuk kamar untuk mencari rudy ternyata rudy baru keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk yang asal ia lilitkan di pinggang



"Ah..maaf "ucap merry lalu menutup wajah dengan kedua tangannya



Melihat merry menutup wajahnya rudy cepat cepat memakai baju



"Sampai kapan kamu mau menutupi wajahmu"ucap rudy



Mendengar ucapan rudy,merry perlahan membuka tangan dari wajahnya



"Kamu kok hobinya nggak pake baju sih"



"Belum ada satu jam aku sudah 2 kali lihat kamu ga pakai baju"gerutu merry



"Tapi kamu suka kan"



"Lagian kenapa harus ditutup tutupi segala sih,kan kita udah resmi jadi suami istri"ucap rudy



"Iya..tapi aku belum siap kalau lihat kamu sering nggak pakai baju gitu"ucap merry



"Bikin orang jantungan saja,soalnya aku yang deg degan kalau lihat dia nggak pakai baju"



"Untung saja iman ku kuat 😋😋"gumam merry dalam hati



"Btw..kenapa kamu masuk sini bukannya tadi lagi masak..?"tanya rudy



"Sudah matang kok masakannya"



"Aku kesini tuh mau cari kamu"



"Mau apa..?"



"Mau tanya tempat penyimpanan alat makannya ada di mana"



"Aku cari dari tadi nggak ketemu"



"Oh..itu,kamu tanya saja sama bik sumi sebentar lagi dia datang"



Merry memasang ekspresi tanda tanya seolah menanyakan siapa itu bik sumi,tapi rudy mengetahui apa yang mau ditanyakan oleh merry



"Bik sumi itu dulunya asisten rumah tangga di rumah orang tua ku tapi sekarang dia ikut sama aku di rumah ini,dia yang biasa bersih bersih rumah dan juga masak makan pagi siang dan sore ku setiap hari"



Mulut merry hanya membulat mendengar penjelasan rudy



"Aku sudah selesai ayo kita turun sepertinya bik sumi sudah datang dan menyiapkan sarapan untuk ku"ucap rudy 



"Selamat pagi den"ucap bik sumi



"Pagi bik.."



"Mer,ini bik sumi"



"Ini merry bik,istri saya"ucap ruddy yang diikuti salaman oleh merry dan bik sumi



"Bik tadi merry tanya mangkok sama piring katanya dimana menyimpan nya"



"Sini non,bibi tunjukan tempatnya"ucap bik sumi lalu mengajak merry menunjukan tempat menyimpan alat alat makannya



"Aku berangkat ke kantor dulu mer"



"Kalau kamu perlu sesuatu bilang bik sumi aja ya" ucap rudy lalu meninggalkan merry dan bik sumi



"Silahkan non dimakan sarapannya " 



"Ngomong ngomong selamat ya non atas pernikahannya,bibi permisi ke belakang dulu"ucap bik sumi



"Iya bi, terimakasih"



"Akhirnya aku bisa makan juga.."ucap merry lega



Setelah selesai makan merry berniat mencuci piring bekas makannya namun dilarang oleh bik sumi



"Aduh..non,jangan dicuci sendiri biar bibir saja"



"Kalau den rudy tau nanti bibi bisa di marahin"ucap bik sumi



"Emang rudy suka marah marah ya bik..?"



"Jarang sih non,tapi sekalinya marah semua setan kalah sama den rudy non"




"Iya non,bibi kan udah tau den rudy dari kecil"



"Dia tuh aneh ga sih bi,menurut bibi"



"Aneh gimana non"



"Aku juga nggak tau,tapi aku rasa ada yang aneh aja dari rudy"



"Oh..bibi tau maksud non merry,tapi bibi nggak berani menjelaskan detailnya yang bibik tau den rudy itu punya phobia" 



"Lebih baik non merry tanya langsung aja sama den rudy" ucap bi sumi



"Kapan kapan deh aku tanya rudy langsung"



"Oh..iya bi,bibi jangan panggil aku non ya,panggil merry aja"



"Baik non..eh..merry.."



Setelah ngobrol dengan bi sumi merry lalu kembali ke kamarnya karena tidak ada kelas hari ini merry memutuskan pulang ke rumahnya untuk mengambil baju dan keperluannya yang lain



Tapi saat merry mau membuka pintu depan tiba tiba 



Brakk..



Merry terjatuh dengan posisi terlentang dan rudy ada di atasnya



"Hey..apa yang kamu lakukan"



"Mau sampai kapan kamu diam di atasku"ucap merry



"Ah..sorry,aku buru buru tadi"ucap rudy sambil berusaha berdiri 



"Ada apa,apakah ada yang tertinggal..?"tanya merry



"iya ada dokumen penting yang aku tinggal di ruang kerja ku"jawab rudy sambil berjalan menuju ruang kerjanya



"Rudy tunggu…"ucap merry 



Mendengar merry memanggilnya rudy langsung menghentikan langkahnya lalu berbalik melihat ke arah merry 



Merry melangkah mendekati rudy ia merasa ada yang salah dengan suaminya itu karena ia melihat kulit tangan dan lehernya rudy memerah seperti terbakar,saat hendak memeriksa dan menyentuh rudy



"Stop merry,don't touch me"ucap rudy menghentikan merry yang akan memeriksanya



Rudy segera masuk ke ruang kerjanya mencari dokumen dan mencari obat untuk segera diminum agar tidak ketahuan oleh merry tentang phobia yang ia derita



"Ah,,sial… kenapa harus sekarang sih,aku belum siap memberitahu merry tentang phobia ku" gerutu rudy dengan kesal



Tok..tok..tok..



"Are you okay rudy…?"ucap merry dibalik pintu ruang kerja rudy



"It's okay i'm fine" jawab rudy walaupun dia merasa tidak cukup baik untuk sekarang



"Kalau begitu aku sekalian mau pamit sama kamu"



"Aku mau pulang ke rumah kakekku dulu untuk mengambil baju dan semua keperluan ku" ucap 



merry



"Baiklah,,mau aku antar sekalian"



"Tidak usah,terima kasih"



"Aku naik angkutan umum saja"ucap merry lalu pergi meninggalkan rudy yang masih berada di ruang kerjanya



Tidak lama setelah merry pergi,rudy pun kembali ke kantornya  karena ada meeting yang harus ia hadiri.



Setelah sampai rumah kakeknya merry segera memasukan baju,buku,dan keperluan lainnya ke dalam koper,saat hendak keluar dari ruang tamu langkahnya terhenti di hadapan sebuah foto besar yang tak lain adalah foto mendiang kakeknya



"Sesuai permintaan terakhir kakek mulai hari ini aku akan tinggal bersama rudy di rumahnya,tapi aku akan sering datang kesini membersihkan rumah ini dan menemui kakek"ucap merry sambil memeluk dan mencium foto mendiang kakeknya.



Ketika merry duduk di sebuah halte bus ia mendadak kepikiran rudy,karena seperti yang ia lihat tadi sepertinya suaminya itu sedang tidak sehat



"Aku harus menanyakan kondisinya sekarang" merry mengambil hp yang ada di sling bagnya berniat akan menghubungi rudy



"Tapi bagaimana aku menghubungi dan menanyakan kondisinya rudy saat ini apakah dia baik baik saja atau tidak"



"Aku bahkan tidak mempunyai nomor teleponnya"



Merry merasa frustasi sendiri hingga ia tidak sadar bahwa bus yang ia tunggu sudah lewat



"Ah..sial...aku jadi tertinggal bus kan sekarang"gumam merry 



Tin..tin..tin..tin..



Merry melihat ke arah sebuah mobil yang membunyikan klakson,merry langsung mengetahui kalau itu adalah mobil robert,merry segera berdiri untuk menghampiri mobil itu dan menyapa bosnya 



"Hay,,pak..mau kemana"sapa merry



"Saya dari supermarket tadi beli bahan bahan yang habis buat di toko"



"Kamu mau kemana mer,bawa bawa koper gitu" ucap robert



"Aku habis dari rumah kakek mengambil bajuku,dan sekarang mau kembali ke rumah rudy"



"Loh,suami kamu kemana ,dia nggak ngantar kamu.."



"Suami ku di kantor pak,tadi aku sendiri sih yang minta naik angkutan umum pak"



"Kalau begitu saya antarkan kamu pulang ke rumahnya rudy saja ya.."



"Waaah..tidak usah pak merepotkan nanti,lagian bapak kan harus segera kembali ke toko"ucap merry



"Kamu tuh mer,kaya sama siapa saja"



"Kamu kan tau bapak sudah menganggap kamu seperti anak bapak sendiri"



"Sudah cepat naik,nggak panas apa dari tadi berdiri di situ"ucap robert



"Ya..sudah kalau bapak maksa aku kan nggak bisa nolak jadinya"ucap merry sambil menyunggingkan senyumnya



Sesampainya di rumah rudy



"Mampir dulu pak,aku buatkan minum dulu"



"Lain kali saja ya mer"



"Bapak mau langsung ke toko"



"Baiklah,,hati hati ya pa"ucap merry sambil melambaikan tangannya kepada robert 



Sementara rudy masih disibukkan dengan semua pekerjaan di kantor dan meeting dengan beberapa client dari luar Negeri yang akan bekerja sama dan berencana membuka cabang hotelnya di singapura.



Merry yang masih memikirkan rudy,membuatnya merasa khawatir karena jam sudah menunjukan pukul 9 malam sementara belum ada tanda tanda kedatangan rudy dari luar rumah,tepat pukul 9.30 malam rudy baru tiba di rumah sedangkan merry tertidur di sofa karena menunggu kedatangan rudy



Klek…



Saat rudy membuka pintu dan masuk kedalam rumah betapa kagetnya ia mendapati merry yang tertidur di sofa ruang tamunya,karena tidak bisa menggendong merry akhirnya rudy membangunkannya



"Hey...kenapa tidur disini..?"ucap rudy dengan nada lembut



"Kamu baru pulang.."ucap merry sambil membereskan rambutnya



"Bagaimana kondisimu sekarang,apakah kulitmu masih memerah..?"



"Aku tidak apa apa kok,sudah tidak merah lagi sekarang"jawab rudy santai



"Aku boleh tanya sesuatu sama kamu.." ucap merry



"Tidak sekarang ya aku capek,mau istirahat dulu"



"Sebaiknya kamu tidur di kamar saja"ucap rudy sambil meninggalkan merry yang masih duduk di sofa



"Padahal aku cuma mau minta nomor teleponnya saja,agar aku gampang menghubunginya"



"Tapi ya sudahlah mungkin dia beneran capek"



"Aku pindah tidur di kamar saja deh"ucap merry



Keesokan paginya rudy berusaha menghindar dari merry ia sengaja pergi pagi pagi sekali karena menyangka merry curiga soal phobia yang ia miliki dan ingin menanyakannya.



"Aku harus menghindar dulu dari merry,sampai dia benar benar lupa untuk menanyakan soal phobiaku"



Selama seminggu rudy pergi pagi sebelum merry bangun dan pulang larut malam setelah merry tidur,ia sengaja melakukan hal itu karena belum siap bertemu dan menjelaskan phobianya kepada merry.



Melihat rudy yang sangat sibuk minggu ini,hingga tidak sempat bertemu dengannya akhirnya merry  memutuskan untuk membuat dan menempelkan catatan di depan pintu kamar rudy



"Sepertinya kamu sangat sibuk minggu ini,sampai aku tidak tahu kapan kamu berangkat dan pulang kantor,oh..iya,aku sudah kembali bekerja dan kuliah lagi,mungkin aku juga akan sibuk,tapi aku harap kamu tetap jaga makan dan kesehatan mu"






===> sorry,,kalo typonya bertebaran di mana mana,authornya masih belajar..😉



===>mohon dukungan,masukan,dan kritikannya,biar author makin semangat..



❤️❤️❤️thank you for readers❤️❤️❤️