know you better

know you better
chapter 4



"Orang itu kalau lagi nggak ada setannya perhatian banget"



"Bener kata bi sumi,kalau dia lagi emosi atau marah semua setan sembah kayaknya sama dia" gerutu merry lalu keluar dari toko menyusul rudy



Saat merry hendak mengunci pintu toko dengan kunci cadangan yang diberikan robert,rudy sudah keburu memanggilnya




"Ayo..cepetan.." teriak rudy dalam mobil




"Iya..iya..sabar" ucap merry sambil berlari kecil menuju mobil rudy




Rudy melajukan mobilnya melesat cepat menuju rumahnya untuk mengantar merry pulang,sesampainya di rumah rudy malah tidak turun dari mobil karena ia masih meninggalkan pekerjaan yang ada di atas mejanya jadi terpaksa ia harus kembali lagi ke kantor




"Loh,kamu nggak turun..?" Tanya merry



"Nggak,aku masih banyak pekerjaan di kantor"



"Tadi begitu hp kamu nggak aktif aku langsung lari dari kantor meninggalkan semua pekerjaan yang ada di atas mejaku"



"Taunya hp kamu cuma habis baterai"



"Iya..maaf" ucap merry



"Yaudah kamu masuk gih,aku mau kembali ke kantor lagi" ucap rudy



"Yaudah hati hati…"



"Bye…" ucap merry sambil melambaikan tangannya 




Rudy pun kembali ke kantor lagi,saat sudah di depan ruangannya ternyata pandu sudah menunggu dari tadi dengan tatapan penuh tanya tapi tidak bisa mengeluarkan pertanyaannya itu




"Apa.." ucap rudy seakan mengerti arti tatapan dari pandu Saat masuk ruangannya tanpa di tanya oleh pandu rudy langsung menceritakan penyebab dirinya terlihat sangat sibuk hari ini




"Gila ya pan,saya sudah di bikin kayak setrikaan tau nggak sama merry"



"Pagi,saya sudah antar dia ke kampus,terus saya langsung ketemu dokter indra,pulang dari dokter indra antar dia lagi ke tempat kerjanya"



"Terus di telpon telpon sama kamu,untuk meeting.."



"Selesai meeting balik ke kantor"



"Saya baru sampai kantor beberapa menit merry telepon,belum sempat saya angkat teleponnya sudah mati dan waktu saya telpon balik hpnya dia malah nggak aktif, kan bikin saya khawatir aja ya"



"Saya langsung lari lah dari kantor tadi ngebut sampai tempat kerjanya merry"



"Sampai sana dia lagi ngapain coba…?"



"Ngecas hp doang dong"



"Kan bikin saya emosi ya"



"Langsung saya antar pulang aja lah dia tadi"




"Hhhh...tenaga saya mau habis pan" keluh rudy




Pandu hanya mengernyitkan dahinya sambil sesekali tersenyum mendengar penjelasan panjang dari bosnya itu,pasalnya baru kali ini ia mendengar dan melihat langsung keluhan dari bosnya.




"Kenapa tidak anda belikan hp yang baru saja pak,agar bapak tidak khawatir hp istri bapak akan mati lagi" celetuk pandu



Rudy menatap pandu tajam dan berkata



"Benar juga pan,usul kamu" jawab rudy membuat pandu mengelus dada karena kalau melihat ekspresinya rudy seakan mau marah kepada pandu




"Kalau begitu,mana lagi yang harus saya tandatangani,agar saya bisa segera pulang dan membelikan merry hp yang baru" ucap rudy sambil duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya



Lalu pandu memilih dan memberikan dokumen yang harus rudy tandatangani sekarang



"Ini pak" jawab pandu sambil meletakan dokumen di meja depan bosnya




Setelah selesai menandatangani semua dokumen rudy dan pandu pergi ke salah satu mall besar yang ada di jakarta untuk membelikan merry hp baru




Saat tengah memilih dengan beberapa pilihan warna yang ada rudy menanyakan kepada pandu



"Menurut kamu bagus warna apa pan..?" Tanya rudy sambil memegang hp berlogo apel di belakangnya dengan warna silver di tangan kiri dan warna rose gold ditangan kanannya



Pandu memilih hp yang ada di tangan kanan rudy dengan warna rose gold,rudy pun menyetujui pilihan dari asistennya itu lalu membayarnya 



Tetapi saat sampai di mobil ternyata rudy membeli 2 hp,yang satu untuk merry dan yang satunya ia kasihkan pandu



"Ini pan,buat kamu.." ucap rudy memberikan hp pada asistennya



"Apa ini pak.." ucap pandu



"Sudah terima saja"



"Tapi…"



"Nggak mau…?" ucap rudy sambil menatap pandu dengan tatapan sinis



"Mau…" jawab pandu sambil menyembunyikan hp nya di balik badannya agar tidak diambil lagi oleh rudy



"Terima kasih ya bos.." ucap pandu



"Hmmm…"



"Ayo jalan" ucap rudy



"Mau langsung pulang ke rumah atau kembali ke kantor lagi..?"



"Langsung pulang saja.."




Sesampainya di depan rumah rudy




"Pan,mobil ini kamu bawa saja dulu besok saya kabari lagi,kamu jemput saya atau nggak" ucap rudy yang dijawab anggukan oleh pandu lalu pergi melajukan mobil




Klek..




"Ah..sepertinya merry sudah tidur,aku kasihkan hpnya besok saja" ucap rudy lalu masuk ke kamarnya untuk istirahat




Keesokan paginya rudy sudah menunggu merry sarapan di meja makan tapi sampai rudy selesai makan merry masih belum keluar dari kamarnya



"Dasar cewek malas,anak itu pasti masih tidur" gerutu rudy



Karena merry tidak juga turun akhirnya rudy masuk ke kamar merry



Tok..tok..tok..



"Mer aku masuk ya.." ucap rudy



Tapi ketika rudy masuk kamar merry



"Uhuk..uhuk..uhuk.."



Mendengar merry batuk batuk rudy pun memberanikan diri untuk mendekatinya



"Apa kamu sakit..?" Tanya rudy



"Kapan kamu masuk..?" Tanya merry yang belum beranjak dari tempat tidur



"Itu nggak penting,aku panggilkan kamu dokter saja" ucap rudy lalu keluar dari kamar merry untuk mengambil hpnya yang masih berada di meja makan



Setelah menemukan hpnya rudy langsung menelpon dokter pribadi keluarganya



"Halo dok,datang ke rumah saya sekarang juga,cepat yaa.." ucap rudy saat menelpon dokternya dan tanpa menunggu jawaban dari dokter rudy langsung mematikan lagi panggilan teleponnya.



Tidak menunggu waktu lama dokter arya sudah tiba di rumah rudy dan langsung masuk ke kamar merry untuk memeriksanya



Saat sudah selesai,rudy menanyakan kondisi merry saat ini



"Gimana dok kondisinya…?"



"Cuma radang tenggorokan saja,minum air putih yang banyak dan istirahat yang cukup saja,nanti saya kasih obat untuk radangnya saja" 



"Kalau begitu saya permisi pamit dulu" ucap dokter arya



"Terima kasih dok" ucap rudy lalu mengantar dokter arya sampai pintu depan



Setelah melihat dokter arya pergi rudy pun kembali lagi ke kamar merry



Melihat merry yang hendak beranjak dari tempat tidur,rudy menghampirinya 



"Kamu istirahat saja hari ini tidak usah kuliah atau kerja dulu" ucap rudy sambil merapikan selimut yang merry pakai



"Oh..iya kemarin aku belikan ini buat kamu,semoga kamu suka sama model dan warnanya" ucap rudy sambil meletakan sebuah goodie bag di meja samping tempat tidur merry



"Apa ini..?" Tanya merry



"Kamu buka saja nanti.."



"Aku juga mau bilang kalau aku ada urusan kerja di singapura dan harus berangkat besok"



"Kamu nggak apa apa kan aku tinggal sendiri di rumah ini..?" ucap rudy



"Berapa lama.." tanya merry



"Sebentar cuma 3 harian paling" jawab rudy



"Kamu nggak ke kantor..?" 



"Gampang,aku kan bosnya" jawab rudy dengan sedikit sombong



"Kamu mau aku ambilkan makan,minum atau obat nggak.." tanya rudy



"Nggak usah,aku bisa sendiri"



"Lagian kan aku cuma radang tenggorokan aja" jawab merry



"Sudah kamu berangkat ke kantor dulu saja"



"Nggak enak kan sama karyawan kamu,mentang mentang bosnya bisa datang seenaknya"



"Bos itu harus jadi contoh yang baik untuk karyawannya" jelas merry



"Iya..iya..bawel"



"Yaudah aku berangkat dulu,kalau kamu butuh sesuatu telpon saja nanti" ucap rudy lalu meninggalkan merry pergi ke kantor




Setibanya di kantor rudy langsung menanyakan semua jadwalnya untuk hari ini kepada pandu



"Apa saja jadwal hari ini pan..?"



"Hari ini pukul 11 ada meeting dengan arsitek dan kepala bagian manajemen proyek yang akan bertugas di singapura selama proses pembuatan hotel"



"Setelah itu…?" Sambung rudy



"Tidak ada.."



"Untuk besok penerbangan pukul 14.10 tiba di singapura pukul 16.55 pak" ucap pandu



"Untuk jadwal di singapura sudah kamu catat juga..?"



"Sudah pak" rudy



"Maaf pak,mau saya buatkan kopi..?"



"Kelihatannya bapak sedang banyak pikiran.."



"Boleh pan.."




"Kenapa dengan istri bapak..?" Tanya pandu



"Merry lagi sakit,mana mau saya tinggal lagi.."



"Saya kepikiran dia terus jadinya" ucap rudy



"Saya bertahun tahun kerja sama bapak,baru kali ini saya lihat bapak perhatian sampai kepikiran gini sama orang"



"Bapak sudah beneran suka ya sama istri bapak" jelas pandu karena ia tahu kalau bosnya terpaksa menikah karena ingin menyembuhkan phobianya



"Jangan ngarang kamu pan" jawab rudy sambil menatap tajam pandu karena memikirkan hal yang tidak masuk akal baginya




Melihat rudy yang menatapnya seperti mata elang yang siap menerkam mangsanya membuat pandu segera keluar dari ruangan rudy dan segera membuatkan kopi untuk atasannya itu agar hati dan pikirannya kembali cool 



Setelah membuatkan rudy kopi,pandu kembali lagi ke meja kerjanya yang berada di depan ruangan rudy



Sambil menunggu jam 11 ia menyiapkan semua materi yang akan disampaikan atasannya untuk meeting nanti




Saat pandu hendak masuk memberitahu rudy untuk segera berangkat meeting karena sudah ditunggu,tiba tiba rudy keluar dari ruangannya




"Ayo kita meeting sekarang pan" ajak rudy



"Baik pak" jawab pandu sedikit kaget karena biasanya setiap mau meeting pandu selalu mengingatkannya




"Baik,saya setuju dengan desain dan rencana dari kepala bagian manajemen proyek ini"



"Terima kasih.."



"Sampai jumpa di singapura lusa ya" ucap rudy mengakhiri meeting siang ini lalu bersalaman dengan arsitek dan kepala bagian manajemen proyek



"Bapak lagi nunggu telpon dari siapa..?"



"Saya perhatikan dari 45 menit yang lalu bapak liatin layar hp terus" ucap pandu tapi tidak ada jawaban dari rudy



"Saya sudah tidak ada jadwal lagi setelah ini kan..?" Tanya rudy



"Tidak ada pak.."



"Antarkan saya pulang sekarang saja pan" ucap rudy



"Baik pak.."



Pandu menyunggingkan senyum di bibirnya seolah sudah mendapatkan jawaban dari  pertanyaan yang ia ajukan pada atasannya itu




Setelah sampai di depan rumah rudy



"Pan,kamu boleh pulang kalau sudah tidak ada kerjaan di kantor,dan bersiap siaplah untuk berangkat ke singapura besok dengan saya" perintah rudy



"Baik pak" ucap pandu lalu pergi



Baru sampai depan pintu,tiba tiba merry membuka pintu dari dalam karena merasa suntuk berada di dalam rumah ia bermaksud berjalan jalan di taman dekat rumah rudy untuk mencari angin



"Kamu sudah pulang..?!" Tanya merry sedikit gugup karena tidak biasanya suaminya itu pulang siang



Rudy tidak menjawab pertanyaan dari merry ia justru bertanya balik pada merry,



"Mau ke mana kamu,bukannya aku sudah bilang untuk istirahat dulu"



"Aku bosen di rumah.."



"Aku hanya ingin jalan jalan di taman sebentar" jawab merry sambil menunduk



"Ni orang ya,aku sengaja pulang lebih awal karena khawatir dia kenapa napa,karena nggak ngabarin aku sama sekali.."



"Tapi syukurlah kalau dia baik baik saja,aku lebih tenang meninggalkannya ke singapura besok" gumam rudy



"Yaudah jangan lama lama ya" jawab rudy



Mendengar rudy mengijinkannya pergi cari angin hal itu membuat merry merasa senang dan ia pun segera pergi berjalan kaki ke taman.




Sementara di rumah rudy harus menyiapkan pakaian yang harus ia pakai selama di singapura



saat hendak makan ia kepikiran dengan merry yang belum kembali dari tadi



"Jam berapa ini,kenapa merry belum kembali.."



"Jangan bilang dia nyasar..!!"



"Aduh..cewek ini,bisa nggak sih dia nggak bikin aku khawatir terus" ucap rudy gusar




Rudy tidak menghabiskan makanannya karena ia terlanjur khawatir dengan merry yang sejak tadi belum juga kembali,akhirnya ia memutuskan untuk menyusul dan mencarinya ke taman,setelah menyusuri jalan dan pandangannya terhenti saat melihat merry sedang bermain di kelilingi banyak anak kecil,terlihat di wajahnya senyuman kebahagiaan yang belum pernah rudy lihat sebelumnya,merasa sudah lega karena menemukan merry yang sedang tertawa tidak membuat rudy langsung menghampirinya,ia memutuskan untuk menunggu dan melihat merry di kejauhan sampai akhirnya merry sadar dan melihat rudy sedang memperhatikannya




"Rudy sini…" teriak merry memanggil rudy sambil melambaikan tangannya



Tapi rudy tidak menghampiri merry karena ia mendapat telepon dari kakeknya



Melihat rudy tidak menghiraukan panggilannya, merry pun segera menghampiri rudy



"Hey...kenapa tidak menghampiriku..?" Tanya merry



Rudy tidak langsung menjawab merry melainkan ia malah meletakan jari telunjuk di bibirnya mengisyaratkan kepada merry untuk diam dulu



Setelah mematikan teleponnya barulah ia mulai berbicara kepada merry



"Sorry..sorry..barusan kakek ku telpon menanyakan kabarmu,dan menyuruhku untuk mengunjungi kediamannya bersama kamu" ucap rudy



"Terus.." sahut merry



"Aku bilang kapan kapan saja kalau aku pulang dari singapura" jawab rudy



"Oh.." merry hanya membulatkan mulutnya



"Sudah jalan jalannya..?!"



"Kalau sudah ayo pulang.." ajak rudy 



Karena tidak melihat ke depan saat mengajak merry pulang,ia tidak memperhatikan kalau ada anak kecil yang sedang bermain sepeda dan hampir menabraknya



"Ruddy awas.." ucap merry sedikit teriak



Hal itu sontak membuat merry refleks untuk menarik rudy dalam pelukannya dan untuk pertama kalinya juga merry merasakan jantungnya berdebar saat ia tidak sengaja memeluk rudy



Deg..deg..deg..deg..



Keduanya sempat beradu pandang untuk jarak yang cukup dekat sampai akhirnya sadar dan salah tingkah



"Sorry.." ucap merry sedikit gugup



"Terima kasih.." ucap rudy sambil garuk garuk kepala tapi tidak merasa gatal melainkan karena ia sedang salting



"Ayo pulang.." ucap merry lalu diikuti gerakan tangan rudy mempersilahkan merry untuk jalan di depannya




***




Keesokan paginya merry bangun lebih awal karena ada kelas pagi,sebelum berangkat ke kampus ia menyempatkan diri menemui rudy di kamarnya 




Tok..tok..tok..




Mendengar ketukan pintu,rudy yang baru bangun dengan rambut yang masih acak acakan langsung membuka pintunya 




"Aku ganggu ya.." ucap merry



"Nggak.." jawab rudy dengan muka yang masih ngantuk



"Ada apa..?" Tanya rudy



"Aku cuma mau ngucapin terima kasih untuk hpnya"



"Tapi,apa ini nggak berlebihan..?!"



"Apanya..?!"



"Ini kan hp model terbaru harganya pasti mahal..!!"



"It's ok,anggap saja itu hadiah dari aku"



"Ada lagi..?" Ucap rudy



"Kamu berangkat jam berapa nanti..?"



"Aku nggak bisa mengantarmu ke bandara atau menunggu sampai kamu berangkat,karena aku ada kelas sampai sore" ucap merry 



"Tidak masalah,kamu fokus kuliah saja dan gunakan hpnya untuk menghubungi ku jangan dipakai untuk menghubungi cowok yang tempo hari mengantarmu malam malam itu" ucap rudy 



"Memangnya kenapa,kamu cemburu.." jawab merry dengan ekspresi meledek



"Tidak ada kata cemburu dalam kamus rudy adiwirya" jawabnya dengan sombong



"Yaudah,aku pamit.."



"Kamu hati hati ya nanti" ucap merry lalu pergi meninggalkan rudy yang masih berdiri di depan pintu kamarnya




Saat dalam perjalanan menuju bandara rudy terus memikirkan ucapan merry yang mengatakan bahwa ia cemburu 



"Cemburu…hah..yang benar saja.."



"Mana mungkin seorang rudy cemburu" gumam rudy



Melihat atasannya bergumam sendiri dari tadi membuat pandu meletakkan telapak tangannya di atas kening rudy,hal itu sontak membuat rudy kaget dan memelototi pandu 



"Apa yang kamu lakukan panduuuu.." ucap rudy dengan ekspresi sedikit tidak senang dengan tindakan asistennya itu



"Ma..maaf pak.." ucap pandu gugup karena takut melihat ekspresi rudy



"Habisnya bapak dari tadi ngomong ngomong sendiri,saya kira bapak sakit,,makanya saya memegang kening bapak untuk memastikan kondisi bapak baik baik saja" ucap pandu polos



"Tenang pan,saya masih sehat dan baik baik saja" tegas rudy




Tepat pukul 17.00 pesawat rudy mendarat di changi airport  dan telah disambut oleh mobil mewah yang akan membawanya menuju hotel bintang 5 yang akan ia tempati selama berada di singapura