know you better

know you better
chapter 7



"Pan apa jadwal ku hari ini.."



"Tidak ada pak,tapi ada beberapa dokumen yang harus bapak tandatangani.."



"Antarkan dokumen itu ke meja saya ya pan"



"Baik pak"



Setelah menandatangani semua dokumen,karena tidak mendapat kabar dari merry rudy memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya



Namun ketika ia sampai rumah ternyata merry belum pulang



"Loh..merry belum pulang"



"Aku mandi dulu saja,siapa tau nanti selesai mandi merry sudah di rumah" ucap rudy



Satu jam berlalu rudy masih menunggu merry di rumah,tapi ia mulai kepikiran karena tidak ada kabar dari merry,rudy pun menelponnya




Tut..tut..tut..




"Kenapa nggak diangkat sih" ucap rudy sedikit kesal



"Apa aku jemput saja ke tempat kerjanya ya"



Rudy mulai melajukan mobilnya menuju tempat kerja merry,tapi begitu ia sampai di tempat kerja merry,toko tersebut sudah gelap dan terkunci



"Sudah tutup ya tokonya" gumam rudy



"Tapi merry belum pulang juga"



"Aduh..kemana sih anak ini"



"Coba aku telpon lagi aja"




Tut..tut..tut..



"Angkat dong merry…" ucap rudy dengan khawatir



"Halo.." sahut merry dibalik telepon



"Akhirnya kamu angkat juga"



"Kamu di mana sih"



"Aku jemput ke tempat kerja tapi sudah gelap gini tokonya"



"Kamu mau jemput aku..?" Tanya merry



"Iya..kamu di mana sekarang.." jawab rudy menahan kesal



"Aku habis belanja untuk keperluan bulanan di swalayan"



"Tempatnya nggak jauh kok dari tempat kerja ku"



"Kamu tunggu disitu aja,aku sudah selesai belanjanya,nanti aku kembali ke toko nyamperin kamu"



Merry melewati sebuah gang kecil maksud hati ingin cepat sampai ke toko dan menemui rudy yang telah menunggunya tapi kebetulan ada beberapa orang yang sedang mabuk di gang itu



"Permisi.." ucap merry saat melewati gerombolan orang mabuk itu 



Tapi saat merry mencoba lewat ada 3 orang dari gerombolan itu yang menghadang dan menggodanya



"Mau kemana cantik buru buru amat,sini aja temenin abang" ucap salah seorang pemabuk



Merry mulai ketakutan dan mencoba menghubungi rudy,saat telepon tersambung



"Halo mer…" suara rudy terhenti setelah mendengar suara dibalik telepon merry



"Merry..kamu di mana…"



"Halo...merry…"



"Ah..sial.." ucap rudy langsung emosi mendengar suara ada yang tidak beres terjadi sama merry



Rudy langsung berlari keluar dari mobilnya,menyusuri jalan dan gang gang kecil sampai akhirnya ia menemukan merry sedang diganggu oleh segerombolan orang orang mabuk



Melihat merry yang sangat ketakutan,membuat rudy semakin emosi dan langsung melayangkan pukulan kepada orang yang berusaha mengganggu istrinya,tak terima seorang temannya di pukul oleh rudy,2 orang pemabuk lainnya pun berusaha menyerang rudy,tak perlu lama dengan tangan kosong rudy berhasil menghabisi para pemabuk yang sudah mengganggu istrinya,setelah dirasa para pemabuk itu tepar,rudy pun menghampiri merry namun saat hendak membantu merry membawakan belanjaannya salah seorang pemabuk itu bangun dan memukul bagian belakang kepala rudy




"Rudy..awas…" teriak merry



Namun belum sempat rudy menghindar




"Pyaarr..."



 terdengar bunyi suara botol bekas alkohol pecah yang dipukulkan tepat mengenai belakang kepala rudy



Melihat rudy terluka gerombolan pemabuk tadi pun langsung kocar kacir melarikan diri



Merry menangis sambil memeluk rudy,dan rudy yang tanpa sadar telah bersentuhan kulit dengan merry



Dengan darah yang bercucur di belakang kepalanya,rudy masih sempat menanyakan kondisi merry



"Kamu nggak apa apa mer"



Mendengar rudy yang masih mengkhawatirkan kondisi merry dibanding dengan kondisinya sendiri membuat merry sedikit marah



"Kamu masih sempet sempetnya nanyain kondisi aku,padahal jelas jelas kamu yang terluka" ucap merry sambil menangis



"Aku nggak apa apa,cuma sedikit pusing aja" ucap rudy



"Ayo kita kerumah sakit" ajak merry sambil membantu rudy berdiri dan memapahnya



"Kamu bisa bawa mobil mer..?" Tanya rudy



"Aku bisa kalau kepepet" jawab merry



Merry membukakan pintu untuk rudy dan membantunya untuk duduk di kursi belakang,sedangkan merry yang menyetir mobil membawa rudy ke rumah sakit



Saat mulai menjalankan perlahan mobilnya rudy kembali bertanya



"Kamu beneran bisa nyetir mer..?!"



"Aku coba ya" jawab merry lalu melajukan mobil rudy dengan sangat cepat



"Pelan pelan mer,," ucap rudy sedikit panik



"Merry..mer..mer..pelan mer.."



"Aku nggak mau mati konyol gara gara tabrakan" ucap rudy



"Udah,kamu diem aja" ucap merry semakin menambahkan kecepatan mobilnya



Sesampainya di rumah sakit 



"Aku kira,aku bakalan masuk kamar jenazah gara gara kamu yang nyetir" ucap rudy dengan wajah pucat



"Mana KTP mu" ucap merry



"Mau apa..?!" Tanya rudy



"Mau daftar siapa tau di tanyain nanti aku nggak bisa jawab lagi" jawab merry



"Nggak usah,kamu sebutkan saja namaku pasien dokter indra,semua pegawai di sini sudah tau siapa aku" ucap rudy



Belum sempat merry mendaftarkan rudy untuk diperiksa,dokter indra melihat rudy dan langsung berlari menghampirinya



"Oh..my god bro,apa yang terjadi.."



"Suster,bawakan brankar" perintah indra pada seorang perawat yang berlari mendorong brankar dan menidurkan rudy di atasnya



"Siapkan 1 kamar vvip sekarang" perintah dokter indra pada resepsionis



Merry masih speechles melihat perlakuan khusus yang rudy dapatkan dari dokter indra



Saat sampai kamar vvip di lantai 6,dokter indra mulai membersihkan darah dan mengobati rudy



"Gimana ceritanya lo bisa sampai kayak gini bro" tanya indra



"Lo obatin gue dulu aja sampai selesai,nanti gue ceritain" ucap rudy



"Gue harus ke bawah dulu mengisi datanya kalo lo mau dirawat" ucap indra



"Biar saya saja dok yang mengisi data pasiennya" ucap merry



"Nggak apa apa nih bro" ucap indra menatap rudy



"Yaudah nggak apa apa kamu aja mer yang mengisi data pasiennya" jawab rudy



"Kamu tinggal tulis namanya rudy pasien dokter indra saja ya" ucap indra



"Baik dok,kalau begitu saya permisi sebentar" ucap merry melangkahkan kakinya keluar



"Gue udah selesai nih ngobatinnya,untung saja nggak ada luka yang serius" 



"Sekarang lo ceritain deh kronologinya"



"Gimana ceritanya sampai lo bisa kaya gini" ucap indra penasaran 



"Gue tadi jemput merry di tempat kerjanya,pas gue sampai sana dia nya nggak ada katanya lagi ke toko swalayan gitu"



"Gue tunggu lah di depan tempat kerjanya sampai merry telpon gue ternyata dia lagi diganggu sama beberapa orang mabuk"



"Tanpa pikir panjang gue langsung cari dan berusaha menolongnya dari orang orang brengsek itu"



"Awalnya sih tuh orang pada K.O sama gue"



"Tapi pas gue mau nyamperin merry yang ketakutan tiba tiba kepala gue dipukul dari belakang pakai botol oleh salah satu orang dari mereka jadinya gini deh"



"Tapi bentar deh bro.." 



"Tadi setelah gue dipukul pakai botol kan kepala gue langsung berdarah"



"Gue inget merry langsung nyentuh muka gue bahkan meluk gue"



"Tapi kulit gue ga ada yang merah" 



"Coba lo periksa badan gue bro,ada kulit yang memerah nggak" ucap rudy



Mendengar cerita dari rudy membuat indra tidak percaya,karena baru kali ini dia mendengar sahabatnya itu peduli sampai rela terluka kaya gini demi seorang cewek



"Coba gue periksa" ucap indra



"Bener kata lo bro,nggak ada kulit yang memerah akibat phobia di badan dan muka lo"



"Apa jangan jangan karena gue hampir nggak sadar aja tadi ya" ucap rudy



"Gue harap sih lo beneran sembuh ya" ucap indra



"Yaudah lo istirahat dulu aja,gue mau ke ruangan gue dulu" ucap indra lalu meninggalkan rudy 



Saat indra membuka pintu ternyata merry sudah berdiri di depannya berniat menghampiri rudy



"Hai merry..terimakasih ya sudah cepat membawa rudy kesini" ucap indra



"Iya dok" jawab merry 



"Kamu ada yang luka nggak..?"



"Nggak ada dok" jawab merry



"Yasudah kalau begitu aku permisi dulu" pamit indra



"Iya dok,terima kasih" 



Melihat merry telah kembali dari resepsionis rudy yang tengah berbaring mencoba untuk duduk namun ditahan oleh merry



"Kamu tiduran dulu aja" ucap merry sambil menahan badan rudy agar tetap dalam posisi berbaring



"Mer,kamu lihat hp ku nggak..?" Tanya rudy




"Mer,kamu pulang dulu aja ke rumah,aku malam ini di sini dulu nggak apa apa" ucap rudy



"Tapi aku yang apa apa"



"Kamu kayak gini kan gara gara aku,masa aku tinggal pulang sih" ucap merry 



"Tapi baju kamu kan kotor mer,kena darah ku tadi"



"Nanti aku pulang dulu sebentar mandi dan ganti baju aja,terus aku balik kesini lagi"



"Nggak usah merry ini sudah malam,kamu di rumah aja biar aku telepon pandu nanti suruh datang kesini" ucap rudy 



"Yaudah deh aku pulang" ucap merry sedikit kecewa 



Setelah sedikit berdebat dengan rudy,dengan berat hati merry pun akhirnya pulang ke rumah dan beristirahat,tapi ia tidak bisa tidur karena terus kepikiran rudy



Sementara rudy yang tadi bilang akan menelepon pandu dan menyuruhnya untuk datang ke rumah sakit,hanya alasan saja agar merry bisa istirahat di rumah,lagi pula rudy tidak mungkin menelpon pandu dan menyuruh dia datang ke rumah sakit untuk menunggunya,karena rudy sudah memikirkan dirinya pasti tidak akan pergi ke kantor untuk beberapa hari,jadi rudy memutuskan untuk menelpon pandu besok pagi dan menyuruhnya mengerjakan semua jadwal rudy untuk sementara ia tidak masuk kantor 




Tepat jam 4 pagi merry sudah bangun dan bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit,karena masih gelap dan sedikit trauma dengan kejadian tadi malam akhirnya merry memanggil taxi online untuk mengantarnya ke rumah sakit



Saat merry tiba di rumah sakit sepertinya rudy masih tertidur pulas



Merry berjalan mendekati brankar dan menarik selimut yang rudy pakai,karena terjuntai ke bawah merry pun merapikannya



Ia duduk di kursi yang letaknya tepat di samping brankar rudy,merry memandangi wajah tampan suaminya sambil berkata



"Terima kasih karena sudah menyelamatkan ku"



"Terima kasih karena sudah melindungiku"



"Terima kasih karena rela terluka buat aku"



"Terima kasih karena tidak terluka parah"



"Terima kasih telah datang di kehidupan ku,aku berjanji aku akan melakukan apapun buat kamu"



"Sama hal nya dengan mu yang rela terluka untuk menyelamatkan ku" ucap merry dan tanpa terasa ia meneteskan air matanya



Saat rudy terbangun,betapa kagetnya ia melihat merry berada di sampingnya 



"Kamu sudah datang,jam berapa ini" ucap rudy sambil melihat layar hpnya untuk melihat jam




Rudy baru tersadar kalau ada air mata yang 



membasahi pipi istrinya



"Hey...kenapa kamu menangis" ucap rudy sambil mendekatkan wajahnya dengan merry yang menunduk



"Terima kasih karena sudah menyelamatkan ku"



"Terima kasih karena sudah melindungiku"



"Terima kasih karena rela terluka buat aku"



"Terima kasih karena tidak terluka parah"



"Terima kasih telah datang di kehidupan ku"



"Terima kasih untuk semuanya" ucap merry sambil menatap rudy



Mendengar merry berbicara seperti itu kepadanya rudy merasa speechles dan entah kenapa ia begitu senang mendengar ucapan istrinya itu



Ingin rasanya ia memeluk merry dengan hangat,tapi ia tidak bisa melakukannya 



Rudy merasa ini waktu yang tepat untuk menceritakan phobianya kepada merry




"Mer,sebenarnya aku mau…"




 Lagi lagi ucapan rudy terpotong ketika seorang perawat mengetuk pintu dan masuk untuk mengecek kondisinya



"Permisi,saya cek kondisinya dulu ya pa" ucap perawat



"Apakah anda perawat baru di sini..?" tanya rudy



"Iya pak.."



"Semua perawat lama tahu,saya tidak mau diperiksa oleh perawat perempuan"



"Panggilkan dokter indra sekarang" ucap rudy



"Maaf pak,tapi dokter indra sudah pulang tadi malam dan datang lagi nanti jam 8 pagi" 



"Ya sudah kalau begitu saya tunggu dokter indra datang,biar dia yang cek langsung kondisi saya" ucap rudy 



"Baik pak...saya permisi dulu" ucap perawat lalu pergi keluar



Merry menatap bingung dan penuh tanya mengapa rudy enggan diperiksa oleh perawat perempuan,



Saat rudy menyadari merry sedang menatapnya dengan bingung,ia mencari cara agar merry tidak bertanya kenapa ia tidak mau diperiksa oleh perawat perempuan,rudy pun menelpon pandu untuk datang ke rumah sakit



"Halo pan,ke rumah sakit jaya thama sekarang ya"



"Nanti langsung naik ke lantai 6 kamar nomor 601 ya" ucap rudy 



"Baik pak,tapi siapa yang sakit pak..?" Tanya pandu



"Sudah datang dulu saja" ucap rudy lalu menutup telponnya



"Kamu nggak berangkat kuliah mer..?" Tanya rudy



"Aku ijin hari ini" jawab merry



Karena jarak rumah pandu dan rumah sakit dekat,jadi hanya dalam beberapa menit saja pandu sudah tiba di rumah sakit




Tok..tok..tok..



Saat pandu membuka pintu dan melihat kepala rudi diperban ia setengah berlari menghampiri rudy



"Apa yang terjadi pak..?"



"Ah..tidak apa apa,hanya kecelakaan kecil saja" ucap rudy



"Apa saja jadwal saya 3 hari kedepan pan..?"



Pandu mengeluarkan sebuah tab dari tasnya lalu menyebutkan apa saja kegiatan rudy untuk 3 hari kedepan



"Hari ini bapak ada janji makan siang dengan calon investor"



"Besok besok ada rapat dengan semua staf hotel yang di senayan



"Untuk lusa belum ada jadwal apa apa pak.." ucap pandu



"Baik,selama 3 hari kedepan kamu gantikan tugas saya di kantor,kalau ada berkas yang harus saya tanda tangani kamu antar ke rumah saya saja"



"Sekarang kamu boleh berangkat ke kantor" ucap rudy



"Baik pak.."



"Cepat sembuh ya pak.."



"Saya permisi dulu" ucap pandu pamit ke kantor




Sesampainya pandu di kantor saat hendak naik lift salah seorang resepsionis memanggilnya



"Pak pandu,tadi ada ibu santi mencari bapak rudy sepertinya beliau menunggu di ruangan pak rudy"



"Baik,terimakasih ya informasinya" ucap pandu lalu melanjutkan langkahnya 




Klek…




"Selamat pagi bu,ada yang bisa saya bantu..?"



"Rudy belum datang ya…?" Ucap santi



"Maaf bu,pak rudy hari ini tidak masuk kantor karena beliau masih di rumah sakit.."



"Apa...rumah sakit"



"Ada apa dengan anak saya..?!"



"Saya kurang paham dengan kejadiannya"



"Rumah sakit mana…?"



"Kamar nomor berapa.."



"Rumah sakit jaya thama,lantai 6,kamar no 601"



Santi langsung mengambil tasnya yang diletakan di sofa ruang kerja rudy lalu pergi menuju rumah sakit



"Anak itu kenapa tidak memberi tahu orang tuanya kalau dia masuk rumah sakit" ucap santi 




Brakk…



Terdengar suara pintu terbuka dengan keras membuat rudy dan merry yang berada di dalam sedikit kaget



"Rudyyy…" teriak santi sambil menangis



"Apa yang terjadi sama kamu nak.."



Santi melihat dan mengelus kepala anaknya yang di perban



"Kenapa bisa sampai kayak gini"



"Kepala kamu,tidak apa apa kan"



"Kenapa tidak ngabarin mama sama papa kalau kamu masuk rumah sakit"



"Satu satu dong mah tanyanya.."



"Rudy nggak apa apa kok mah,nggak ada luka serius" ucap rudy



"Nggak apa apa gimana ,buktinya kamu masuk rumah sakit dengan kepala diperban kayak gini kamu bilang nggak apa apa"



Santi melihat ke arah merry yang berdiri di belakangnya



"Ini pasti gara gara kamu..?!"



"kamu yang menyebabkan anak saya masuk rumah sakit kan" hardik santi kepada merry dengan emosi



"Mama cukup…" teriak rudy






***