
Saat sedang merebahkan kaki di kasur kamar hotel tiba tiba hpnya berbunyi dan saat dilihat ternyata merry menelponnya,dengan senang hati rudy langsung mengangkatnya
"Halo.." ucap rudy
"Halo..kamu sudah mendarat..?"
"Sudah sampai hotel..?" Tanya merry dibalik telepon
"Iya sudah,aku barusan sampai hotel" jawab rudy
"Syukurlah kalau sudah sampai.."
"Ya sudah kalau begitu,aku hanya memastikan kamu sampai singapura dengan selamat aja"
Ucap merry
"Eh..merry.."
"Apa"
"Kamu jaga kesehatan ya selama aku nggak di jakarta,jangan telat makan,jangan pulang malam malam juga" ucap rudy
"Udah.." ucap merry
"Belum sih,apa lagi ya.." ucap rudy
"Hahaha...siap pak bos,aku pasti jaga kesehatan kalau makan nggak usah di khawatirkan,karena aku orang yang suka makan pasti nggak akan telat"
"Tapi kalau pulang malam aku nggak janji ya.." jawab merry usil
"Kamu…" ucap rudy
"Nggak,aku bercanda.."
"Yaudah kamu capek kan,istirahat aja sana" ucap merry
"Yaudah nanti aku telpon lagi" jawab rudy
"Bye…" pungkas merry lalu mematikan panggilan teleponnya
"Perasaan macam apa ini kenapa aku merasa kangen sama rudy,jangan bilang aku mulai suka lagi sama dia,tapi sejak kapan ya,apa jangan jangan sejak kejadian di taman kemarin"
"Ah..mungkin karena kebiasaan ketemu tiap hari aja,dan dia kan udah kaya vitamin aku kalau pagi,hehehe…" gumam merry
Rudy memutuskan untuk istirahat malam ini sebelum disibukkan dengan kegiatannya besok selama di singapura
Sementara merry masih menyelesaikan tugas kuliah yang harus ia serahkan besok,tapi belum sampai rampung semua tugas yang ia kerjakan rupanya merry keburu ngantuk dan tanpa sadar ia tertidur di meja belajar di kamarnya dengan laptop yang masih menyala sampai pagi
Tit..tit..tit..tit..tit..tit..
Merry terbangun karena mendengar suara alarm jam weker di kamarnya,saat ia sadar ternyata sudah pagi dan tugas kuliahnya belum selesai
"Mati… aku,bisa bisanya aku tertidur semalam padahal tugas belum selesai" ucap merry sambil mengumpulkan nyawanya sebelum kembali menyelesaikan tugas kuliahnya
"Untung saja masih ada waktu sampai jam 9" ucap merry
Waktu di singapura sudah menunjukan pukul 7.30 dan di jam itu rudy sudah mulai meeting dengan beberapa orang untuk proyek pembangunan sebelum meletakan batu pertama untuk peresmian pembangunan hotelnya
Di tengah kesibukannya rudy menyempatkan untuk menelpon istrinya
Tut..tut..tut…
Tapi tidak diangkat oleh merry
Merry mendengar hpnya berbunyi tapi saat ia melihat panggilan masuk dari rudy ia sengaja tidak mengangkatnya karena ia ingin cepat menyelesaikan tugasnya
"Maaf rudy,aku akan menghubungimu nanti malam saja" gumam merry sambil melanjutkan tugas kuliahnya
"Kok nggak diangkat sih..!!"
"Apa jangan jangan dia masih tidur"
"Dasar cewek pemalas" gerutu rudy kesal karena merry tidak mengangkat teleponnya
"Setelah siang malam aku ngetik akhirnya selesai juga ini tugas"
"Wah,,sudah jam segini aku harus segera mandi dan berangkat ke kampus" ucap merry
Saat merry sedang menunggu bus di halte dekat rumah rudy,kebetulan bima melewati halte tersebut dan melihat merry sedang duduk sendiri
Bima menepikan mobilnya lalu jalan menghampiri merry
"Mau ke kampus mer..?!" Tanya bima
Melihat bima yang tiba tiba muncul di depannya membuat merry sedikit kaget
"Eh,,bima,iya nih lagi nunggu bus" jawab merry
"Mau bareng..?" Tanya bima
"Emang searah..?" Tanya merry
"Searah kok,ayo.." ajak bima lalu menggandeng tangan merry menuntun ke arah mobilnya tanpa menunggu jawaban dari merry
Saat di depan mobilnya bima baru sadar ternyata ia menggandeng tangan merry
"Eh..sorry mer" ucap bima sambil membukakan pintu mobil untuk merry
"It's ok.." jawab merry
"Ada kelas jam berapa mer..?" Tanya bima
"Jam 10"
"Oh.. sebentar lagi ya,tadinya aku mau ngajak kamu makan dulu tapi kayaknya nggak keburu ya"
"Next time kita makan bareng ya mer..?!" Ajak bima
"Tapi nggak ada yang marah kan nanti.."
"Kamu udah punya pacar mer..?!" tanya bima
Belum sempat jawab pertanyaan bima, hp merry keburu bunyi,pas ia lihat ternyata telepon dari robert
"Halo pak.." ucap merry
"Halo mer,kamu nanti datang ke toko kan..?" Tanya robert
"Bapak perlu bantuan kamu nih,lagi rame soalnya" sambung robert dibalik telepon
"Iya pak,pulang kuliah merry langsung kesitu" jawab merry
"Bapak tunggu ya mer.."
"Iya pak" jawab merry lalu mematikan teleponnya
Karena sudah sampai kampus merry tidak sempat menjawab pertanyaan yang bima tanyakan padanya
"Terima kasih ya bim,aku turun dulu"
"Bye…" ucap merry sambil melambaikan tangan pada bima kemudian bima pun pergi
Sesuai janji merry pada robert,setelah jam pelajaran selesai merry langsung pergi ke tempat kerjanya
Dan benar saja seperti yang robert katakan lewat telepon tadi tokonya sedang ramai oleh pembeli dan membuat merry melupakan makan siangnya
Ketika toko tutup,robert baru bisa menghampiri merry yang dari tadi sama sama sibuk dengan pembeli
"Terima kasih ya mer.." ucap robert
"Sama sama pak" jawab merry
"Sebagai tanda terima kasih bapak,bawalah beberapa cake untuk rudy mer..!!"
"Tidak usah pak,rudi nya juga lagi nggak ada di rumah,sedang tugas ke singapura dia" ucap merry
"Oh…"
"Ya Sudah kamu bawa saja untuk kamu makan di rumah" perintah robert
"Iya pak,terima kasih" jawab merry
Karena tidak lembur merry bisa pulang sore dan istirahat di rumah,saat ia merebahkan badannya di kasur ia menatap langit langit dan memikirkan pekerjaan apa yang akan ia lakukan setelah lulus kuliah nanti
"Aku kerja apa ya nanti,kerja kantoran,buka usaha sendiri,atau…"
Belum sempat memikirkan lebih apa yang mau ia kerjakan setelah lulus nanti hp yang berada di tasnya berbunyi dan membuat ia sadar akan panggilan rudy yang tadi pagi ia abaikan
"Ya..ampun aku lupa kasih kabar sama rudy" ucap merry sambil memukul keningnya pelan
Saat ia melihat hpnya ternyata rudy yang telpon dan langsung ia angkat
"Halo…" sapa merry
"Halo,,akhirnya kamu angkat juga telpon ku" sahut ruddy dibalik telepon
"Kamu sudah makan..?" Tanya rudy
"Aku belum lapar" jawab merry
"Ngapain aja kamu seharian ini..?" Tanya rudy
"Oh..iya sorry ya tadi pagi aku nggak sempat angkat telepon kamu,karena hp nya aku silence dan aku lagi menyelesaikan tugas kuliahku,jadi nggak tau kalau kamu telpon"
"Terus..aku ngapain ya tadi…?!" Pikir merry
"Sama seperti biasa,aku tadi berangkat kuliah jam 9.30,pulang kuliah langsung kerja setelah kerja pulang ke rumah,udah gitu aja" ucap merry
"Kamu sudah makan..?" Tanya merry
"Aku baru selesai makan" jawab rudy
"Kamu kapan balik ke jakarta..?" Tanya merry
"Kenapa,,kamu sudah kangen.." jawab rudy pede
"Apaan sih.." sahut merry sedikit malu walaupun sebenarnya ia sudah merasa kangen sama rudy dari kemarin tapi merry berusaha menampiknya
"Aku besok sore sudah sampai jakarta lagi" jawab rudy
"Kamu mau nitip apa mer..?"
"Apa ya…??"
"Aku titip kamu selamat sampai rumah aja" jawab merry membuat rudy langsung blushing
"Kalau itu nggak usah di titipin kali mer" ucap rudy
"Ya sudah kamu istirahat dulu sana" ucap merry
"Yaudah kamu juga ya.."
"Sampai ketemu besok di jakarta.." ucap rudy lalu mematikan teleponnya
Rudy senyum senyum sendiri di kamar hotelnya mengingat apa yang merry katakan padanya di telpon barusan
"Apaan sih kamu mer,bisa banget ya kamu gombalnya,dasar…" gumam rudy
Setelah telponan dengan rudy merry pun pergi mandi untuk membersihkan badannya yang seharian bergelut dengan keringat dan polusi di jakarta
"Aku mandi dulu deh sebelum tidur" ucap merry
30 menit berlalu merry sudah selesai mandi dan merasa lebih segar,ia bermaksud leha leha di kasur sambil membuka akun sosmednya tapi lagi lagi merry ketiduran sampai pagi dan melewatkan makan malamnya
Saat hendak turun dari kasur merry merasakan perutnya kesakitan
"Aduh..perut ku sakit banget"
"Ini pasti gara gara kemarin aku lupa makan"
"Oh..iya aku masih punya cake dari pak robert kemarin,aku makan itu dulu saja" ucap merry lalu pergi ke dapur dan memakan cake nya di meja makan
"Untung saja ada kue ini" ucap merry sambil memakan cakenya
Walaupun ulu hatinya masih terasa perih gara gara nggak makan kemarin untungnya sakit perut merry sudah berkurang karena pertolongan dari kue pemberian robert
Setelah memakan beberapa potong cake,merry memutuskan untuk segera mandi dan berangkat ke kampus dan kebetulan hari ini merry ijin tidak kerja karena ada kelas tambahan sampai sore
Saat mengikuti kelas tambahan sepertinya penyakit maag merry kambuh hingga membuat merry merasakan sakit yang begitu hebat pada area perut dan ulu hatinya hal itu membuat merry terpaksa harus izin untuk meninggalkan kelas lebih awal dibanding teman temannya,karena harus pergi ke rumah sakit memeriksakan kondisinya,saat merry sedang menunggu angkutan umum untuk pergi ke rumah sakit kebetulan bima lewat dan melihat merry duduk sambil memegangi perutnya seperti orang kesakitan,melihat itu bima pun turun dari mobil dan menghampiri merry
"Hai mer.." sapa bima tapi ia langsung terfokus pada wajah merry yang sangat pucat
"Kamu sakit..?" Sambung bima lalu duduk di samping merry bermaksud memeriksa kondisinya.
Sementara pesawat rudy baru saja mendarat dan tiba di Jakarta,ia sengaja tidak memberi tahu merry jam berapa ia sampai,maksud hati ingin memberi merry kejutan tapi sangat di sayangkan bukannya merry yang terkejut akan ke pulangan rudy ke Jakarta tapi malah rudy yang dibuat terkejut oleh merry,karena saat mobilnya melewati kampus merry tanpa sengaja asistennya melihat merry duduk berdua dengan bima di sebuah halte bus
"Bukankah itu istri bapak.." ucap pandu dengan polos lalu menutup mulutnya dengan tangan
"Bodoh,,harusnya aku diam saja,nggak usah pake ngasih tau pak rudy segala kalau ada istrinya"
"Masalahnya istrinya pak rudy terlihat mesra dengan laki laki lain" gumam pandu merasa menyesal
"Stop pan.." ucap rudy meminta pandu menghentikan mobilnya
Melihat merry tengah bermesraan bersama laki laki lain hal itu sontak membuat rudy marah tapi ia tahan karena ia tidak ingin terlihat cemburu di depan asistennya
"Jalan pan.." perintah rudy dengan ekspresi kesal
"Sialan…" gumam rudy lalu diam sepanjang jalan sampai tiba di rumah dan masuk
Brak…
"Sialan..berani beraninya merry mesra dengan cowok lain di belakangku" ucap rudy dengan penuh emosi
Rudy memutuskan untuk menunggu merry di ruang tamu sampai merry pulang
Tidak berapa lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumahnya,rasa marah rudy semakin memuncak ketika ia melihat merry berjalan dipapah oleh laki laki lain sampai depan pintu rumahnya
Saat merry membuka pintu dan betapa kagetnya ia melihat rudy yang sedang berdiri di hadapannya
"Hay..rud,kamu sudah pulang..?" Tanya merry tapi tidak dijawab oleh rudy
"Sepertinya kamu capek,aku buatkan kamu teh hangat ya" ucap merry
"Tidak usah.." jawab rudy lalu meninggalkan merry yang masih berdiri di depan pintu
Melihat rudy pergi merry pun segera naik dan masuk ke kamarnya untuk istirahat
Merry sengaja tidak turun untuk makan malam ia merasa tidak mempunyai cukup tenaga untuk naik turun tangga
Karena merry tidak makan malam terpaksa ruddy makan sendiri di meja makan,setelah makan malam ia pun memutuskan untuk segera tidur
Keesokan paginya merry masih belum keluar dari kamarnya padahal jam sudah menunjukan pukul 10,rudy yang masih marah pun harus menyingkirkan egonya dan memberanikan diri mengetuk kamar merry
Tok..tok..tok..
Karena tidak ada jawaban rudy memutuskan masuk ke dalam dan betapa kagetnya ia saat melihat merry sedang menggigil karena demam,rudy langsung menghampirinya dan berkata
"Mer,kamu sakit..?" Tanya rudy sedikit panik
Ia pun berlari mencari termometer di kotak p3k,lalu menempelkannya di ketiak istrinya untuk mengetahui suhu tubuhnya sampai terdengar bunyi
bip..bip..bip..
Melihat angka 40 derajat di termometernya rudy yang tadinya marah pun sedikit melemah
"Ya.. ampun mer,suhu kamu tinggi sekali"
"Kenapa kemarin nggak bilang kalau kamu sakit" ucap rudy dengan penuh perhatian
"Nggak apa apa rud,aku sudah beli obat kemarin" ucap merry
"Kita ke rumah sakit sekarang ya..?!" Ajak rudy
"Nggak usah rud.." jawab merry lemah
"Kalau begitu aku panggilkan dokter arya lagi ya" ucap rudy langsung menghubungi dokter arya
Tapi sayangnya dokter arya sedang ada operasi dan belum tau kapan selesainya
Akhirnya rudy memutuskan untuk menghubungi dokter indra
"Halo..indra,ke rumah gue sekarang ya istri gue sakit,cepetan ya…" ucap rudy
Kebetulan dokter indra sedang berada di daerah dekat rumah rudy,jadi dalam beberapa menit dokter indra pun sampai
"Rud…" teriak indra dari luar
Mendengar teriakan indra rudy pun segera menghampirinya di luar
"Ayo masuk cepetan.." ucap rudy
"Istri lo kenapa..?" tanya indra
"Mana gue tau,lo periksa aja sana"
"Tadi sih demam suhunya 40 makanya gue panik langsung hubungi lo" ucap rudy
Dokter indra langsung memeriksa kondisinya merry dan mengatakan
"Kamu pasti telat makan"
Merry hanya sedikit tersenyum menanggapi pertanyaan dokter indra
"Gimana ndra..?" Tanya rudy
"Gimana sih lo bro,istri lo nggak di kasih makan apa di sini,bisa bisanya sampai maagnya kambuh gini" ucap indra
"Atau jangan jangan kamu tekanan batin ya married sama rudy..?!" Tanya indra pada merry
"Enak aja lo.." sahut rudy sambil berusaha menendang indra pelan
"Aku buatkan kamu resep ya,jangan lupa nanti di minum obat nya dan jangan telat makan lagi" ucap indra
"Iya dok.." jawab merry
"Aku permisi dulu ya" ucap indra pada merry
"Terima kasih ya dok" ucap merry
"Ini resep obat yang harus di minum sama istri lo.." ucap indra sambil memberikan selembar resep
"Kalau gitu gue balik ya" ucap indra sambil melangkahkan kaki ke luar dari kamar merry
"Thanks ya bro" ucap rudy sambil menjabat tangan indra
Setelah melihat indra keluar dari rumahnya rudi kembali menemui merry lagi
"Mer,aku mau ke apotik beli obat buat kamu"
"Kamu mau nitip jajanan,roti atau apa ga..?" Tanya rudy
"Nggak deh rud.." jawab merry
"Yaudah aku pergi dulu ya" pamit rudy
Sesampainya di apotik rudy langsung menyerahkan resep kepada apoteker nya
"Mbak ada obat ini ya..?"
"Sebentar kami lihat dulu pak.."
"Maaf pak, untuk obat yang ini adanya merek lain tapi kandungannya sama gimana..?"
"Nggak apa apa mbak" jawab rudy
"Obat buat merry udah,apa lagi ya" ucap rudy
Saat rudy keluar dari apotik ia melihat sebuah toko roti di seberang jalan dan memutuskan membeli beberapa roti untuk merry
Tak lama rudy pun sampai rumah lalu masuk ke kamar merry
"Ini mer obat buat kamu" ucap rudy sambil duduk di kursi samping tempat tidur merry
"Kamu belum makan kan..?!"
"Aku belikan kamu beberapa roti,pilih dan makanlah yang kamu suka sebelum kamu minum obat"
"Kamu mau makan bubur..?" Tanya rudy
Merry pun menganggukan kepalanya
"Aku ke bawah dulu ya,bilang ke bi sumi agar membuatkan bubur buat kamu" ucap rudy lalu melangkah keluar,namun saat sampai pintu merry memanggilnya
"Kamu nggak ke kantor..?" Tanya merry
"Sudah jam segini.." jawab rudy sambil melihat jam yang ada di tangannya
"Aku di rumah aja" sambungnya lalu pergi ke dapur menemui bi sumi