
“Permisi apakah benar ini tempat kerja nona merry”tanya seorang pria yang mengenakan setelan jas hitam dengan badan tinggi besar
“iya benar saya sendiri,ada perlu apa ya”jawab merry
“kalau begitu anda ikut dengan saya sekarang”pintanya sambil menarik paksa tangan merry dan membawanya pergi ke sebuah rumah besar bak istana kerajaan
“akhirnya aku berhasil menemukan dan membawamu kesini”ucap pria dengan suara menggelegar di balik singgasananya
“si…siapa kau”tanya merry
“tidak penting siapa aku,yang harus kamu tahu sekarang kamu harus membayar semua hutang kakek mu sebanyak 500 juta padaku dalam waktu 5 jam,kalau kamu tidak bisa membayarnya kamu harus menikah dengan ku besok”
“hei…apa kau gila…”ucap merry
“yang benar saja,masa aku harus menikah denganmu yang bahkan aku sendiri tidak tau siapa kamu”
“dan itu,,hutang kakek siapa yang segitu banyaknya,lagipula aku tidak bisa percaya ucapanmu begitu saja”
"Kakekmu bernama afandi,usianya 80 tahun dan sekarang dia sedang dalam pengawasan ku"
"Tau apa kau soal kakek ku"teriak merry
“baiklah,Telepon kakeknya sekarang”ujar pria yang sedang duduk di singgasana memerintahkan asistennya yang tadi menjemput paksa merry
“halo..merry..uhuk..uhuk..maafkan kakek,karena kesalahan kakek..uhuk..uhuk..kamu harus menanggung akibatnya”ucap suara pria tua sambil terbatuk batuk di balik telepon yang tak lain adalah afandi kakeknya merry
“kakek,sebenarnya apa yang terjadi..?
“kenapa kakek bisa punya hutang sebanyak itu..?
“hutang siapa itu kek..?
“bagaimana bisa aku membayar hutang sebanyak itu..?
Namun tidak ada jawaban dari semua pertanyaan yang merry ucapkan pada kakeknya
“hey..tuan siapa kamu sebenarnya,di mana kakek ku sekarang”
Belum sempat mengucapkan jawaban dari semua pertanyaan merry,tiba tiba ada seorang pria yang berpakaian serba putih layaknya seorang dokter dengan tergesa gesa menghampiri pria yang duduk di singgasana itu.
“maaf tuan,sepertinya ada masalah dengan kakek itu kondisinya semakin memburuk”ucapnya berbisik
“sial…bawa gadis ini untuk menemui kakek nya itu sekarang juga”
Hai..namaku meryana renata panggil saja aku merry,sejak kecil aku hanya hidup berdua dengan kakek ku,orang tua ku..entah lah mereka di ada mana,aku juga tidak mau mencari orang yang menelantarkan aku,oh..iya umurku masih 22 tahun dan aku masih kuliah di salah satu universitas di jakarta,keseharian ku selain seorang mahasiswa aku juga menjadi karyawan paruh waktu untuk membayar biaya kuliah ku sendiri di salah satu toko roti yang tak jauh dari kampus ku,awalnya hidup ku biasa saja tapi kemudian hidup ku berubah 180 derajat semenjak aku ketemu pria gila yang memintaku menikah dengannya hanya karena aku tidak bisa membayar hutang kakekku padanya,dan sialnya aku menyanggupi permintaannya atas perintah kakekku,karena bagaimanapun aku tidak akan pernah bisa membayar uang sebanyak itu walau aku kerja pagi siang malam karna aku hanya bekerja paruh waktu.
Setelah sampai di depan sebuah ruangan dengan penuh tanda tanya di kepalanya merry pun membuka pintu itu
“klek…..”
Setelah membuka pintu,betapa terkejutnya merry yang melihat kondisi kakeknya sekarang pasalnya hampir semua alat kedokteran yang entah fungsinya untuk apa menempel di tubuh kakeknya itu dan seketika tangis merry pun pecah
“kakek…hiks..hiks..hiks..apa yang sebenarnya terjadi..?
“kenapa kakek bisa seperti ini”
“kenapa tidak memberitahuku kalau kakek sakit”
“kenapa malah orang asing yang bahkan aku tidak kenal ini bisa merawat kakek”
“maaf merry sayang,uhuk..uhuk..kakek begitu takut untuk menceritakan kondisi kesehatan kakek saat ini pada cucu kakek satu satunya..uhuk..uhuk..”
“karena kakek tidak mau membebani mu lebih berat lagi”
“untungnya kakek bertemu seorang pria baik hati yang rela menolong kakek”
“dia adalah rudy adiwirya cucu dari salah satu sahabat baik kakek yang ada di Jakarta”
Sekarang giliran ku memperkenalkan diri yang dari tadi merasa tersudutkan seperti tersangka kejahatan
Hai..halo nama ku rudy adiwirya aku adalah anak tunggal dari pasangan santi Wijaya pemilik butik terkenal di Jakarta dan papaku donie adiwirya pemilik perusahaan yang kupegang sekarang karena papaku memilih pensiun dini,jadi mau tidak mau aku harus menggantikan posisinya sebagai presiden direktur dari perusahaan adiwirya grup yang bergerak di bidang perhotelan yang ada di seluruh Indonesia,di usiaku yang sekarang menginjak 29 tahun itu adalah posisi yang diinginkan oleh semua orang,tidak sedikit juga orang yang mengincar posisi ku saat ini di perusahaan,salah satu saingan ku adalah adik kandung papaku yang tak lain adalah paman kandungku sendiri
Tentang pernikahan,awalnya aku menolak tawaran dari kakek ku yang memintaku menikah dengan salah seorang cucu dari teman dekatnya,tapi karena suatu alasan yang tak lain adalah penyakit ku sendiri atau lebih tepatnya aku menderita chiraptophobia dan philemaphobia yaitu perasaan takut dan tidak bisa dicium atau berciuman bahkan bersentuhan fisik dengan pasangan karena kulit ku yang tersentuh oleh wanita akan terasa panas dan terbakar,,aku terpaksa menerimanya karena tidak ada cara lain untuk menyembuhkannya selain kemauanku sendiri untuk mencoba sembuh dari phobia aneh ini,dan hanya ada 4 orang yang tau tentang phobia ku ini termasuk kakek ku yang ingin menantang ku agar aku bisa hidup normal seperti pria pada umumnya.
“orang baik hati apa kek,mana ada orang baik hati yang meminta imbalan kaya gini”
“kalau dia beneran orang baik ga mungkin dia minta imbalan karena dia sudah menolong kakek”
“apalagi minta di bayar 500 juta”
“dan lebih parahnya lagi dia memintaku untuk menikah dengannya,gila kan..”ucap merry
“sebenarnya kakek yang menyuruh rudy agar menikahimu sebagai balas budi karena telah menolong dan merawat kakek sampai sekarang”
“merry,kamu dengar kakek yaa..”
“waktu kakek sudah tidak banyak lagi..uhuk..uhuk..kakek hanya ingin ada orang yang menggantikan kakek untuk menjagamu”
“Dan sepertinya rudy orang yang tepat untuk menjagamu”
“kakek tau dari mana kalau dia orang yang tepat untuk menggantikan kakek menjagaku”
“aku bahkan tidak mengenalnya kek”ucap merry dengan nada yang sedikit meninggi
Mendengar ucapan merry yang menolak permintaan terakhir kakeknya,membuat kondisi kakeknya semakin kritis hingga tak sadarkan diri dan membuat merry semakin panik
Merry pun menggoyangkan goyangkan tubuh kakeknya sambil berteriak histeris
“kakek bangun,,,hiiks,,hiiks,,ka..kek…”
“Jangan tinggalkan merry..”
“ka..kek….”
"Dokter..tolong..dokter…"teriak merry panik
Tangisan merry pun pecah sejadi jadinya,saat dokter mengatakan
“maaf nona,kakek anda sudah meninggal”
Merry tidak percaya mendengar ucapan dokter bahwa kakeknya sudah meninggal,merry pun syok berat hingga menutup mulut dengan tangan dan melangkah mundur dengan perlahan,tiba tiba
“brukk…”Merry pun pingsan
“bawa dia ke kamarku”teriak rudy pada asistennya
“tolong periksa kondisi gadis itu dok”ucap rudy pada salah satu dokter
“dan kalian siapkan segera acara pemakaman kakek ini sekarang juga”perintah rudy pada semua pengawal yang langsung diikutinya
Rudy memang orang yang terkenal galak,kejam dan dingin di luar,tapi siapa yang menyangka di balik sikapnya itu dia mempunyai sisi lemah yg tak banyak orang yang tahu,makanya asisten dan semua pengawalnya laki laki.
Beberapa jam kemudian merry akhirnya terbangun,saat sadar merry pun langsung lari keluar dari kamar rudy dan berteriak
“ka..kek…”
Namun baru sampai depan kamar rudy ada 2 orang yang menghadang merry dan berkata
“anda mau kemana nona”ucap salah seorang penjaga yang menghadang dan memegang tangan merry
“lepaskan aku..aku mau menemui kakek ku”ucap merry sambil nangis dan meronta ronta
Rudy yang mendengar teriakan merry langsung datang menghampirinya
“lepaskan dia”ucap rudy
“kakekmu sudah dikebumikan 30 menit yang lalu”
“aku bisa mengantarmu kalau kamu mau kesana”
Merry menganggukan kepalanya dan mengikuti rudy yang akan membawanya ke tempat peristirahatan terakhir kakeknya
Setelah sampai di kuburan,merry kembali menangis di atas pusaran kakeknya itu
“kakek..maafin merry kek,merry belum bisa bahagiain kakek”
“bahkan merry belum menjawab permintaan terakhir kakek”
“demi kakek merry mau mengabulkan keinginan kakek”
“merry akan menikahi pria yang bernama rudy itu,walaupun merry tidak mengenalnya”
Rudy yang sejak tadi berdiri di belakang dan memandangi merry kaget mendengar apa yang diucapkan oleh gadis yang ada di depannya itu
Merry yang sadar dengan ucapan yang barusan keluar dari mulutnya seketika dia berbalik menatap rudy yang sedari tadi berdiri di belakangnya dan mengatakan
“demi kakek ku aku mau menikah dengan mu”
Ruddy hanya menatap merry tak percaya
“hey..kamu dengar apa yang barusan aku katakan”ucap merry menggoyangkan tangannya kekiri dan kanan di depan wajah rudy yang membuyarkan lamunan rudy
“ah..iya..”
“kalau begitu kita bisa menikah lusa”jawab rudy sambil berbalik lalu jalan ke arah mobilnya untuk kembali pulang ke rumahnya
“siapkan semua data dan berkasnya merry karena aku akan menikahinya lusa”
Semua pengawal dan asistennya bengong mendengar apa yang barusan bosnya katakana
“hey…kalian dengar apa yang barusan saya katakan”teriak rudy
“baik bos” semua pengawal dan asistennya serentak menjawab
“merry,kamu bisa kembali istirahat di kamar yang tadi,aku masih ada pekerjaan”ucap rudy
Rudy pun pergi ke rumah kakeknya untuk memberitahukan kabar pernikahannya dengan merry yang akan diadakan lusa
Setibanya di kediaman adiwirya yaitu rumah kakeknya rudy
“kek..kakek dimana..”
“aku bawa kabar yang kakek inginkan”
Mendengar suara rudy yang teriak teriak memanggilnya,kakek rudy pun menyahut
“kakek di halaman belakang rud”
Mendengar jawaban sang kakek rudy langsung menghampirinya sumber suara di halaman belakang rumah
Melihat rudy yang teriak teriak mencarinya,adiwirya menyincingkan alisnya sebelah karena merasa heran dengan cucunya dan berkata
"Ada kabar apa rudy,sampai kamu teriak teriak begitu"
"Aku membawa kabar yang kakek inginkan,setelah aku sedikit mengancamnya akhirnya cucu dari sahabat kakek itu menyetujui untuk menikah dengan ku"
"Tapi sekarang malah aku yang jadi takut"
"Takut kenapa..?"tanya adiwirya
"Takut bahwa dia akan menganggapku aneh karena phobia ku ini"ucap rudy dengan ekspresi sedih
"Kamu tenang saja,kakek sudah mengenal merry dari kecil,dia dibesarkan dengan sangat baik oleh kakeknya,jadi dia pasti bisa menerima kekuranganmu"
"jika kamu tidak bisa memberitahu dan menjelaskan tentang phobia mu kepada merry,biar kakek yang mengurusnya"usul adiwirya
"Tidak usah kek,biar aku yang akan memberitahu dan menjelaskan masalah phobia ku ini langsung kepada merry"
"Tapi apakah mama sama papa akan senang mendengar hal ini..?"
"Sepertinya orang tua mu akan senang mendengar kabar bahagia ini"ucap adiwirya sambil tersenyum meyakinkan rudy
"Baiklah,aku akan pergi menemui mama dan papa sekarang"rudy pun pamit kepada kakeknya lalu pergi mendatangi rumah orang tuanya
"Tiin..tiin...tiin.."suara klakson mobil rudy di depan gerbang rumah orang tuanya seakan teriak minta dibukakan gerbang,tidak lama kemudian di buka lah pintu gerbangnya oleh seorang security penjaga rumah orang tuanya
"Mama sama papa ada di dalam pak..?"tanya rudy pada security yang langsung dijawab dengan penuh semangat
"Ada tuan"
Rudy pun keluar dari mobil dan melempar kunci mobilnya pada security yang lalu menyimpannya
"Mah..pah…"ucap rudy menyapa orang tuanya yang sedang asik menonton tv
"Hai...sayang,akhirnya kamu pulang juga"ucap mama santi
"Tumben kamu kesini ga ngantor..?"tanya papa donie
"Kayanya ada hal penting yang mau kamu bicarakan"
"Ih..papa,anaknya pulang kok malah di sinisin"ucap mama santi
"Rudy mau menikah lusa dengan cucu dari sahabatnya kakek"ucap rudy ragu
Kedua orang tuanya pun kaget mendengar anak tunggal mereka mengatakan akan menikah dengan gadis yang tidak mereka tahu asal usulnya,bahkan saking kagetnya papa donie yang sedang minum kopi pun sampai menyemburkan kopinya
"Puu Aacchhh"
"Apaan sih papa jorok deh"ucap mama santi
"Yang barusan kamu katakan,mama ga salah dengar kan,mama ga lagi menghayal kan"
"Beneran mah"jawab rudy
"Siapa namanya,umur berapa,pendidikan terakhirnya,dari keluarga mana,pekerjaan orang tuanya apa"tanya mama santi yang di balas gelengan kepala oleh suaminya
"Namanya merry,umurnya 22 tahun,dia masih kuliah di salah satu universitas di jakarta,dari kecil dia tinggal dengan kakeknya,dan kakeknya baru meninggal kemarin"jawab rudy sambil menghela nafas dalam
"Oh..jadi dia bukan dari keluarga kaya.."
Mendengar istrinya bicara seperti itu membuat papanya rudy memotong pembicaraannya
"Mama cukup"ucap papa donie dengan nada agak tinggi
"Aku sengaja pilih dia karena itu pilihan kakek"
"Mama dan papa kan tau soal penyakitku jadi berhentilah mengharapkan agar aku bisa mendapatkan istri yang kalian inginkan"
"Aku juga terpaksa menikahinya agar aku bisa sembuh dari phobia sialan ini"
"Coba saja kalian bayangkan jika aku menikah dengan gadis yang kalian harapkan,apa gadis itu mau menerima keadaan ku dan tidak beranggapan bahwa aku aneh"ucap rudy sedikit putus asa menjelaskan
"Baiklah,jika itu keputusanmu kita hanya mau yang terbaik untuk mu,dan semoga pilihanmu kali ini tepat nak"ucap papa rudy sambil memeluk dan menepuk halus punggung anak laki lakinya itu
"Terimakasih pah"
"Oh..iya,aku mau pernikahan ku ini dirahasiakan dulu ya,sampai aku benar benar sembuh dari phobia ku ini"ucap rudy yang di ikuti anggukan oleh kedua orang tuanya
2 hari kemudian
"Waahh...gila,aku ga menyangka bakalan nikah secepat ini,bahkan aku menikah dengan orang yang tidak aku cintai dan tidak aku kenal"gerutu merry yang sedang menunggu di ruang make up bersiap siap dipanggil untuk menuju altar
Tok..tok..tok
"Maaf nona,pengantin pria sudah menunggu di luar"ucap salah satu pegawai kepada merry
"Iya baik aku keluar sekarang"
Merry hanya mengundang 2 orang di pernikahannya yaitu robert pemilik toko tempat ia bekerja dan susi anak robert yang juga teman baik merry,rudy juga melakukan hal yang sama seperti merry,hanya ada kakek,orang tua,asisten dan beberapa pengawalnya saja yang hadir.
Merry digandeng oleh robert menuju altar dan membawanya kepada rudy
"Merry…"ucap ruddy mengulurkan tangannya kepada merry dan siap menggandeng nya
Menggandeng...Melihat merry mengenakan sarung tangan khusus pengantin rudy pun berani menggandeng nya
"Tuan rudy,apakah anda bersedia menikahi nona meryana renata sebagai istri anda..?"
"Baik disaat susah maupun senang,sehat maupun sakit,selalu menjaga,mencintai dan melindungi dia,dan selalu setia kepadanya"
"Saya bersedia"
"Nona merry,apakah anda bersedia menikahi tuan rudy adiwirya sebagai suami anda..?"
"Baik di saat susah maupun senang,sehat maupun sakit,selalu menjaga,mencintai dan melindungi dia,dan selalu setia kepadanya"
"Saya bersedia"
"Selamat ya merry"ucap robert sambil memeluk merry karena robert sudah menganggap merry seperti anaknya sendiri
"Terimakasih pak"jawab merry
"Selamat ya mer"
"suami kamu cakep juga ya mer"bisik susi di telinga merry
"Semoga cepat dapat momongan ya kalian berdua"
rudy yang sejak tadi hanya menatap merry di kejauhan menghampiri merry dan mengajaknya pulang ke rumah
"Sudah selesai,yuk pulang"ucap rudy yang dijawab anggukan oleh merry
Setelah hampir seharian di acara pernikahannya rudy mengajak merry pulang kerumahnya..