know you better

know you better
chapter 11





"Kalau mama sama papa mau ke rumah aku harus pulang sekarang dong" ucap rudy



Namun saat hendak pulang ia menyadari kunci rumahnya masih di bawa oleh merry



"Tapi kunci rumah ku kan masih di bawa oleh merry,tadi aku lupa lagi nggak minta kuncinya"



"Aku coba telepon bi sumi aja deh,siapa tau masih di rumah" ucap rudy



"Halo bi,bibi masih di rumah nggak..?" Tanya rudy



"Masih den" jawab bik sumi di balik telpon



"Kalau gitu bibi tunggu jangan pulang dulu,saya mau pulang sekarang" Ucap rudy lalu mengakhiri teleponnya dan bersiap check out dari hotel untuk pulang ke rumahnya



Sesampainya di depan rumah,rudy memarkirkan mobil lalu masuk ke dalam rumah,ia langsung ke dapur mencari keberadaan bi sumi



"Bi..bibi di mana…" panggil rudy mencari ARTnya



"Bibi di belakang den" jawab bi sumi 



Setelah mendengar suara bi sumi rudy pun mencari dan menghampiri sumber suaranya



"Bi,nanti malam papa sama mama mau datang,bibi tolong penuhi isi kulkas,belikan makanan,buah dan minuman"



"Nanti tolong bibi masakan makanan kesukaan aku, mama sama papa ya,tapi kalau sudah matang jangan di simpan di meja dulu,bibi simpan di dapur dulu aja,nanti biar merry yang menata di meja makan" perintah rudy



"Baik den"



"Ini uang untuk belanjanya" ucap rudy sambil memberikan beberapa lembar uang pada bi sumi



"Iya den,kalau begitu bibi permisi dulu ya mau berangkat belanja sekarang" ucap bi sumi lalu melangkahkan kaki untuk pergi berbelanja



"Aku harus memberitahu merry kalau aku sudah di rumah sekarang" ucap rudy



"Kalau aku telpon,nanti malah ganggu dia lagi belajar"



"Aku chat aja deh.."



📲💬"Mer,nanti malam mama sama papa ku mau datang ke rumah,kamu nanti langsung pulang ke rumah aja ya,karena aku sudah dirumah sekarang" 📲💬



Rudy terus memandangi hpnya menunggu balasan chat dari merry



Setelah 30 menit merry baru membalas pesannya 



"Tingg…" hp rudy berbunyi 



Rudy langsung melihat dan membuka pesan dari merry



📲💬"Iya,satu jam lagi aku pulang" balas merry



Rudy lega setelah membaca balasan pesan dari merry,karena merasa masih belum fit ia pun pergi ke kamar untuk tiduran di sana sambil menunggu merry pulang



Namun saat hendak memejamkan matanya yang masih terasa panas hpnya kembali berbunyi,kali ini panggilan dari pandu



"Halo selamat siang pak" ucap pandu di balik telepon



"Siang pan" jawab rudy dengan suara sengau



"Gimana situasi di surabaya,sudah mulai renovasinya..?" Tanya rudy



"Aman pak dan semua berjalan lancar,renovasinya juga sudah jalan" jawab pandu



"Apa bapak sedang sakit..?" Tanya pandu saat mendengar suara atasannya sedikit berbeda dari biasanya



"Cuma demam sama flu aja pan.." jawab rudy



"Kalau situasi di surabaya sudah bisa di tinggal kamu segera kembali ke jakarta lagi ya pan" 



"Iya pak,sepertinya sudah bisa ditinggal yang di surabaya"



"Kalau begitu kamu cari penerbangan ke jakarta malam ini" 



"Tapi sebelum kamu kembali ke jakarta,kamu pastikan tugas kamu yang di surabaya kamu serahkan dulu pada manajer hotelnya" perintah rudy



"Baik pak" jawab pandu lalu mematikan teleponnya



Tidak lama setelah telponan dengan pandu merry pun tiba di rumah,tapi ia tidak langsung masuk karena melihat bi sumi baru turun dari bajaj dan membawa banyak belanjaan merry langsung menghampiri bi sumi



"Sini bi,aku bantu bawa sebagian" ucap merry sambil membawa beberapa plastik belanjaan



"Nggak usah mbak,berat ini biar bibi saja" ucap bi sumi 



"Nggak apa apa bi aku bantu,ini langsung dibawa ke dapur kan..?!" Ucap merry sambil berjalan masuk ke dalam rumah menuju dapur



"Mau masak apa bi,biar aku bantu..?" Ucap merry sambil mengeluarkan belanjaan yang dibeli oleh bi sumi



"Mau masak makanan kesukaan den rudy sama mama,papanya"



"Soto bukan bi..?" Tanya merry



"Iya mbak,sama kentang balado di campur sama hati ayam" jawab bi sumi



"Aku bantu kupas kentang ya bi.." ucap merry



"Mending mbak merry ke atas aja,sepertinya tadi den rudy lagi sakit ya..?" 



"Oh..iya,aku lupa bi.." ucap merry



"Ada jahe sama lemon nggak bi..?"



"Aku mau buatin rudy minuman herbal..!!"



"Ada mbak,sebentar bibi ambilkan.." ucap bi sumi lalu mengambilkan lemon dan beberapa rimpang jahe



Setelah mendapatkan lemon dan jahe,merry langsung membuat minuman herbal lalu membawanya ke kamar untuk diminum oleh rudy



Tok..tok..tok..



"Rud,aku masuk ya" ucap merry sambil membuka pelan pintu kamarnya



Namun saat merry masuk rudy tidak ada di kamarnya,ia pun meletakan minumannya di atas nakas lalu mencari keberadaan suaminya



"Rud...rudy...kamu di mana..?" Panggil merry mencari keberadaan suaminya



Kemudian ia mengetuk pintu kamar mandi



Tok..tok..tok..



"Rud,kamu di dalam..?" Tanya merry tapi masih tidak ada jawaban



Akhirnya merry membuka pintu kamar mandi dan menemukan rudy sedang duduk di pinggir bathtub sambil menyandarkan kepalanya ke dinding



Melihat rudy terduduk lemas merry langsung menghampirinya dengan sedikit berlari



"Sayang… kamu nggak apa apa..?" Tanya merry panik,ia juga tidak sadar telah memanggil rudy dengan sebutan sayang



"Aku nggak apa apa,cuma agak lemas aja habis mandi" jawab rudy



"Kamu kuat jalan kan..?" 



"Sini tangan kamu,aku bantu jalan sampai tempat tidur ya" ucap merry sambil memapah rudy sampai tempat tidur



"Terima kasih ya mer" ucap rudy



"Kamu kan masih demam rud,ngapain mandi..?!"



"Nggak enak badan ku lengket banget belum mandi dari kemarin,kasihan kamu juga nanti kebauan dong sama aku gara gara nggak mandi" jawab rudy



"Nih minum ini dulu,mumpung masih hangat" ucap merry sambil memberikan segelas minuman herbal yang tadi ia buatkan



"Ah...enak banget" ucap rudy saat sudah meminum minuman herbal yang merry buat



"Minuman ini kamu sendiri yang bikin ..?" Tanya rudy



"Iya.." jawab merry masih sedikit kesal dengan rudy



"Ah,,sepertinya merry marah nih sama aku" gumam rudy saat melihat ekspresi dan wajah merry sedikit cemberut 



"Oh..iya,kamu sadar nggak waktu di kamar mandi manggil aku apa..?!" Ucap rudy berusaha memancing merry untuk mengingat kembali ucapan yang merry katakan saat di kamar mandi agar merry tidak cemberut lagi



"Emang aku memanggil kamu apa..?"



"Kamu nggak ingat ya manggil aku sayang"



"Apa iya,nggak kok.." ucap merry 



"Iya.."



"Tadi kan kamu buka pintu kamar mandi dan melihat aku sedang terduduk lemas,terus kamu sedikit lari menghampiri aku sambil bilang "sayang,kamu nggak apa apa" ingat nggak..?"



"Tadi kelihatan banget dari wajah kamu,kalau kamu panik banget"



"Maafin aku ya,sudah bikin kamu khawatir dan panik" ucap rudy sambil memegang tangan merry dan menatap wajahnya



"Hmmm" jawab merry 



"Udah dong..jangan cemberut gitu"



"Sini..sini..peluk aku dulu" ucap rudy sambil membuka kedua tangannya dan meminta merry untuk memeluknya



Melihat rudy membuka kedua tangannya merry pun mendekati rudy,tapi sebelum rudy memeluknya merry lebih dulu mengecek suhu badan rudy menggunakan termometer yang ia ambil dari kotak obat



"Aku cek suhu kamu dulu ya" ucap merry sambil meletakan termometer digital di ketiak rudy



Setelah bunyi bip..bip..bip..merry pun melihat suhunya rudy



"Nih lihat,kamu masih demam jangan mandi dulu ya" ucap merry sambil menunjukan suhu 38,5 pada termometer tersebut



"Iya.." Jawab rudy lalu memeluk istrinya



"Udah ya pelukannya aku mau mandi dulu,kamu pakai baju sana.." ucap merry melepaskan pelukan rudy



"Emmm...nggak mau" ucap rudy manja dan memeluk merry kembali



"Sejak kapan kamu manja kayak gini,pengen ku cubit rasanya" ucap merry sambil menekan dan memainkan kedua pipi suaminya seperti squishy tapi tatapan matanya malah tertuju pada bibir suaminya 



"Wah gila..perasaan apa ini,rasanya aku ingin sekali mencium bibir rudy yang sangat sexy" gumam merry dalam hati



Merry jadi melamun sambil membayangkan pasti enak rasanya bisa berciuman dengan suaminya yang mempunyai bibir sexy menurutnya dengan bibir bagian atas yang tipis sedangkan bibir bawah sedikit tebal



Gara gara membayangkan berciuman dengan suaminya merry jadi tidak mendengar saat diajak bicara oleh rudy



"Mer..hey...merry.." ucap rudy sambil menggoyangkan tangannya kekiri dan kanan tepat di depan wajah merry



"Yeehh..malah melamun,ngelamunin apa sih..?!" Tanya rudy penasaran



"Ah..enggg…" ucap merry tidak bisa menjawab saat rudy melihat ia melamun di hadapannya



"Aduh..bodoh banget sih aku bisa bisanya melamun dan membayangkan bisa ciuman dengan rudy di depan orangnya…" gumam merry dalam hati



"Katanya tadi mau mandi,sana mandi dulu.."



"Aku juga mau pakai baju" ucap rudy



Sambil menunggu merry yang sedang mandi rudy membuka laptopnya untuk melihat laporan dari semua hotelnya,saking fokusnya sama laptop ia tidak menyadari kalau merry sudah selesai mandi dan berdiri di sampingnya



"Serius banget sih kalau udah kerja" bisik merry di telinga rudy



"Ah..sejak kapan kamu berdiri di sampingku..?"  Tanya rudy



"Belum lama"



"Jam berapa mama sama papa datang..?" Tanya merry



"Paling juga sebentar lagi mereka datang" ucap rudy sambil melihat jam yang ada di tangannya



"Oh..iya,kalau mama sama papa aku sudah datang,nanti tolong kamu siapkan makan malam di meja makan ya,nanti aku bantuin" ucap rudy



"Iya.." jawab merry




Merry dan rudy pun duduk berdua di depan ruang TV,semenjak kejadian merry kabur dari rumah,rudy sudah berjanji untuk lebih perhatian dan mengenal merry lebih dekat lagi,setiap ada kesempatan ia selalu menanyakan apapun yang merry suka,mulai dari makanan,minuman,hobby,dan sekarang sedang menonton tv ia juga menanyakan genre film apa yang merry suka



"Mer,kamu suka nonton nggak..?" Tanya rudy



"Iya aku suka nonton,dulu sih aku biasa nonton sama teman teman kuliah ku"



"Tapi belakangan ini sudah nggak pernah nonton lagi,lagi sibuk bikin skripsi juga" jawab merry



"Kapan kapan kalau aku ajak kamu nonton di bioskop gimana,kamu mau nggak..?"



"Iya boleh,aku juga pengen banget bisa nonton berdua sama kamu" jawab merry dengan antusias



"Kamu suka genre film apa..?" Tanya rudy



"Aku suka genre romantis,drama,komedi,musikal,horor juga aku suka" jawab merry dengan polos



"Kamu mau nonton film apa nanti sama aku..?"



"Kalau nontonnya sama kamu,aku mau nonton film yang romantis aja"



"Romantis ya.." 



"Boleh deh" ucap rudy



"Kamu kan masih ada phobia,emang nggak apa apa nonton film romantis yang ada cium ciuman atau ada adegan yang lebih dari itu..?" Tanya merry



"Kalau cuma nonton aku nggak apa apa"



"Yang bahaya itu kalau sudah selesai nonton nya" ucap rudy membuat merry penasaran



"Memangnya bahaya kenapa kalau sudah nonton..?" Tanya merry penasaran dan menganggap serius apa yang rudy katakan



"Takut kamu pengen praktekin sama aku,,hahaha" jawab rudy



"Yeehhh...aku kira apa"



"Emangnya kamu nggak mau praktekin adegan romantis kaya di film film sama aku..?"



"Aku sih mau banget praktekin adegan romantis yang kayak di film film sama kamu,makanya aku sedang berusaha keras agar aku segera sembuh dari phobia ku ini" jawab rudy sambil mendorong perlahan badan merry yang tadinya duduk ia dorong sampai posisi merry terlentang tiduran di sofa dan rudy ada di atas badan merry



"Aku selalu membayangkan nikmatnya mencium bibirmu yang sangat indah,aku juga berharap bisa segera menjamah tubuh sexy mu"



"Aku mohon,bantu aku untuk segera sembuh dan menghilangkan rasa takut ku" bisik rudy di telinga merry membuat merry deg degan dan sulit bernafas karena nervous



Saking asiknya berduaan merry dan rudy tidak mendengar suara mobil papanya berhenti di depan rumah



Saat mama santi datang dan langsung masuk ke dalam rumah rudy tanpa menekan bel atau mengetuk pintu terlebih dahulu



Brukk…



Mama santi menjatuhkan buah buahan yang ia bawa dan langsung menutup mulutnya yang membulat dengan tangan karena ia sangat kaget saat melihat rudy sedang berada di atas badan merry



"Eheemm..eheemm…" 



"Sepertinya kedatangan kita nggak tepat mah" ucap papa donie 



Menyadarkan merry dan rudy akan kehadiran orang tuanya



"Oh..mama papa,silahkan duduk" ucap rudy sambil berusaha kembali duduk dengan santai



Sementara merry terlihat sangat malu,pasalnya ia seperti orang yang ketahuan habis melakukan hubungan mesum😋😋



"Kata papa tadi kamu sakit,makanya kita langsung kesini" ucap mama santi yang dari tadi khawatir mengenai puteranya tapi setelah melihat kondisi rudy mampu menggoda merry seperti yang ia lihat barusan sepertinya mama santi tidak perlu merasa khawatir lagi 



"Rudy cuma demam sama flu aja kok mah" jawab rudy



"Mmm..mama sama papa mau minum apa..?" Tanya merry masih merasa malu 



"Tolong buatkan kami teh panas ya tapi gulanya sedikit saja" ucap mama santi



Setelah melihat merry pergi ke dapur,rudy langsung dicecar pertanyaan oleh mamanya



"Sayang,kamu lihat tadi anak kita sedang apa..?"  Tanya mama santi pada suaminya



"Hmmm" jawab papa donie



"Sejak kapan kamu berani seperti itu sama perempuan..?"



"Apa phobia kamu sudah sembuh..?" Tanya mama santi



"Sejak kapan ya,sepertinya belum lama ini kok mah"



"Phobia ku belum sembuh total mah,aku hanya bisa menyentuh merry saja" jawab rudy



"Sudah kamu apakan istrimu itu..?" Tanya mama santi semakin penasaran



"Yaa..belum di apa apain lah mah,orang rudy masih ada phobia" jawab rudy 



Tidak lama merry pun kembali dari dapur membawakan tiga gelas teh panas



"Silahkan mah,pah,tehnya" ucap merry sambil meletakan tiga teh panas di atas meja



"Terima kasih merry" ucap papa donie



"Gimana kabar kamu mer..?" Tanya papa donie



"Aku baik pah,papa sama mama gimana..?" 



"Seperti yang kamu lihat kita berdua tampak sehat kan.." jawab mama santi sedikit judes



"Oh...iya,gimana kondisi hotel di surabaya..?" Tanya papa rudy berusaha mengalihkan topik 



"Iya,kata papa hotel di surabaya kebakaran,gimana ceritanya..?" Tanya mama santi



"Sudah aman pah,renovasi juga sudah berjalan,tapi semua karyawan rudy rumahkan dulu untuk sementara" jawab rudy



"Rudy juga nggak tau jelasnya bisa terjadi kebakaran tapi menurut saksi,petugas pemadam dan pihak kepolisian penyebab kebakarannya karena ada kebocoran gas di restoran"



"Tapi untungnya nggak ada korban ya..!" Ucap papa donie



"Iya pah" 



Melihat merry yang masih terlihat canggung dengan orang tuanya,rudy pun berusaha mencairkan suasana dengan mengajak kedua orang tuanya makan



"Papa sama mama belum makan malam kan..?!"



"Kita makan sekarang yuk,tadi merry sama bi sumi sudah masak soto.." ucap rudy



"Ayo,kebetulan papa sudah lapar.." ucap papa donie sambil mengelus perutnya



"Mer,tolong siapkan makan malamnya di meja makan ya" bisik rudy



"Hmmm" 



"Kalau gitu merry siapkan dulu makan malamnya di meja ya" ucap merry lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan dan menata makan malam untuk suami dan mertuanya



"Mah,pah,rudy bantu merry sebentar ya" ucap rudy menyusul istrinya ke dapur



"Aku bantu ya" ucap rudy 



"Nggak usah,kamu tunggu di depan aja,aku bisa sendiri kok"



"Beneran nih.."



"Iya..udah sana…" ucap merry menyuruh rudy kembali ke ruang tamu sambil mendorong pelan punggungnya



Sementara di ruang tamu mamanya rudy heran dengan sikap anaknya saat ini,pasalnya dari kecil rudy terkenal sangat cuek sama orang bahkan sama orang tuanya sendiri,ia juga tidak pernah membantu mamanya menyiapkan apapun 



"Pah..pah.." 



"Apa.."



"Papa lihat deh rudy,perasaan semenjak menikah dia sudah banyak berubah ya"



"Berubah apanya..?" Tanya papa donie



"Papa nggak dengar tadi anak kita bilang apa"



"Katanya dia mau bantu merry di dapur..?"



"Mama aja,seumur umur belum pernah yang namanya di bantu sama rudy pah" ucap mama santi yang masih heran dengan sikap dan perhatian rudy terhadap merry,ia bahkan merasa sedikit iri kepada merry sekarang



"Ya bagus dong,kalau ada perubahan positif" ucap papa donie



"Tapi pah.." ucap mama santi terhenti saat melihat rudy telah kembali dari dapur



"Loh..katanya mau bantuin merry di dapur..!!" Ucap mama santi



"Nggak jadi,merrynya nggak mau aku bantuin" ucap rudy 



Tidak lama merry pun datang memberitahu suami dan mertuanya kalau makan malamnya sudah dihidangkan



"Ayo mah pah kita makan malam dulu" ajak rudy mempersilahkan kedua orang tuanya menuju meja makan,sementara merry masih berdiri di sampingnya



"Ayo sayang kita makan malam" bisik rudy sedikit menggoda di telinga merry



Merry,rudy dan kedua orangtuanya menikmati makan malam bersama sambil berbincang bincang di meja makan dan tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 9 malam



"Ayo mah kita pulang rudy harus istirahat,besok kan dia harus kerja dan merry juga harus kuliah" ajak papa donie



"Iya,ayo.."



Merry dan rudy pun mengantarkan kedua orang tuanya sampai depan rumah,mereka berdua terus berdiri dan sesekali melambaikan tangan sampai mobil orang tuanya tidak terlihat lagi



"Ayo kita masuk" ajak rudy sambil menggandeng tangan istrinya sampai ke kamar



Saat merry sedang membersihkan wajahnya di depan cermin rudy memeluk merry dengan lembut dari belakang,jauh dari dalam hatinya ia ingin sekali mencium bibir istrinya saat ini 



"Aku mau sembuh,aku mau mencoba untuk mencium kamu" bisik rudy



Mendengar ucapan rudy merry pun langsung membalikkan badannya dan berhadapan dengan rudy



"Kamu yakin..?"



"Hmm" 



"Aku akan bantu kamu sampai sembuh" ucap merry pelan sambil menggenggam tangan rudy seolah memberikan dukungan dan berkata kamu pasti bisa



Rudy mendekatkan wajahnya ke arah merry dengan perlahan,saat wajahnya semakin dekat dengan rudy,merry pun mulai menutup matanya namun saat merry menutup mata,merry yang sedari tadi menggenggam tangan rudy ia menyadari bahwa suaminya gemetar,merry kembali membuka matanya dan melihat rudy sudah berkeringat dingin



"It's okay..it's okay..kita coba lagi lain kali" ucap merry memeluk rudy sambil mengusap usap punggungnya,memberikan semangat kepada rudy



"Maaf ya,kamu kecewa ya..?" Tanya rudy yang masih dalam pelukan merry



"Nggak.." jawab merry cepat,walaupun sebenarnya ia sedikit kecewa karena gagal ciuman dengan suaminya



Karena percobaan ciuman pertamanya gagal akhirnya merry dan rudy pun memutuskan untuk tidur,rudy sangat tidak enak terhadap merry ia merasa seperti memberi harapan palsu kepada istrinya,karena terus memikirkan cara agar ia bisa segera mencium istrinya rudy jadi tidak bisa tidur,melihat wajah merry yang tertidur pulas ia pun berkata dalam hati sambil membelai lembut rambut istrinya



"Kamu pasti kecewa sama aku,tapi aku akan terus berusaha dan mencoba sampai aku sembuh dari phobia,setelah itu aku janji akan membuatmu bahagia dengan caraku"