know you better

know you better
chapter 3



   





Setelah menempelkan catatan untuk rudy,merry harus pergi ke kampus karena sudah masuk semester akhir jadi banyak sekali tugas yang harus ia kerjakan.



Sepulang kuliah merry langsung bekerja di tokonya robert dan hari ini ia terpaksa harus lembur sampai jam 9 malam untuk menggantikan salah satu pegawai robert di bagian kasir yang tidak masuk jadi mau tidak mau merry harus menggantikannya



"Ting..tong.." terdengar suara pintu dibuka tanda ada pembeli masuk,merry dengan refleks mengucapkan 



"Selamat datang"



"mau pesan apa"



"Saya mau hot cappuccino 1,sama cheesecake 1" ucap pembeli yang datang sambil menunjuk gambar yang ada di buku menu



"Makan di sini atau bawa pulang"ucap merry dengan ramah



"Makan di sini"



"Sebentar mbak"ucap pembeli menghentikan langkah merry yang akan menyiapkan pesanan



"Iya,, ada yang bisa saya bantu" ucap merry



"Merry...kamu merry kan,alumni SMA harapan bangsa"



"Iya..siapa ya"



"Aku bima,teman satu kelas kamu dulu"



Mendengar ucapan bima,merry lalu mengingat ingat kembali masa SMAnya kemudian



"Oh..bima anak yang paling pintar di kelas itu ya.."



"Ya..ampun lama banget kita nggak ketemu"ucap merry membuat bima merasa senang karena masih mengingatnya



"Iya lama nggak ketemu,btw gimana kabar mer..?"



"Aku gini gini aja bim"



"Aku siapkan pesanan kamu dulu ya" 



Kemudian merry mengambilkan pesanan dan memberikannya kepada bima



"Terima Kasih.. mumpung sepi kita ngobrol dulu mer" ucap bima sambil menarik kursi di sampingnya mempersilahkan merry untuk duduk 



"Kamu kuliah dimana bim..?"



"Aku kuliah di stanford university tapi sudah lulus 1 tahun lalu dan sekarang aku sudah bekerja di salah satu rumah sakit di jakarta"



"Wow..hebat kamu bim,aku bangga punya teman pintar seperti kamu" ucap merry 



Saat tengah asyik mengobrol dengan bima,robert memanggil merry



"Mer,kamu sudah boleh pulang sekarang,terima kasih ya sudah mau lembur" ucap robert 



"Siap bos,,,"



"santai aja pak,lagian aku di rumah juga sendiri jadi mending aku di sini aja kan"



"Aku pamit pulang ya pak,sampai ketemu besok"ucap merry



Melihat merry mau keluar dari toko,bima lalu menghampirinya



"Sudah mau pulang mer,mau aku antar..?"



"Nggak usah bim,merepotkan kamu nanti"



"Nggak kok lagian ini sudah malam kan,tidak baik anak gadis pulang malam malam sendiri" ucap bima tidak tahu kalau merry sudah menikah



"Ya sudah kalau kamu memaksa" ucap merry sambil tersenyum



Bima pun mengantar merry ke rumahnya,rumah rudy maksudnya



Sesampainya di rumah,rupanya rudy juga baru pulang dari kantor



melihat istrinya diantar oleh laki laki lain membuat rudy merasa cemburu dan tidak rela kalau istrinya dekat dengan laki laki lain selain rudy,pasalnya rudy yang sudah menjadi suaminya pun tidak pernah mengantarkan merry.



Melihat rudy yang baru pulang,merry segera menghampirinya karena sudah seminggu ia tidak bertemu dengan suaminya



"Baru pulang ya.."ucap merry



"Harusnya aku yang tanya gitu sama kamu"



"Kenapa baru pulang jam segini"



"bukannya aku sudah pernah bilang sama kamu,kamu harus sudah ada di rumah sebelum aku pulang" ucap rudy dengan nada sinis



"Iya sorry,tadi ada teman kerja ku yang tidak masuk jadi mau tidak mau aku harus menggantikannya"



"Tadinya aku mau menghubungimu ngasih tau kalau aku lembur sampai jam 9 malam,tapi aku nggak punya nomor hp mu" jelas merry



"Sebutkan nomor hp kamu,biar aku save" ucap rudy



"0822 xxxx xxxx"



Rudy mencoba menelpon nomor merry



Tut..tut..tut..



"Sudah masuk" ucap merry sambil melihat layar ponselnya



"Itu nomor hp ku,kamu save aja"



"Lain kali kalau kamu lembur lagi kasih tau aku,biar aku atau asisten ku yang antar jemput kamu mulai sekarang"



"Sudah malam,masuk dan istirahat lah"ucap rudy  dengan penuh perhatian



"Orang yang aneh,tadi galak sekarang mendadak perhatian"gerutu merry dalam hati sambil berjalan masuk ke kamarnya




***




Karena merry tidak menanyakan tentang phobia nya,rudy kembali ke aktivitas sebelumnya di mana ia berangkat ke kantor di jam 7.30



"Tok..tok..tok.."rudy mengetuk pintu kamar merry



"Mer,aku boleh masuk sebentar mau ngambil dasi ku di kamar itu" ucap rudy



Tapi tidak ada jawaban dari merry



"Aku masuk aja lah,mungkin dia masih tidur"



Saat rudy masuk dengan bersamaan merry juga baru keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang menutupi badannya



"Ah..sorry" ucap rudy sambil memalingkan pandangannya dari merry



"Ada perlu apa.."



"Ada yang bisa aku bantu"ucap merry



"Aku cuma mau mengambil dasi ku di kamar ini" jawab rudy dengan wajah blushing lalu berjalan menuju tempat penyimpanan dasi



Deg..deg..deg..deg..



"Sial,,kenapa jantungku berdebar gini sih" gumam rudy dalam hati



"Kalau kamu sudah mengambil dasinya,bisa tolong keluar dulu ya..aku mau pakai baju" pungkas merry



Rudy yang masih terpesona melihat ke sexy an istrinya dan ia tidak mengira kalau akan disuruh keluar dari kamarnya sendiri.



"Kalau sudah selesai pakai baju,aku tunggu kamu di meja makan kita sarapan bareng"ucap rudy lalu diikuti anggukan oleh merry tanda menyetujui ajakannya




Saat turun dari tangga pandangan merry langsung tertuju pada rudy yang sedang minum 



"Ya..tuhan,kenapa dia terlihat sexy saat sedang minum"



"Semoga hariku menyenangkan dan berjalan lancar setelah melihat pemandangan indah ini"gumam merry lalu menghampiri rudy di meja makan



"Apa kegiatan kamu hari ini" ucap rudy memulai percakapannya 



"Aku ada kelas sampai siang,lalu dari siang sampai sore aku bekerja seperti biasa"ucap merry



"Mau berangkat bareng..?"tanya rudy



"Tapi kan arah kantor kamu sama kampus aku nggak searah"



"Aku mau ketemu client,kebetulan kantornya dekat kampus kamu"



"Boleh,asal tidak merepotkan kamu"



"Kalau begitu aku tunggu kamu di mobil sekalian aku mau telepon orang dulu"



"Tidak usah buru buru,pelan saja makannya"ucap rudy sambil meninggalkan merry yang masih makan



"Heem"ucap merry sambil melanjutkan sarapannya



Tidak perlu waktu lama menghabiskan makanan bagi merry,karena ia mempunyai nafsu makan yang baik pagi ini



Setelah selesai sarapan merry pun menghampiri rudy yang telah menunggunya di dalam mobil



"Ayo..kita berangkat sekarang"ucap merry



Rupanya tadi rudy menelpon asistennya agar tidak datang ke rumahnya karena ia ingin menyetir mobil sendiri untuk mengantar istrinya ke kampus



Setelah merry duduk disampingnya dan mengenakan seat belt, rudy menginjak gas dan siap melajukan mobil mewahnya,sepanjang jalan merry hanya diam walau sesekali ia mencuri pandang pada suaminya



Karena jalanan hari ini cukup lengang jadi hanya butuh waktu sebentar untuk sampai ke kampusnya merry



"Sudah sampai aku masuk dulu,terima kasih ya" ucap merry lalu keluar dari mobil




Setelah merry keluar dari mobil,rudy langsung melajukan mobilnya menuju sebuah rumah sakit besar yang tak jauh dari kampus merry, sesampainya di halaman rumah sakit rudy memarkirkan mobilnya lalu masuk ke salah satu ruang dokter di lantai 5,ternyata rudy menemui indra yang tak lain adalah dokter dan juga sahabat baiknya rudy



"Hey bro,tumben nggak bilang kalau mau kesini" sapa indra di balik meja kerjanya



"Iya,tadi sekalian nganter istri gue ke kampusnya" ucap rudy



"Bentar..bentar,, lo tadi bilang apa"



"Istri…?"



"Telinga gue nggak salah dengar kan"



"Baru 2 bulan nggak kesini tiba tiba gue denger kata istri aja" ucap indra tidak percaya kalau temannya itu sudah menikah,bagaimana tidak pasalnya rudy masih phobia sekali dengan yang nama perempuan



"Kapan marriednya,kok nggak ngasih tau gue.."



"Gue terpaksa nikah mendadak,gara gara kakek gue dan kakeknya istri gue"



"Awalnya gue juga menolaknya sih,tapi gue mikir lagi mungkin dengan gue mengikuti perintah kakek,gue bisa segera sembuh dari phobia"



"Makanya gue terima deh perintahnya" ucap rudy



"Sudah married berapa lama bro.."



"Belum ada sebulan"



"Terus udah ada kontak fisik"



"Istri lo sudah tau kalau lo ada phobia..?"



"Pernah sekali gue jatuh tepat di atas badan istri gue dan nggak sengaja kepegang tangannya"



"Terus..terus..bro.."



"Sudah kayak tukang parkir aja lo terus terus"ucap rudy bercanda pada indra



"Gimana reaksi phobianya..?"



"Tangan dan leher gue langsung merah waktu itu juga"




"Terus sekarang kayaknya jantung gue bermasalah deh bro"



Indra mengernyitkan alisnya menggambarkan ekspresi tanda tanya



"Kok bisa…?"



"Gue heran setiap lihat istri gue habis mandi,jantung gue bawaannya berdebar terus bro" terang rudy menjelaskan dengan antusias pada indra 



Indra hanya tersenyum mendengar penjelasan rudy



"Tenang bro,jantung lo normal kok"



"Mulai sekarang lo harus lebih terbuka dengan hati lo,terbuka kepada wanita yang sudah jadi istri lo"



"Lo harus yakin dan percaya pada diri sendiri,dan memberanikan diri mulai menyentuh istri lo"



"Lo gampang tinggal ngomong bro"



"Gue yang jalani susahnya setengah mati"ucap rudy 



"Coba bro..coba.."



"Gue yakin lo bisa segera mengatasinya sendiri" ucap indra berusaha meyakinkan sahabatnya 



"Baiklah,langsung gue coba nanti"



"Yaudah gue balik kantor dulu,ada meeting bentar lagi"



"Oh..iya,btw selamat ya atas pernikahannya" pungkas indra menyodorkan tangan untuk bersalaman tanda menyelamati sahabatnya



"Thank You bro"ucap rudy sambil menjabat tangan indra lalu bergegas keluar



Saat melewati jalan jendral sudirman tepat depan kampus merry,ia melihat istrinya sedang berbincang dengan temannya di halte bus,



"Bukankah itu merry,sepertinya dia mau pergi naik bus"



"Aku telpon dia saja deh"



Tut..tut..tut..



"Halo ada apa rud"jawab merry dibalik telepon



"Kamu mau pergi..?"tanya rudy



"Iya,aku mau ke tempat kerja"Jawab merry



"Mau aku antar..?"



"Memangnya kamu di mana..?"



"Aku tepat di seberang halte"



Merry menengok ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan mobil rudy



"Iya aku lihat mobil kamu"



"Kalau mau aku antar ayo nyebrang sekarang"perintah rudy



"Iya,tunggu.."jawab merry sambil mematikan panggilan teleponnya



"Guys..aku duluan ya"ucap merry pada teman temannya lalu jalan menyebrang dan masuk ke dalam mobil rudy



Setelah melihat merry memasang seat belt rudy melajukan mobilnya menuju tempat kerja merry



Di tengah perjalanan suasana di dalam mobil itu tampak sepi,dan akhirnya merry memulai percakapan dan menanyakan



"Kamu nggak ke kantor..?"



"Nggak,aku mau langsung meeting sama client nanti" jawab rudy



"Kamu sudah makan..?" tanya merry



"Belum,kamu..?" tanya rudy



"Belum juga.."



"Mau makan dulu nggak..?"tanya merry



"Boleh.."



"Mau makan apa..?"tanya rudy



"Apa aja sih,aku mah pemakan segala"ucap merry polos



Karena bingung mau makan apa,akhirnya rudy memilih warung soto tradisional yang letaknya tidak jauh dari kampus merry



"Aku nggak tau mau makan apa,jadi aku bawa kamu kesini"ucap rudy turun dari mobil lalu masuk ke dalam warung dan langsung duduk di sebuah kursi antik di sudut ruangan



Tak lama,datanglah seorang pelayan menyodorkan buku menu 



"Silahkan,mau pesan apa..?" 



"Saya soto betawi 1,sama minumnya teh manis hangat saja"ucap rudy



"Kamu pesan apa mer..?"



"Aku samain aja deh pesanannya,tapi minumnya es jeruk ya" pesan merry lalu ditulis oleh pelayannya



"Mohon ditunggu pesanannya" ucap pelayan lalu meninggalkan rudy dan merry



"Kamu sudah sering kesini..?" tanya merry



"Nggak sering sih,cuma pernah dulu beberapa kali kesini"



"Tadi sempat ragu,terus coba coba aja datang ternyata masih buka tempatnya"



"Di sini lumayan terkenal enak soto betawinya"



Ketika tengah asyik ngobrol,makanan yang di pesan pun datang



"Semoga kamu suka rasanya ya mer" ucap rudy



Tidak seperti rudy yang langsung memakan dan menikmati cita rasa dari soto betawi yang mereka pesan,merry tidak bisa memakan langsung makanan panas,ia harus mengipasinya terlebih dahulu sampai hangat baru ia bisa memakannya



Saat suapan ketiga masuk ke mulut merry



"Hmmm…rasa sotonya lumayan enak juga ya"



Ucap merry langsung menghabiskan isi mangkoknya



Setelah selesai makan rudy langsung mengantar merry ke tempat kerjanya



"Aku duluan ya,sampai ketemu di rumah" ucap ruddy



"Iya,terima kasih,hati hati ya.." ucap merry sambil melambaikan tangannya



Rudy pun bergegas melajukan mobilnya menuju tempat meeting karena sudah dari tadi pandu asistennya menelpon terus menanyakan keberadaan atasannya yang sudah ditunggu oleh client sejak 15 menit lalu.



Saat tiba di tempat meeting rudy sudah disambut oleh beberapa orang client yang akan bekerja sama dengannya



"Maaf membuat anda menunggu" ucap rudy sambil menyodorkan tangannya bersalaman dengan para client lalu mempersilahkan duduk



"It's okay,mungkin kami yang terlalu cepat datangnya" ucap salah satu client rudy



Setelah 1 jam tampaknya rudy sudah selesai membicarakan proyek kerjasama untuk pembangunan hotelnya di singapura,ia pun bertukar tanda tangan dengan client tanda menyetujui persyaratan yang diajukan oleh clientnya Begitupun sebaliknya,rudy mengakhiri meeting kali ini dengan  berjabat tangan kembali lalu para clientnya pun segera pergi meninggalkan rudy dan pandu,



sepertinya dalam waktu dekat ini rudy harus segera pergi ke singapura untuk meletakan batu pertama sebagai peresmian pembangunan hotel pertamanya yang ada di luar negeri.




"Pak,tadi kemana aja sih.."



"Bikin aku deg degan aja deh,kirain tadi pak rudy yang telat ternyata mereka yang datangnya lebih awal" ucap pandu 



"Kamu tenang saja pan,saya bukan tipe orang yang suka telat kalau urusan pekerjaan" ucap rudy sambil menepuk nepuk pelan pundak pandu



"Kamu siapkan saya tiket untuk ke singapura lusa ya" perintah rudy 



"Baik pak.."



"Tiket untuk pak rudy sendiri atau berdua dengan istri bapak..?" Tanya pandu



"Saya sendiri saja" tegas rudy 



"Sekarang kita kembali ke kantor dulu pak,masih ada dokumen yang harus anda tanda tangani"ucap pandu sambil membungkukan badannya mempersilahkan rudy jalan duluan menuju mobil untuk kembali ke kantor



Sementara merry masih disibukkan dengan pekerjaannya dan sepertinya hari ini toko sedang sangat ramai sehingga membuat merry kewalahan melayani pembeli sampai sampai belum waktunya toko tutup semua stok kue dan cake untuk hari ini sudah habis terjual



Saat sudah sepi,robert mengumpulkan semua karyawannya



"Terimakasih untuk hari ini,karena kalian sudah bekerja keras,hari ini kalian boleh pulang lebih awal" ucap robert diikuti suara sorak dan tepuk tangan terlihat kegembiraan dari wajah robert dan semua karyawannya



Karena sudah diperbolehkan pulang oleh bosnya,merry pun mengeluarkan hpnya berniat untuk menghubungi rudy



Namun saat berusaha menelpon rudy,tiba tiba hp merry mati karena kehabisan baterai,maklum hp merry sudah terlihat usang karena sudah lama ia gunakan,belum sempat rudy menjawab telepon dari istrinya tapi bunyi telepon rudy sudah mati dan saat rudy mencoba menelpon nomor merry ternyata nomornya sudah tidak aktif,hal itu sontak membuat rudy khawatir dan membuatnya bergegas pergi dari kantor menuju tempat kerjanya merry



Sementara merry harus mengurungkan niatnya untuk pulang lebih awal karena ia harus mengecas hpnya dulu dan menghubungi rudy kembali,,



Setibanya rudy di tempat kerja merry,ia langsung lari ke dalam toko dan 



"Brak.."rudy membuka pintu toko robert dengan kasar sehingga membuat merry kaget



"Oh..my god rudy,apa yang kamu lakukan"



"Kasar sekali buka pintunya"



"Bikin aku kaget saja…"ucap merry sambil memegang dada dan menghela nafas



"Harusnya aku yang tanya"



"Apa yang kamu lakukan,nelpon orang seenaknya belum sempat aku jawab tiba tiba di matiin"



"Aku telpon lagi malah nggak aktif"



"Bikin orang khawatir aja" ucap rudy dengan nada sedikit meninggi



"Ah..maaf,bikin kamu khawatir"



"Hp ku tadi tiba tiba mati,habis baterainya" jelas merry membuat rudy sedikit lega



Rudy memandangi sekeliling toko yang terlihat sudah sepi



"Sepertinya sudah sepi,tokonya sudah tutup..?"



Tanya rudy



"Iya sudah tutup,kebetulan hari ini rame jadi pulang lebih awal"



"Semua orang sudah pulang kecuali aku"ucap merry



"Kenapa kamu tidak pulang,ayo kita pulang sekarang" ucap rudy lalu meninggalkan merry