
Semenjak kepulangan merry dari rumah kakeknya,rudy menjadi lebih perhatian kepada merry lebih tepatnya overprotektif
Hampir setiap jam rudy mengirim pesan kepada merry menanyakan keberadaan dan aktivitasnya
Karena ia masih trauma akan di tinggal pergi lagi oleh merry
Begitu juga saat sedang di rumah,begitu merry tidak terlihat oleh rudy,ia langsung teriak memanggil manggil istrinya
"Merry...mer...merry.." teriak rudy
"Ya..ampun rud,mau sampai kapan kamu manggil manggil aku kayak gitu" ucap merry sedikit risih dengan sikap rudy yang overprotektif
"Sudah lah nggak usah lebay gitu,aku nggak akan kabur lagi kok" ucap merry sambil menghampiri rudy di ruang tamu
"Kamu nggak suka aku bersikap kayak gini..?" Tanya rudy polos
"Iya nggak suka,aku risih.."
Mendengar ucapan merry rudy langsung menundukan wajahnya
"Lagian kamu lucu banget sih kayak anak kecil lagi cari mamanya"
"Aku nggak nyangka seorang rudy adiwirya pemilik hotel di berbagai kota mempunyai sisi yang menggemaskan" ucap merry sambil memegang dagu rudy dan menegakan lagi wajahnya
"Aku suka kamu perhatian sama aku,tapi jangan berlebihan ya.."
"Kalau kamu terlalu berlebihan kayak gini perhatiannya aku takut overdosis oleh perhatian kamu" bisik merry pelan di telinga rudy dan membuat rudy kegelian
"hey..kamu belajar bicara kayak gini dari mana..?" Ucap rudy sambil melingkarkan tangannya di pinggang merry
"Aku sangat ingin mencium bibirmu sekarang,tapi aku nggak berani aku masih takut" ucap rudy
"Pelan pelan saja,nggak usah dipaksakan kalau kamu masih takut"
"Kita mulai dari sentuhan dan pelukan dulu"
"Kayak gini aja sama kamu aku sudah senang" ucap merry
"Kamu mau coba tidur satu kamar sama aku..?" Tanya rudy
"Hmm.."
"Tidur satu kasur juga..?" tanya merry sedikit nakal
"Anak ini..!!"
"Kenapa kamu berani sekali tanya seperti itu..?"
"Untung saja aku masih phobia,kalau nggak udah aku habisin kamu" ucap rudy
"Gimana,mau nggak tidur satu kamar dan satu kasur sama aku..?" Ulang rudy
"Di kamar yang mana..?" Tanya merry
"Di kamar ku dong.." jawab rudy
"Di kamar sebelah..?"
"Bukan,,kamar yang kamu pakai itu kan kamar aku"
"Owh.." ucap merry membulatkan mulutnya
"Iya mau.." jawab merry pelan
"Apa..aku nggak dengar..!!" Ucap rudy
"Iya aku mau tidur sama kamu" ucap merry
"Kalau begitu aku ke kamar duluan ya,mau lanjutin tugas buat skripsi" ucap merry
"Bareng aja,aku capek mau istirahat" ucap rudy lalu jalan bersama dan masuk ke kamar
"Aku ganti dulu spreinya sebentar ya" ucap merry
"Nggak usah,biar aku bisa mencium aroma tubuhmu disini" ucap rudy yang langsung membaringkan badannya di kasur
"Apaan sih.."
"Udah sana tidur" ucap merry sambil berjalan ke meja belajar untuk melanjutkan tugas skripsinya
Belum ada setengah jam merry tinggal membuat tugas ternyata rudy sudah tertidur pulas
Melihat rudy sudah tertidur merry pun menghampiri rudy untuk menyelimutinya,namun saat merry hendak menyelimutinya rudy membuka matanya,melihat rudy yang terbangun merry mencoba untuk kembali ke meja belajarnya,tapi belum sempat merry melangkah rudy sudah menarik tangan merry,membuat merry terjatuh dalam pelukannya"
"Ah.."
"Apaan sih,aku kira kamu sudah tidur tadi.." ucap merry sambil mencoba melepaskan pelukan rudy
"Sebentar..aku mau gini sebentar" ucap rudy mempererat pelukannya
"Aku mau sembuh.."
"Bantu aku untuk segera sembuh dari phobia ku ya" bisik rudy di telinga merry
"Iya.." jawab merry pasti
Sudah satu jam rudy belum melepas pelukannya, hal itu membuat merry nyaman dan ikut tertidur dalam pelukan rudy
Tepat jam 3 pagi hp rudy berbunyi
Drrtt..drrtt..drrtt…
Membuat rudy terbangun dari tidurnya lalu mengangkat telepon tersebut
"Halo.."
"Halo,,maaf pak mengganggu tidur bapak"
"Gawat pak,saya di info oleh manager hotel bahwa hotel yang di surabaya kebakaran pak.." jelas pandu dibalik telepon
Setelah mendengar penjelasan pandu,rudy yang awalnya masih mengantuk mendadak bangun dan langsung duduk tegak
"Kok bisa.." ucap rudy kaget
"Ada korban jiwa nggak dalam kebakarannya..?" Tanya rudy
"Sementara ini belum ada laporan pak"
"Kamu carikan saya tiket paling pagi ke surabaya sekarang"
"Baik pak" jawab pandu lalu menutup teleponnya
"Halo pak,tiket paling pagi ada di jam 5.25 tiba di surabaya jam 7.05.." lapor pandu di balik telepon
"Ambil,kamu ikut dan jemput saya kita berangkat sekarang" perintah rudy
"Baik pak" jawab pandu lalu menutup teleponnya
Rudy langsung mandi dan bersiap siap untuk segera berangkat ke surabaya,saat sudah siap untuk berangkat ia pun membangunkan merry untuk berpamitan
"Mer,aku ke surabaya dulu ya" ucap rudy sambil mengelus lembut pipi istrinya
"Kok mendadak" ucap merry dengan mata yang masih terpejam
"Iya,hotel yang di surabaya kebakaran" jelas rudy
"What.." kata merry kaget dan langsung terbangun
"Terus gimana..?" Tanya merry
"Untuk saat ini belum ada info lebih lanjut sih"
"Aku pergi dulu ya,pandu sudah menunggu di depan,kamu tidur lagi saja" ucap rudy lalu berjalan keluar
"Selamat pagi pak" ucap pandu sambil membukakan pintu mobil untuk atasannya
"Hmm..pagi" ucap rudy
"Sudah ada info lagi belum dari manager hotel surabaya..?" Tanya rudy
"Belum pak" jawab pandu lalu melajukan mobil membawa rudy ke bandara
***
Sesampainya di surabaya rudy dan pandu sudah dijemput oleh manajer hotel yang akan membawanya langsung ke hotel milik rudy
Ketika rudy tiba di depan hotel kondisi api sudah padam dan syukurlah tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini,tetapi masih ada beberapa orang polisi yang hendak memasang kan garis polisi di area hotel tersebut dan masih banyak orang berkerumun mulai dari karyawan,tamu yang menginap di hotelnya dan orang orang yang hanya sekedar ingin melihat,rudy langsung turun dari mobil dan melihat kondisi hotelnya lalu menyuruh pandu untuk menanyakan penyebab terjadinya kebakaran kepada salah satu petugas pemadam kebakaran
"Pan,tolong kamu tanyakan langsung kepada petugas pemadam,apa penyebab terjadinya kebakaran ini" perintah rudy kepada asistennya
"Baik pak" jawab pandu lalu menghampiri salah satu petugas dan menanyakan penyebab terjadinya kebakaran
Setelah mendapat jawaban mengenai penyebab terjadinya kebakaran,pandu pun melaporkannya kepada rudy
"Menurut beberapa saksi dan petugas pemadam,kebakaran ini terjadi karena adanya kebocoran gas di lantai 5,yaitu kitchen dan restoran"
"Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini pak"
"Dan untuk lantai yang terbakar hanya 2 lantai saja yaitu lantai 5 dan lantai 6"
"Untuk sekarang dapat dipastikan bahwa api sudah benar benar padam,tetapi masih belum ada yang boleh masuk dan mendekati lantai tersebut pak" jelas pandu
"Berarti untuk sementara waktu saya harus menutup dulu hotelnya dan semua karyawan dirumahkan dulu selama proses renovasi agar tamu juga tidak terganggu proses perbaikan hotel ini"
"Kamu urus tamu dan tulis permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama menginap di hotel ini"
"Dan bagi tamu yang sudah bayar kamu tanyakan saja kepada orangnya,mau di pindahkan ke hotel lain atau mau di kembalikan uangnya.." ucap rudy
"Baik pak,segera saya urus"
"Sebaiknya saya antarkan bapak ke hotel lain dulu,biar saya dan manajer hotel yang akan segera menyelesaikan urusan di sini" ucap pandu
Akan memakan waktu beberapa hari untuk menyelesaikan urusan ini,tapi untung saja tidak ada tamu yang komplain atas terjadinya kebakaran.
"Semua tamu sudah saya tangani pak,dan untuk karyawan juga sudah ditangani oleh manajer hotel"
"Tapi untuk renovasi lantai lima dan enam akan memakan waktu dua sampai tiga bulan pak" jelas pandu
"Kamu cari tukang lebih banyak agar perbaikannya cepat selesai"
"Tapi jangan asal cepat,kamu sampaikan pada mandornya langsung untuk lebih teliti dalam pengerjaannya" ucap rudy
"Baik pak"
"Ini sudah hari ke tiga bapak di surabaya,apa nggak sebaiknya bapak kembali ke jakarta saja"
"Untuk urusan di sini biar saya yang handle" ucap pandu
"Baiklah,carikan saya tiket malam ini"
"Kamu handel semua pekerjaan disini dan kamu pastikan semua perbaikan selesai tepat waktu" ucap rudy
"Baik pak" jawab pandu
Tepat pukul 12 malam rudy sampai di rumahnya,tapi sudah tiga kali ia membunyikan bel dan mengetuk pintu tapi belum dibukakan juga oleh merry
"Anak ini tidur atau kemana sih" ucap rudy yang menunggu dibukakan pintu oleh istrinya,sesekali ia bersin karena kedinginan menunggu di luar
"Aku telpon aja deh" ucap rudy sambil mengambil hpnya di dalam tas
"Oh..iya,aku lupa menyalakan hp ku dari tadi"
Saat ia menyalakan hpnya sudah banyak sekali chat dari merry menanyakan kabarnya,menanyakan kapan kembali ke jakarta,dan ada satu chat lagi yang memberitahukan bahwa merry sedang tidak di rumah malam ini,dia sedang pulang ke rumah kakeknya
"Dari sekian banyak hari kenapa harus hari ini sih mer.."
"Aku sudah kedinginan begini di depan pintu" ucap rudy sedikit kesal
"Aku juga lupa nggak bawa kunci cadangan rumah ini"
"Kalau aku susul merry ke rumah kakeknya belum tentu aku di bukakan pintu karena ini sudah malam banget"
" Aku ke hotel saja deh malam ini" ucap rudy
Karena hotelnya miliknya lumayan cukup jauh dari rumah,akhirnya malam ini rudy memilih menginap dan istirahat di hotel yang berada tidak jauh dari rumahnya
Akibat kelelahan dan kedinginan,keesokan paginya kondisi rudy ngedrop,badannya menggigil kedinginan,ia juga tidak berhenti bersin terus,karena merasa tidak sehat akhirnya ia pun menelpon merry dan memintanya untuk datang ke hotel sekarang
"Halo..mer,kamu ada kelas hari ini..?" Tanya rudi
"Iya aku ada bimbingan untuk skripsi nanti jam 10"
jawab merry
"Kenapa..?" Tanya merry
"Oh..nggak apa apa kamu kuliah dulu aja" jawab rudy
Belum sempat bicara lagi merry mendengar suaminya bersin bersin terus dari tadi
"Kamu sakit..?"
"Kamu dimana,sudah balik ke jakarta..?" Tanya merry sedikit panik mendengar rudy yang sedari tadi bersin terus
"Iya aku sudah di jakarta,aku di hotel dekat rumah sekarang" jawab rudy dengan suara sengau
"Ya..ampun suara kamu"
"Kapan kamu sampai..?" Tanya merry
"Tadi malam jam 12 aku sampai rumah,tapi kamu nggak ada,yaudah aku ke hotel aja" jawab rudy
"Kamu bisa sms kan alamat hotelnya ya,biar aku kesana sekarang" ucap merry lalu menutup telponnya
Setelah mendapat alamat hotel dan nomor kamar rudy,merry pun langsung bergegas pergi menemui suaminya
Karena harus menggunakan kunci akses untuk masuk ke kamar rudy,merry pun mengetuk pintu dan memanggil rudy dengan pelan
"Rud..ini aku" ucap merry menunggu rudy membukakan pintu
Klekk..
Begitu pintu terbuka rudy langsung menarik tangan merry hingga tertarik dan masuk dalam pelukannya
"Ah...aku kangen banget sama kamu" ucap rudy lirih
"Hey..sebentar" ucap merry melepaskan pelukan rudy karena ia merasakan suhu badan suaminya sangat panas
Merry meletakan tangannya di kening rudy untuk memastikan kalau rudy beneran demam
"Ayo kita ke dokter indra sekarang" ajak merry
"Nggak usah,aku cuma kecapean dan kedinginan aja semalam" jawab rudy
"Aku nggak terima alasan pokoknya kamu harus ke dokter indra sekarang aku antar ya" ucap merry
"No…" jawab rudy sambil menggelengkan kepalanya
"Kalau gitu ayo kita pulang sekarang.." ajak merry
"Aku nggak ada tenaga untuk jalan,aku istirahat di sini dulu aja ya" ucap rudy sambil merengek seperti anak kecil
"Kalau disini aku nggak bisa merawat kamu" ucap merry
"Kamu nggak usah merawat aku,aku hanya perlu ini sekarang" ucap rudy sambil mendorong merry ke arah tempat tidur dan membuat merry terjatuh di atas kasur,lalu rudy memeluk merry dari belakang
"Tetap seperti ini kalau kamu mau merawat ku" bisik rudy di telinga merry
"Aku hanya butuh kamu sebagai obat ku"
"Jangan mencoba melepaskan pelukanku sampai demamku turun dan keluar keringat" sambung rudy sambil mempererat pelukannya
"Iya.." jawab merry pelan
"Aduh..kenapa otakku isinya jadi mesum gini sih"
"Mer,,sadar mer,,buang semua otak mesum kamu,jangan berpikir yang aneh aneh,rudy nggak akan ngapa ngapain kamu,karena dia masih phobia" gumam merry dalam hati
Sudah hampir satu jam rudy memeluknya,saat melihat hp jam sudah menunjukan pukul 9,merry galau dia harus memilih ikut bimbingan untuk menyelesaikan skripsinya,atau tetap tidur dalam pelukan hangat suaminya
Karena merasa rudy sudah berkeringat merry membalikan badannya yang semula membelakangi sambil di peluk rudy sekarang berhadapan dengan rudy,ia meletakkan tangannya di kening rudy untuk memastikan suhunya sudah tidak sepanas tadi,ia juga mengambil beberapa lembar tisu untuk mengusap keringat suaminya,namun saat merry mengusap keringatnya rudy terbangun
"Kamu sudah mau berangkat kuliah..?" Tanya rudy dengan nada suara khas bangun tidur
"Iya,kamu nggak apa apa kan aku tinggal kuliah..?!!"
"Iya nggak apa apa"
"Kamu mau pulang ke rumah sekarang apa mau di sini dulu..?" Tanya merry
"Aku mau tidur di sini dulu aja"
"Kalau begitu aku pesankan kamu makan ya sebelum aku berangkat"
"Mau makan apa sup atau apa..?" Tanya merry
"Pesankan aku sup,nasi sama teh panas saja" jawab rudy
Merry pun langsung menelpon bagian restoran yang ada di hotel itu untuk memesan makanan yang rudy pesan
Tidak menunggu lama,makanan yang merry pesan untuk rudy pun datang
"Kamu makan dulu ya,aku akan pergi setelah kamu selesai makan" ucap merry sambil menata makanan diatas meja
Melihat rudy yang masih enggan untuk bangun,merry pun menarik selimut dan membangunkan rudy dengan penuh kasih sayang
"Ayo makan dulu sebelum dingin" ucap merry sambil mendorong pelan punggung rudy dan menyuruhnya untuk duduk
"Kamu nggak pesan makan sekalian..?" Tanya rudy saat melihat hanya ada makanan untuknya
"Gampang aku belum lapar" jawab merry
"Kamu pulang jam berapa nanti..?" Tanya rudy sambil memakan makanan yang dipesankan merry
"Aku pulang jam 3,aku langsung kesini lagi nanti kalau sudah selesai bimbingan" ucap merry
"Mau aku antar..?"
"Kamu kan lagi sakit,nggak usah kamu istirahat saja dulu di sini" ucap merry
"Kamu telat nggak nanti,katanya masuk jam 10..?!"
"Berangkat sekarang aja nggak apa apa.."
"Takut macet nanti" ucap rudy
"Yaudah kalau gitu aku berangkat sekarang.."
"Iya,cepat kembali ya" ucap rudy sedikit manja
"Iya,begitu selesai nanti aku langsung kesini lagi"
"Bye…" ucap merry sambil melambaikan tangannya
"Iya,hati hati" ucap rudy sambil membalas lambaian tangan merry
Tidak berapa lama setelah merry pergi,hpnya rudy berbunyi
Drrtt..drrtt..drrtt..
Ia melihat siapa yang menelpon lalu mengangkatnya
"Halo..pah" sapa rudy saat mengangkat telpon dari papanya
"Halo rud,gimana kabar hotel di surabaya sudah aman..?" Tanya papa donie
"Sudah aman pah"
Mendengar suara rudy yang terdengar sengau papa donie pun menanyakan kondisi anak semata wayangnya itu
"Kamu lagi sakit..?"
"Cuma flu aja pah,kecapean juga" jawab rudy
"Kamu dimana sekarang..?"
"Aku sudah di jakarta sekarang,baru sampai tadi malam"
"Kalau gitu nanti malam papa sama mama ke rumah kamu ya..!!"
"Iya pah.." jawab rudy lalu mematikan teleponnya
"Kalau mama sama papa mau ke rumah,aku harus pulang sekarang dong" ucap rudy