know you better

know you better
chapter 12



Rudy mempunya hoby baru sekarang semenjak gagal berkali kali mencium merry,sekarang rudy lebih sering menonton video orang ciuman,tidak hanya itu ia juga membeli beberapa buku tentang panduan agar tidak takut untuk berciuman,tapi dari semua buku yang ia baca dan juga video yang ia tonton tidak ada satu ilmu pun yang berhasil ia praktekkan kepada merry,setiap hari merry selalu bersabar dan menuruti keinginan rudy untuk mempraktekan cara agar ia berani mencium merry tapi saat hampir menyentuh bibir merry rudy selalu berkeringat dingin,yaa..walaupun sudah tidak separah dulu waktu pertama ia mencoba untuk mencium merry,tapi karena keseringan mempraktekannya jadi terdengar absurd dan lama lama merry pun risih dengan tingkah suaminya itu


Suatu hari merry merasa sangat capek dengan kegiatan di kampus,belum lagi skripsinya yang tidak rampung rampung selalu ada revisi dari dosen,hal itu membuat merry menjadi sensi,karena mood merry sedang tidak bagus,di tambah saat ia tiba di rumah rudy mengajaknya mempraktekan ciuman lagi,dan tanpa sengaja merry membentak rudy


"Kamu itu hampir setiap hari praktek terus tapi ciumannya ga jadi jadi" ucap merry dengan nada tinggi


"Aku capek sekarang,kamu siapin dulu mental dan keberanian kamu"


"Kalau sudah siap baru boleh cium aku" 


Mendengar merry berbicara tidak seperti biasanya,rudy pun mengurungkan niatnya untuk mempraktekan ciuman dengan merry,tapi hal itu tidak membuat semangat rudy menjadi down dengan perkataan merry,rudy akhirnya berpikir mungkin istrinya beneran lagi cape atau mungkin merry merasa kecewa dengan rudy yang belum juga berhasil mencium merry sampai sekarang


Saat merry sedang tertidur di sampingnya rudy menatap dalam wajah cantik merry,ia juga menyibakkan rambut yang sedikit menutupi wajah istrinya,kemudian rudy membelai rambut merry dengan mesra


"Benar kata kamu mer,aku harus siapin keberanian ku agar aku bisa mencium mu"


"Maafin aku ya mer,karena aku terlalu semangat ingin segera sembuh jadi aku nggak memikirkan perasaanmu"


"Maafin aku telah membuatmu merasa tidak nyaman atas sikapku ini" ucap rudy pelan dan masih membelai rambut merry


Rupanya sinar matahari yang masuk kedalam kamar membangunkan tidur merry di pagi hari,merry meraba raba kasur sebelahnya tapi ia tidak mendapati rudy tidur di kasurnya


Melihat rudy tidak ada di kasur merry pun langsung segera beranjak dari tempat tidurnya,ia mengingat ingat akan apa yang ia ucapkan kepada rudy tadi malam


"Sepertinya ucapan ku tadi malam keterlaluan deh,rudy marah nggak ya" ucap merry yang memikirkan rudy


"Rud..rudy.." panggil merry sambil mencari suaminya di kamar mandi tapi tidak ada,lalu pergi ke kamar sebelah tapi tidak ada juga,


"Apa dia lagi sarapan di bawah yaa" pikir merry mengira rudy ada di meja makan,namun ia tidak melihat ada tanda tanda rudy di bawah


"Rud..rudy..kamu dimana" panggil merry semakin khawatir dan mengira rudy marah dengan dirinya


"Telpon,,benar aku harus menelpon rudy sekarang,tapi di mana ya hp ku" ucap merry sambil jalan dan kembali lagi ke kamar mencari hp nya


Setelah menemukan hpnya merry langsung menelpon rudy namun tidak ada jawaban dari rudy,merry terus mencoba beberapa kali menelpon rudy tapi masih tetap tidak diangkat oleh rudy,akhirnya merry pun memutuskan untuk mengirim pesan kepada rudy


💬"Rud,kamu sudah berangkat kerja ya,Kamu nggak marah kan sama aku,maaf ya kalau ucapan ku tadi malam kelewatan"


"Sudah,sekarang aku mandi lalu berangkat ke kampus dulu" ucap merry


Merry berangkat ke kampus dengan perasaan bersalah kepada rudy,ia masih menunggu balasan pesan dari rudy namun sampai sore masih tidak ada juga telepon atau balasan pesan dari rudy


Sementara rudy tengah sibuk dengan urusan yang ada di kantornya,tadi pagi pun ia tidak sempat pamit kepada merry,karena hpnya di silent ia tidak tahu kalau merry telah beberapa kali mengirim pesan dan menelponnya


Tepat pukul 15.00 rudy baru menyelesaikan pekerjaannya,saat melihat hp betapa terkejutnya ia melihat banyak sekali miscall dan pesan dari merry


"Oh..rupanya merry salah sangka,dia mengira aku marah sama dia gara gara ucapannya tadi malam,tapi biarin deh aku matiin sekalian aja hpnya,sekalian aku buat surprise buat dia" ucap rudy setelah membaca pesan dari merry


Rudy meminta pandu untuk mengantarkannya pulang lebih awal tapi saat di perjalanan ia menyempatkan mampir di sebuah toko bunga,karena ia tidak tahu bunga apa yang merry sukai jadi ia membeli 100 tangkai bunga mawar merah,karena ini pengalaman pertamanya membuat surprise buat merry jadi rudy hanya melakukannya secara sederhana karena kalau membuat suasana romantis seperti di film film dengan menaruh bunga mawar dan lilin di depan pintu sepanjang jalan menuju ke kamarnya waktunya juga tidak akan cukup yang ada merry malah keburu pulang sebelum rudy sampai rumah


Setibanya di rumah rudy langsung masuk ke kamar dan mandi


Sambil menunggu merry sampai di rumah ia sengaja mematikan semua lampu rumahnya agar merry tidak tahu kalau rudy sudah ada di rumah


Rudy sudah siap menunggu merry di kamarnya dengan suasana yang gelap 


Tepat pukul tujuh malam merry baru tiba di rumah namun saat ia memasuki rumah semua lampunya mati tidak seperti biasanya,merrry pun menyalakan senter yang ada di hpnya dan menyalakan satu persatu lampu rumahnya


"Hmmm...ternyata rudy belum pulang,kenapa pesan ku nggak di balas yaa,dia lihat hpnya nggak sih.." ucap merry sedikit kesal sama rudy


Merry berjalan perlahan menaiki tangga menuju ke kamarnya,saat membuka kamar dan menyalakan lampu,betapa terkejutnya ia melihat rudy sedang tidur dengan posisi duduk di sofa yang ada di kamarnya,ia juga melihat buket bunga mawar tergeletak di sampingnya,melihat rudy sedang tertidur merry pun berjalan pelan menghampiri suaminya,namun saat merry tengah berdiri tepat di hadapan rudy tiba tiba saja rudy terbangun


Rasa kesal merry yang seharian ini menunggu kabar dari rudy pun hilang entah kemana,ia merasa senang telah bertemu dengan suaminya


"Kamu baru pulang..?" Tanya rudy seperti orang linglung karena niatnya memberi surprise kepada merry gagal gara gara ia ketiduran


"Iya.."


"Kamu tidur lagi aja kalau capek,tapi pindah di tempat tidur" ucap merry 


Mendengar merry menyuruhnya pindah ke tempat tidur,rudy pun bangun dan pindah duduk di tepi tempat tidur,saat merry berdiri membelakanginya rudy langsung memeluk merry dari belakang


Mendengar rudy mengatakan kangen,merry pun langsung membalikan badannya


"Kamu bilang kangen sama aku,tapi kenapa telepon dan pesan ku nggak di balas" ucap merry sedikit sinis


"Oh..itu,aku tadi sibuk banget sampai nggak sempat pamit dan balas pesan kamu"


"Tadi aku sengaja pulang cepat,rencananya sih mau kasih surprise sama kamu,aku juga tadi udah beli bunga ini waktu mau pulang" ucap rudy sambil memberikan bunga mawar yang tadi ia beli untuk istrinya


"Tapi aku malah ketiduran sampai nggak tau kamu pulang,dan surprisenya jadi gagal" ucap rudy dengan polos


"Iihh..gemes deh" ucap merry sambil mencubit pipi rudy 


"Oh..iya,aku minta maaf ya soal ucapanku tadi malam,kamu nggak marah kan..?"


"Kalau aku marah memangnya kamu mau apa..?"


"Yaa..aku mau minta maaf"


"Kalau minta maaf nggak cukup..?!"


"Aku mau peluk kamu"


"Kalau peluk nggak cukup,mau apa..?"


"Aku mau cium kamu" 


Deg…


Rudy langsung terdiam mendengar jawaban merry 


Rudy mendekatkan wajahnya lebih dekat ke arah merry,ia berusaha untuk mencoba mencium merry


Namun saat bibirnya mulai menyentuh bibir merry tiba tiba ia seperti orang yang akan kehabisan nafas dan menjauhkan kembali wajahnya


Kali ini merry tidak bisa hanya diam dan menunggu rudy menciumnya,entah setan apa yang merasukinya sehingga merry tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mencium rudy 


Cup..


Merry mengecup lembut bibir rudy


Melihat usaha merry yang lebih dulu menciumnya dan tidak ada reaksi apapun yang dirasakan tubuhnya,pikiran rudy terdorong untuk segera mencium merry,ia menempelkan bibirnya di bibir merry,lembut dan manis yang ia rasakan,kemudian ia membuka mulutnya perlahan dan ******* bibir istrinya


Merasakan lumatan demi rumatan yang rudy lakukan merry pun membalas ciuman rudy,karena rudy ******* bibir atasnya merry pun ******* bibir bawah rudy dan terlihat sesekali bergantian saling ******* sampai merry merasa nafasnya seakan mau habis


"Haaahhh…" merry menghela nafas panjang ia menghentikan ciuman di saat sedang panas panasnya


"Udah dulu ya,aku mau mandi" ucap merry sambil berjalan menuju kamar mandi tanpa mendengar dulu jawaban dari rudy


"Waahh..gila,bisa mati kehabisan nafas kalau aku lanjutin tuh ciuman,lagian rudy kuat banget sih nafasnya baru pertama kali ciuman kok udah jago aja tuh orang" gerutu merry 


Rudy masih mematung dan memikirkan apa yang barusan ia lakukan dengan merry


"Haahh...aku sudah bisa mencium merry sekarang" ucap rudy dengan senang


Tampak sekali dari raut wajahnya kalau ia merasa sangat senang bisa mencium istrinya,ciuman pertama dengan istrinya walaupun ini bukan ciuman pertama bagi rudy karena sebelum mengalami phobia ia pernah mencium seorang gadis yang ia sukai saat masih duduk di sekolah dasar,dan gadis itu juga lah yang menyebabkan rudy mengalami phobia sampai sekarang


Rudy merasa berhutang budi kepada kakek nya karena kalau ia tidak menuruti perintah kakeknya untuk menikahi merry mungkin phobianya tidak akan sembuh secepat ini,ia juga sangat bersyukur karena berkat merry ia bisa hidup normal seperti pria lain pada umumnya,tapi ia harus memastikan apakah dia benar benar sembuh dari phobianya atau ia hanya bisa bersentuhan dengan merry saja


"Aku jadi ingat apa kata indra,besok pagi aku harus ketemu dia" ucap rudy 


Namun saat memikirkan rencana untuk besok perut rudy berbunyi


"Ah..sial,ciuman tadi membuat aku lapar" keluh rudy sambil memegang perutnya yang terus berbunyi karena lapar


..


..


..