Kiss Love[BTS]

Kiss Love[BTS]
Bab 3



***


Dingin..


Sepertinya ada seseorang yang mengelus kepalaku dengan lembut. Entah kenapa tangan itu tersa amat dingin dan gemetar.


"Siapa dia ?kenapa tangannya sedingin es ?dan kenapa pula tangannya gemetar, seolah ia sangat ketakutan ?apa kah dia terluka seperti ku ?atau dia sedang menghawatirkan ku ?".


"Ukh. Kumohon ijinkan aku melihat sosoknya yang tengah membaringkanku di pangkuannya dan mengelus kepala ku dengan tangan dingin nya. Aku mencoba membuka kedua mataku. Tapi apa ini ?kenapa aku tak bisa melihatnya dengan jelas ?mataku terasa sangat sakit dan perih.


"Akh. Sakiitt !!". Gumam ku pelan. Tapi entah apa yang dipikirkan orang yang ada dihadapanku ?dengan perlahan ia mencoba menutupi kedua mata ku dengan tangan dingin nya itu.


Entah kenapa ?tapi rasanya sangat nyaman, mata ku yang terasa sakit dan perih kini terasa sangat dingin dan menyejukkan.


Terasa sangat nyaman, bahkan aku merasa akan tertidur kembali karna kenyamanan yang ia berikan pada ku.


Tapi. Apa sekarang aku masih hidup ?apakah yang kualami ini bener- bener nyata ?jika memang benar, aku masih hidup, aku benar-benar amat bersyukur karena aku tak berakhir di kobaran api itu. Setidaknya sekarang lebih baik dari sebelumnya kan ?".


Entah kenapa ?tapi saat ini tubuh ku tak bisa bergerak sedikit pun ?aku hanya bisa terdiam pasrah di pelukannya yang terasa amat nyaman ini.


Tangan nya yang dingin menutupi kedua mata ku yang terasa amat sakit dan perih,kini terasa sangat nyaman.


Sebenarnya,siapakah dia ?kenapa dia hanya memeluk ku dengan erat dan hanya mencoba memberikan ku kenyaman seperti ini ??..


"Tidur lah lebih lama lagi. Aku akan membawa mu ke tempat yang lebih aman". Ujar nya mengalus kepalaku dengan tangan nya yang satu nya lagi,suaranya yang terdengar berat,tangan yang gemetar. Membuat ku sangat ingin melihat akan sosok nya itu ??..


Sentuhan itu sangat lembut dan menenangkan hati. Apa ini ?sebenarnya perasaan apa ini ??kenapa aku sangat amat terasa aman di situasi yang tidak aku tau sama sekali saat ini !!"..


"Pangeran. Kita tidak bisa terus berada di sini,kita harus segera pergi sebelum situasinya semakin kacau". Ujar nya yang terdengar cemas.


"Tapi kita harus menolong rakyat dan para budak yang terluka karena kita". jelas nya lembut.


"Tapi pangeran. Anda harus segera memberi perintah untuk tetap tinggal atau pergi ?pasukan kita mulai merasa cemas karena situasi yang tidak bisa kita prediksi". jelas nya.


"Baiklah. Aku akan segera memberi perintah"..


"Pangeran. Saya tau anda sangat peduli pada para penduduk yang tinggal di sini,tapi walau pun kita terus berada di sini. Kita tidak bisa menolong banyak,karena persediaan obat-obatan dan makanan kita semakin menipis". jelas nya lagi.


Sosok laki-laki yang memelukku terdengar menghela napas panjang.


"Tidur lah lebih dulu. Aku akan kembali". Ujar nya melepaskan pelukannya dan menidurkanku di rerumputan.


"Tidak. Jangn tinggalkan aku,aku takut". Ujar ku dalam hati,mencoba menggenggam tangan nya.


"Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja,dan kamu akan tetap aman bersama ku". Ujar nya melepas genggaman tangan ku.


"Sekarang tidur lah". ujar nya lagi menutupi kedua mataku.


Entah kenapa ?tapi tiba-tiba saja aku merasa sangat lelah dan merasa mulai kehilangan kesadaran ku.


Dengan pemikiranku yang bercampur aduk ini. Tak ku sangka kesadaranku mulai menghilang lagi.


Lelah. Tubuhku benar-benar terasa amat lelah. Dan kini aku pun mulai tertidur untuk kedua kalinya.