![Kiss Love[BTS]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/kiss-love-bts-.webp)
***
Dengan perlahan aku mendekat ke arah nya yang masih saja menunduk.
"Anu. Jimin ?apa kamu baik-baik saja !!". Tanya ku menghentikan langkah kaki ku di hadapannya.
"Apa menurut mu aku baik-baik saja". Tanya ya balik menatap ku.
"Apa ?". Tanya ku bingung.
"Di kamar ini hanya ada kita berdua saja. Apa mungkin aku akan baik-baik saja ??". Tanya nya lagi.
"Haha,,apa maksud mu ?tentu saja kamu baik-baik saja kan". Ucap ku gugup tertawa kecil padanya yang tengah menatap ku.
Entah kenapa tapi dia hanya terus menatap ku tanpa ekspresi di wajahnya.
"Akh,,Jimin. Jika kamu terus menatap ku seperti itu aku jadi !!"...
Bruuukkkk !!"..
Tiba-tiba saja Jimin mendorong ku ke kasur dan menindih tubuh ku.
"Aaaakkkhhh". Ujar ku kaget.
"Youra. Bagaimanapun aku adalah seorang laki-laki". Ujar Jimin mengunci kedua tanganku di atas kepala ku dengan sebelah tangan nya.
Apa ?tunggu ?siapa Youra ?apa kah tubuh ini yang dia maksud Youra !!..
"Youra. Aku sudah berjanji akan bertanggung jawab kan. Jadi boleh kah aku melakukan hal yang lebih pada mu !!". Tanya nya lembut mendekati wajah ku.
"Setelah ini,kamu akan tau apa yang akan aku lakukan". Ujar Jimin membuka gulungan handuk ku dengan gigi nya yang terlihat putih dengan bibir lembut nya yang seperti buah ceri dan terlihat manis itu.
"Apa ?tunggu Jimin. Jangan !!". Ujar ku panik melihatnya yang tengah berusa membuka gulungan handuk ku dengan mulut nya yang ada di atas dadaku.
Sadar akan kepanikan ku. Jimin menghentikan aktivitas nya dan menatap ku dengan tatapan hangat nya.
"Kenapa ?apa kau tak menyukai ku". Ucap nya penuh tanya.
Saat Jimin bertanya hal itu,bagaimana mungkin aku menjawab nya dengan kata tidak. Tapi jika aku tidak menghentikannya pasti orang lain yang akan melihatku dan jimin sedang melakukan hal yang seharusnya tidak kita lakukat sepagi ini. Memingat pintu kamar yang terlihat sedikit terbuka,membuat aku semakin panik.
"Tidak,,jangan sekarang. Aku belum siap ?". Ucap ku dengan panik menggelengkan kepala ku dengan cepat.
"Begitu ya,,baiklah aku tidak akan memaksamu". Ucap Jimin yang berekspresi kecewa.
"Haaaaah,,haaaah". Dengan napas gugup aku mulai bernapas lega,karna Jimin mulai melepaskan kedua tanganku yang berada di atas kepalaku.
"Maaf kan aku. Tapi aku harus melakukan hal ini". Ujar Jimin mengecup leher ku dengan paksa.
Aku membulatkan mataku kaget. Mencoba memberontak melepaskan tubuhku dari tubuhnya.
"Jimin ??jangan !!". Ujar ku mencoba menahan tubuh nya dengan kedua tangan ku. Tapi dengan sigap Jimin kembali mengunci kedua tangan ku.
"Akh,,tidak. Jangan Jimin". Aku sedikit mendesah saat merasakan bibir lembutnya mulai menyusuri leherku.
Bagaimana ini ?jika seperti ini terus aku tidak bisa lagi menolak nya. Karna aku merasa menikmatinya di setiap sentuhan Jimin yang lembut di tubuh ku.