Kiss Love[BTS]

Kiss Love[BTS]
Bab 11



***


"RM !!". Ucap ku menatap nya. Dengan rambut abu gelap ia terlihat sangat mencolok. Matanya yang indah dan senyumnya yang tipis membuatku tetdiam mematung. Ia terlihat sangat tampan dengan pakaian berwarna putih dan keemasan yang ia kenakan itu.


"Kau mengenal ku ?". Tanya nya.


"Benar".


"Maaf. Tapi ini kali pertama aku bertemu dengan mu". Ucap nya membungkuk meminta maaf.


"Akh. Benar. hanya aku yang mengenali kalian dan juga hanya aku yang setiap hari


Melihat kalian di layar handphone ku". Ucap ku tanpa sadar.


"Apa !!". Tanya Rm bingung.


Braaaakkkk..


"Anak-anak. Masakannya sudah siap". Ucap nya girang.


"Wah. Kak,seperti nya menu malam ini sangat enak". Ucap Jk yang semangat melihat makanan yang di bawa oleh laki-laki tinggi berambut hitam dengan mata besar indah. Begitu serasi dengan pakaiannya yang berwarna biru tua dan putih itu.


"Tentu saja. Kita kan sedang ada tamu hehe". Ucap nya tertawa.


"Oh. Ternyata kamu sudah di sini,silahkan duduk dan nikmati lah hidangan yang telah ku buat". Ucap nya seranya tersenyum mempersilahkan.


"JIN !!". ucap ku menatap nya.


"Apa kita pernah bertemu ?heumn. Aneh sekali,aku kan belum pernah ke luar kastil selain pergi ke istana bertemu ayah ku". Jelasnya berpikir.


"Oh. Benarkah haha". Jin tertawa lepas seakan ucapan ku adalah sebuah candaan bagi nya.


"Tapi kak. Dia benar-benar mengenali kita semua. Saat dia tersadar dia tau nama kita tanpa kita memperkenalkan diri". Jelas Jk menyantap makanannya.


"Benarkah". Ucap Jin yang berhenti tertawa.


"Maaf. Tapi sebaiknya kita mengobrol sambil duduk dan menyantap makan malam kita. Nanti keburu dingin". Ucap Rm mempersilahkan ku duduk di kursi yang telah ia sediakan.


"Baiklah". Ucap ku seraya duduk di kursi yang ada di hadapannya itu.


Kita terduduk di meja masing-masing. Tapi anehnya ada satu kursi yang kosong di samping Jimin dan Jk.


Heumn aneh. Sepertinya ada yang kurang ?dan itu membuat ku tak nyaman. Jantungku yang tiba-tiba berdebar membuatku cemas akan sosok yang duduk di kursi itu. Apa ini ?perasaan apa yang aku rasakan ini ?ini bukan debaran yang biasanya ku rasakan saat Jimin dan yang lain menggodaku dengan candaannya. Malain kan sebaliknya,debaran ini membuat ku sangat cemas dan terasa amat sesak di hati ku saat ini.


"Eheumn. Jadi pertama-tama kita sebaiknya memperkenalkan diri kita satu persatu. Supaya kita lebih akrab dan tak merasa canggung". Suara Rm yang menggema di ruang makan, membuat ku tersadar dari lamunan ku.


"Oke. Bagaimana kalau di mulai dari aku". Ucap Jin tersenyum hangat.


"Eheumn. Aku adalah putra mahkota,nama ku Jin. Salam kenal nya,semoga kita bisa akrab mulai sekarang". Ucapnya tersenyum menampakan giginya yang putih.


Ia sangat tampan dan cantik layaknya seorang pangeran. Aku yang hanya melihatnya saja termenung gugup menatapnya.


Debaran jantung yang terasa amat tak karuan ini. Menggambarkan akan diri ku yang terdiam duduk di kelilingi sosok laki-laki yang selama ini ku kagumi.


Mereka yang selalu mengajarkan ku caranya menghadapi dunia yang tak ada ini kini terpangpang dengan jelas nya berada bersama ku.


Rasa bahagia di iringi dengan rasa terharu tak percaya kini membuat ku menggepalkan tangan ku tak percaya akan hal yang ku lihat dan rasakan saat ini.