Kiss Love[BTS]

Kiss Love[BTS]
Bab 15



***


Tak tak tak..


Langkah kaki ku yang di iringinĀ  dengan langkah kaki Suga yang mengikuti ku dari belakang,menggema di seisi lorong. Suasana di antara kita berdua sangat hening,tak ada yang berani memulai obrolan di antara kita.


"Masuk lah". Ujar Suga menyuruhku masuk ke dalam kamar.


"Eumn. Makasih sudah mengantarkan ku ke kamar". Ucap ku menundukan kepala ku.


"Heumn. Ingat lah,kau berhutang pada ku". Ujarnya melangkah mendekati ku. Aku yang sepontan melihatnya mendekat,melangkah mundur hingga menyender ke pintu.


"Kenapa kau menunduk ?angkat lah kepala mu dan lihat lah wajah ku". Ujarnya menyuruhku untuk menatap wajahnya.


"Anu,, bukannya kita terlalu dekat ?". Ucap ku yang gugup karna tubuh nya yang amat dekat dengan tubuhku.


"Benar kah ?apa kau ingin aku lebih dekat dan menempel pada mu". Ujarnya menarik pinggangku hingga bertabrakan dengan tubuh kekarnya.


"Akh ?apa yang kamu lakukan". Ucap ku memberontak menatap nya yang tersenyum menggoda.


"Heee,,akhirnya kau menatapku juga". Ucap nya yang tersenyum tipis.


"Apa mau mu ?". Tanya ku yang mulai gugup.


"Mau ku ?Heumn ?". Ia terdiam berpikir.


Aku hanya terdiam mematung menelan ludah kasar. Yang ku khawatir kan malam itu adalah diriku yang mulai berpikir mesum, seolah aku yang tak bisa menolnya itu,seakan aku akan menuruti apapun yang ia ingin lakukan kepada ku malam ini.


"Mungkin lain kali". Ujar nya melepaskan tubuh ku.


"Apa ?". Tanya ku bingung.


"Hanya saja,aku belum tau apa yang ku inginkan dari mu". Ucap nya lagi-lagi berpikir mengangguk kan kepalanya.


"Haaaaaaa,,". Aku menghela napas panjang membuat nya terlihat menahan tawa.


"Heumn. Sepertinya kau mengharapkan kita akan menghabiskan malam yang panjang bersama ?". Ujar nya tertawa kecil.


"Apa ?dasar mesum". Ujar ku yang agak meninggikan suaraku.


Menyebalkan. Dia malah tertawa lepas melihat tingkah ku yang konyol dengan wajah semerah tomat. Untung lah saat itu wajah ku tak terlihat jelas karena kurang nya penerangan.


"Haha,,baiklah. Bagaimana kalau kita melakukan nya saat aku sudah siap dan menginginkan nya". Jelasnya yang berbisik lembut di terilanga ku.


Deg deg deg


Jantung ku yang berdebar kencang membuat ku gelisah. Aku takut dia mendengar detak jantung ku yang tak terkendali saan ini.


"DASAR GILLA". Ujar ku mendorong tubuhnya menjauh dari ku. Aku dengan cepat membuka pintu kamar dan masuk dengan terburu-buru.


Bruuukkkk !!.


Aku terduduk lemas menyender ke pintu. Menghela nafas beberapa kali,menenangkan debaran jantung ku yang tak karuan. Beberapa kali juga aku menyentuh wajah ku yang terasa amat panas.


"Dasar bodoh. Gilla. Mesum". Ucap ku memukul-mukul kepala ku.


"Akh,,yaampun aku malu banget. Sepertinya aku sudah mulai gila". Ujar ku berdiri melangkah ke tempat tidur dan dengan cepat melemparkan tubuh ku ke kasur yang terasa amat nyaman.


Bagaimana kalau ini benar-benar hanya lah sebuah mimpi belaka ?lalu jika memang itu benar,apa yang akan terjadi dengan ku ?apa aku akan baik-baik saja jika aku harus berpisah dengan mereka ??..


Apa kah aku akan meresakan hal yang sama dengan kehidupan ku sebelum nya jika aku tak lagi bersama mereka ??


Aku takutt.


sangat takuut sampai membuat jantung ku sakitt dan terasa amat sesak.