Kiss Love[BTS]

Kiss Love[BTS]
Bab 19



***


"Oohh Youra,aku mencintaimu". Desah Jimin lembut di telinga ku.


"Akh,,emmnnn... Ji,,Jimin". Desah ku menggeliat geli saat Jimin telinga ku lembut.


"Youna. Apakah aku harus berhenti sekarang ??". Tanya ya menatap ku.


Saat ia bertanya hal itu,aku terdiam menatap nya. Jujur saja rasanya saat itu aku sangat ingin merangkul lehernya dan mencium nya. Tapi aku tersadar bahwa hal yang sekarang kita lakukan saja sudah tak benar.


"Iya,,ku rasa begitu. Karna jika tidak aku tidak bisa lagi menolak". Ucap ku malu-malu dengan wajah merone.


"Baiklah. Aku mengerti". Ujar Jimin menggigit leher ku dengan tiba-tiba.


"Akh,,Ji.. Jimin !!". Ujar ku menggeliat kaget.


Entah apa yang dilakukan Jimin. Tapi sepertinya iya berusa meninggalkan bekas merah di leher ku.


PPRAAKKkkk !!..


Tiba-tiba saja terdengar benturan kaca yang mengagetkan kita berdua. Jimin terdiam sesaat menatap ke arah jendela balkon kamar, tatapan nya yang terlihat terkejut membuat ku bingung mengerutkan dahi ku.


"Ada apa ?". Tanya ku pada nya yang masih terdiam.


"Tidak apa-apa,aku akan memeriksa nya". Ujar Jimin berdiri melangkah membuka jendela balkon kamar ku.


Aku terduduk diam menatap nya yang tengah terdiam menatap kebawah balkon.


"Sepertinya dia baru saja datang untuk melihat keadaan mu". Ujar Jimin yang masih terdiam tanpa ekspresi.


"Maksudnya mu ?siapa !!". Tanya ku bingung.


"Heumn,,cepat atau lambat kamu pasti akan tau". Ucap nya berbalik tersenyum hangat ke arah ku yang tengah terduduk diam menatap nya.


Dengan langkah cepat Jimin kembali menghampiriku.


"Apa ?akh,,tidak ko". Ujar ku menyentuh leher ku.


"Apakah begitu ?maaf nya,kalau aku terlalu bersemangat". Ujar nya mengelus kepalaku lembut.


Terlihat dengan jelas. Sepertinya Jimin sangat khawatir dengan keedaan ku yang telah ia perbuat pada ku,ia dengan perlahan merapikan rambut ku yang sedikit berantakan.


"Youra. Maaf kan aku". Ujar nya dengan lembut mengelus wajah ku dengan ekspresi bersalah.


"Eumn". Ujar ku mengangguk mengiyakan.


"Eheumn,,ini adalah gaun yang telah ku siapkan. Jujur aku tidak tau apa kamu akan menyukai gaun yang telah aku siapkan atau tidak". Ujar nya berdiri memperlihatkan gaun merah terang yang bercampur dengan warna putih itu.


"Eumn,,sangatt indah". Ucap ku tersenyum mengangguk.


"Apa kau menyukainya". Ucap nya yang sedikit khawatir.


"Tentu saja,aku benar-benar sangat menyukainya. Gaun nya sangat indah sampai-sampai aku tak sabar untuk mengenakannya". Ujar ku semangat meyakinkan.


"Akh,,syukur lah. Kalau begitu silahkan untuk memakainya. Nanti akan ku cari kan lagi gaun yang menurut cocok untuk mu". Jelas nya tersenyum hangat.


"Baiklah hehe". Ujar ku tertawa kecil.


"Youra maaf kan aku. Tapi beberapa hari ini aku harus ikut bersama kak J-hope, untuk meracik ramuan penyembuh untuk mu. Jadi mulai hari ini aku harus pergi bersama nya ke menara penyihir". Jelas nya memeluk ku.


"Apa ?tapi aku sudah baik-baik saja?"...


"Aku tau,,tapi putra mahkota menyuruhku untuk membuat ramuan penyembuh lepel tinggi untuk memastikan kamu sembuh sepenuhnya". Ujar nya melepas pelukannya.


"Apa ?putra mahkota ?". Tanya ku bingung


Kenapa Jin sebegitunya mengkhawatirkan ku sampai-sampai menyuruh J-hope dan Jimin pergi ke menara penyihir.