Ke - isekai

Ke - isekai
Bab 8 Polos atau Naif



"Ehhhhhh........"


Teriakan Nagisa menggema di markas, Sementara ketiga elf tersebut memandang Nagisa dengan tatapan tak percaya sementara Kardinas tertawa lepas karena Nagisa. "Ano ne, bagaimana kamu bisa berdiam di perpustakaan mansion Adorellan membaca buku sejarah kemudian melupakan semua yang kamu baca sekarang ?" Sahut Syllynn desperate dengan tingkah Nagisa.


"Ya mau bagaimana lagi, semuanya terlihat sama saja bagiku, tak ada perbedaan yang signifikan." Gerutu Nagisa sambil mem-poutkan pipinya, "dan Lagi, otakku masih memproses semua jenis ras yang ada saat membaca buku jadi aku tidak terlalu memedulikannya."


"Yare, yare, kacau juga kehidupan kalian selama beberapa hari ini ya ? Aku bersyukur tidak terlibat di awal, ya kan Sarriel ? Syllynn ?" Korzit menyeletuk. "Aku tidak seburuk itu !?" seru Nagisa sambil menatap Korzit nyalang. "M, maa~" dan hanya itu yang keluar dari mulut Syllynn dan Sarriel.


Singkatnya, setelah Kardinas meletakkan barang-barangnya di tempat yang akan menjadi kamarnya, mereka berkumpul di ruangan untuk bersantai. Mereka duduk melingkar di sofa sambil berbincang-bincang ringan dengan snack di meja. Di tengah pembicaraan, dari luar ada sesuatu yang mengalihkan pandangan Nagisa dan Nagisa menatap ke arah jendela untuk memastikan itu.


Tidak ada yang terlihat, walaupun begitu mata Nagisa masih belum lepas juga dari jendela, hingga Kardinas memanggilnya. Nagisa menoleh ke arah Kardinas dan dia bertanya, "Ada apa ?" Nagisa seakan terhipnotis akan suara lembutnya menggelengkan kepalanya sambil berkata "Mm-mm~", dan memeluk lengan kiri Kardinas dengan polosnya.


Ketiga elf yang melihat hal itu tercengang dengan yang dilihatnya, bagaimana tidak, walaupun Nagisa tidak mengetahui apa yang diperbuatnya, tetapi mereka tahu bahwa yang di lakukan Nagisa adalah salah satu tradisi ras Nephilim, dan biasanya bila mereka melakukan itu, berarti mereka meminta untuk di notice ke hubungan yang lebih ( pacaran maksudnya ).


Kardinas yang merasa lengan kirinya dipeluk segera melepaskan diri dari Nagisa, tetapi gerakannya terlalu kasar sehingga membuat Nagisa terpental. "A, maaf." Kardinas berucap sambil mengulurkan tangannya. "Tidak apa-apa hanya terkejut, kurasa aku membuatmu tak nyaman." jawab Nagisa. "Ah, ya, kamu kelihatannya belum dijelaskan oleh mereka, dan saya bisa memaklumi perbuatan anda karena ketidaktahuan tetapi untuk selanjutnya, saya mohon agar nona Nagisa tidak memeluk saya seperti itu, bagi ras kami, memeluk seperti itu berarti menyatakan cinta kepada yang dipeluk, jadi....." jelas Kardinas dengan terbata-bata sementara wajahnya mulai memerah.


"A, a, maaf, aku tidak tahu." kata Nagisa pelan sambil menundukkan kepalanya. "Wah.... gawat..... kalian tak menjelaskan tentang etitude setiap ras sebelumnya ?" celetuk Korzit, wajahnya yang semula terlihat nakal berubah menjadi pucat. "Aku bersama Nagisa selama kurang lebih 2 hari sebelum dia melarikan diri dan beberapa jam setelah secara kebetulan bertemu di Cavewood, jadi aku tidak sempat memberitahu Nagisa." Syllynn membela dirinya.


Semua mata tertuju ke Sarriel yang tersisa, "A, aku harus menenangkan Nagisa yang marah karena ulah seseorang dan harus menjelaskan tentang semuanya dari awal karena seseorang tidak merasa itu penting untuk dijelaskan." jawab Sarriel singkat dan nyelekit bagi Syllynn. "K, kalian tahu situasi ini bahaya banget tau !? Untung saja saat ini kita bersama ras yang pengertian dan orangnya adalah tuan Kardinas, jika kita berhadapan dengan ras yang tidak peduli seperti ras demon, kitsune, atau necromancer, kita yang habis." Korzit memarahi kedua orang itu habis-habisan.


Di tengah omelan tersebut, Kardinas menyeletuk, "Kalau gitu, kita harus memberi Nagisa pelajaran tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat bertemu dengan setiap ras, kalau tidak, mungkin kesalahannya yang berikutnya bisa lebih parah, seperti bertunangan atau menikah. Yah, aku sih nggak masalah, soalnya Nagisa cute."


-


Sementara itu, Warren bersama bawahannya saat ini sedang berada di penjara ras Demon. Mereka tertangkap saat mau melewati Cavewood ke Ryvelon. Karena saat itu mereka tidak memiliki izin untuk memasuki wilayah, maka sesuai peraturan, mereka akan ditahan sampai permasalahan di selesaikan atau sampai atasan Warren ( Kaisar Reinold ) turun tangan, dan yang terburuk adalah mereka harus menjalani hukuman mereka kalau Kaisar tidak turun tangan.


Sebenarnya hukumannya cukup ringan, yaitu kurungan sebanyak 2 bulan, tetapi jangan lupakan fakta bahwa kebanyakan dari Union berumur panjang, dan karena massa hidupnya yang lama, terjadi perbedaan waktu yang signifikan yang menyebabkan waktu 2 bulan tersebut menjadi 2 tahun. Karena waktu 2 bulan menurut mereka adalah 2 tahun menurut Union.


Jadi, disinilah Warren saat ini, penjara bawah tanah ras demon. Bukan hal yang buruk karena ras ini tidak semena-mena dengan tawanan layaknya ras necromancer, juga bukan hal yang baik karena ras ini berada di urutan ke tiga dari lima ras yang terkejam dengan dua diatasnya adalah demon dan kitsune, dua dibawahnya adalah centaur dan elf.


Warren duduk diam di penjara itu bersamaan dengan keadaan ruangan yang tenang, hanya ada satu pengawal yang menjaga di area itu, sampai akhirnya keadaan tersebut berubah karena berita dari pengawal lainnya. Warren tidak menyangka bahwa raja yang dilayani selama 10 tahun hidupnya membuangnya begitu saja saat ia mendengar berita dia ditangkap.


Warren mendapat tatapan kasihan dari beberapa orang yang terkurung di sana, setidaknya mereka dikurung karena kelakuannya sendiri. Warren sediri tidak terlalu memikirkannya karena yang ada di pikirannya saat ini adalah cara agar bawahannya tidak ikut menanggung kelalaian nya, karena emosinya yang membuat mereka terjebak di sini.


-


Kembali lagi ke Markas, saat ini ketiga elf dan Kardinas sedang menatap seorang gadis yang menelungkup kan kepalanya di meja karena informasion overload dan keempat orang tersebut hanya bisa menghembuskan nafas karena ulah Nagisa. Tanpa terasa, mereka menjejalkan informasi ke kepala Nagisa selama sehari penuh, terlihat dari warna langit yang tidak lagi berwarna biru cerah.


"Aku sedikit terganggu dengan fakta bahwa selama seharian ia menghafal dan masih belum ada satupun fakta yang masuk ke kepalanya." cercah Sarriel. "Mau bagaimana lagi, semua informasi terlalu berbeda dari dunia yang dulu kutempati. Bayangkan saja jika kamu marah dengan seseorang karena kata-katanya dan mau membuatnya tutup mulut, dari manapun menamparnya adalah pilihan yang tepat, tapi disaat yang sama membuatku harus bertunangan dengan orang tersebut ( refrensi dari anime kesukaan, unik dan lucu 😍 )." kata Nagisa dengan berapi-api.