
"Tentu saja." jawab Valgad.
"Tetapi, apa maksudmu dengan membuat pilihan ?" tanya Syllynn.
"Dia selalu menurut dengan perintah kaisar, tetapi saat dia dibuang, ia lebih khawatir akan keselamatan anak buahnya dari dirinya sendiri. Jika kita membebaskan anak buahnya dengan syarat yang harus dia turuti, ia akan melakukannya karena ia memang seperti itu." jawab Valgad dengan senyumnya yang misterius.
".....apa syarat itu....?" dengan muka pucat Syllynn bertanya.
"Kita akan membebaskan anak buahnya tanpa melukai mereka, tetapi dia harus tinggal menggantikan mereka dan menurut dengan semua yang diperintahkan oleh Union, gampang saja kan ?" jawab Valgad dengan pandangan lurus ke luar jendela.
"Apa lagi rencana busukmu itu ?" bentak Syllynn dengan wajah memerah karena emosi.
"Rencana busuk ? aku hanya berkontribusi untuk memperbesar peluang menang dari kerajaan Uphedel. Ras disana terlalu mendominasi karena percaya bahwa diri mereka lebih kuat dan pintar dari ras yang lain, walaupun ada beberapa dari mereka yang berpikiran berbeda, tetapi itu tak merubah fakta bahwa karena hal itulah kita berperang."
"....kau masih dendam dengan kejadian 10.000 tahun yang lalu ? Itu hal yang bodoh karena....." Sebelum Syllynn melanjutkan kalimatnya, Valgad memotong.
"Cukup !!!!"
"......karena waktu hidup mereka lebih singkat dari beberapa ras di Union...." Syllynn bersikeras melanjutkan perkataannya.
"Aku bilang CUKUP !!!"
"....kau hanya akan memperburuk keadaan dengan rencanamu itu, lagi pula, gadis yang dikatakan di nubuat sudah disini, kita tak perlu berjuang sendiri lagi."
Valgad terhenyak mendengar tuturan Syllynn dan memikirkannya, memang benar nubuatan yang di katakan oleh ras elf biasanya akan selalu 100% tepat, tetapi bagaimana bisa ia melupakan fakta soal itu.
".....kau benar."
"Syukurlah kalau kau sudah mengerti." jawab Syllynn dengan wajah sumringah.
"tetapi, itu tidak merubah fakta bahwa Warrenus penting dalam rencana ini."
"...."
"Perlu kau tahu bahwa walaupun Claystar adalah ibukota dan dihuni oleh ras human yang lebih memilih menjadi pedagang daripada menjadi tentara, itu sebabnya ras mereka tidak pernah ada dalam peringkat militer Union. Itu sebabnya, beberapa ras terdekat akan memasukkan mereka ke daftar patroli dan ras human berpencar di seluruh Union untuk berdagang......."
"......"
"......kau mendengarkan kan ?....."
"....."
".....Hei !!!!"
"......."
".....HEI !!!!"
Syllynn sudah menghilang dari pembicaraan sejak Valgad menceritakan kembali sejarah Union, dia tidak menyangka bahwa Valgad yang terlihat bersikap tenang akan bersikap seperti ini dan memutuskan untuk melarikan diri selagi bisa.
-
Di tempat lain, seorang tentara ras demon yang kebetulan menjaga penjara melihat gagak yang menghampirinya, segera merentangkan tangan untuk membuat tempat bagi gagak tersebut untuk singgah dan mengambil surat yang tersimpan di kakinya. Bukan hal yang aneh karena Union memakai gagak untuk berkomunikasi.
Setelah tentara itu membaca isi surat, dia segera melakukan perintah yang tertera di surat, sehingga saat ini, Warrenus sedang di kereta kuda khusus untuk tawanan yang melaju entah kemana dengan perasaan yang gugup.
-
Kembali lagi ke Markas, Valgad sedang duduk manis di ruangan nya sambil menyesap teh hangat yang baru diseduhnya sambil menunggu kedatangan tentara terkuat dari kerajaan Uphedel yang akan menjadi sekutunya itu.
-
Keesokan harinya, kereta kuda perwakilan ras Angel sudah berdiam di pintu masuk dengan dikelilingi oleh Nagisa dan yang lainnya. Sosok berambut silver dengan warna mata yang sepadan turun dari kereta kuda dan memperkenalkan dirinya sebagai Kezef ke Nagisa dan yang lain.
Sosok anggun itu membuat Nagisa canggung karena jarang sekali Nagisa bisa terbiasa dengan wajah itu, ya.... hari masih panjang..... literally speaking.
-
Nagisa, Syllynn dan Kardinas sedang berbincang bincang di ruang tamu bersama dengan Kezef, pemuda itu dengan senang hati menceritakan tentang rasnya ke Nagisa dan bertukar pikiran tentang situasi militer ke Syllynn dan Kardinas. Sampai suara kereta kuda yang lain menghentikannya.
"Siapa yang datang ?" Kardinas bertanya sesaat setelah mendengar suara sepatu kuda.
"Entahlah, menurut info dari Sarriel, ras Basilisk akan tiba besok pagi." jawab Syllynn.
Saat itu, bersamaan ia mendengar suara langkah kaki dari atas, semua menolehkan pandangan dan melihat Valgad yang turun menuju ke ruang tamu dengan diikuti oleh Anoth.
"Ada apa ini ?" tanya Syllynn ke kedua orang itu.
"Seperti yang kau lihat, kita membuat persiapan untuk kedatangan the tracker." jawab Valgad enteng.
"Atau lebih tepatnya mantan the tracker karena ia dibuang oleh raja." Anoth menimpali dengan watadosnya.
"Kau...!" Syllynn kehabisan kata dengan situasi yang ada.
"Mari nona Nagisa, saya antar untuk menemuinya." Valgad mengulurkan tangannya ke arah Nagisa dengan maksud menuntunnya ke depan sekalian mengacuhkan perkataan Syllynn.
Nagisa menerima uluran tangan itu dan berjalan menuju ke pintu depan, dari sana ia melihat tentara dari ras demon turun dan membuka pintu belakang kereta kuda khusus tawanan dan mengeluarkan pria yang dilihatnya dulu di Claystar dalam keadaan yang berantakan.
"Dia....." kata Nagisa dengan ekspresi speechless.
Disaat yang sama, tentara selesai melepaskan semua borgol yang mengikat tubuh Werrenus ( Leher, tangan, dan kaki ).
"Dia akan menjadi pelayan nona Nagisa sekaligus instruktur berpedang anda." -Valgad
"Eh... tapi bukannya kata Sarriel, semua instruktur ku berasal dari ras di Union ?" -Nagisa
"Benar, tetapi perlu anda ketahui, ras human di Union kebanyakan adalah pedagang dan warga biasa, itu sebabnya orang seperti dia diperlukan di sini." -Valgad
"Lagipula kebanyakan dari ras Union menggunakan sihir sebagai senjata mereka walaupun ada yang menggunakan senjata, semua merupakan senjata jarak jauh seperti Busur panah dan tombak." Kardinas menimpali segera setelah ia sampai di pintu keluar.
"Apa-apaan ini, bukannya kita sudah membahas tentang hal ini ?!" Syllynn memarahi Valgad.
"Iya, dan kita membahas semua tentang hal ini dan kau setuju akan semua keputusanku." jawab Valgad.
"Aku tidak setuju dengan semua keputusanmu !!!" bantah Syllynn.
"Tapi itu tidak merubah fakta bahwa kamu pergi saat kita 'berbincang' dan aku menyimpulkan bahwa kamu setuju."
Benar-benar jawaban yang enteng dari ras Demon. Sementara yang tidak ikut berdebat ( baca : Nagisa dan Kardinas ) hanya mengikuti pembicaraan yang seperti pertandingan tenis itu dengan kepala mereka secara bergantian.
"...Um.....Jadi...?"
Nagisa membuka suara saat kedua orang tersebut kehabisan nafas saat berdebat dan sedang menarik nafas yang membuat situasi hening tiba-tiba.
Dengan smirk ala bad boy, Valgad menatap ke arah Warrenus. Yang ditatap mengerti arti tatapan itu dan berlutut ala kesatria di depan Nagisa.
"Saya Warrenus bersumpah setia untuk melayani dan melindungi nona Nagisa dengan sepenuh hati saya."