Ke - isekai

Ke - isekai
Bab 4 Well.....



Game diantara mereka berdua menjadi semakin dan semakin sengit, saat tiba diputaran terakhir, pemuda tersebut gugup karena harga dirinya yang pertaruhkan disini, ia tidak menyangka bahwa kesombongannya akan membawanya ke saat seperti ini dan hanya bisa berharap agar keberuntungan menghinggapi paling tidak sekali saja. Sayang, takdir berkata lain karena kartu di tangan Nagisa lebih besar dari kartunya. Kesenangan di pihak nagisa dan rasa Nelangsa di pihak pemuda itu harus terpotong karena Syllynn mengambil kesempatan untuk menarik Nagisa menjauh dari kerumunan.


Di sana, Syllynn memarahi sifat sembrono Nagisa yang pergi ke tempat yang tidak diketahuinya seorang diri, mengomentari tentang bahaya perempuan yang berkelana seorang diri dan komentar jelek lainnya. Sedangkan Nagisa, setiap kali ia mendengar komentar jelek yang keluar dari mulut Syllynn, semakin menunduk kepalanya dan semakin yakin ia kalau Syllynn bukanlah orang yang bisa dipercaya. Kejadian tersebut terus terjadi sampai pada titik dimana salah satu kalimat yang diucapkan Syllynn keterlaluan dan membuat emosi Nagisa meledak. Nagisa menumpahkan seluruh kekesalannya pada Syllynn sampai puas, dan setelah itu, Nagisa segera berlari keluar tanpa mendengar panggilan frustasi + emosi dari Syllynn.


Ditengah pelariannya, Nagisa menabrak seseorang dan hampir terjungkal jika tidak ada tangan yang menahannya supaya tidak jatuh, saat Nagisa mendongak untuk melihat siapa yang ditabraknya, orang tersebut adalah pemuda yang baru saja dikalahkan Nagisa, tetapi Nagisa sedang tidak ada mood untuk mengumbar kekalahan pemuda itu dan segera berlari keluar gedung menuju ke penginapan untuk membereskan barang-barangnya dan jika mungkin, sampai di kota selanjutnya saat malam tiba.


-


Sementara itu di Ryvelon, seseorang sedang memijat pelipisnya karena melihat pertengkaran yang disebabkan oleh murid bodohnya itu. Setelah beberapa pertimbangan, ia akhirnya menyuruh pelayan menyiapkan ruangan untuk tamu yang akan berkunjung. Dia sendiri sedang duduk di kursinya dengan kepala menghadap ke langit-langit selama beberapa saat dan mengambil jaketnya untuk pergi ke pintu gerbang, menyambut gadis nubuat.


-


Saat ini, Nagisa sedang melompat-lompat dalam tiap langkahnya sambil bersenandung ria, berbeda 180 derajat dengan mood Nagisa sebelumnya, tak lama kemudian sampailah Nagisa di gerbang pintu, beberapa saat setelag Nagisa menginjakkan kakinya, ada yang mencegatnya dengan memegang bahunya.


Mood Nagisa berubah lagi menjadi suram dan dengan cepat membanting siapapun yang merusak moodnya. Untungnya, pemuda yang nyaris dibanting itu sigap menghindar saat Nagisa membantingnya kalau tidak korban selanjutnya pasti muncul.


"Selamat datang di Elven City, Ryvelon. Perkenalkan, nama saya Adorellan Sarriel, saya sudah menunggu kedatangan anda." kata pemuda yang baru diketahui bernama Sarriel itu. "Oh, halo." balas Nagisa dengan pandangan mata yang menganggap kata-kata orang yang didepannya ini hanya omong kosong belaka.


"Itu beneran lho." kata Sarriel tiba-tiba. "Apanya ?" balas Nagisa sok innocent. "Kalimat saya barusan. Anda adalah gadis yang dipilih untuk membantu kita mendamaikan dunia ini." kata Sarriel dengan senyumnya. Nagisa yang melihat senyum itu merasa Deja Vu.


"Kalau begitu, silahkan ikuti saya." sahut Sarriel saat tahu tidak ada jawaban dari Nagisa. Mereka berjalan melewati kota yang ramai, dan disepanjang jalan dilewati dengan keheningan yang santai. Hingga, sampailah mereka ke daerah untuk kalangan bangsawan, "Apa tidak salah jalan ?" Nagisa bertanya gugup. "Tidak, kita berada di jalan yang tepat, rumah saya di sekitar sini." balas Sarriel.


-


Setelah Sarriel selesai menulis surat ke setiap delegasi dan mengirimnya, Sarriel berniat untuk ke kamar tamu dan mengecek Nagisa. Pintu kamar tamu terbuka dan terlihat sosok Nagisa tertidur lelap dengan mahluk karnivora bertengger manis di ceruk lehernya. Memutuskan untuk tidak ambil pusing, Sarriel pun keluar dari kamar tersebut dengan tidak lupa untuk menutup pintu kamar.


-


Sementara di Cavewood, pemuda yang tadi ditabrak Nagisa itu masih mematung ditempatnya dengan pikiran blank, setelah pikirannya bisa mengambil alih lagi, ia melihat kearah meja yang tadi dipakai untuk 'bermain game'. Meja itu masih dengan chip yang utuh di satu sisi karena sebelum gadis itu menukarkannya, gadis itu sudah lari duluan entah kemana. Mengambil beberapa pertimbangan, pemuda itu memutuskan untuk memegang kata-katanya dan segera melaporkan kejadian ini pada tetua, ia jug mempersiapkan mentalnya kalau-kalau didamprat sama tetua akibat ulahnya ini.


Sementara itu, Syllynn yang masih terkejut karena baru pertama kalinya ia melihat Nagisa emosi masih belum beranjak dari tempat mereka berbincang, beberapa saat setelah Syllynn sadar dari shock nya dan mengetahui fakta bahwa ada kemungkinan Nagisa sudah meninggalkan kota ini untuk pergi ke kota selanjutnya membuat pikirannya kalut, karena ia ingin mengejar Nagisa dan meminta maaf tetapi di saat yang sama ia tidak ingin kembali ke kampung halamannya. Rasa khawatir akan keselamatan Nagisa menang dari egonya untuk tidak kembali ke tempat itu, ia pun kembali ke penginapan dan membereskan barang-barangnya, dan berangkat saat itu juga ke Ryvelon menyusul Nagisa.


-


Saat ini, mansion Adorellan sedang dalam kekacauan karena Bubblepuff yang memutuskan untuk berpisah dari tuannya dan menjelajahi isi mansion itu, hal tersebut membuat para pelayan panik karena melihat mahluk karnivora itu bebas berkeliaran di dalam mansion. Sementara pemilik mansion masih berkutat di mejanya dengan tumpukan dokumen yang masih perlu ditandatangani.


Saat Sarriel menyelesaikan dokumennya dan keluar dari ruang kerjanya dengan maksud untuk istirahat, ia masuk ke dalam kekacauan yang terjadi di rumahnya. Dapat dilihat pelayan sedang mengejar sesuatu berwarna pink dengan sapu sementara mahluk itu melompat-lompat sambil menghindar.


Memutuskan untuk mengakhiri kejar-kejaran itu, Sarriel berkata, "Cukup sampai disitu ! Mahluk itu adalah peliharaan dari gadis nubuat " dan para pelayan menuruti perintahnya walaupun ketakutan masih terlihat di wajah mereka.


Ya, bisa dibilang satu masalah selesai, tinggal menyelesaikan satu masalah lagi. Siapa lagi kalau bukan saudara tirinya sendiri, Anzido Korzit. Adik beda ibu yang terlalu dimanja itu, kadang menjadi masalah bagi kehidupan Sarriel karena Korzit selalu ikut campur kehidupan Sarriel dengan maksud menambah masalahnya. Seperti saat ini, begitu mendengar tentang gadis nubuat, Korzit langsung mampir ke mansion Sarriel untuk melihat langsung gadis nubuat, dan kenyataan tersebut terlihat dari matanya yang berbinar.