Ke - isekai

Ke - isekai
Bab 9 Si mesum dan Duke Pelayan



"Maa~ maa~ jangan dipikirin." sahut Syllynn cepat sementara sweatdrop ada di kepalanya.


"Ah-, sudah jam segini, kita harus beristirahat karena besok orang dari ras demon akan datang dan kita harus bersiap." dan setelah itu, mereka berpencar ke kamar masing-masing.


-


Di kamar, Nagisa yang belum mengantuk bermain dengan Bubblepuff di atas ranjangnya, "Orang dari ras demon ya..... Seperti apa dia ? Mudah-mudahan baik." Nagisa menggumam pada dirinya sendiri. "Maa~, besok kita akan tahu." kata Nagisa sambil menarik selimutnya.


-


Keesokan paginya, Nagisa terbangun seperti biasa dan bersiap, setelah itu ia turun ke ruang tamu. Di sana sudah ada Sarriel, Syllynn, dan Kardinas. "Are~, Korzit belum datang ?" gumam Nagisa. "Jam segini dia tidak akan bangun, bahkan sampai terjadi perang saudara pun rasanya tidak akan bangun kalau ia tidak ingin." jawab Sarriel. Memang Korzit termasuk tipe heavy sleeper jadi setiap tidur selalu nyenyak sehingga tidak mudah terbangun, tetapi kadang merepotkan karena terkadang acara mereka berada di pagi-pagi sekali.


"Ya sudah, kita tinggal saja dia." sahut Syllynn sambil berdiri dari sofa diikuti dengan Kardinas dan Sarriel, tujuannya ke pintu depan untuk menunggu tamu penting yang akan datang sebentar lagi. Benar saja, tak lama mereka berdiri, suara kereta kuda terdengar dari pintu gerbang memasuki tempat itu dan berhenti di depan Markas.


Dari sana, turun pemuda berambut hitam dengan mata berwarna onyx yang sangat familiar itu, saat Syllynn dan Nagisa melihat pemuda itu mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata, "K, kamu.....!?" ke pemuda tersebut. Sedangkan pemuda itu juga terkejut karena mengenali mereka. Yup, pemuda itu adalah pemuda yang dikalahkan Nagisa di Cavewood.


Suasana awkward tidak sampai di situ saja karena setelah itu, pemuda berambut merah turun dari kereta kuda yang sama dan kali ini kejadian yang sama terulang kembali perbedaannya hanya Nagisa yang berteriak, ya pemuda itu tidak lain dan tidak bukan adalah incubus ( atau succubus, nggak ingat 😥 ) yang dihajar Nagisa.


-


Mereka saat ini duduk melingkar di ruang tamu dengan suasana awkward masih menaungi keadaan, tidak ada yang angkat suara sampai Korzit terbangun dan turun ke ruang tamu dan memecah keheningan tersebut. "Are, apa yang terjadi ?" katanya tak memahami situasi. "Lalu, siapa mereka ?" lanjutnya.


Dua orang yang dipandang menyadari bahwa mereka belum memperkenalkan diri bergantian memperkenalkan diri.


"Perkenalkan Namaku Valgad." kata pemuda berambut hitam.


"Namaku Anoth." sahut pemuda berambut merah.


"A, ah, Namaku Tachibana Nagisa."


"Salam kenal, aku Kardinas."


"Aku Adorellan Sarriel, disebelah kananku Cordar Syllynn sementara yang memulai pembicaraan kita adalah Anzido Korzit."


Setelah semua memperkenalkan diri, situasi tidak terlalu canggung lagi bagi mereka dan Sarriel mengajak mereka untuk berbasa-basi.


"Tetapi, aku tidak menyangka kalau kalian saling kenal." Kardinas menyahut.


"Kita tidak saling kenal ! Hanya tahu wajah saja !?" bentak Nagisa dengan wajah memerah entah karena malu atau marah.


"Siapa juga yang mau kenal dengan si kecil ini !?" Anoth menyahut.


"Kamu...., bisa tidak untuk tidak membuat masalah sekali saja ?" Kata Valgad ke Anoth.


"Saat ini dan yang sebelumnya bukan kesalahanku tahu !? Kalau mau menyalahkan, salahkan saja si kecil itu." balas Anoth tidak mau kalah.


"Apa kamu bilang ?!" sahut Nagisa yang terpancing emosi.


"Sudah, sudah, jangan ribut pasti ada sedikit kesalahpahaman." Kardinas berusaha menengahi.


"Kesalahpahaman ?! Apanya yang kesalahpahaman, jelas jelas dengan si rambut merah itu tidak ada kesalahpahaman !! Yang aku tahu hanya satu, dia itu mesum !!!" bentak Nagisa.


Sarriel, Syllynn, dan Kardinas mengambil beberapa langkah mundur saat Nagisa mulai membentak, sementara Korzit dan Valgad hanya bisa ber-sweatdrop dengan situasi. Tiba-tiba Valgad terhenyak seperti menyadari sesuatu dan berkata, "Jangan-jangan gadis yang membuatmu babak belur setelah kau mencoba menggodanya itu Nagisa ?!"


"Tentu saja." kata Anoth dengan penuh keyakinan dan rasa bersalah.


"Apa yang kau lakukan ?! Jangan bersikap pd seperti itu ! cepat minta maaf ! Kau dihajar karena ulahmu sendiri kan ?! Eh, itu, Nagisa saya mewakili Anoth meminta maaf atas perlakuannya padamu." Valgad yang awalnya memarahi Nagisa dengan cepat meminta maaf padanya.


"Aku mewakili Nagisa juga meminta maaf karena menghajar salah satu orangmu." balas Sarriel.


"Satu masalah beres, lalu bagaimana bisa tuan Valgad dan Nagisa bertemu ?" kata Korzit enteng.


"Dia mengalahkan tuan Valgad dalam game dan karena tuan Valgad tidak terima kalau kalah, mempertaruhkan sesuatu yang penting bagi royalitas di Cavewood." sahut Syllynn.


"Eh......?????!!!!!" selain Nagisa, semua serentak berteriak.


"Jangan-jangan........." kata Sarriel.


"Bukan jangan-jangan lagi, dia mempertaruhkan kontrak keluarganya." jawab Syllynn.


"Eh...... Seingatku dia bilangnya kalau dia akan mempertaruhkan diri menjadi pelayanku." sahut Nagisa.


"Intinya sama saja, dia cuma mengubah kata-katanya karena kamu tidak tertarik dengan penawaran awalnya, yah..... tuan Valgad adalah satu-satunya dengan tingkat Duke yang bertahan di Cavewood." lanjut Syllynn.


"Ya.... kamu bisa memerintahku sesukamu nona Nagisa." kata Valgad.


"Oi, kau menyerahkan diri begitu saja ? memangnya kau apa ? tawanan ?" sarkas Anoth.


Tentu saja tidak ada yang menjawab pertanyaan itu, bahkan Sarriel dengan terang terangan mengubah topik pembicaraan.


"Bicara soal tawanan, bagaimana tentara Uphedel itu ?" tanya Sarriel.


"Oh, mereka sekarang berada di penjara bawah tanah, cukup kasihan sih karena mereka dibuang rajanya." balas Valgad.


"Tentara itu..... Apa pemimpinnya bernama Warrenus ?" tanya Nagisa.


"Nona Nagisa tahu akan hal itu ?" tanya Valgad tidak percaya.


"Wah kangennya....., terakhir aku ketemu dia, kita bermain kejar-kejaran." jawab Nagisa.


"Main....." kali ini Syllynn yang bersuara karena tidak yakin dengan kata-kata Nagisa.


"Iya."


"Jangan-jangan......, saat itu di Claystar ?" tanya Syllynn.


"Iya, saat aku selesai mencari buku panduan, dia terlihat mengikutiku, saat aku kabur, dia mengejar." jawab Nagisa dengan senyum khasnya.


"..."


"....Lain kali, tolong katakan padaku kalau ada yang mengejar seperti tadi." Sarriel mengakhiri pembicaraan bertepatan dengan waktu makan siang.


-


"Soal Warrenus itu, apa nona tertarik padanya ?" tanya Valgad


"Mungkin." jawab Nagisa.


"Apa yang mau kau lakukan ?" tanya Syllynn saat Valgad beranjak menuju ke rumah merpati.


"Mengirim surat ke Cavewood." jawab Valgad.


"Maksudku, buat apa ke sana ? bertemu dengan Nagisa bukan suatu hal yang harus dilaporkan ke tetua." Syllynn mulai curiga.


"Tentu saja untuk mengabulkan keinginan nona Nagisa." ucap Valgad.


"Semudah itu ? Kalian mulai berbelas kasih atau jangan-jangan kekuatan militer kalian mulai melemah ?" Syllynn berusaha memanas-manasi.


"Kita tidak sebaik itu, hanya menyuruhnya membuat pilihan dengan keadaan yang ada, lagipula militer kita tidak selemah itu." balas Valgad.


"Membuat pilihan ?" ucap Syllynn tak mengerti.