
"....Kok bisa....?"
Satu kalimat tersebut terucap dari bibir mungil tersebut sementara sang pemilik hanya menatap nanar barang-barangnya yang tergeletak di halaman kosan walaupun sedikit memang, cuma terhitung 3 tas. Nagisa mengingat-ingat lagi kapan terakhir kali Nagisa membayar uang sewa dan Nagisa mengingatnya dengan sangat jelas 'Sangat Tepat Waktu' bahkan untuk bulan-bulan sebelumnya juga seperti itu, tetapi kenapa ia bisa diusir seperti ini ? Nagisa pun menghampiri Ibu pemilik kosan dan bertanya, "Bu, saya sudah membayar uang sewa tepat waktu, kenapa barang-barang saya bisa di sini ?". "Bisa aja karena ada orang lain yang mau ngekos di sini dengan uang sewa yang lebih tinggi dan penghasilan yang lebih memadai dari kamu." jawab Ibu kos sekenanya.
"Tapi, Ibu bisa kan memberi pemberitahuan sebelumnya, nggak langsung gini." sahut Nagisa miris. "Orang dia datangnya mendadak, lalu dia minta secepatnya. Jadi, ya gitu..." balas Ibu kos, kali ini nggak peduli. "Sudah, sana sana, Kamu harus mencari kosan baru kan, untuk malam nanti ?" sahut Ibu kos lagi. Nagisa hanya bisa mengambil barang-barangnya dan pergi dari kosan itu. Ingin rasanya Nagisa menangis, tapi berusah keras untuk bertahan karena belum lama Nagisa membayar uang kosan dan keadaan ekonominya sedang menipis, tetapi Ibu kosan dengan tidak pedulinya mengusirnya.
Nagisa pun berjalan tak tentu arah di trotoar dan fokusnya menghilang entah kemana, tanpa disadari, Nagisa melewati lampu lalulintas untuk pejalan kaki yang menyala merah, teriakan teredam di telinga Nagisa yang menyebabkan Nagisa mendapatkan fokusnya kembali, tetapi sudah terlambat, mobil tersebut melaju kencang dan menabrak Nagisa, membuat Nagisa terpental dan seketika kegelapan memenuhi pandangan Nagisa.
-
Nagisa perlahan membuka matanya, tetapi karena silaunya matahari ia menutupnya lagi. Setelah terbiasa dengan cahaya matahari, Nagisa mendudukkan dirinya dan melihat ke sekeliling, "Eh...." Nagisa melakukan double check ke sekelilingnya untuk memastikan yang dilihatnya itu kenyataan atau bukan dan benar itu nyata. Yang membuat Nagisa dengan cepat berdiri dan mencari barang-barangnya, tapi tidak ketemu. Nagisa pun berjongkok dan menggumamkan umpatan ke siapapun yang mengambil barangnya, sampai kilas balik menghampiri Nagisa yang membuat seluruh tubuh Nagisa menegang dan Nagisa pun menundukkan kepalanya dan menangis sejenak.
Tak disangka, di saat yang sama seorang pemuda ber-armor melewati hutan tersebut dan berjalan searah dengan arah Nagisa menghadap. Pemuda tersebut menemukan Nagisa yang sedang berjongkok dengan wajah menunduk mengira ia warga yang tersesat di hutan dan berniat menolongnya dengan mengulurkan tangannya menyentuh bahu Nagisa. Merasa ada yang menyentuh bahunya, Nagisa dengan cepat memegang tangan itu dan membantingnya. Gerakan tersebut begitu cepat sehingga saat Nagisa memfokuskan matanya ke pemuda tersebut Nagisa membelalakkan matanya karena pemuda tersebut tak sadarkan diri.
"Maafkan aku, jangan mati......!!!????"
Nagisa pun kembali ke tujuan asal, sementara setelah mahluk itu selesai makan ia melihat ke sekeliling lalu menggoyangkan ekornya dan mengikuti Nagisa tanpa Nagisa sadari. Saat Nagisa baru kembali ke tempat ia meninggalkan pemuda itu, Nagisa melihat pemuda tersebut perlahan-lahan bangun, Nagisa mendekat dan membuat pemuda tersebut siaga dan menatap ke arah Nagisa dengan mata merahnya. "A, aku tidak sengaja...... Maaf, aku tidak sengaja, itu refleks...... Kamu nggak apa-apa kan ?" kata Nagisa lirih sambil menundukkan wajahnya.
"T, tidak apa-apa, itu salahku karena langsung menghampiri dan mengejutkanmu." balas pemuda tersebut dengan senyum cerah. "U, uh, kamu mau ini ?" Nagisa menawari dengan canggung sambil menyodorkan kain berisi air dan buah-buahan yang tadi Nagisa kumpulkan. "Terima kasih." balas pemuda tersebut sambil mengambil kain tersebut. Nagisa dan pemuda tersebut terdiam untuk waktu yang agak lama sebelum Nagisa memutuskan untuk angkat suara, "N, namaku Nagisa, Tachibana Nagisa. Kamu ?"
"Namaku Syllynn, Cordar Syllynn." Sahutnya sambil mengunyah beberapa beri yang tadi diberi. Keheningan kembali tercipta dan hanya ada suara kunyahan dari Syllynn. Setelah Syllynn selesai makan, dari semak-semak terdengar bunyi kresek kresek yang membuat Syllynn dengan sigap memegang gagang pedangnya. Setelah ketegangan yang menyebabkan suara muncul, seekor mahluk yang Nagisa tadi beri makan. Suasana hening seketika. "Kamu tersesat ?" tanya Nagisa ke mahluk kecil itu. "Oi, jauhi mahluk itu !" seru Syllynn. "Kenapa ?" tanya Nagisa yang kebetulan hanya beberapa senti dari mahluk tersebut. "Mahluk itu karnivora, kalau kamu tidak segera menjauh mahluk itu akan memakanmu !" seru Syllynn frustasi karena Nagisa tak kunjung menjauhi mahluk berbahaya itu. Sementara Nagisa, sudah mengelus kepala mahluk tersebut dengan santai.
'Paling tidak, dengarkan kalau orang ngomong dong.' batin Syllynn tapi tidak bisa kesal melihat pemandangan yang sebenarnya imut itu. Kenapa tidak, didepannya ada seorang gadis manis dengan mahluk yang terlihat lucu di sisi gadis tersebut, of course, pemandangan jarang yang tidak bisa dilewatkan andaikan mereka sedang tidak ditengah hutan.
"Kamu dari Claystar atau kerajaan Uphedel ?" tanya Syllynn tiba-tiba. "Dimana itu ?" jawab Nagisa sambil bermain dengan mahluk yang dinamai Bubblepuff itu. "Tunggu, jadi maksudnya kamu tidak tahu tempat selama ini kamu tinggal ?" tanya Syllynn dengan wajah panik. "Nu-uh, aku hanya nggak tau apa yang kamu bilang karena aku baru di sini." jawab Nagisa santai. "Baru ? Itu tidak mungkin, semua yang ada di sini tidak muncul dengan tiba-tiba walau itu adalah seekor Kitsune sekalipun." sangkal Syllynn. "Mungkin saja~, soalnya~ saat aku tersadar tadi, aku baru ke hutan ini, dan aku ingat betul darimana aku berada~." jawab Nagisa kali ini dengan dreamy facenya. "Dari mana memangnya ?" Syllynn yang penasaran bertanya. "Negeri yang jauuuuuuhhhhh............ dari sini." "Kata-katamu tidak masuk akal Nagisa." "jahat~, itu beneran lho~."
Pikiran Syllynn nge-blank seketika, karena gadis yang dihadapannya ini adalah orang yang di nubuat kan akan menjadi raja/ratu yang akan mendamaikan kaumnya dengan Kerajaan Uphedel, tempat yang paling korup dan menghancurkan tempat itu.