
Syllynn mempercepat langkah kakinya memasuki Honeycrest, dia memutuskan untuk bertanya di setiap toko atau rumah makan yang ditemui, sayangnya dia terlambat selangkah karena Nagisa sudah di Cavewood.
-
Baju pesanan Nagisa sudah selesai, dan Nagisa mengganti pakaian sekolahnya dengan salah satu baju custom, setelah ganti, ia memutuskan untuk tidak membuang waktu lama di sini dan berangkat ke destinasi barat selanjutnya yang dikenal dengan nama Cavewood.
Tidak dibutuhkan waktu lama bagi Nagisa untuk sampai ke sana, tetapi sesampainya di sana, Nagisa terlihat seperti anak hilang karena perbedaan tinggi yang signifikan. Nagisa berjalan sambil menunduk dengan pikiran kemana-mana, contohnya dimana Bubblepuff sekarang ? Sekarang, Bubblepuff berada dalam tasnya, masih belum bisa keluar karena terakhir kali ia mengeluarkan Bubblepuff didepan orang banyak, mereka langsung panik tanpa dikomando. Langkah Nagisa terhenti saat merasa badannya menabrak sesuatu. Nagisa mendongakkan kepalanya dan melihat pemuda dengan rambut merah menyala dan mata Onyx yang seakan menghipnotisnya ( yang ini beneran karena yang baru ditabrak itu demon bertipe Succubus atau sejenisnya ).
"Kalau jalan lihat-lihat dong !" Kata pemuda itu, " Maaf, nggak kelihatan." Balas Nagisa yang moodswingnya sedang dalam tanda panah di tulisan buruk sambil tersenyum. "Wajahmu boleh juga." Pemuda itu beralih memegang dagu Nagisa dengan tangan kanan dan memeluk pinggangnya dengan tangan kiri. "..." "Aku bisa mengajarimu banyak hal baru." Lanjut pemuda tak tahu diri tersebut sambil memegang bokong Nagisa. Sedangkan Nagisa yang merasa terancam sedang mempertimbangkan untuk membantingnya hingga K.O. atau melampiaskan kekesalannya dengan beberapa pukulan lalu menyelesaikan dengan dengkul di tepat mengenai pelipis pemuda kurang ajar ini.
Kelihatannya Nagisa diam terlalu lama, karena pemuda itu memilihkan untuk Nagisa dengan meremas benda yang dipegangnya tadi. Nagisa yang emosi menghantamkan tinjunya tepat ke ulu hati dan mendapat respon erangan kesakitan dari si mesum kemudian dilanjut dengan menyikut ke bawah dan diakhiri dengan cepat oleh tendangan di kepala. Nagisa melihat hasil karyanya sementara yang lain tidak memedulikan apa yang terjadi, seolah-olah sudah terbiasa dengan perkelahian semacam ini. Kini, giliran Nagisa yang dilema, haruskah ia menunggu sampai si mesum sadar, atau haruskah ia menulis surat permintaan maaf kalau ia tidak menyesal melakukan semua pukulan itu.
Akhirnya, Nagisa membiarkannya tergeletak di jalan dan menyelipkan surat yang sudah ia tulis. Seolah tak ada beban, Nagisa berjalan ke bank untuk mencairkan kertas uangnya yang akan digunakan untuk modal gamenya.
Kali ini, Nagisa memainkan 20 game dan semua gamenya balik modal, jadi Nagisa mendapat 40 kali lipat modal awal ( kalau nggak salah, intinya dia mempertaruhkan semua modalnya ) dan dipaksa untuk berhenti karena Nagisa baru saja mendapatkan keuntungan setara dengan uang harga satu istana. Kertas uang yang Nagisa kumpulkan, di taruh secara terpisah di kantong rahasia Nagisa. Tanpa Nagisa sadari, bank menaruhnya ke dalam daftar VIP karena kekayaan yang dihasilkan dari game benar-benar luar biasa.
Bicara soal luar biasa, bagaimana keadaan pemuda yang menerima pelampiasan kemarahan Nagisa ? Well, jawabannya adalah dia sudah sadar dan menumpang di rumah temannya ( Jujur, kalian pasti menganggap ini nggak penting, jangan salah ini termasuk adegan penting untuk ke depannya, well salah satunya ) sedang sibuk curhat tentang apa yang terjadi padanya sebelum ia kehilangan kesadaran dan sampai ia dihajar habis-habisan, sementara yang seharusnya mendengarkan malah sibuk membolak-balik halaman surat kabar ( Itu hal yang sangat diperlukan di dunia manapun, bahkan di One Piece ada surat kabar ), di salah satu halaman, terdapat foto hitam putih seorang gadis dengan tas di bahu dan pita terlihat di setiap sisi bajunya.
-
Beda lagi dengan Syllynn yang baru tiba di Honeycrest dan sudah harus kehilangan jatah istirahatnya lagi, ia harus mengejar ketinggalannya yang cukup jauh dan meminta maaf pada Nagisa kalau tidak mau kejadian ini terulang lagi, lagipula Nagisa berada di sampingnya selama ini karena ingin, bukan karena tidak punya uang, dan bukti konkretnya ada di surat kabar nya harinya, wajah Nagisa terpampang jelas di bagian keuangan dengan kekayaan yang hampir menyamai Kerajaan. Setelah sarapan di hari keduanya di Honeycrest, Syllynn pun memutuskan untuk mengejar ketinggalannya lebih cepat lebih baik.
-
Di salah satu kamar di penginapan standar, Nagisa tertidur pulas sementara Bubblepuff menyelinap keluar dari tas dan melompat lompat di sekitar ruangan sementara pemiliknya menikmati waktu luang yang jarang sekali ada, seingat Nagisa, terakhir kali ia liburan adalah beberapa saat sebelum kedua orang tuanya menghilang meninggalkan hutang yang menumpuk.
Sementara, di pihak Kerajaan Uphedel, Werren dan pasukannya baru mengetahui tentang keberadaan gadis tersebut di Cavewood saat surat kabar masuk, mereka bergegas mengejar 4 hari ketinggalan karena kehilangan jejak.
-
Syllynn sudah sampai di perbatasan Cavewood, ia pun melangkah santai menuju ke pintu masuk Cavewood dan berjalan lurus. Syllynn berjalan dan mencari penginapan di dekat perbatasan Cavewood dengan Ryvelon, ia ada firasat bahwa Nagisa pasti akan melewati daerah ini. Setelah perjalanan berat, Syllynn bermaksud menghibur diri dengan pergi ke bar terdekat, disana ia ditantang oleh seorang dari klan Demon asli, terlihat dari Mata Onyx dan Rambut Ravennya.
Syllynn memainkan 3 putaran dengan pemuda tersebut, dan ia sudah diambang bangkrut kalau tidak ada suara yang sangat di kenalnya yang memerintahkannya untuk menurutinya, yang menghasilkan kemenangan, Syllynn menoleh ke asal suara dan melihat Nagisa dengan setelan lolita-nya yang menampilkan banyak pita dan renda.
"Ohh.... Kau menarik" Kata pemuda tersebut mengalihkan perhatiannya dari Syllynn ke Nagisa. "Kau membosankan." Balas Nagisa. "Mau sesuatu yang menarik ?" Tantang pemuda itu. "Sayang sekali, aku sedang tidak bawa cash." Nagisa membalas sambil mengarahkan pandangannya ke game lain yang sangat terlihat menarik dari pemuda dihadapannya. "Kau bisa menggunakan cash-nya, toh kalau kau kalah, kau bisa membayarnya kembali, kalian terlihat saling kenal soalnya." kata pemuda tersebut dengan senyum palsunya. "Ara~, berarti kamu siap untuk kalah kan ?" Balas Nagisa dengan senyum tak kalah palsu.
3 ronde berlaku, game masih terus berlanjut dengan kedudukan Nagisa memimpin. Mereka memutuskan untuk membuat taruhan yang lebih tinggi. "Kalau begitu, aku mempertaruhkan kontrak keluargaku." balas pemuda itu. "Aku tidak butuh kontrak keluargamu." balas Nagisa tak acuh. Syllynn yang menonton kasihan melihat pemuda dari klan Demon dihancurkan dengan kata-kata sementara pemuda itu terlihat gobsmacked. "Kalau begitu, um, aku mempertaruhkan diri menjadi pelayan seumur hidup" yang dibalas Nagisa dengan pandangan 'oh, really'.