Katagiri

Katagiri
Katagiri ~~8



Katagiri yang melihat kedua lawannya yang sudah terbaring lemas mencoba membantu nya. Ia menyentuh bagian dahi mereka lalu mengalirkan sedikit qi ke dalam tubuh mereka.


Sensasi dingin terasa bagi keduanya. Perlahan tubuh mereka kini mulai kembali memiliki tenaga. Walaupun tidak sepenuhnya pulih, tapi setidaknya tidak seperti sebelumnya.


Keduanya mematung karena kaget. Orang yang mereka anggap akan membunuhnya malah membantu nya.


" Terimakasih" Des berucap dengan malu dengan apa yang di lakukan nya.


" Tidak perlu mengucapkan kata itu. Ini sudah kewajiban aku sebagai sesama manusia untuk saling tolong-menolong." Katagiri berucap sambil tersenyum.


Des dan Koi yang melihat senyuman dari Katagiri hanya bisa menggaruk kepalanya. Kejadian ini sangat aneh bagi mereka berdua.


Selama ini di dalam dunia persilatan, yang kuat akan memangsa yang lemah. Tak bisa di pungkiri bahwa setiap pendekar akan saling membunuh demi tujuan dan kepentingan mereka masing-masing.


Tapi melihat hal yang di lakukan oleh Katagiri, membuat mereka berdua sadar. Jalan persilatan juga memiliki sisi yang baik.


" Baiklah! Karena kita sudah berdamai maka aku ingin kalian bertanggungjawab akan apa yang telah kalian lakukan pada desa tersebut. "


Glekk!!


Keduanya menelan ludah bersamaan. Des dan Koi saling memandang, hingga dalam beberapa detik kemudian Des pun berkata; " Untuk itu kami akan usahakan. " Tak ada yang bisa mereka lakukan sekarang.


Keduanya mengerti dari apa yang dikatakan Katagiri sebelumnya. Dirinya mengejar mereka berdua bukan untuk membunuhnya, tapi datang untuk meminta sebuah ganti rugi.


Ketiganya pun bangkit dan mulai berjalan menuju ke desa tadi. Tak ada yang saling berbicara, semuanya diam.


__


" Yosss …. Maaf telat. "


Katagiri menyapa kedua penjaga yang kini sudah berhasil menghabisi setiap hewan siluman yang tersisa tadi.


Kedua penjaga yang melihat Katagiri itu tersenyum membalas senyuman yang di berikan oleh orang yang mereka panggil tuan muda itu.


Pandangan keduanya beralih ke arah belakang Katagiri. Mereka melihat dua orang yang pernah mereka lihat sebelumnya.


Senyuman yang tadi terlihat kini lansung berubah menjadi datar. Keduanya memasang ekspresi yang tampak seolah-olah tak suka akan kehadiran keduanya.


Katagiri yang melihat keduanya pun hanya bisa menghela nafas. Ia cukup mengerti akan bagaimana perasaan keduanya.


" Paman, mereka berdua datang untuk meminta maaf sekaligus akan Menganti rugi akan semua kerusakan yang ada. "


" B-benar kami akan Menganti semuanya. " Balas Des dan Koi cepat walaupun ada rasa gugup.


Rasa gugup itu bukan karena takut, tapi sebuah rasa akan kesalahan.


Kedua penjaga itu tak langsung membalas hanya menatap mereka terus. Dari matanya bisa di lihat kalo mereka masih menyimpan sebuah dendam.


Hal itupun tak luput dari ketiganya. Utamanya Katagiri. Des dan Koi yang melihat itu pun hanya bisa menatap Katagiri, berharap agar masalah ini bisa selesai dengan cepat.


Dirinya tentu saja mau Menganti ini semua karena adanya Katagiri. Memalukan memang, tapi sebagai seorang pendekar ia tak akan menarik kata-katanya yang sudah ia lontarkan pada Katagiri tadi.


" Paman … dendam tidak akan menyelamatkan mereka yang telah mati. Juga tidak ada untungnya pada paman berdua. Tak ada salahnya memaafkan orang yang sudah meminta maaf. "


" Anggap saja ini sebagai bentuk penghormatan bagi mereka yang telah tiada. Mencoba membangun hubungan dengan mereka berdua juga mungkin bisa menjadi hal yang baik kedepannya bagi desa ini. " Kata Katagiri dengan lembut.


Dengan itu ia hanya bisa membujuknya dengan lembut. Berharap masalah ini bisa dengan cepat diselesaikan.


Kedua penjaga yang mendengar saran dari Katagiri pun mulai berfikir.


" Baiklah .. demi tuan muda kami akan memaafkan kalian berdua. Tapi bagi orang yang telah kehilangan sanak keluarga nya kami tidak bisa mewakili mereka semua. "


" Untuk masalah itu akan kami pertanggung


jawabkan berdua. " Balas Des cepat.


" Baiklah. Kalo begitu sebaiknya kita beristirahat. Pertarungan dengan hewan siluman cukup melelahkan, di tambah jatah tidur malam ku sedikit berkurang. "


Katagiri menguap dengan santai. Dirinya tentu tidak mengalami kelelahan, ia hanya ingin mencairkan suasana dan mencoba membuat mereka berempat memiliki ikatan.


Semua yang mendengar perkataan Katagiri pun tersenyum. Mereka berjalan masuk ke dalam desa.


Di balik bukit yang tak jauh dari sana, kini telah nampak cahaya matahari terbit yang mulai bersinar.


__


Siang harinya setelah mereka beristirahat, mereka berkumpul di alun-alun desa. Mereka membahas akan masalah yang terjadi semalam hingga orang yang bersalah. Tentunya mereka menghadirkan semua penduduk yang ada.


Dengan banyaknya keluarga yang menjadi korban, maka pemecahan masalah itupun memakan waktu yang sangat lama. Para keluarga yang ada di sana sama dengan para penjaga, mereka bersikap tak terima dan menuntut agar membunuh Des dan Koi.


Tapi dengan adanya Katagiri mereka akhirnya mau memaafkan mereka berdua. Apalagi ketika mereka berdua berjanji akan mencari beberapa talenta berbakat agar berlatih di sekte mereka.


Des dan Koi pun pada akhirnya bisa bernafas lega. Kini mereka berdua berjanji tidak akan lagi bersikap demikian lagi.


Siang itu, mereka mengadakan sebuah pesta guna merayakan akan selamat nya desa mereka dari ancaman hewan siluman. Semua ikut dalam kebahagiaan termasuk Des dan Koi.


" Saudara Giri .. kami ucapkan terimakasih karena telah membantu kami dalam menyelesaikan masalah ini. " Des membungkukkan badannya.


Melihat itu, Katagiri buru-buru menolaknya.


" Tidak perlu se-formal itu. Anggap saja ini sebagai pelajaran buat kalian kedepannya. Jadilah pendekar yang membantu orang kebanyakan, bukan malah menindas yang lemah. " Ucap Katagiri


Mendengar itu, Des dan Koi semakin kagum akan Katagiri. Keduanya merasa seperti seorang junior yang mendapatkan arahan dari seorang senior.


" Kalo begitu, kami akan segera kembali ke sekte dengan beberapa anak yang telah kami pilih agar bisa segera berlatih. Tapi sebelum itu kami harap saudara Giri mau menerima ini. " Kata Dea sambil mengeluarkan sebuah peta dan beberapa hal lainnya dari cincin penyimpanannya lalu memberikannya kepada Katagiri.


Des menebak, Katagiri adalah seorang pengelana yang baru keluar dari pelatihan dan tak tahu akan beberapa hal yang ada di wilayah ini. Terbukti ketika ia tak mengetahui akan apa yang di maksud dengan sekte.


Katagiri yang melihat apa yang di berikan oleh Des itu pun lansung tersenyum. Ia tentu tahu maksud dari Des, tapi mengambil nya akan membuat dirinya merasa sungkan.


Des yang tahu akan hal itu hanya tertawa kecil. Dengan sedikit kata-kata bujukan, akhirnya Katagiri pun menerimanya.


" Kalo begitu aku tidak akan sungkan. Terimakasih saudara Des. " Ucap Katagiri tulus.


" Tidak perlu se-formal itu saudara Giri, membantu orang lain ada tugas setiap orang. " Balas Des sambil menirukan kata-kata yang di ucapkan Katagiri ketika ia berterimakasih padanya sebelum nya.


Mendengar itu, Katagiri lansung tertawa diikuti oleh Des dan Koi. Setelah berbasa-basi sedikit, akhirnya keduanya pun pergi dengan membawa beberapa talenta muda yang dianggapnya berbakat.


' aku juga harus segera berangkat. Kakek guru pernah menyuruh ku untuk mencari master guru. Dengan adanya peta ini maka mencarinya tak akan Sulit.' kata Katagiri dalam hati.