Katagiri

Katagiri
Katagiri ~~ 1



Di sebuah tempat dimana terdapat tanah yang luas dengan gunung-gunung yang sudah luluh lantak berserakan terdapat dua orang yang saling berdiri bertukar pandang dengan tatapan yang tajam. Mereka berdua adalah sepasang murid dan guru yang sedang melakukan pertarungan.


Pertarungan ini memakan banyak sekali korban, bisa di katakan sebagai pembunuhan massal. Seorang pendekar yang kuat melakukan pembunuhan yang tragis.


Banyak yang mencoba untuk menghentikannya, tapi sayang kekuatannya masih jauh dari musuh. Nasib hanya bisa mengatakan bahwa ia tak memiliki kekuatan.


Hingga kabar itu terdengar oleh seseorang, ia berjenggot putih tapi dengan badan yang masih sangat kekar, tak ada keriput di wajahnya.


" menyerah Leon! kamu tak akan bisa mengalahkan ku. tebus semua dosa dosa mu akibat membunuh manusia yang tak bersalah!!." Sang guru berkata kepada muridnya, Leon.


mereka berdua memulai pertempuran sejak tiga minggu yang lalu, berawal dari Leon yang membantai manusia, baik yang bersalah maupun tak bersalah. " menyerah?, tak akan pernah tua bangka. aku Leon, seumur hidup tak akan pernah menyerah kepada dirimu tua bangka, walau langit tak merestui sekali pun, aku tetap tak akan mengindahkannya. " balas Leon yang sudah kehabisan nafas, tampak kelelahan akibat pertarungan yang tak kunjung selesainya.


" hmmpp, baiklah kalo itu mau mu, terimah serangan ku!! Tapak dewa surgawi " angin bergemuruh, petir menyambar kiri kanan, tampak langit terbelah dan memunculkan telapak tangan yang jatuh menuju ke diri Leon


Leon yang sudah tak mempunyai tenaga dalam lagi hanya bisa pasrah, mungkin ini lah takdirnya. mati di tangan gurunya sendiri. menutup mata dan pasrah. tapi tak lama kemudian, dirinya masi belum mengalami luka akibat jurus yang di keluarkan oleh Fien yang tak lain adalah gurunya.


dengan sedikit ragu, Leon membuka matanya, alangkah terkejutnya ketika melihat sekitarnya yang tampak berubah. dirinya berada di sebuah gua yang tak di ketahui keberadaan nya.


" kau sudah bangun?? duduk lah!!." ucap sesepuh yang masuk sambil membawa sebuah obat dalam wadah, pria itu tak lain adalah gurunya sendiri


" aku dimana? bukannya diriku bertarung dengamu, tua bangka?? kenapa aku bisa di sini??."


" kau pingsang sesaat sebelum jurusku mencapai dirimu, dirimu diselamatkan oleh seseorang yang tak ku ketahui namanya. dia berpesan untuk menghukum mu sekaligus memberikan mu kesempatan untuk menebus dosa dosa mu di masa lalu. Leon, bersemedi lah di dalam sini, jaga semua barang yang di dalamnya. orang itu berpesan, kelak akan ada seorang bayi yang akan memiliki takdir menjadi raja segala raja, kelak jadikan lah dia muridmu, takdir yang dia pikul sangatlah berat. kau tau, ketika sebuah kekuatan yang besar ada, maka kehancuran yang besar pun pasti akan menyertainya. bila saatnya tiba didiklah menjadi baik, itu lah caramu agar bisa menebus dosa dosa mu, dan untuk hukuman mu, kau akan tinggal di sini menunggunya dalam jangka waktu yang tak di ketahui. " ujarnya sambil menyerahkan sebuah kitab dan juga pedang.


" ini adalah kitab yang harus dia kuasai ketika kamu sudah mengajari semua jurus yang kau tau, serta pedan pusaka untuk nya. ingat!! sekarang ini kau telah lumpuh, dan kekuatan mu hanya tinggal 20% dari aslinya. orang itu menyegel kekuatan mu di dalam tubuh mu. dan tak ada cara untuk melepaskannya selain orang itu. mungkin kelak hanya murid mu lah yang bisa membantu mu untuk melepaskannya. "


Leon yang masi bingung dengan ini semua hanya bisa pasrah untuk menerimanya, apalagi dengan keadaan yang tak dalam puncak. mungkin saja ketika dia kabur dari gua ini, musuh musuhnya datang dan membunuhnya. setelah berpikir, dia pun setuju akan hal itu." baiklah, tua bangka. aku menerimanya, tapi bagaimana caraku mengetahuinya bahwa dia adalah anak yang dipilih?".


" tenang saja, orang itu telah memasang pelindung di dalam gua ini, dan hanya aku dan kamu lah serta anak itu yang akan mengetahui tempat ini. tugas mu hanya melatih dan mengajarinya. jadikan dia orang yang kuat dan baik hati, orang itu mungkin akan mengawasi mu setiap saat. jadi jangan buat dia tersinggung, atau kau akan mati. baiklah kukira sudah cukup, sampai jumpa. "


ucap Fien sebelum menghilang dari pandangan Leon.


setelah kepergian gurunya itu, Leon pun duduk bersila dan mulai melakukan meditasi hingga takdir menunjukkan anak yang akan di maksud.




Setelah 100 tahun yang lalu, meninggalkan kisah pertempuran antara Leon dan Fien. kini di sebuah kerajaan telah terjadi pemberontakan, Rajanya adalah seorang yang bijaksana nan kuat, tapi kelebihan itu mengakibatkan keirian hati oleh penasehatnya, Egold. Ia merasa bahwa dirinya jauh lebih baik dari sang raja. Hingga akhirnya ia pun memulai pemberontakan.



Malam itu sebuah serbuan mendadak mengakibatkan para keluarga istana kerajaan di basmi dan di bunuh. Tak ada sisa kecuali dua orang yang berhasil kabur.



Hal itupun membuat para pemberontak menyuruh bawahannya untuk menanganinya.



" menyerahlah Ling, tak ada lagi yang bisa menyelamatkan mu, hahahah. " Kata pimpinan kelompok pengejar yang berjumlah lima orang itu.



laki laki yang di sebut Ling tersebut semakin mempercepat laju kudanya, semua demi menghindari gerombolan orang yang mengejarnya. 'aku harus menyelamatkan sang pangeran, tak akan ku biarkan dia mati di sini '. ujarnya dalam hati.



dengan keadaan yang semakin buruk, Ling tak punya cara lagi selain menyembunyikan pangeran kecil tersebut di dekat sebuah batu yang agak besar. setelah itu dia pun berlari ke arah yang berbeda mencoba mengecoh para pasukan yang mengejarnya. " Ling serahkan bayi itu!; maka kau akan aku biarkan hidup. keluarga kerajaan sudah tak ada lagi, buat apa kau membelanya. " ucap pemimpin para pengejar itu ketika berhasil menghalangi rute pelarian Ling selanjutnya.



" hmmpp, diam lah dasar penghianat. apakah kau tak tau akan balas budi ? siapa yang membuat mu menjadi sampe sekarang ini hah? kalo bukan Raja yang membantu mu dan menjadikan mu menjadi pasukan kerajaan, kau akan menjadi gembel selamanya. "



" Diamm, aku tak peduli hal itu, bagiku yang kuat lah yang berkuasa. salah dia sendiri kenapa menjadi seperti itu. prajurit, bunuh dia dan jangan lupa cari bayi yang bersamanya!!. aku sendiri yang akan membunuhnya. hahahah." Ucapnya ketika melihat bahwa bayi yang bersama dengan Ling itu tak bersama nya.



" baik. "



Setelah mengatakan itu, sisa prajurit yang bersama nya kini mulai pergi mencari dimana bayi yang bersama dengan Ling itu berada. Sedangkan pemimpin nya itu akan bertarung dengan Ling.




" Apa kau yakin mampu mengalahkan ku, Deon ? "


Tanya Ling pada Deon musuhnya itu.



Deon mengendus Hump dingin.



" Tentu aku tidak bisa mengalahkan mu. Sejak saat itu kita sudah saling mengenal satu sama lain dan aku selalu tau akan kekuatan mu. Tapi walaupun begitu aku akan tetap membunuh mu malam ini bersama dengan pangeran. Kau tau mengapa aku memihak pemberontak dan bukan nya kepada raja? Itu semua karena sikap raja yang selalu mementingkan dirimu ketimbang diriku dan kuat itu. " Katanya.



Pernyataan Deon tentu menjadi hal yang mengejutkan bagi Ling. Ia tak tau bahwa sahabat nya itu memiliki rasa cemburu akan dirinya.



" Ling .. aku akui kau sangat baik padaku. Tapi aku tidak bisa selalu berada dalam bayang bayang mu. Jadi kali ini aku akan membunuhmu apapun caranya. Biarkan kematian dirimu menjadi awal baru bagiku hahahaha " Deon mengeluarkan sebuah pil dari dalam jubahnya.



Melihat pil apa yang dikeluarkan oleh Deon, Ling lansung memasang sikap lebih serius dari yang tadi. Ia tau betul apa pil itu. Sebuah pil yang mampu membuat pemakainya akan memiliki kekuatan instan lima kali lebih kuat. Dikabarkan itu hanya di miliki oleh orang yang memiliki kedekatan yang baik dengan para tabib kerjaan yang bisa memiliki nya. Tapi bagaimana itu bisa ada di tangan Deon?



Melihat tatapan terkejut dari Ling, Deon hanya tertawa.



" Akan ku beritahu akan satu rahasia lagi, sebenernya tabib yang ada di kerajaan itu adalah kakek dari sang penasehat, Egold. Dan alasan kenapa raja bisa di bunuh adalah karena ia sudah di racun oleh tabib itu. "



" Ka\-kau .. jadi selama ini kalian … " Ling mengepalkan tangannya dengan kuat, ia merasa marah sekaligus kesal. Tak bisa ia percya bahwa orang yang ada di dekatnya adalah para pemberontak kerajaan.



" Hehehe " Deon tertawa kecil sambil mulai menyerang. " Maafkan aku Ling " kata nya ketika pedangnya menusuk jantung Ling dari arah belakang.



Darah bercucuran keluar ketika pedang Deon di tarik keluar. Ling yang merupakan seorang panglima perang dari raja Ahold kini sudah menghembuskan nafas terakhirnya.



setelah membunuh Ling, Deon pun segera ikut membantu anak buahnya untuk mencari bayi pangeran, tapi setelah mencari sekitar 5 menit mereka belum menemukan nya. " cari bayi tersebut, jangan biarkan dia hidup. kita harus menumpas habis keluarga kerajaan, agar kelak tidak menjadi ancaman. cari ke semua wilayah!! "



setelah mendengar ucapan pemimpin mereka, mereka pun mencari dan menyisir setiap jalan yang mereka lalui tadi. hingga satu jam kemudian mereka belum menemukan nya, " hey Deon, anak itu tidak ada. mungkin sudah di sembunyikan di salah satu tempat di hutan ini." Kata anak buahnya. " Aku sudah lelah. Sebaiknya kita pulang. kalo pun dia masi hidup, tak akan makan waktu lama hingga binatang buas memakan nya. " ucap salah satu anak buah Deon. " baiklah, ayo!!." Kata Deon setelah berpikir cukup lama.



Menyisakan kelompok Deon …



Di tempat dimana sang pangeran kecil yang di sembunyikan dekat batu, kini tampak segerombolan serigala yang mendekati nya. mungkin ini lah takdirnya, mati di dalam gigitan serigala. sekitar jarak satu meter dari bayi, serigala yang sudah siap memakan bayi itu, tiba tiba dari langit tampak petir menyambar mereka satu per satu. bayi yang tak tau apa apa itu pun terbangun dan mulai menangis.



" hahahahha, akhirnya setelah sekian lama. penderitaan ini akan berakhir. sisa menebus dosa yang aku lakukan, maka aku akan bebas kembali hahahahh. ini adalah akhir dan awal ku hahahah. " Sebuah suara tawa terdengar entah siapa pemilik nya. Suara tawa itu hanya terdengar sesaat sebelum menghilang yang diikuti oleh sang bayi yang juga ikut menghilang menyisakan mayat serigala yang sudah gosong terkena baut petir.



\_\_\_


NB: