
di zaman dahulu, tepatnya ketika benua ini belum terpecah belah. benua ini pernah di pimpin oleh kekaisaran halilintar. dengan kekuatan yang kuat, dia memerintah setiap negara dan daerah di bawah kekuasaannya. walaupun menjadi seorang kaisar, dia tetaplah seorang yang masi rendah hati. namanya adalah Rend. Kaisar Rend mempunyai lima istri yang masing-masing memberikannya putra dan putri kecuali istrinya yang kelima. dia hanya mempunyai seorang putra. walaupun tak mempunyai saudara kandung, tapi dia merasa bahwa saudara tirinya adalah saudara kandungnya, sehingga dia bertekad untuk menjadi kuat dan melindungi mereka.
hari berganti hari, bulan berganti bulan, hingga tahun pun berganti tahun kini sang pangeran tersebut yang bernama Rui yang kini juga telah menjadi seorang pendekar hebat. di bawah latihan yang keras dia menciptakan sebuah jurus yang hampir mirip dengan jurus ayahnya. walau perbedaan jurus mereka masi agak jauh, tapi jurus yang di cibtakan oleh Rui ini jauh lebih baik dari pada saudara saudaranya yang lain. nama jurus tersebut adalah kemurkaan surgawi petir. jurus ini di bagi menjadi 15 bagian. di masa lalu, dengan menggunakan jurus ini, Rui menjadi pendekar yang hebat. tak ada seorang pun yang bisa mengalahkan nya selain sang kaisar halilintar.
hal ini pun menjadi kan para saudaranya menjadi cemburu, hingga pada akhirnya terjadi peperangan yang hebat, puncaknya ketika sang kaisar telah meninggal.
para penggerang yang cemburu mencoba bersekutu dengan sekte aliran hitam. dengan adanya sekte aliran hitam ini mereka yakin mampu membuat Rui menderita kerusakan yang fatal atau bahkan membunuhnya.
ketika mendengar hal itu Rui pun mencoba meminta bantuan kepada para sekte aliran putih. tapi siapa sangka, sekte yang melambangkan kebaikan tersebut malah acuh dan menolak mentah mentah permohonan Shui Ling.
dengan keadaan yang mendesak, Rui pun hanya bisa pasrah pada takdir langit. pertarungan dengan jumlah yang tak seimbang itu membuat pertarungan tak berjalan lama. dalam waktu satu bulan lebih, lebih dari 1000 orang meninggal dari pihak musuh, sedangkan di pihak Rui sendiri ia sudah kehabisan tenaga. di ujung nafas yang mulai putus, dia melihat seorang kakek membantunya dan membunuh semua orang dari aliran hitam termasuk para saudaranya.
setelah membunuh mereka semua, dia pun membawa Rui ke tempat tinggalnya dan mengobatinya yang pinsan akibat kelelahan. setelah satu Minggu kemudian, Rui sudah terbangun.
". junior memberi hormat kepada senior ." ucapnya sambil memberi hormat. " terimakasih senior karena telah membantu junior ini, suatu hari nanti saya pasti akan membalas senior. "
" bangun lah anak muda, hal ini sudah wajar bagi aku untuk menolong sesama. lagi pula kau kelak akan menjadi orang besar ". ucap kakek itu sambil mengelus janggutnya
" apa maksud senior dengan orang besar ?." Kata Rui dengan heran. sejauh ini dia tak memiliki hal apapun untuk di banggakan, berpikir menjadi orang yang berpengaruh. kekaisaran ayahnya telah runtuh akibat peperangan tersebut. jadi bagaimana mungkin dia bisa memulai nya lagi.
merasakan apa yang di pikirkan oleh Rui kakek itu pun menjelaskannya bahwa yang di maksud bukan dia, tapi keturunan nya. dimana kelak dia akan membuat dunia persilatan menjadi aman dan damai. jauh melampaui apa yang telah kaisar halilintar lakukan. kelak dia akan menyatukan benua di bawah telapak kakinya dan membuat tak ada satupun sekte putih maupun Hitam. karena pada dasarnya semua yang ada di dunia ini adalah abu abu. Serta kelak dia akan menumpas habis kekacauan yang akan melanda umat manusia.
Rui yang mengetahui hal itu pun terkejut. dia tak mengetahui bahwa akan ada masa dimana umat manusia akan di Landah kekacauan.
" kalo begitu, bolehkah saya tahu siapa senior ini sebenarnya ?? ." Dia dengan hati hati bertanya.
"aku hanyalah manusia biasa, tak perlu untuk kau ketahui. cuman aku hanya akan memberikan informasi kepada mu. pertemuan kita ini sudah di atur, karena kau sudah sembuh maka aku akan segera pergi. tempat ini jauh dari keramaian, jadi gunakanlah untuk beristirahat. dan sebagai hadiah perpisahan aku akan memberikan mu hadiah, terimalah pedang ini. pedang ini bernama pedang perak petir . pedang itu cocok untuk teknik manual pertempuran yang kau cibtakan. dengan adanya pedang itu maka kau akan bisa melampaui kekuatan Kaisar halilintar, ayahmu. ingat lah untuk menyimpan Pedang serta kitab yang telah kau siap kan di sini, kelak apabila masanya telah tiba, maka aku akan datang untuk memberikannya kepada keturunan mu." Katanya sambil tersenyum.
setelah mengatakan hal itu, kakek itupun hilang hanya dalam satu kedipan mata. Rui yang sudah mengetahui semuanya, kini hanya terus tinggal di tempat tersebut bersama dengan istrinya dan juga putra semata wayangnya yang sudah di pindahkan ke tempat tersebut oleh kakek itu. mereka mengikuti apa yang di perintahkan nya. hingga akhir hayatnya, ia hanya berdiam di sana bersama dengan keluarganya.
Bila ada waktu ia pun juga akan mencari seseorang yang dianggapnya layak untuk di latih, dan dengan itu putranya kelak memiliki pasukan untuk menghadapi bencana yang akan datang. Dan dengan seperti itu maka tahun demi tahun tempat itu pun berubah menjadi sebuah kerajaan.
_
" Ini adalah Pedang perak Petir, dan satunya lagi adalah kitab kemurkaan surgawi Petir. untuk saat ini aku hanya ingin kau untuk menyempurnakan ilmu pedang yang aku berikan kepada mu tahun lalu, Tarian pedang surgawi. karena kau baru pertama kali menggunakan pedang, maka biasakan dulu dirimu. Jika kau sudah terbiasa maka hal itu akan bagus, semakin cepat maka semakin cepat pula kau akan mempelajari kitab dari pasangan pedang ini. " Kata Leon sambil memberikan Katagiri sebuah pedang yang tak lain adalah pedang perak petir. Sedangkan kitab pasangan pedang itu dia simpan di balik jubah bajunya.
katagiri yang mengerti maksud gurunya, mulai melakukan apa yang di perintahkan oleh Leon. Saat pertama kali mengayunkan pedangnya, katagiri merasakan sensasi yang aneh, entah itu berasal dari pedangnya atau karena baru memegang pedang sungguhan. hal itu terjadi setiap kali dia mengayunkannya. ingin dia bertanya kepada gurunya, tapi segera mengurungkan niatnya. setelah beberapa kali mencoba dan membuatnya terbiasa dengan pedang. Dia pun sudah mulai merasa nyaman. sensasi aneh yang dia rasakan pun kini sudah tak ada lagi.
Setelah melakukan latihan dengan menggunakan jurus yang ada dalam kitab tarian pedang surgawi, keesokan harinya katagiri pun menghampiri gurunya. " kakek guru, aku sudah terbiasa dengan pedang. " ucapnya sembari meminum air yang sudah di sediakan oleh gurunya. " Apa sekarang aku sudah bisa memulai latihan dengan teknik yang ada dalam kitab itu kakek guru ??. "
Katagiri yang melihat gurunya seperti itu, mencoba menegurnya. tapi sebelum itu terjadi, Leon sudah berdiri dan melangkah menuju dirinya. "katagiri, saat ini umur mu sudah menginjak 8 tahun. kau juga sudah semakin kuat, maka berlatih lah lagi agar menjadi semakin kuat. tahun depan kau akan aku izinkan keluar untuk melihat manusia..." ucap Chen Hao sambil memberikan kitab Kemurkaan surgawi Petir.
Katagiri yang mendengar hal itu pun, semakin bersemangat. " baik, kakek guru. murid tak akan mengecewakan mu ." ucapnya dengan bersunguh-sunguh.
Tak menunggu lama dia pun mulai membuka isi kitab tersebut. Dengan antusias dia membacanya dan mulai mengingat setiap gerakan gerakan yang ada. setelah membacanya dia mulai mempraktekkan nya, setiap gerakannya sangat mematikan. dalam kitab tersebut, terdapat 10 tahap agar bisa menguasai kitab kemurkaan surgawi Petir.
___
Dalam setahun ini, katagiri sudah menguasai dua tahap dalam kitab kemurkaan surgawi Petir. yaitu tebusan petir yang dimana tebasan ini harus di aliri petir. untungnya katagiri mempunyai bakat yang sangat tak manusiawi sehingga setiap latihan yang mengandung unsur Petir bisa dengan mudah dia lakukan.
sedangkan tahap kedua adalah, langkah petir, dimana seseorang yang mengunakan langkah ini bisa bergerak dengan cepat dan di setiap langkahnya akan ada seberkas percikan petir.
selain itu katagiri juga sudah menguasai jurus tapak petir dan tarian pedang surgawi dengan penguasaan penuh. setelah menyelesaikan latihan ini. katagiri pun berjalan menuju ke arah Leon, gurunya.
" Kakek guru, sekarang aku sudah menguasai semua ajaran yang kakek guru berikan padaku. setahun sudah berlalu, dan sekarang aku ingin menagih janji kakek " ucapnya dengan wajah memelas.
" sudah setahun ya,...." Leon yang melihat perkembangan muridnya hanya bisa terkagum-kagum akan setiap pertumbuhannya. dalam setahun yang lalu, dia masi berasa di bawah level Bumi tahap awal sekarang sudah berkembang ke tahap menengah. selain itu perkembangan dalam latihan tempurnya pun sudah sangat bagus.
" kakekkk,..... kakekkkk guuuruuuu,.."
" a,... iiaa iya ada apa katagiri??" ucap Leon yang terkejut akan teriakan katagiri.
" dasar kakek tua mhpp "
Leon yang mendengar hal itu lansung saja marah. tanpa ragu memukul kepala katagiri dengan semua kekuatan. walau hanya 20% dari kekuatan utamanya akibat di kunci oleh kakek tersebut yang tak ia ketahui namanya, tapi itu cukup untuk membuat katagiri merasakan kesakitan. andai tidak sering melatih tubuh fisiknya sudah tentu dia akan pinsan.
" ulangi sekali lagi, maka aku tak akan segan membuat mu tak bisa melihat matahari esok ." ancamnya dengan nada ketus.
Katagiri yang melihat gurunya marah hanya bisa terdiam. walau sudah bersama dalam 9 tabun terakhir, tapi tetap saja sikap Leon masi sulit untuk di ketahui. apalagi tabiatnya kadang berubah-ubah.
" ma-aaf.... ".ucapnya lirih.
" beristirahatlah, esok pagi kau akan berangkat. jadi siapkan semua perlengkapan yang akan kau bawak ".
katagiri yang mendengar hal itu pun langsung tersenyum bahagia. walau dia memiliki tingkat pemahaman yang abnormal tapi tetap saja kepribadiannya masi seperti anak anak yang berusia 9 tabun. setelah mengucapkan terimakasih dan memberi hormat, katagiri pun langsung berlari menuju tempat yang biasa dia tempati untuk tidur.
Setelah kepergiannya, Leon hanya bisa tersenyum masam. " anak itu mempunyai semangat yang bagus ". gumamnya sebelum berlalu menuju tempat persemediannya.