Katagiri

Katagiri
Katagiri ~~10



10


Katagiri hanya menoleh sekilas lalu menoleh. Ia tak tahu apa masalah orang hingga dirinya di tegur.


" Apa kau tuli?"


Bamm!!


Geprakan meja yang berasal dari pemuda itu menghasilkan suara yang keras. Hasil nya membuat meja itu retak. Beberapa orang yang ada di situ pun segera menyingkir menjauh dari tempat kejadian perkara.


Menyebalkan.


Sebuah pukulan melayang maju ke arah Katagiri. Walaupun melihat bahwa orang yang membuatnya kesal adalah seorang bocah, pemuda itu terlihat tidak peduli.


Merasakan ada yang mendekat ke arah dirinya, Katagiri pun dengan segera menghindar. Ia melompat ke arah samping dari tempat dimana ia berada tadi.


Menyaksikan pukulan nya barusan tidak berhasil mengenai target membuat pemuda itu menjadi kesal.


Ia pun segera mengumpulkan energi nya di sekitar badannya. Beberapa orang yang cukup dekat dengannya merasakan pundak mereka menjadi tertekan seperti ada bongkahan batu besar yang menimpa mereka.


Katagiri yang paling dekat pun merasakan hal yang sama. Perbedaan kekuatan di keduanya membuat nya harus merasakan sensasi ini.


Hanya saja perasaan itu tidak seperti yang lainnya. Ia sudah merasakan sensasi ini sebelumnya, bahkan lebih kuat yang mana mampu membuatnya bisa bertahan.


Ia pun memasang sikap waspada. Musuhnya kali ini sudah pasti kuat. Ia pun mulai melihat ke arah lawannya, menggunakan sebuah jurus yang diajarkan oleh Leon, Katagiri pun bisa melihat tingkat kultivasi pemuda tersebut.


' tingkatkan Raja tahap lanjut. Orang ini pasti berbakat ' gumam Katagiri.


Dahulu gurunya pernah memberitahu nya bahwa para manusia itu juga memiliki beberapa orang yang berbakat. Untuk membedakannya adalah dengan melihat tingkah kultivasi yang dimilikinya. Bila orang itu memiliki tingkat kultivasi yang tinggi pada usia muda, maka orang itu adalah seorang yang berbakat.


Setelah melihat tingkat kultivasi pemuda itu, Katagiri tidak merasakan ketakutan. Ia hanya tersenyum tipis, sambil memasang sikap waspada.


Dengan tingkat kultivasi yang masih berada di tingkatkan Bumi tahap lanjut, Katagiri akan menjadikan ini sebagai bentuk latihan agar bisa menemukan kesempatan untuk menguji kemampuan nya serta mencari kesempatan agar bisa menembus ke tingkat selanjutnya.


Seperti kata Leon pertarungan yang sulit juga bisa membuat seseorang mengalami kemajuan, baik itu dari segi kemampuan dan kultivasi.


Hiyaaa!!


Pemuda itu melesat maju menggunakan tangan kosong untuk menyerang. Pukulannya datang secara bertubi-tubi tapi dengan mengandalkan ilmu meringankan tubuh nya, Katagiri bisa menghindar.


Menyaksikan serangannya belum ada yang bisa mengenai lawannya, pemuda itu semakin kesal.


Ia mengumpulkan lebih banyak kekuatan nya di sekitar tubuhnya membuat ia bisa bergerak dengan cepat.


Katagiri yang melihat kemampuan lawannya semakin meningkat pun tak lagi menghindar. Ia mencoba menangkis setiap serangan yang masuk.


Bam Bam Bam Bam


Tinju mereka saling bertemu membuat keduanya semakin asik dengan pertempuran.


Katagiri dengan fisiknya yang kerap kali ia latih membuatnya bisa mengimbangi pemuda itu. Walaupun terkadang ia masih harus terdesak.


Tapi walaupun begitu ia menikmati pertarungan ini. Area yang tadi damai kini kacau balau karena keduanya.


Orang orang yang cukup pintar pun tak tinggal diam, mereka segera keluar. Para pelayan pun tak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa mereka lakukan adalah berharap agar kerusakan yang terjadi tidak terlalu banyak.


" Memiliki kekuatan yang mampu melawan setengah dari kekuatan ku di usia yang masih begitu muda, kau ternyata cukup kuat juga bocah. "Pemuda yang awalnya kesal kini terlihat tersenyum.


" Tapi walaupun begitu, dengan sikap mu yang seperti tadi, kau hanya akan mengotori dunia persilatan "


Ia pun mulai mengeluarkan lebih banyak tenaga dalam. Warna kuning tebal mulai terlihat di sekitar badannya.


Krakk takkk


Retak!


Kekuatan yang di keluarkan pemuda itu membuat tempat yang ada di dalamnya menjadi retak. Di bagikan pijakan kakinya pun kini sudah berlobang.


Katagiri yang melihat itu pun mulai merasa tertekan. Walaupun dirinya sudah pernah berlatih dengan aura yang di hasilkan oleh Leon lewat tenaga dalamnya, tapi tetap dirinya masih merasa tertekan.


' benar-benar hebat '


Ia memuji pemuda yang ada di hadapannya dengan tersenyum.


Tak ingin seperti itu terus, Katagiri pun membuka tingkat kultivasi nya. Ia melakukan hal yang sama dengan pemuda itu.


Hiyahhhh!!!


Katagiri terus menaikkan tingkat kultivasi hingga sampai pada tingkatan Bumi tahap lanjut. Auranya pun kini terlihat agak tebal dari sebelumnya.


Retakan yang terjadi pun kini semakin bertambah. Pelayan yang ketakutan berteriak histeris. Mereka segera menjauh. Kini yang tersisa di dalam tempat itu hanya ada Lima orang. Katagiri dan pemuda itu serta teman nya yang terlihat asik menikmati makanan yang ada.


Tapi ketika mereka melihat keduanya semakin berulah, ketiganya pun kini tak lagi bisa menikmati makanan yang ada. Meja mereka pun retak dan hancur bersama yang lain nya.


Menyaksikan lawannya yang juga meningkatkan kekuatannya, pemuda itu pun terkejut.


' Benar benar hebat, bahkan bakat diriku yang dulu akan kalah dengan bocah itu. ' gumam pemuda itu.


" Hahahaha menarik…. menarik … " tawanya sambil melesat maju menggunakan tinjunya untuk menghajar Katagiri.


Di sisi Katagiri yang sudah melihat musuhnya maju, ia pun segera ikut melesat maju. Katagiri menggunakan jurus tinju petir, jurus kedua dari tiga jurus yang ada dalam kitab tapak petir.


Bammm


Kedua tinju bertemu mengakibatkan apapun yang ada di sekitar nya bertebaran dimana-mana.


Buamm brakk bukk bammmmm.


Katagiri terhempas Mundur hingga menabrak dinding penginapan tersebut, mengakibatkannya harus mengeluarkan seteguk darah.


Uhuk


Perbedaan kekuatan menjadi kunci dari pertarungan ini. Rasanya organ dalamnya ingin keluar semua. Ia menyeka darah yang tersisa di mulutnya lalu terjatuh pingsan.


Di sisi lain, pemuda yang menyerangnya tadi pun mundur sejauh sepuluh langkah. Tangan pemuda itu terlihat gosong, dirinya merasa tak bisa menggerakkan tangannya. Ia pun ikut terkejut akan kekuatan Katagiri.


' benar-benar hebat. '


Ketiga temannya yang melihat itu pun ikut terkejut. Mereka tak menyangka bahwa seorang anak yang berada di tingkatkan Bumi tahap lanjut bisa membuat seseorang yang berada di tingkatkan Raja tahap lanjut ikut mundur. Walaupun itu tidak terlalu jauh, tapi ini benar-benar hal yang mengagetkan.


" Pangeran kelima kau tidak apa-apa?" Ketiganya segera berlari ke arah pemuda tersebut.


" Aku tidak apa-apa. Tenang saja!" Katanya sambil menelan sebuah pil dan memulihkan lukanya.


" Syukurlah " mereka bertiga menghela nafas secara bersamaan.


Sejujurnya ketiganya sejak tadi ingin menghentikan pertarungan itu, tapi melihat bahwa sikap orang yang mereka panggil pangeran tersebut hanya ingin menggertak membuat mereka mengurungkan niat mereka.


" Tak di sangka ada seseorang yang begitu kuat di usia yang begitu muda. " Kata salah satu di antara mereka.


" pangeran sebaiknya kita apakan dia ?" Tanya seorang gadis yang kini sudah berada di dekat Katagiri yang sedang pingsan.


" Rawat dia. Walaupun sikapnya yang tidak sopan tadi membuat ku kesal, tapi sepertinya dia adalah orang yang baik. Terbukti ketika aku bertarung dengan nya, aku tidak merasakan niat membunuh atau semacamnya. " Katanya.


" Selain itu … kekuatan bocah itu cukup kuat. Aku rasa berteman dengannya akan sangat membantu kedepannya. " Lanjutnya.


" Baiklah kalo begitu. " Gadis itu pun segera membuka mulut Katagiri dan memasukan sebuah pil ke dalamnya.


Tapi sesaat setelah memasukkan itu sebuah retakan dari dinding membuat keempatnya tersentak kaget.


Krekk krakk Bumm


" Sial!!" Umpat mereka semua lalu segera keluar.


Penginapan yang awalnya damai kini sudah hancur dan roboh.


" Yah kurasa kita berada dalam masalah " pangeran ke-lima menggaruk kepalanya sambil tersenyum.


__


__


*btw sorry cuman up satu doang, lagi sakit sih jadi kek gini. so .. maafin.


pertama-tama bagi yang setia baca novel ini aku minta maaf karena cuman bisa up sekali dalam seminggu, dan itupun kalo up cuman dua atau satu chapter. selain kesibukan dalam dunia belajar, beberapa alasannya juga terkadang datang dari ide cerita yang kadang ga da.


oke itu aja, thanks udah baca.


ENJOY*!!