Katagiri

Katagiri
Katagiri ~~ 11



Katagiri terbangun cukup lama. Ketika terbangun dirinya bisa merasakan kepalanya berdenyut pusing di bagian belakang. sinar rembulan menyinari wajahnya dari arah jendela yang tidak tertutup gorden.


Ia melebarkan pandangannya pada ruangan yang ditempatinya, ' terasa asing '


" Dimana aku ?" Katanya pelan.


Ia mengingat kembali kejadian yang terjadi pada dirinya. Ingatan pecahan pertempuran kini berputar dalam otaknya.


" Bukannya aku sedang bertarung dengan seseorang?" Tanyanya lagi pada dirinya sendiri.


Ia mencoba bangkit dari tempat dimana dirinya berbaring. Lalu berjalan menuju ke arah pintu. Ia membuka nya lalu segera keluar.


Tapi baru saja kaki nya ingin melangkah lebih jauh, ia melihat seseorang sedang berjalan mendekat ke arah nya sembari membawa sebuah mangkuk yang di tebaknya merupakan makanan.


Dia bisa merasakan bahwa orang ini tidak asing baginya, tapi dengan keadaan dirinya yang masih pusing ia belum bisa mengingat dengan jelas.


" Oh kau sudah sadar rupanya. Syukurlah aku kira harus menunggu sampai esok hari. " Kata nya sambil tersenyum kepada Katagiri.


" Siapa kau? Dan mengapa aku bisa berada di sini ?"


" Nama ku Yurin. Kami membawa mu kemari karena kau pingsan ketika bertarung dengan pangeran ke-lima, Yura. Cukup heran kau bisa siuman sesingkat ini. "


Ia melangkah masuk ke dalam kamar. Diikuti oleh Katagiri yang mengekor di belakangnya. Ia kemudian duduk di tepi ranjang sembari menatap ke arah wanita itu.


Mendengar perkataan orang itu barulah Katagiri mengingat bahwa orang yang ia lawan kemarin tidak hanya sendiri. Tapi juga bersama dengan tiga orang lainnya.


" Ngomong-ngomong kau bilang tadi bahwa aku pingsan, jadi boleh ku tau sudah berapa lama diriku pingsan dan berakhir di sini?" Tanya Katagiri tanpa melepaskan tatapannya pada wanita di depannya yang memperkenalkan dirinya dengan nama Yurin


Yurin hanya tertawa kecil. Ia meletakkan mangkuk yang di bawanya di atas meja yang ada di dalam ruangan itu. " Kau sudah pingsan selama satu hari yang lalu. " Balas nya sambil menatap ke arah Katagiri.


Katagiri melihat Yurin lebih dekat. Sebuah gumpalan daging di bagian dada yang menonjol lebih besar, rambut lebih panjang dari dirinya dan memiliki sikap lebih lembut. ' um.. berdasarkan ciri-ciri yang di katakan oleh guru Lion, seperti nya orang ini adalah seorang wanita.' gumamnya.


Yurin yang melihat Katagiri menatap nya dari atas ke bawah berulang kali menjadi sedikit aneh. Tapi dia tidak melakukan tindakan apapun.


Dirinya tidak heran karena ia sudah biasa di tatap seperti itu. Walaupun bukan termasuk seorang gadis tercantik, tapi kecantikan dirinya bisa di bilang termasuk sepuluh besar di daerah asalnya.


Dengan begitu ia tidak memarahi Katagiri, apalagi dari cara Katagiri memandang nya ia tidak menemukan jejak nafsu atau sebuah bentuk pelecehan sama seperti kebanyakan orang yang seakan siap untuk memangsanya kapan saja.


" Ah .. tidak ada. Aku hanya sedikit aneh dengan seorang manusia yang bernama wanita. Ternyata perkataan guru ku mengenai kaum kalian sangat mudah untuk membedakannya dari yang lain "


Katagiri sebelumnya memang sudah bertemu dengan beberapa wanita, seperti di desa yang pertama ia jumpai lalu pelayan di penginapan.


Tapi dirinya tidak terlalu memperhatikan mereka semua. Barulah setelah Yurin masuk dia bisa melihat lebih jelas di mana letak perbedaan antara laki-laki dan wanita.


" Oh … apa kau tidak pernah bertemu dengan orang yang seperti aku sebelumnya?" Tanyanya sembari menatap Katagiri dengan keingintahuan.


Katagiri mengangguk bahwa ia pernah bertemu dengan orang seperti Yurin sebelumnya, hanya saja tidak terlalu memperhatikannya.


Ia kemudian menjelaskan tentang dirinya. Ia berkata bahwa dirinya tinggal di sebuah tempat yang tidak pernah ditemukan oleh manusia selain gurunya dan dirinya.


Di sana ia sudah tinggal bersama dengan gurunya, Leon sejak bayi. Membuatnya hanya berinteraksi dengan satu manusia.


Ia hanya tahu bahwa selain tempat yang ia tinggali ada banyak manusia yang sama seperti dirinya. Membuatnya sangat ingin bertemu.


Setelah persyaratan yang diajukan oleh gurunya ia pun berhasil keluar dari sana dan mulai berjalan ke arah yang menurutnya menarik sembari mencari keberadaan mahaguru nya yang memang sudah di beritahu oleh Leon untuk menemui nya ketika dirinya sudah keluar.


Yurin yang mendengar penjelasan Katagiri dari tadi tersenyum kagum. Selain mengetahui bahwa orang yang ada di depannya adalah seorang pendatang baru di dunia persilatan, dirinya juga kagum akan diri Katagiri yang pernah menolong sebuah desa dari serbuan hewan siluman.


Dirinya menebak bahwa Katagiri adalah seorang yang memiliki hati yang baik namun akan marah bila ia melanggar larangan gurunya.


Hal itu bisa ia ketahui ketika mendengar cerita Katagiri dari awal hingga dia bisa bertarung dengan Yura hanya karena salah paham.


" Jadi kau adalah orang baru di dunia persilatan. Tapi walaupun begitu kau masih sangat muda. Apa gurumu tidak khawatir?" Tanya Yurin


" Dirinya berkata bahwa ia yakin dan percaya padaku. Jadi dirinya tidak merasa khawatir. Apalagi aku sangat kuat " katanya polos.


Yurin tersenyum penuh makna. Dia mengaku bahwa Katagiri memang kuat di usianya yang masih begitu muda.


Tapi dia yakin bahwa Katagiri belum mengenal terlalu jauh akan prinsip dunia persilatan. Kepolosan dirinya hanya akan membuat nya menjadi incaran berbagai pihak.


°°°°°